
Yamuna tidak memperdulikan ucapan Yasmin. Yamuna berbalik badan, saat kaki kanan hendak melangkah meninggalkan Yasmin. Bahu Yamuna di tahan oleh Yasmin dari belakang.
“ Tunggu! Jawab dulu pertanyaanku, ” desak Yasmin.
“ Ini urusan aku dengan Ben, tidak ada urusan dengan kamu, atau pun membawa Ben untuk mengkhianati kamu, ” sahut Yamuna tenang, kakinya maju satu langkah ke depan, membuat wajah mereka sangat dekat. Lalu Yamuna menyambung ucapannya, “Jika kamu tidak percaya dengan ucapan ku, dan kamu curiga dengan pekerjaan Ben. Maka nanti kamu akan melihat siapa wanita yang sedang di cari Ben, dan kenapa kamu tidak tanyakan langsung kepada Ben. Belum lagi resmi menjadi Istrinya sudah curigaan, kamu!”
“ Emangnya wanita itu siapa? ” tanya Yasmin penasaran.
Yamuna menggenggam pergelangan tangan Yasmin, “ Mari ikut aku ke kamar, ” ajak Yamuna.
“ Mau ngapain kita ke kamar. A-aku tidak suka dengan kamu, ” tolak Yasmin dengan pikiran anehnya.
“ Aku juga tidak suka dengan kamu. Dan kenapa pula kamu berpikir, kalau aku akan melakukan hal aneh kepada kamu! Dasar mesum! ”
“ Jadi, kenapa kamu mengajak aku ke kamar kamu? ” tanya Yasmin penuh selidik.
“ Tapi kamu penasaran tentang pekerjaan calon Suami kamu, Ben. Jadi, kamu mau lihat apa yang sedang di kerjakan Ben, atau kamu hanya bisa mengumpat, dan mengeluh di belakang Ben? ” tanya Yamuna sedikit meninggikan nada suaranya.
“ Iya deh, aku nurut kamu, ” sahut Yasmin pasrah.
Yamuna menggenggam pergelangan tangan Yasmin, dan membawanya menuju anak tangga, lantai 2, kamar Cadman.
“ Masuk, ” ajak Yamuna, tangannya membuka pintu kamar.
“ Kamu yakin tidak akan melakukan hal buruk kepadaku? ” tanya Yasmin menyakinkan dan memastikan ajakan Yamuna.
“ Bawel ya, ” gerutu Yamuna, kedua tangannya mendorong punggung Yasmin, membuat Yasmin sudah masuk ke dalam kamar.
Begitu sampai di dalam kamar, Yamuna segera mengunci pintu kamar, dan berjalan menuju sofa di dalam kamar.
“ Ini kamar Cadman? ” tanya Yasmin merasa takjub melihat kamar Cadman anggun.
“ Iya, kenapa? ” sahut Yamuna dan bertanya.
“ Tidak apa-apa. Soalnya, selama aku kenal Cadman, aku belum pernah di ajak ke kamarnya, dan mengetahui lebih banyak tentang Cadman, ” sahut Yasmin, ia berbalik badan, “ Kamu sangat beruntung bisa menikah dengan Cadman. Cadman adalah pria idaman, dan laki-laki paling baik yang pernah aku jumpai, ” sambung Yasmin membocorkan kebaikan Cadman.
“ Tentang foto kamu itu, gimana? ” tanya Yamuna mengingat foto mesra Yasmin, dan Cadman berduaan di dalam kamar.
__ADS_1
“ He he he….maaf, habisnya aku sedikit galau hari itu. Jadi aku iseng-iseng saja, dan soal vidio asusila yang aku sebar, dengan memfitnah kamu. Aku juga minta maaf. Itu semua atas permintaan Farran, mantan Suami, kamu, ” jelas Yasmin di sela tawa kakunya.
“ Oh…dasar aneh! ” umpat Yamuna.
Yasmin berjalan mendekati Yamuna, dan duduk di samping kiri Yamuna.
“ Katanya kamu ingin menunjukkan tentang siapa wanita itu kepada ku, ” ucap Yasmin mengingatkan ucapan Yamuna.
Yamuna membuka e-mail dari Ben, dan langsung menunjukkan apa yang dikirimkan Ben kepadanya, informasi tentang Sasvita Yuyun, membuat kedua bola mata Yasmin membulat sempurna, dan langsung mematikan ponsel Yamuna.
“ Bukannya itu adalah Dara? ” tanya Yasmin histeris.
Yamuna mengangguk, “ Iya, kamu juga tahu siapa Dara? ” Yamuna balik bertanya.
“ Tentu saja, dia ini sangat terkenal di kalangan seperti Papa. Dara adalah wanita simpanan, atau…” Yasmin langsung menghentikan ucapannya, dan menutup mulutnya.
