SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 22. Pasrah


__ADS_3

Burung berkicau sangat merdu, matahari pagi mulai menyelinap masuk menembus kain gorden jendela. Setelah bergelut semalam penuh di atas ranjang dengan Farran.


Yamuna perlahan duduk di tepian ranjang. Salah satu tangan meraih baju miliknya di atas lantai, dan memakainya. Yamuna melirik ke belakang, sepasang bola mata itu melihat wajah Farran begitu sangat polos saat tertidur. Yamuna teringat tentang pertengkaran hebat mereka, hingga Farran mampu menaklukkan seluruh tubuh Yamuna, dan membiarkan Farran melakukan perbuatan itu kembali kepadanya. Namun, perbuatan kali ini sangat begitu berbeda dari sebelumnya. Farran begitu lembut, sehingga Yamuna tak mampu menolaknya.


Yamuna perlahan melangkahkan kedua kakinya menuju kamar mandi. Tidak ingin menyesali perbuatan dirinya tadi malam. Yamuna terus mengisi otak kecilnya dengan kalimat, ‘Kamu seperti bulir-bulir yang jatuh menapak di atas daun, mengalir lurus menyisakan sebaris air di dedaunan. Sejuk, mirip embun di pagi hari.’


Yamuna melepaskan pakaiannya, masuk ke dalam kucuran shower, dan mengguyur tubuh kotornya dengan air hangat. Yamuna terus menarik nafas dalam-dalam, berusaha menetralkan pikiran dan hatinya.


Yamuna mematikan kran air, tangan meraup wajah basahnya, “ Bagaimana kalau aku nanti hamil. Aku baru teringat terakhir kali aku datang bulan 2 minggu sebelum aku melangsungkan pernikahan dengan Farran. Dan sekarang kami sudah menikah kurang lebih hampir 1 Minggu. Bagaimana kalau aku sempat mengandung anak dari Farran? Aku harap itu tidak akan terjadi, ” ucap Yamuna.


Tok!tok


“ Yamuna, apa kamu di dalam sayang? ” tanya Farran dari luar pintu.


“ Iya, ” sahut Yamuna singkat.


Pintu kamar mandi terbuka, “ Aku masuk ya? soalnya aku ada pertemuan pagi ini! ” ucap Farran membawa kedua kakinya masuk ke dalam.


“ Iya, aku juga sudah selesai, ” sahut Yamuna melilitkan handuk di tubuhnya.


“ Jangan pergi dulu, temani aku mandi sebentar saja, ” ucap Farran menarik Yamuna masuk ke dalam kucuran shower.


“ Kenapa kamu membawa aku masuk kembali? ” tanya Yamuna heran.


“Aku ingin kamu menemani aku di dalam sini,” sahut Farran memiliki masuk tertentu.


Yamuna mendorong pelan bidang dada Farran, “ Jika aku menemani kamu di sini, bisa-bisa tubuhku basah kembali, ” ucap Yamuna.

__ADS_1


“ Tujuanku membawa kamu masuk ke sini memang untuk itu, ” sahut Farran dengan senyum penuh makna melintas di bibirnya.


Yamuna mendorong kasar Farran, “ Maaf aku tidak bisa, ” tolak Yamuna membawa kedua kakinya melangkah pergi.


“ Kenapa kamu selalu menolak permintaan ku? ”


“ Pertama, aku ingin kita berpisah. Kedua, aku tidak sudi mengandung anak dari kamu. Ketiga, pria seperti kamu pasti akan sering melakukan kesalahan yang sama, atau sebut saja kamu akan terus-menerus berselingkuh di belakangku hingga maut merebut nyawa kamu. ”


Farran menarik tubuh Yamuna, membuat mereka saling menatap satu-sama lain. Tangan kanan Farran dengan ramah menyapa kedua lengan Yamuna, sembari berkata, “Aku tanya sama kamu. Apa aku tidak pantas mendapatkan kesempatan kedua? Apa aku juga tidak pantas menyandang status sebagai seorang Papa? Dan apa aku tidak pantas mendapatkan Istri sebaik dan secantik kamu?”


Dengan wajah datar Yamuna menepis kedua tangan Farran, “ Semua orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Semua pria juga berhak menyandang status sebagai seorang Ayah atau Papa. Semua pria juga berhak mendapatkan Istri baik. Tapi..pria seperti kamu tidak pantas mendapatkan hal itu. Aku lebih menginginkan mengandung anak dari pria kejam atau seorang pembu-nuh. Daripada aku mengandung anak dari seorang pria suka bermain gila dengan wanita lain. Mau tahu alasan aku apa? Karena seorang pria kejam atau seorang pembu-nuh, dia akan memiliki sifat setia kepada pasangannya. Daripada pria bermulut manis seperti kamu! ”


Grep!!!


