SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
Sk-13 113. Tertangkapnya Yuyun (dihari pernikahan Ben)


__ADS_3

3 hari kemudian, hari dimana Ben melangsungkan pernikahannya dengan Yasmin, di rumah besar milik Andreas. Semua keluarga sudah berkumpul, ada Emak-Bapak, Ben, sudah hadir dari 3 hari lalu, dan menginap di rumah Yasmin.


Karena acaranya sangat privat, Andreas, Yasmin, dan Ben, tidak banyak mengundang tamu, mereka hanya mengundang beberapa rekan kerja di Perusahaan Yamuna, model, dan teman Andreas. Bibi Ratna dan Yuyun juga ikut di undang Yasmin, untuk memeriahkan pernikahan mereka.


Semua tamu undangan sudah pada hadir, duduk di kursi mereka masing-masing. Ada Cadman, Yamuna, dan Yoan, sudah duduk di bangku paling depan, sejajar dengan bangku milik Andreas, Emak-Bapaknya Ben. Sedangkan Bibi Ratna, dan Yuyun, duduk di belakang, kalau duduk di bangku paling depan, tidak enak kata mereka.


Ben sudah duduk di hadapan tuan Kadi, sedangkan Yasmin masih menunggu di kamar tamu untuk di panggil. Tidak ingin membuang waktu lebih banyak lagi, tuan kadi mengulurkan tangannya ke depan. Ben langsung menerima uluran tangan tuan kadi.


“ Sudah siap? ” tanya tuan kadi terdengar menggoda.


“ Siap! ” sahut Ben tegas.


“ Kalau gitu kamu harus dengarkan apa yang akan saya katakan, nanti. Setelah saya selesai mengucapkan kalimat tersebut, kamu boleh mengikutinya, ” ucap tuan Kadi memberi perintah.


“ Baik, ” sahut Ben kembali tegas.


Tuan kadi menjabat tangan Ben, “ Saya nikah dan kawinkan Yasmin binti Andreas, dengan Ben, mahar uang sebesar, Rp. 10,567,000, ribu, di bayar tunai. ”


“ Saya terima nikah dan kawinya Yasmin binti Andreas, mahar uang sebesar, Rp, 10,567,000, ribu di bayar tunai, ” ucap Ben mengulang kalimat tuan kadi.


“ Gimana para saksi, sah? ” tanya tuan kadi ke para tamu.


“ SAH! ” sahut para tamu bersorak.


“ Alhamdulillah, ” ucap tuan kadi, Ben, Yasmin, dan lainnya.


Setelah memberikan doa untuk Ben, dan Yasmin, tuan kadi beranjak dari bangkunya. Tuan kadi berpamitan kepada tuan rumah, Andreas, karena masih ada 4 sepasang pemuda ingin di sah kan ikatannya.


Menit selanjutnya tinggal makan-makan dan menyapa para tamu. Ben, dan Yasmin berjalan mendekati Yamuna, dan Cadman, sedang menikmati sate kacang.


“Terimakasih sudah mau menghadiri acara pernikahan saya, tuan muda, dan nona muda,” ucap Ben berterimakasih kepada Yamuna, dan Cadman.


“ Sama-sama. Oh ya, Ben. Emak-Bapak kamu mana? ” tanya Yamuna, ia menatap ke tamu undangan.


“ Di sana, ” sahut Ben menunjuk ke kumpulan teman Andreas.


“ Cepat akrab ya, " ucap Yamuna.


" Iya, Emak-Bapak memang seperti itu. Mereka gampang akrabnya, " sahut Ben, tatapannya mengarah ke Emak-Bapak.

__ADS_1


" Yamuna, aku permisi dulu, " pamit Cadman.


" Kamu mau kemana? " tanya Yamuna penasaran.


" Sebentar saja, " ucap Cadman tak memberitahu mau kemana ia pergi.


" Baiklah, " sahut Yamuna tidak memaksa.


Cadman berjalan mendekati Yoan sedang berdiri di tengah-tengah kerumunan tamu undangan. Di sisi lain, Yuyun terlihat panik. Wajahnya seketika panik saat melihat seorang pria memakai baju stelan jas berwarna hitam, sudut bibir terselip rokok cerutu sedang menyala, dan di belakangnya ada 5 pria bertubuh tegap, dan berwajah asing memasuki rumah Andreas.


' Gawat! aku harus segera kabur, ' batin Yuyun ketakutan.


Pria memakai setelan jas hitam, dan 5 pria bertubuh tegap, berwajah asing berhenti di perkumpulan Cadman, dan Yoan. Yoan pun terlihat langsung menyapa pria memakai setelan jas hitam, dan Andreas juga ikut turut berkumpul.


Dari sisi lain, Yamuna, dan Yasmin terus memandang wajah gugup dan pucat Yuyun.


" He...kenapa wanita itu terlihat sangat gugup? " tanya Yasmin penasaran.


