
Melihat Yamuna sudah tertidur lelap, Cadman perlahan turun dari ranjang. Sebelum ia pergi meninggalkan Yamuna, Cadman mencium dahi Yamuna, lalu membelai puncak kepala.
“ Tidur yang nyenyak Istri tercinta ku, ” bisik Cadman lembut.
Cadman berbalik, saat kakinya hendak melangkah pergi, ujung kemejanya di tarik oleh Yamuna. Membuat Cadman terdiam, ia melirik ke belakang. Menatap wajah cantik Yamuna terlihat berkeringat dingin, dan genggaman tangannya gemetar. Cadman duduk di tepian ranjang, tangannya melepaskan perlahan genggaman tangan Yamuna dari ujung baju kemejanya.
“ Yamuna, tidur lah dengan nyenyak sayang. Aku izin untuk mandi dulu, karena tubuh ku sangat lengket dan bau, ” bisik Cadman meminta izin.
Kedua kelopak Yamuna perlahan bergerak, dan terbuka. Membuat Cadman terkejut saat melihat bola mata indah Istrinya berlinang air mata.
“ Ka-kamu kenapa menangis? ” tanya Cadman bingung.
“ A-aku takut, gimana kalau dia datang, dan menculik aku lagi. Jangan pergi, jika kamu pergi, biarkan aku ikut bersama kamu, ” pinta Yamuna lirih, membuat hati Cadman kembali teriris.
Tok!tok!
" Permisi, apa Papa boleh masuk? ” tanya Yoan dari luar pintu kamar.
“ Masuk saja, Pa,” sahut Cadman sedikit berteriak, tatapan lurus memandang ke pintu kamar.
“I-itu Papa? A-aku malu bertemu dengannya,” gumam Yamuna panik. Yamuna menarik selimut dan menutup seluruh tubuh sampai wajahnya, hanya menyisakan ujung rambutnya. Perbuatan Yamuna membuat Cadman terkejut, sehingga membuat dada Cadman kembali sesak.
‘ Sepertinya kejiwaan Yamuna terguncang. Hal ini sangat membuat aku sakit. Aku harus segera menyembuhkan trauma itu, agar tidak menjadi beban di kehidupan Yamuna, ’ batin Cadman dengan hati terluka.
Pintu kamar terbuka, terlihat Yoan masuk, dengan tangan membawa nampan kecil berisi 1 mangkuk sup iga bakso ikan, dan susu coklat hangat untuk merilekskan pikiran Yamuna. Alis Yoan bersaut saat melihat Yamuna bersembunyi di dalam selimut seperti sedang ketakutan.
Begitu sampai di samping ranjang, sejenak Yoan menatap serius wajah suram Cadman, lalu kembali kepada Yamuna masih ber.
“ Yamuna, ini Papa, ” panggil Yoan, tangannya hendak menyingkap selimut menutup wajah Yamuna. Namun, Cadman langsung menghentikannya, dengan menggelengkan kepala.
Yoan mengerti maksud dari gelengan tangan Yoan. Yoan akhirnya hanya berdiri di samping ranjang.
__ADS_1
“ Pa..ke-kenapa Papa ada di sini? ” tanya Yamuna terdengar kikuk dari dalam selimut.
“ Tentu saja Papa ingin mengunjungi menantu Papa. Papa sudah lama menunggu kalian pulang, loh, ” sahut Yoan berbohong.
“ Pa..apa Cadman, Chandra, dan Ben, belum menceritakan kejadian buruk yang menimpaku? ” tanya Yamuna terdengar sedih.
Mendengar Yamuna mau membalas percakapan, Yoan memutuskan untuk duduk di sebelah Cadman.
“ Hal apa itu? apa Cadman sudah menyakiti kamu?! ” tanya Yoan berpura-pura tidak tahu kejadian sebenarnya.
“ A-aku bukan menantu yang baik. Tu-tubuh ku sudah kotor Pa…hiks…hiks! ”
Yamuna langsung duduk, dan spontan memeluk Yoan. Membuat Yoan, dan Cadman terkejut. Terdengar isak-tangis Yamuna pecah di dalam pelukan Yoan.
Yoan menepuk pelan punggung Yamuna, “Nak, kamu tidak kotor. Yang kotor adalah Iblis itu. Jangan menyalahkan diri sendiri. Di sini Papa, Cadman, Chandra, dan Ben juga ikut bersalah. Yamuna, jangan terus mengutuk diri sendiri karena perbuatan yang tidak kamu inginkan. Ingat Yamuna, semua manusia juga pernah mengalami takdir buruk yang berbeda-beda di kehidupannya. Awalnya memang sulit untuk melewati takdir buruk menimpa diri kita. Tapi, Sang pencipta pernah berkata, ‘Aku tidak akan pernah memberikan Umat-ku cobaan. Kecuali, Umat-ku mampu melewatinya’, ” ucap Yoan lembut mengingatkan Yamuna jika dirinya tidak salah.
