SUAMI KE-13

SUAMI KE-13
SK-13 25. Aku selingkuhan Farran satu-satunya


__ADS_3

Setelah selesai pengambilan foto buat sampul plastik makanan kucing, dan pembuatan Iklan. Melihat Yamuna masih berwajah pucat dan lesu, Cadman memutuskan ingin mengajak Yamuna makan siang di luar. Namun, ajakan Cadman di tolak Yamuna karena kepalanya masih terasa pusing. Jadi Yamuna memutuskan untuk di antar kembali ke ruangan nya.


“Aku pesan makanan buat kamu ya?” tanya Cadman sedikit cemas.


Yamuna menggeleng.


“Kalau gitu kamu istirahat di sofa saja. Bukannya kamu sangat lemah. Mari aku bantu kamu pindah,” ucap Cadman menawarkan bantuan.


Yamuna menggeleng.


“Yamuna…”


Baru saja hendak memaksa Yamuna untuk pindah, ponsel milik Yamuna berdering. Ada satu vidio masuk ke ponselnya.


“Video apa ini?” gumam Yamuna sendiri.


Cadman hanya bisa terdiam sejenak dengan kedua bola mata mencuri pandang ke layar ponsel masih mengunduh Video.


Cling!


Unduhan Video selesai di unduh.


Yamuna membulatkan kedua bola matanya saat melihat bukti rekaman tersebut. Cadman juga seperti itu, tapi dirinya pura-pura tidak melihat.


Yamuna segera berdiri, rasa pusing, mual menghilang begitu saja saat melihat ada adegan tidak baik milik Farran dan wanita lain di rumahnya sendiri.


Yamuna mengambil kunci mobil miliknya, senyum manis sekilas tersirat di wajah amarahnya saat melihat Cadman, “Aku ada urusan mendesak. Aku pergi duluan,” ucap Yamuna berpamitan sopan ke Cadman. Kedua kakinya melangkah cepat menuju pintu. Namun, Cadman langsung menahan tangan Yamuna dari belakang.


“Jangan pergi. Jangan pergi jika hal itu akan menyakitkan diri kamu dan bayi dalam kandungan kamu. Ingat, anak di dalam kandungan kamu sangat lemah. Jika kamu tetap pergi maka kondisi kamu akan sangat buruk nantinya,” ucap Cadman tidak mampu menjadi orang tidak peduli saat melihat Yamuna ingin pergi menjumpai Farran.


Yamuna perlahan melepaskan genggaman tangan Cadman, “Aku hanya ingin memberikan selamat sama Suami ku karena dirinya berhasil membawa wanita untuk kedua kalinya ke rumah. Aku juga ingin mengucapkan hal lainnya karena mereka sudah berani mengotori ranjangku. Jadi. Aku minta sama kamu berhentilah bersimpati kepadaku,” tegas Yamuna. Kedua kaki Yamuna kini melangkah pergi meninggalkan Cadman.

__ADS_1


Cadman hanya bisa terdiam menatap kepergian Yamuna sembari berkata, “ Dasar wanita keras kepala. ”


Merasa kuatir akan keadaan Yamuna di jalan. Cadman memutuskan mengikuti Yamuna diam-diam dari belakang. Setelah 30 menit berkendara, akhirnya Yamuna sampai di kediaman rumahnya. Cadman hanya bisa melintas dari gerbang, memastikan jika Yamuna akan baik-baik saja atau Yamuna butuh pertolongan. Melihat Yamuna keluar mobil dengan wajah segar dengan kedua kaki berlari kecil menaiki anak tangga teras rumah. Cadman pun memutuskan untuk meninggalkan kediaman rumah Yamuna.


Tidak ingin membuat Farran dan selingkuhannya mendengar suara langkah kakinya memasuki rumah. Yamuna membuka kedua sandal hak tinggi dan berjalan cepat tanpa alas kaki menaiki anak tangga menuju kamar mereka. Kini kedua kaki itu sudah sampai di depan pintu kamar, Yamuna berulang kali menarik nafas panjang untuk menetralkan pikirannya agar tetap tenang dalam kondisi apa pun. Setelah cukup tenang dan lega. Yamuna membuka pintu kamar dan terdengar suara kenikmatan keluar dari kedua mulutnya.


Prok!prok!prok


Dengan santainya Yamuna berjalan sembari memberi tepuk tangan buat Farran dan selingkuhannya. Kedua kaki Yamuna berhenti di sofa dan duduk dengan anggun di sana.


“ Yamuna! ” ucap Farran terkejut saat melihat Yamuna sudah duduk anggun di sofa.


“ Sangking asiknya sampai tidak mendengar aku datang ya? ” tanya Yamuna tenang.


Farran segera mengeluarkan miliknya dari tempat wanita tersebut.


“ Loh! Kok berhenti? ” tanya Yamuna memasang wajah bingung.


Dengan santai Yamuna berkata, “ Kamu tenang saja, wanita itu juga kok yang mengirimkan bukti video dari awal kalian melakukannya kepadaku. ”


Farran memutar bola matanya menatap selingkuhannya, “ Kenapa kamu mengirimkannya kepada Yamuna? ” tanya Farran meninggikan nada suaranya.


“ Aku hanya ingin berbagi kebahagian dengan Istri kamu. Apa tidak boleh? ”


Yamuna melambai, “ Oh…tentu saja boleh. Kenapa tidak boleh berbagi kebahagian dan kenikmatan denganku. Bukannya Farran memang untuk milik banyak wanita, ” sambung Yamuna.


