SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 30. Yamuna aku bertaubat!


__ADS_3

“ Anda kenapa nona muda? ” tanya Ben.


Yamuna menggeleng, “ Tidak kenapa-kenapa, aku hanya bermimpi bertemu dengan mendiang Ayah. ”


Ben mengambil air putih dan memberikannya kepada Yamuna, “ Sebaiknya nona muda minum dulu biar hati dan pikiran nona muda tenang, ” ucap Ben masih merasa kuatir melihat wajah Yamuna terlihat pucat.


Yamuna mengambil gelas dari tangan Ben, dan meminum seteguk air putih tersebut.


“ Sebaiknya nona muda pulang, dan beristirahatlah di rumah. Soal pekerjaan biar saya yang mengurusnya,” ucap Ben menyuruh Yamuna pulang karena kuatir akan kesehatan bayi dalam kandungannya.


“ Apa kamu pikir aku lemah? ”


“ Bu-bukan itu maksud saya. Saya hanya mengkuatirkan nona muda, ” Ben memegang kedua lengan Yamuna, dan membawanya bangkit dari sofa, “ Sudah nona muda jangan keras kepala, sebaiknya saya antar nona muda kembali pulang ke rumah. Jika mendiang Presdir Jordan tahu nona muda keras kepala seperti ini, saya pasti sangat yakin dia juga akan sangat marah dengan nona muda, " sambung Ben membawa Yamuna mendekati pintu ruangan.


Yamuna menahan kedua kakinya di depan pintu agar Ben tidak bisa membawanya keluar, “ Ben, aku ini atasan kamu loh! Kenapa kamu malah membuat aku seperti anak kecil. Ben…Ben lepaskan aku Ben, ” rengek Yamuna karena pertahanan kedua kakinya tidak kokoh dan membuat tubuhnya kini di bawah berjalan menuju pintu lift.


Ting!


Pintu lift terbuka.


" Ben, aku tidak ingin masuk Ben! " ucap Yamuna menahan pintu lift.


Sekeras apa pun Yamuna berusaha lepas dari Ben. Tetap saja Ben tidak memperdulikan rengekan ataupun keluhan Yamuna. Ben tetap kekeh pada pendiriannya untuk membawa Yamuna pulang.


“ Nona muda jangan bergerak dan jangan membantah ucapan saya!” tegas Ben menekan angka satu.


“ Tapi Ben…”


Pintu lift tertutup, dan perlahan bergerak ke bawah.


Ting!


Pintu lift terbuka.


“ Sekarang saya akan membantu Anda untuk berjalan menuju parkiran mobil, ” ucap Ben membawa Yamuna kembali berjalan menuju parkiran mobil, tanpa memberi kesempatan buat Yamuna untuk berbicara.

__ADS_1


Kini langkah kaki Yamuna dan Ben terhenti tepat di samping parkiran mobil Yamuna. Ben mengulurkan tangannya, “ Kunci mobil nona,” pinta Ben.


“ Oh, ketinggalan di atas. Sebaiknya aku am….”


“ Ini apa?” tunjuk Ben kunci mobil berada di dalam genggaman tangan Yamuna.


Yamuna nyengir, “ Heeh!”


Ben mengulurkan tangannya, “ Berikan kuncinya!” tegas Ben.


“ Aku masih ingin di kantor Ben. Kamu mau aku pecat?”


“ Hari ini nona muda sudah tidak ada pekerjaan, jadi lebih baik nona muda pulang saja dan beristirahatlah dengan nyaman di rumah,” ucap Ben merampas kunci mobil dan membuka pintu mobil. Tangan Ben mengarah ke dalam pintu, “ Masuk! jika mendiang Presdir Jordan masih hidup pasti dia juga akan melakukan hal ini kepada putri kesayangannya, ” ucap Ben membawa nama mendiang Jordan agar Yamuna mau menuruti permintaan Ben.


“ Baiklah aku masuk, ” sahut Yamuna masuk ke dalam mobil.


“ Kalau gitu hati-hati di jalan, ” ucap Ben menjatuhkan kunci mobil di atas pangkuan Yamuna.


Blam!


Dengan terpaksa Yamuna harus menuruti ucapan Sekretarisnya itu. Yamuna akhirnya menghidupkan mesin mobilnya, dan melaju meninggalkan parkiran Perusahaannya.


Sepanjang perjalanan pulang Yamuna terus menatap wajahnya dari spion samping. Tangannya terus meraup wajah letih nya itu, “Benar kata Ben. Wajah aku terlihat lesu dan tidak bercahaya, padahal aku sudah makan banyak tadi. Apa semua ini efek kehamilan aku? huuft...demi kesehatan bayi dalam kandunganku, aku pun harus menuruti ucapan Ben untuk beristirahat dengan nyaman di rumah,” gumam Yamuna.


Karena jarak rumah dan Perusahaan miliknya hanya memakan waktu 30 menit. Kini Yamuna sudah sampai di halaman rumahnya. Alis Yamuna mengerut saat melihat ada mobil tidak dikenal terparkir di halaman rumahnya.


“ Apa lagi sih ini. Pasti ada drama lagi deh di rumah, malas banget aku melihat tingkah Farran yang tiada habis-habisnya berselingkuh. Rasanya aku ingin pergi, tapi ini rumahku. Sudahlah lebih baik aku masuk, ” gumam Yamuna membuka pintu mobil.