Farran menggenggam erat pergelangan tangan Yamuna. Farran juga menarik Yamuna masuk ke dalam kucuran shower, dan membuka keran hingga membuat air hangat mengalir deras membasahi tubuh mereka berdua.


“ Aku akan membuat kamu mengandung anakku! ” tegas Farran melakukan hal itu kembali ke Yamuna.


Yamuna berusaha memberontak, tapi tenaga Farran jauh lebih kuat daripada tenaga miliknya. Kini Yamuna hanya bisa diam, dan pasrah atas perbuatan Farran.


Setelah pergelutan panas selama hampir satu jam lamanya di kamar mandi dengan berulang ronde di lakukan oleh Farran. Sehingga membuat kedua lutut Yamuna lemah.


Setelah selesai mandi, Yamuna tak ingin perbuatan Farran melakukan hal itu kembali kepada dirinya. Yamuna memaksa kedua kaki lemahnya melangkah pergi dari kamar mandi, dengan bibir mengumpat kesal, “ Memang laki-laki licik kamu Farran. Semakin aku meluapkan keinginan dan alasanku untuk berpisah dari kamu. Maka kamu semakin buas dan menggila denganku. Kalau memang sifat dan sikap kamu seperti ini, maka untuk kedepannya aku tidak ingin mengatakan apa pun kepada kamu! ”


Di sisi lain, Farran terus menatap kepergian Yamuna, dengan senyum puas terukir di wajah tampannya, “ Aku akan membuat kamu bertekuk lutut di hadapanku. Dengan cara... harus membuat kamu mengandung anakku, setelah kamu mengandung anakku dan melahirkan seorang anak. Pasti kamu tidak akan meminta cerai kepadaku, dan aku akan memanfaatkan momen tersebut. Yamuna….sampai kapan pun kamu akan terus berada di dalam genggamanku, dan aku akan membuat kamu sebagai boneka u…sang, ” ucap Farran terdengar puas.


Kini Yamuna sudah selesai memakai pakaian. Kedua bola mata cemas melirik ke pintu kamar mandi, “ Aku harus segera pergi sebelum Farran keluar dari kamar mandi, ” gumam Yamuna membawa kedua kakinya dengan cepat meninggalkan kamar mereka, dan rumah.

__ADS_1


Tidak lama Yamuna pergi, Farran keluar dari kamar mandi, “ Sayang, apakah kedua lutut kamu masih lemas? ” tanya Farran berpikir jika Yamuna masih berdiam diri di dalam kamar. Melihat kamar kosong, dan kunci mobil milik Yamuna sudah tidak ada di atas meja rias. Bibir Farran mengulas senyum tipis, “ Sekeras apa pun kamu ingin berpisah dariku, dan menjauh dari diriku. Maka akan aku buat kamu bertekuk lutut di hadapanku suatu hari nanti, ” sambung Farran memulai rencana baru untuk Yamuna.


Drrtt!!!


Benda pipih tergeletak di atas meja rias berdering.


Farran mendekati meja rias, kedua bola mata melirik ke layar ponsel terus menyala, nama panggil telpon dari “ BUNGAKU ”. Farran menekan tombol warna hijau.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


📞[ “Apa kamu sudah tidak sabar menungguku? Atau kamu sudah tidak sabar ingin melakukan hal yang lainnya denganku?”]


📞[ “Keduanya. Soalnya milikku terus bergetar menunggu kedatangan kamu yang tak kunjung datang.” ]


📞[ “Gimana untuk trip pagi kita tunda dulu. Aku akan datang setelah jam makan siang nanti, dan kamu harus memakai baju yang membuat kedua bola mataku terus tertuju pada kamu!” ]


📞[ “Jangan bilang kalau kamu habis melakukan hal itu dengan istri kamu. Katanya nggak cinta, tapi kamu mau melakukannya dengan wanita itu. Apa layanannya lebih memuaskan daripadaku?” ]


📞[ “Layanan paling terbaik itu adalah layanan dari kamu. Jadi kamu jangan cemburu. Aku tetap akan menomor satu ‘kan kamu Bungaku.” ]


📞[ “Awas kalau kamu ketahuan memiliki wanita lain selain Istri kamu, yaitu Yamuna!” ]


📞[ “Jangan mengancam aku seperti itu. Aku ini pria normal pada umumnya. Kalau gitu aku akhiri panggilan telponnya.” ]


Farran meletakkan kembali ponsel miliknya, “ Hanya wanita simpanan yang berani melarang Suami orang lain untuk tidak berselingkuh di luar sana selain Istri sahnya. Ck. Omongan sampah apa itu.”


...BERSAMBUNG...

__ADS_1


__ADS_2