SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 63. Fitnah foto


__ADS_3

Setelah selesai makan untuk mengisi kekosongan di dalam perut Yamuna. Cadman dan Yamuna kini pergi menuju parkiran Apartemen. Kedua tangan Cadman membawa koper, sedangkan Yamuna membawa tas tangan berisi beberapa surat penting milik Cadman. Langkah kaki mereka kini terhenti di samping pintu mobil penumpang depan. Cadman membuka pintu mobil untuk Yamuna.


“ Kamu masuk dan tunggu aku di dalam, biar aku masukkan koper-koper ini ke dalam bagasi, ” ucap Cadman menyuruh Yamuna menunggunya di dalam mobil.


Setelah Yamuna masuk ke dalam mobil. Cadman buru-buru berjalan menuju bagasi, memasukkan koper miliknya. Lalu berlari kecil menuju pintu mobil kemudi, dan masuk.


“ Kita mau langsung pulang atau kamu mau pergi jalan-jalan lagi? ” tanya Cadman sebelum melajukan mobilnya.


“ Pulang saja, soalnya aku masih banyak pekerjaan yang harus aku selesaikan, ” sahut Yamuna ingin segera pulang, dan melanjutkan pekerjaannya sempat tertunda.


“ Baiklah, kita akan segera pulang, ” ucap Cadman.


Cadman menghidupkan mesin mobilnya, melajukan mobilnya meninggalkan parkiran Apartemen menuju kediaman rumah Yamuna. Baru berapa meter berjalan meninggalkan Apartemen milik Cadman. Yamuna terlihat sudah tertidur dengan tubuh di sandarkan di kursi mobil. Cadman mengulurkan tangannya ke kursi belakang, mengambil selimut, dan menyelimuti tubuh Yamuna agar tidak masuk angin.


“ Kamu wanita yang baik, jadi kamu tidak pantas harus dikhianati oleh pria manapun. Maafkan aku datang terlambat untuk menolong kamu keluar dari lingkaran pernikahan tidak sehat bersama Farran dulu. Sekarang aku berjanji, aku berjanji akan mengembalikan semua kebahagiaan yang sudah Farran renggut dari kamu. Dan aku juga akan berjanji akan selalu setia kepada kamu, ” gumam Cadman pelan, kedua tangannya fokus mengemudi, dan tatapannya fokus memandang ke arah jalan raya.


Karena Cadman mengemudi dengan kecepata tinggi di jalan sedang sepi, akhirnya Cadman bisa sampai di kediaman rumah Yamuna dengan memakan waktu 1 jam setengah. Mobil kini sudah terparkir di depan teras Yamuna.


“ Yamuna, kita sudah sampai, ” ucap Cadman membangunkan Yamuna lembut.


“ Hem…” kedua kelopak mata Yamuna perlahan bergerak.


“ Kunci rumah kamu mana? ” tanya Cadman meminta kunci rumah Yamuna agar bisa ia buka, dan membawa Yamuna masuk ke dalam rumah tanpa membuat Yamuna berjalan.


“ Biar aku saja yang buka, ” ucap Yamuna perlahan duduk.

__ADS_1


“ Kamu masih mengantuk, biar aku…”


Ucapan Cadman terhenti saat melihat tatapan suram di balik wajah masih mengantuk Yamuna sedang menatap ke arahnya.


“ Iya deh, maaf…maaf! ”


Cadman turun dari mobil, ia juga membuka pintu mobil Yamuna. Setelah Yamuna keluar, Cadman berlari kecil menuju bagasi untuk mengambil koper-kopernya. Sedangkan Yamuna sudah berada di depan pintu rumah. Melihat Yamuna berdiri mematung dengan tangan memegang seperti selembar foto, Cadman segera berlari mendekati Yamuna.


“ Ada apa? ” tanya Cadman dari belakang.


“ Ini foto kamu dengan Yasmin, ” sahut Yamuna memberikan selembar foto Cadman dan Yasmin sedang tidur di atas ranjang dengan tubuh berbalut selimut.


“ Yamuna, aku bisa jelaskan, ” ucap Cadman, tangannya mengambil foto lalu merobeknya.


“ Tidak, ini adalah kesalah…” ucapan Cadman terhenti saat melihat Yamuna berjalan masuk dengan wajah kesal. Cadman berlari masuk ke dalam, “ Yamuna…tunggu.. ini adalah fitnah. A-aku tidak pernah tidur dengan wanita manapun, ” teriak Cadman berusaha menjelaskan Yamuna jika foto itu pasti editan.