Sambil menahan kegelisahan dan pikiran negatif terus terlintas di pikirannya. Yamuna terus membawa kedua kakinya melangkah masuk ke dalam rumah. Baru saja sampai di ruang tamu, kedua telinga Yamuna mendengar suara merdu dari seorang wanita di dalam kamar tamu.


Entah rencana apa sedang di pikirkan Yamuna. Kedua kaki Yamuna kini ia bawa menuju dapur, Yamuna menampung air di dalam baskom, kemudian membawa air di dalam baskom tersebut menuju kamar tamu terhubung dengan ruang Tv keluarga.


Baru masuk ke dalam kamar Yamuna dikejutkan oleh Farran dan Sekretarisnya sedang melakukan pose 69. Ingin rasanya marah tapi Yamuna mengurungkan niatnya karena hatinya telah lama mati untuk Farran.


Byur!!

__ADS_1


Langsung saja air di dalam baskom terbang membasahi tubuh Farran dan Sekretarisnya.


“ Apa-apaan ini Yamuna! ” bentak Farran langsung beranjak turun dari ranjangnya. Kedua kakinya dengan cepat mendekati Yamuna.


Dengan santainya Yamuna berkata, “ Aku pikir tadi ada suara kucing. Soalnya aku dengar ada yang kesakitan dari sini. Iikh…ikh…ah..katanya, bukannya itu terdengar sangat ekstrem. Tapi setelah aku siram, ternyata suara kucing itu berasal dari kalian berdua! ” ucap Yamuna memutar bola mata ke Sekretaris sedang berdiri di samping ranjang sambil menepuk-nepuk baju basahnya.


Farran mencengkram erat pergelangan tangan Yamuna, “ Bisa tidak kamu sopan sedikit kepada Sekretaris ku. Aku mulai muak dengan tingkah kamu yang sok tegar saat melihat aku selingkuh. Kamu apa tidak pernah bertanya kenapa aku selalu berselingkuh dan membawa wanita ke rumah kamu? ”


Yamuna menggeleng, “ Tidak! ” sahut Yamuna singkat.


“ Baik aku akan katakan! Semua aku lakukan untuk menyadarkan kamu akan tanggung jawab sebagai seorang Istri. Kamu tidak tahu betapa aku juga ingin di manja dan di belai saat di atas ranjang. Bukan itu saja! Saat tidur dan saat lainnya ketika aku pulang ke rumah juga. Aku ingin kamu seperti selingkuh-selingkuhan ku. Mengerti akan kepuasanku, dan keinginanku. Kalau aku tidak duluan yang melakukannya kamu bakalan tidak mau melayani aku. Istri macam apa itu? modal cantik doang! ”


“ Oh…jadi seperti itu jalan ceritanya makanya kamu suka selingkuh! ” sahut Yamuna santai, kedua bola mata Yamuna mengarah ke Sekretaris, “ Hei wanita, mulai kapan kamu bergaul dengan Farran? ” tanya Yamuna kepada Sekretaris.


“ Yang jelas aku lebih dulu bergaul dengan Farran daripada kamu! ” tegas Sekretaris.


“ Tuh kan! Emang tabiat kamu ternyata. Jadi jangan salahkan aku dengan dalil-dalil tidak berguna kamu itu, ” ucap Yamuna sedikit meninggikan nada suaranya di kalimat terakhir.


“ Suami selingkuh itu memang salah Istrinya. Mana ada Suami yang selingkuh Istri tidak salah. Sudah aku bilang pasti kamu ada kurangnya di dalam menyervis Farran, ” sambung Sekretaris dengan sombongnya.


“ Aku suka heran deh. Kenapa dikit-dikit yang salah itu Istri. Istri cantik salah, Istri cerewet salah, Istri tidak pandai bermain salah, Istri macam singa mengatur anak-anaknya di rumah juga salah!” Yamuna menepuk dahinya, “ Kalau gitu aku akan berhenti menjadi Istri dan menjadi Suami saja. Siapa tahu aku bisa memutar keadaan seperti apa yang sudah dilakukan oleh Farran. ”


Mendengar hal itu Farran langsung ketakutan. Farran menggenggam erat tangan Yamuna, “Yamuna aku mohon jangan selingkuhi aku. Aku janji akan bertaubat. Aku janji,” ucap Farran terdengar tulus.


“ Kalau gitu aku mau lihat kamu menampar wanita itu! ” perintah Yamuna untuk menyakinkan dirinya apakah ucapan Farran bisa di pegang.


Farran berdiri, kedua kakinya dengan cepat melangkah mendekati Sekretarisnya.


“ Farran..jangan bilang kamu…”


Plak!!


“ Ayo keluar dari rumahku! ” Farran menggenggam erat pergelangan tangan Sekretarisnya dan membawa keluar dari dalam kamar tamu.


Melihat aksi Farran, Yamuna hanya bisa mengulas senyum tipis di balik bibir mungilnya dengan hati berbicara sendiri, ‘Kamu pikir aku akan percaya dengan perbuatan kamu kali ini!’

__ADS_1


Ketika seseorang melakukan perselingkuhan dan mengaku khilaf, maka itu adalah kebohongan. Sebab setiap orang yang berselingkuh memiliki niat, dan mereka melakukan perbuatan itu dengan sadar tanpa memikirkan pasangannya.


__ADS_2