“ Idih…jijik banget aku mendengar ucapan kamu. Sok kuat banget kamu mengikhlaskan Farran untuk tidur dengan banyak wanita selain kamu. Emang kamu siapa! Bidadari dari surga?! ” ucap wanita terdengar tidak senang setelah mendengar ucapan Yamuna terdengar santai.


Dengan wajah suram Yamuna berjalan mendekati Farran dan wanita tersebut. Kedua kaki Yamuna terhenti di hadapan Farran dan wanita tersebut, kedua bola mata dingin menatap Farran dan wanita tersebut dari atas sampai bawah.


“ Apa kamu yakin jika kamu selingkuhan satu-satunya milik Farran? ” tanya Yamuna datar.

__ADS_1


“ Tentu saja. Bukannya kamu sudah melihat kehebatan ku melayani Farran, ” sahut wanita itu dengan sombongnya.


Yamuna mengangguk, “ Iya. Aku saja kalah dengan kamu. Ketika Farran melakukan hal itu aku hanya bisa bilang- ” Yamuna mendekatkan wajahnya ke wanita tersebut sembari menirukan suara wanita tersebut, “Aahhh….ahhh…iih…lagi Farran. Aduh…punya kamu sangat kuat dan tahan lama, sampai-sampai aku tidak kuat untuk berdiri,” Yamuna kembali berdiri tegak, kedua alis menaik saat memandang wajah Farran terlihat seperti menahan amarahnya, “ Dan…seharusnya kamu paham jika milik Farran itu memang tidak cocok hanya menikmati punya kamu atau punyaku. Kamu paham kan, kalau kamu bukan satu-satunya wanita selingkuhan Far….”


Plak!!


Merasa direndahkan oleh Yamuna, wanita tersebut melayangkan satu tam-paran manis.


Bukannya marah kepada selingkuhan Farran, Yamuna malah tertawa renyah, “ Ha ha ha ” jari tangan mengarah wanita tersebut, “Kamu menamparku karena kamu merasa kalah dengan wanita lain ‘kan?”


Grep!


Yamuna menggenggam baju bagian depan wanita tersebut.


“ Lepaskan tangan kamu! ” bentak wanita tersebut kepada Yamuna.


“ Yamuna, tolong lepaskan tangan kamu, ” sambung Farran berusaha melepaskan tangan Yamuna dari baju wanita tersebut. Tapi tidak bisa karena Yamuna sangat menggenggam erat baju wanita tersebut.


Bola mata memerah menatap wajah Farran, “Diam kamu, Farran!” ucap Yamuna meninggikan nada suaranya. Kedua bola mata itu juga melirik perlahan ke wanita tersebut, “ Dan kamu. Kamu hanya wanita tak tahu malu sudah tidur dengan Suami orang, malah kamu pula yang sok berkuasa akan semuanya tentang Farran. Asal kamu tahu ya! aku sebagai Istri sah nya saja berani diselingkuhi nya dengan banyak wanita. Apa lagi kamu hanya wanita yang bisa didapatkan di jalanan dengan mudah. Jadi kenapa pula kamu yang marah aku bilang seperti itu? coba kamu pulang ke rumah dan bercermin lah. Jika tidak ada cermin maka beli cermin besar-besar. Kalau kamu tidak mampu maka aku akan memberikan uang kepada kamu. Sekarang kamu pulang, coba berkaca apakah kamu memang pantas menjadi satu-satunya selingkuhan Farran. Jika merasa sudah pantas menjadi selingkuhan Farran. Maka aku akan membuat kalian menjadi pasangan yang sah! ” tegas Yamuna di kalimat terkahir.


“ Apa maksud kamu, Yamuna? ” tanya Farran mulai cemas.


Yamuna berbalik badan, “ Sepertinya aku tidak ada urusan lagi dengan kalian berdua. Dan…sepertinya pertanyaan kamu tidak pantas menerima jawaban dari mulutku, ” kedua tangan melambai, “ Daa….kapan-kapan kalau mau bermain kuda-kudaan jangan di kamarku ya. Di rumah ini masih banyak kamar kosong dan ruang kosong untuk kenikmatan kalian berdua, ” sambung Yamuna sembari membawa kedua kakinya melangkah pergi meninggalkan kamar.


Melihat Yamuna sudah pergi dari dalam kamar, Farran mendekati wanita itu kembali. Tangan kanan Farran dengan lembut membelai wajah selingkuhannya, “Kamu tenang saja sayang. Yamuna pasti cemburu karena kamu lebih lihai daripada dirinya. Apa kamu mau melanjutkan yang sudah tertunda,” ucap Farran berbohong.


Wanita itu mengangguk.


Farran pun memberi ciuman kepada wanita tersebut, dan segera menggendong wanita tersebut kembali ke atas ranjang. Farran dan wanita itu kembali bersatu.


Di sisi lain, Yamuna masih penasaran masih berdiri di depan pintu tidak tertutup penuh sembari mendengarkan suara wanita tersebut dan Farran terus memenuhi ruang kamar. Merasa mulai jenuh mendengar suara Farran dan wanita tersebut. Kedua kaki Yamuna spontan melangkah pergi meninggalkan pintu kamar.

__ADS_1


...Bersambung...


__ADS_2