Karena Yamuna sudah langsung paham maksud dan tujuan dari ucapan Yasmin. Yamuna hanya mengangguk di sela senyum penuh maknanya.
“ Ngomong-ngomong kegiatan kamu selama bekerja dari rumah apa saja? ” tanya Yasmin mengalihkan topik pembicaraan.
“ Seperti ini, seperti yang kamu lihat sekarang. Kalau Ben tidak mengirimkan e-mail kepadaku, mungkin kerjaan ku hanya tidur, makan, bermain sosmed, dan tidur lagi. Beginilah efek hamil muda, bawaannya ingin tidur saja, ” sahut Yamuna tenang, ia tidak mau membahas kembali ucapan Yasmin.
“ Tentu saja Cadman, dan Papa Yoan sangat senang mendengar kabar kalau aku hamil, ” sahut Yamuna tenang, tangannya memegang sebelah bahu Yasmin, “ Entar kalau kamu sudah menjadi Istri Ben. Pasti Ben juga akan sangat senang saat mendengar kamu hamil, ” sambung Yamuna.
“ Benarkah?! ” Yasmin berdiri, “ Kalau gitu aku harus minta buat anak sekarang juga. Jadi, saat kami sudah menikah aku sudah mengandung anak dari Ben, ” ucap Yasmin semangat.
“ Sudah tidak waras kamu. Berdosa tahu kalau melakukan hal itu sebelum menikah, ” omel Yamuna.
“ Tapi aku pernah melakukan hal tersebut kepada Farran. Gimana itu, apakah hidupku akan dihantui oleh dosa zina atas perbuatanku dulu? ” tanya Yasmin mulai sedikit panik.
“ Sang Pencipta itu sangat pemaaf. Selagi Umat-nya ada yang ingin bertaubat, maka dosa-dosa kamu akan segera terampuni, ” sahut Yamuna tenang.
Baru saja asik mengobrol soal dosa, pintu kamar di ketuk.
Tok!tok!
“ Nona muda, makan siang sudah selesai. Nona muda mau makan di sini atau saya bawa ke kamar? ” tanya Bibi Ratna.
__ADS_1
“Aku akan turun bersama dengan Yasmin, Bi,” sahut Yamuna sedikit teriak dari dalam kamar, karena jarak kamar dan pintu jauh.
“ Loh, nona Yasmin datang juga? ” tanya Bibi Ratna dari depan pintu kamar.
Tidak enak menjawab pertanyaan Bibi Ratna terus-menerus dari dalam. Yamuna beranjak meninggalkan sofa, dan membuka pintu kamar.
“ Iya, Bi. Tadi pagi dia datang, ” sahut Yamuna sudah berada di depan pintu kamar terbuka separuh.
“ Hei, Bibi Ratna,” sapa Yasmin, ia berdiri, berjalan mendekati pintu kamar.
“ Pagi menjelang siang nona Yasmin, ” sahut Bibi Ratna lembut.
“ Nggak terasa sudah jam makan siang. Bibi masak apa di dapur? ” tanya Yasmin.
“ Bibi masak sayur sop jamur, ada udang asam manis, dan beberapa makanan lainnya di dapur, nona muda, ” sahut Bibi Ratna.
“ Kalau gitu mari kita makan, ” ajak Yamuna, tangannya mengulur ke depan, “ Silahkan, tamu juga boleh ikutan makan, kok, ” sambung Yamuna mengajak Yasmin makan.
“ Sudah seharusnya seperti itu. Kalau kamu tidak melayani tamu dengan baik, maka kamu akan aku viral kan, ” ancam Yasmin terdengar seperti anak-anak.
“ Kamu pikir aku takut! Dasar, Ratu pansos, dan gila fyp, ” omel Yamuna.
“ Namanya aku seorang model, ” ucap Yasmin sedikit sombong, tangannya menyibak rambut belakangnya sampai mengenai wajah Yamuna, dan Bibi Ratna.
“Kamu nggak sopan, rambut kamu yang berkutu itu sudah mengenai wajah Bibi Ratna,” omel Yamuna.
“ He he he…tidak masalah nona muda Yamuna, ” ucap Bibi Ratna tidak ingin membuat Yamuna, dan Yasmin kembali berdebat.
Di tengah-tengah perdebatan terdengar suara bel pintu rumah berbunyi.
Ding! Dong!
“ Bi, sepertinya ada tamu, ” ucap Yamuna.
“ Kalau gitu Bibi pamit ke bawa. Nona Yasmin, dan nona muda Yamuna silahkan menikmati santap maka siangnya di dapur, ” pamit Bibi Ratna, ia tidak lupa mengingatkan jika makanan sudah di hidangkan di atas meja dapur.
“ Iya Bi, ” sahut Yamuna dan Yasmin serentak.
__ADS_1
Bibi Ratna langsung bergegas turun saat mendengar bel pintu rumah berulang kali terdengar.
...Bersambung...