SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 141. Kapan bisa buat adek untuk Joryan


__ADS_3

2 bulan sudah berlalu, Yasmin sudah melahirkan seorang putri cantik. Sebagai seorang atasan baik, Yamuna di temani Cadman mengunjungi rumah Yasmin, dan Ben. Tak lupa membawa Joryan bersama mereka. Kini Yamuna, dan Cadman sudah berada di dalam kamar.


Kasihan melihat Joryan terus di gendong. Yamuna meletakkan Joryan di atas ranjang, samping anak Yasmin. Yamuna pun duduk di tepi ranjang, Cadman dan Ben sendiri berbincang di luar.


“ Kalau ku perhatikan dan aku lihat-lihat, sepertinya anak kita cocok. Menurut kamu gimana? ” tanya Yasmin, pandangannya lurus ke Joryan dan putrinya, sebut saja Nissa.


“ Tidak. Anak kita masih kecil dan bayi sudah kau cocok-cocokan. Aku rasa kau sudah tidak waras, ” celetuk Yamuna, pandangannya lurus memandang Joryan, dan Nissa. Satu ganteng, dan satu sangat cantik.


“ Kasar sekali ucapan kamu. Apa kamu yakin tidak mau menjadikan putri ku, Nissa, menjadi menantu kamu. Nissa ini cantik loh, kamu tidak akan mendapatkan menantu dengan paras cantik seperti wajah putri ku, ” Yasmin kembali menggoda dan merayu Yamuna.


“ Mereka masih kecil. Jadi jangan terus membicarakan hal itu. Nggak malu kamu! ” ketus Yamuna.


“ Iya deh. Oh ya..aku dengar di rumah Chandra ada seorang gadis yang bekerja dari Desa? ”


“ Benar, kamu tahu darimana? ” Yamuna balik bertanya.


“ Lihat postingan Chandra di sosial media. Dia sedang liburan bersama dengan seorang gadis. Caption nya seperti itu. Penasaran aku siapa gadis itu, langsung aku DM saja. Ternyata gadis itu adalah asisten rumah tangga di rumah Chandra. Nggak takut apa gadis itu? ” Yasmin menatap Yamuna berada di sisi kirinya, “ Apa Chandra akan memperlakukan gadis itu dengan baik, setelah aku tahu Chandra itu adalah lelaki macam apa? ” sambung Yasmin, kuatir dengan Geulis.


“ Aku harap Geulis baik-baik saja, ” doa Yamuna untuk Geulis.


“ Hem, ” angguk Yasmin.


Tak lama terdengar suara rengekan Nissa, di susul Joryan.


“ Hek..hek…”


“ Cup..cup…jangan menangis ya, sayang, ” Yasmin mengangkat Nissa dan menggendongnya.


Yamuna sedang memberi asi kepada Joryan, bibirnya mengulas senyum tipis melihat sikap Yasmin terlihat jauh berbeda dari sikapnya dulu. Tak menyangka jika Yasmin benar-benar serius dan telaten mengurus anak.

__ADS_1


“ Setelah Nissa besar apa kamu masih ingin terjun ke dalam dunia industri? ” tanya Yamuna sembari meletakkan Joryan sudah kembali tidur.


“ Tentu saja, minggu depan aku juga sudah menerima endorse untuk Nissa, ” sahut Yasmin semangat.


“ Endorse! Apa aku tidak salah dengar? ” Yamuna terkejut.


“ Tidak. Lagian mumpung gratis foto dan memakai baju brand bagus. Dan aku juga bisa mengabadikan tumbuh-kembang Nissa dengan setiap hasil foto dan baju mahal yang di berikan oleh endorse. Cuman, bukan itu sih niat awalnya. Niat aku sesungguhnya menerima tawaran itu, semua demi masa depan Nissa. Aku ingin dia memiliki tabungan sejak dini. Jadi, jika suatu saat aku dan Ben sudah tidak mampu lagi memberikan yang terbaik. Maka tabungan masa depannya lah yang akan menjadi penolongnya, ” jelas Yasmin sendu, bola mata memandang lurus ke bawah, ke Nissa berada di dalam gendongannya dan sedang minum asi.


“ Apa tuan Andreas tahu kamu menerima tawaran itu? ” tanya Yamuna.


“ Buat apa dia mengetahui tentang apa yang aku buat ke anakku. Jika pun Papa tahu, Papa pasti akan melarangnya, dan memberikan semua yang ia miliki ke Nissa, ” Yasmin menggeleng, “ Aku tidak ingin itu terjadi, ” sambung Yasmin, tak ingin anak nya di manja oleh Papanya, Andreas.