Yamuna tidak memperdulikan teriakan Cadman, hatinya kembali sakit saat berusaha mempercayai Cadman adalah pria berbeda dari Farran. Namun, saat Yamuna mulai menaruh rasa percaya, dan menitip harapan baru ke Cadman. Yamuna mendapatkan foto berduaan Cadman dan Yasmin. Kaki Yamuna terus berlari menaiki anak tangga, karena rasa sakit dikhianati kembali terulang, air matanya perlahan menetes membasahi kedua pipinya.


“ Yamuna…Yamuna! ” teriak Cadman mencoba meraih tangan Yamuna dari belakang. Namun, tangannya tidak bisa di raih.


Sesampainya di lantai 2 , saat dapat menggenggam tangan Yamuna. Cadman langsung menarik Yamuna, membuat Yamuna terjatuh di dalam pelukannya.


“ Lepaskan…lepaskan aku! ” teriak Yamuna berusaha melepaskan pelukan Cadman.


“ Aku tidak akan melepaskan kamu, dan aku juga tidak akan membiarkan kamu tidur di dalam kegelisahan karena memikirkan foto tadi, ” tolak Cadman, ia memeluk erat tubuh Yamuna, tangannya membelai kepala bagian belakang.

__ADS_1


“ Kalian semua pengkhianat, pendusta. Aku benci sama pria seperti kalian! ” teriak Yamuna di dalam pelukan Cadman. Tubuh Yamuna bergetar, isak-tangis terdengar dari bibirnya.


Cadman hanya diam, salah satu tangannya masih memeluk tubuh Yamuna, sedangkan tangan satunya membelai lembut rambut bagian belakang Yamuna. Setelah tak merasakan getaran dari tubuh Yamuna. Cadman melepaskan pelukannya, kedua tangannya memegang kedua lengan Yamuna.


“ Yamuna, percayalah padaku kalau foto itu adalah editan, ” jelas Cadman kembali menyakinkan Yamuna. Tatapan memandang lurus ke wajah Yamuna masih tertunduk sedih.


“ Sepertinya itu tidak editan. Aku sangat yakin jika itu adalah tubuh kamu, ” sahut Yamuna mengingat jelas tubuh padat, dan sedikit berotot milik Cadman.


Dahi Cadman menyerngit, mencoba mengingat sesuatu. Saat semua kenangan lama muncul, Cadman baru teringat. Waktu ia mau di jodohkan dengan Yasmin, Cadman sempat di suruh menyusul Yasmin ke Luar Negeri. Karena tiket pesawat untuk berangkat malam itu sudah habis, Cadman memang sempat mengajak Yasmin untuk beristirahat di salah satu Apartemen milik Yoan. Namun, Cadman dan Yasmin tidak tidur sekamar karena Apartemen milik Yoan besar, dan memiliki banyak kamar.


“ Ya ampun, pasti dia yang diam-diam menyelinap masuk ke dalam kamarku. Dan mencoba foto bersama saat aku masih tertidur, ” gumam Cadman, tangannya menepuk dahinya setelah mengingat semua kejadian waktu itu.


“ Jadi benar kamu pernah tidur dengannya? ” tanya Yamuna kembali dengan tatapan di penuhi amarah.


“Tidak. Aku berani bersumpah, saat itu aku memang mengajak Yasmin untuk tidur semalam di Apartemen Papa yang ada di Luar Negeri, karena tiket pesawat untuk kembali ke tanah air malam itu sudah habis. Tapi, aku dan Yasmin tidak tidur satu kamar. Soal kenapa aku tidak memakai baju saat tidur, itu memang sudah kebiasaan ku yang tak suka memakai baju saat tidur. Percayalah padaku!” pinta Cadman memohon setelah menjelaskan kejadian itu kepada Yamuna.


“ Tapi aku tetap tidak percaya, ” Yamuna berbalik, tangannya mendorong handle pintu.


“ Baiklah, jika kamu tidak percaya padaku, aku bisa apa, ” ucap Cadman sedikit frustasi karena Yamuna tidak mempercayainya. Cadman berbalik, “ Aku minta izin tidur di kamar tamu, ” sambung Cadman meminta izin. Kakinya perlahan melangkah menuruni anak tangga. Sedangkan Yamuna masuk ke dalam kamar dengan rasa kecewa.


Kini Cadman sudah berada di dalam kamar tamu. Tidak ingin membuat Yamuna terlarut dalam masalah ini. Cadman mengambil benda pipih miliknya, tanganya segera mencari kontak nomor Chandra. Baru saja hendak menelpon Chandra, seluruh lampu rumah padam.


“ Ayah! ” terdengar suara teriakan Yamuna dari dalam kamarnya berada di lantai dua.


...Bersambung ...

__ADS_1


__ADS_2