" Tidak tahu, semenjak tamu undangan terakhir masuk wajahnya berubah menjadi seperti tape, " sahut Yamuna.


" Apa kamu memikirkan hal yang sama denganku? " tanya Yasmin, ia berpikir apakah Yuyun mengenal tamu asing tersebut.


" Sama saja, sudahlah mari kita dekati dia, " ajak Yasmin.


Yasmin menggenggam tangan Yamuna, membawa Yamuna mendekati Yuyun. Namun, belum lagi Yamuna, dan Yasmin sampai. Yuyun sudah berlari menerobos para tamu undangan.


" Hei, tangkap dia! " teriak pria memakai setelan jas berwarna hitam memberi perintah ke 5 pria bertubuh kekar.


5 pria bertubuh kekar, mengejar Yuyun, di tambah ada beberapa anak buahnya sudah bersembunyi di bagian depan pintu utama rumah langsung keluar dari tempat persembunyian, menghadang Yuyun.


" Biarkan aku pergi! " teriak Yuyun.


" Tidak bisa, kamu sudah cukup lama bebas di sini, " sambung pria memakai stelan jas.


Pria memakai setelan jas berwarna hitam berjalan mendekati Yuyun. Wajah Yuyun terlihat bertambah pucat, dan keringat dingin mengalir deras di wajah cantiknya.


" A-apa maksud Anda, tuan? " tanya Yuyun sopan.


Pria memakai setelan jas hitam berhenti di hadapan Yuyun, tangannya menggenggam erat pergelangan tangan Yuyun.

__ADS_1


" Jangan pura-pura tidak mengenalku. Dan aku juga tidak perlu menjawab pertanyaan yang membosankan dari kamu! " tegas pria tersebut, genggaman tangannya semakin di eratkan, " Mari ikut aku! "


" Tidak! sa-saya masih bekerja dengan tuan besar Yoan, dan Anda tidak ada hak untuk mengajak saya pergi! " tolak Yuyun di sela tangis buatannya.


Pria tersebut menoleh suram ke Yoan, " Apa kamu masih membutuhkan wanita ini, Yo?! "


" Ti-tidak, ambil saja, " sahut Yoan sedikit kaku saat melihat tatapan suram pria asing tersebut.


Pria asing tersebut menatap Yuyun, " Kamu sudah tahu jawabannya 'kan? "


" Tapi saya masih tidak mengerti kenapa tuan ingin mengajak saya. Apa salah saya, dan kenapa Anda sepertinya kenal sama saya? " tanya Yuyun pura-pura tidak tahu.


Perdebatan tersebut membuat para tamu undangan bingung. Mereka hanya melihat dan menyaksikan dari kejauhan.


" Apa perlu aku memboking Identitas asli kamu di sini? dan apa perlu kamu...."


" Stop! I-Iya... sa-saya akan pergi ikut dengan tuan. Dan saya akan mempertanggung jawabkan perbuatan saya, " sahut Yuyun pasrah.


" Bawa masuk wanita ini ke dalam mobil, dan ikat dia agar tidak kabur! " tegas pria memakai setelan jas hitam, ia mendorong kasar Yuyun sampai tubuh Yuyun terjatuh dalam pelukan anak buahnya.


" Tu-tuan...."


Belum lagi siap berbicara, mulut Yuyun langsung di bungkam, tubuh Yuyun langsung di gendong, di bawa masuk ke dalam mobil.


Pria memakai setelan jas hitam berjalan kembali mendekati Yoan, dan Andreas.


" Terimakasih, atas kerja samanya, " ucap pria memakai setelan jas hitam kepada Yoan, dan Andreas.


" Sama-sama, " sahut Andreas dan Yoan bersamaan.


" Hei...hei...tunggu. Kenapa Anda datang-datang hanya merusak pernikahan ku. Setelah itu Anda mengucapkan terimakasih kepada Papa dan Om Yoan. Apa maksud dari kekacauan ini?! " tanya Yasmin tidak senang.


" Maaf, ceritanya panjang. Gadis kecil, selamat menempuh hidup baru. Aku sudah memberikan hadiah spesial untuk kamu, " sahut pria memakai setelan jas hitam.


Pria memakai setelan jas hitam, mengeluarkan kunci Apartemen dan mobil dari dalam saku jasnya. Mengambil tangan kanan Yasmin, dan memberikan kunci Apartemen dan mobil di telapak tangan Yasmin. Membuat semua tamu undangan terkejut bukan main. Karena kunci Apartemen dan mobil adalah bukan kunci sembarangan.


" Wah ...kunci Apartemen dan mobil. Bukannya ini hanya....."


Baru saja ingin memuji, pria tersebut sudah berjalan mendekati mobil miliknya sudah siap jalan. Begitu pria itu masuk, mobilnya pun segera pergi meninggalkan kediaman Andreas.

__ADS_1


__ADS_2