“ Bagus kalau seperti itu, ” Yamuna melihat ke jam tangan berada di pergelangan tangan kirinya, “ Sepertinya sudah siang, aku pamit pulang dulu. Takutnya Papa mertua datang, kasihan jika menunggu lama di rumah, ” pamit Yamuna sembari mengangkat perlahan tubuh Joryan.


“ Yamuna, apa keluarga dari mantan Suami pertama, Farran. Apa benar mereka semua sudah ketangkap, dan sudah di masukkan ke dalam tahanan? ” tanya Yasmin menyakinkan berita berada di dunia teknologi.


“ Iya, aku rasa itu adalah pilihan yang terbaik buat mereka, agar mereka bisa memikirkan semua kejahatan yang mereka lakukan, dan segera bertaubat, ” sahut Yamuna, ia sudah berdiri di samping ranjang dengan tangan menggendong Joryan.


“ Amin, aku harap juga seperti itu, ” sahut Yamuna mengaminkan.


“ Mari aku antar kamu, ” ajak Yasmin sembari meletakkan Nissa di atas ranjang, lalu ia berdiri dan mengarahkan tangannya ke pintu.


Yasmin pun mengantar Yamuna keluar kamar, sesampainya di luar kamar mereka berhenti, menghampiri Ben, dan Cadman berada di ruang tamu.


“ Sudah mau pulang? ” tanya Cadman, beranjak dari duduknya.


“ Iya, aku yakin Papa akan datang nanti, ” sahut Yamuna, mengingat Yoan selalu datang di setiap Sabtu, dan bahkan mau menginap ke rumah mereka.


“ Benar juga, ” Cadman menatap ke Ben, dan Yasmin, “ Kami pamit pulang dulu, sampai berjumpa di lain waktu, ” pamit Cadman ke Ben, dan Yasmin.

__ADS_1


“ Hati-hati, dan terimakasih atas kunjungannya, ” sahut Ben, dan Yasmin serentak.


Ben, dan Yasmin pun mengantarkan Yamuna, dan Cadman sampai di depan teras rumah. Cadman, dan Yamuna sudah masuk ke dalam mobil. Mereka juga sudah memutar laju kendaraannya dan keluar dari gerbang rumah Ben.


Mobil dinaiki oleh Yamuna, dan Cadman pun terus melaju dengan kecepatan sedang. Sepanjang perjalan menuju rumah mereka tak jauh dari rumah Ben, Cadman tak bosan-bosannya melirik ke Joryan, berada di atas pangkuan Yamuna, dengan tubuh beralas tempat tidur kecil selalu tersedia di dalam mobil.


“ Anak kita sangat tampan. Apa kamu tidak kepikiran ingin menambah satu lagi? ” rayu Cadman.


“ Hem…nambah? Entar waktu aku melahirkan kamu pingsan lagi. Kagak mau ah! ” tolak Yamuna.


“ He he he…maaf. Aku janji deh tidak seperti itu lagi. Jadi kapan kita bisa buat adek untuk Joryan? ” rayu Cadman kembali.


“ Bilang saja kalau kamu yang mau, ‘kan?! ”


“ He he…tahu aja. Soalnya sudah lama tidak elus. Apa kamu tidak merindukan hal itu? ” tanya Cadman mencoba merayu.


“ Rindu sih, tapi bagaimana lagi, Joryan masih kecil, dan aku juga baru siap habis nifas, dan halangan kemarin. Masa ia kamu mau ngebut sewaktu itu! ”


“ Ya enggak lah, aku juga masih punya hati untuk melakukan di saat seperti itu. Tapi karena kamu sudah bersih, boleh lah ya? ” rayu Cadman kembali.


“ Iya deh, boleh, ” sahut Yamuna mengangguk.


“ Yes! Berarti nanti malam bisa? ” tanya Cadman semangat.


“ Idih…langsung tetapkan jam tayang nya! ” celetuk Yamuna kaget.


“ Ha ha ha! soalnya 2 tangki milikku sudah merasa penuh dan berat, ” alasan Cadman di sela senyum jahilnya.


“ 2 tangki, kamu nih ada-ada saja. Sudah jangan membahas itu di depan Joryan, ” putus Yamuna di sela senyumannya.

__ADS_1


“ Iya deh. ”


__ADS_2