Yamuna melepaskan pelukannya, tangisnya mereda, kedua tangannya menyeka kasar air mata di kedua pipi mulusnya. Bola mata merah, dan kelopak mata sembab karena terus menangis, menatap serius wajah Yoan.
“ Jadi, apa Papa masih mau menerima aku sebagai menantu Papa? ” tanya Yamuna lirih.
“ Jadi aku siapanya Papa? ” tanya Cadman mencoba memecah suasana.
“ Kamu…entah, aku lupa kamu siapa. Anak tuyul kali, ” gurau Yoan, membuat Yamuna sedikit tersenyum.
Hati Cadman merasa lega, saat melihat senyum Yamuna kembali terukir di wajah cantiknya. Cadman segera berdiri, ia mengambil sup di dalam mangkuk, dan cangkir berisi minuman coklat panas buatan Yoan.
“ Yamuna, tadi Papa buat sup iga bakso ikan. Lihat, ada minuman coklat panas buatan kamu juga, ” ucap Cadman menunjukkan mangkuk, dan juga gelas berisi coklat panas kepada Yamuna.
“ Sepertinya enak, aku makan boleh? ” tanya Yamuna menatap wajah lelah Yoan seperti kurang tidur.
“ Boleh dong, sup iga bakso ikan memang khusus Papa buat untuk menantu kesayangan Papa, ” sahut Yoan, tangannya membelai puncak kepala Yamuna seperti putrinya sendiri, “ Yamuna, Papa minta jangan bersedih lagi ya? ingat! Kamu tidak kotor, dan kamu tidak bersalah. Satu lagi, anggap saja ini hanya mimpi buruk yang mungkin akan segera kamu hilangkan dari pikiran kamu, ” sambung Yoan mencoba sugesti pikiran Yamuna.
__ADS_1
“ Terimakasih Pa, ” ucap Yamuna, ia kembali memeluk tubuh Yoan. Lalu menatap wajah lelah Yoan, “ Pa, sebaiknya Papa tidur. Karena wajah Papa tampak lelah, ” pinta Yamuna lembut.
“ Papa akan tidur setelah kamu makan sup iga bakso ikan buatan Papa, ” tolak Yoan lembut.
“ Makannya mau aku suapi? ” tanya Cadman.
“ Idih, apaan sih. Aku bukan anak kecil tahu, ” tolak Yamuna, suaranya terdengar kembali ceria seperti semula. Meski terdengar serak. Cadman hanya menarik nafas lega, membuat bibirnya sedikit tersenyum.
“ Kalau Papa suapi, mau? ” tanya Yoan.
Yamuna mengangguk.
“ Sini! ” Yoan menarik mangku berisi sup iga bakso ikan dari tangan Cadman, “ Menyesal aku memiliki anak seperti kamu. Ngurus bini saja nggak becus, ” sambung Yoan mengomeli Cadman.
“ Pa..aku ini putra kamu, loh, ” rengek Cadman, ia duduk di samping Yoan.
Yoan tidak memperdulikan rengekan Cadman. Yoan hanya fokus kepada Yamuna, dan menyuapinya seperti putri kecilnya.
“ Yamuna, kenapa kamu kembali menangis? ” tanya Yoan bingung melihat air mata Yamuna menetes. Namun, bibirnya tersenyum bahagia.
“ Aku jadi teringat dengan mendiang Ayah. Dulu Ayah juga selalu menyuapi aku, ” sahut Yamuna, ia menangis karena teringat dengan mendiang Jordan, Ayahnya.
“ Kalau begitu, anggap aku sebagai orang tua kamu sendiri. Mulai sekarang aku akan tinggal bersama kamu, dan aku akan menyuapi kamu di setiap kamu makan, ” usul Yoan, membuat kedua bola mata Cadman membulat sempurna.
“ Tidak-tidak, Papa ‘kan sudah memilik rumah. Buat apa memiliki rumah besar, tapi menumpang tidur di rumah anak dan menantunya, ” tolak Cadman.
‘ Gawat, jika Papa beneran tidur di sini. Maka kesempatan untuk terus berduaan dengan Yamuna akan terganggu. Bisa-bisa Papa juga akan menguping jika kami bermain kuda-kudaan nantinya, ’ gerutu Cadman di dalam hatinya.
“ Justru karena Papa memiliki rumah besar, dan Papa juga tinggal sendirian di rumah, membuat Papa sedikit takut, ” ucap Yoan berbohong, tatapan mengarah ke Yamuna, “Jadi, Papa boleh tinggal bersama kalian, ya?” sambung Yoan membujuk Yamuna.
Yamuna hanya diam, dan mengangguk dengan raut wajah ceria.
__ADS_1
‘ Syukurlah, akhirnya Yamuna mau menerima aku tinggal bersamanya. Jadi, aku bisa terus menjaga dia kalau Cadman sedang memiliki pekerjaan. Yamuna, kamu tenang saja Nak. Mulai sekarang tidak ada yang bisa menyakiti kamu. Aku berjanji. Janji sebagai orang tuan kepada anaknya, ’ batin Yoan bersumpah.
...Bersambung...