
Saat Cadman dan Yamuna sedang menikmati santap makanan mereka. Farran di luar sibuk mengurus selingkuhannya. Sesekali Farran melirik ke dalam melihat Yamuna terlihat asik makan tanpa memikirkan dirinya. Hal itu membuat Farran semakin marah, dan rasanya ingin melakukan sesuatu buat Yamuna.
Farran sudah tersulut emosi langsung meninggalkan kelima wanita sedang mengelilinginya. Tanpa memberikan semua jawaban wanita-wanita itu inginkan. Farran terus berjalan masuk ke dalam restoran. Tidak senang melihat Yamuna terus makan tanpa memikirkannya, Farran menggenggam erat pergelangan tangan Yamuna.
“ Kenapa kamu tega melakukan hal ini kepadaku. Tidak kah kamu hargai aku sebagai Suami kamu! ”
Glek!
Yamuna segera menelan nasi di dalam mulut dan cepat-cepat minum.
Tidak suka dengan kelakukan kasar Farran. Cadman segera berdiri, tangan kanannya menggenggam tangan Farran.
“ Di mana letak hati nurani kamu saat melihat seorang wanita sedang menikmati santap makanannya. Kamu malah berbuat kasar dengan menariknya seperti ini. Apa kamu ingin membunuhnya dengan cara membuat dirinya tersedak. Hah! ” bentak Cadman di kalimat terakhir.
Perbuatan Cadman dan Farran membuat semua pengunjung melihat ke arah mereka. Yamuna menyadari hal tersebut segera melerai perbuatan mereka.
“ Kalian sudah tua, jangan berdebat seperti ini. Malu tahu sama pengunjung ,” ucap Yamuna.
Cadman segera melepaskan genggaman tangannya, lalu membuang wajahnya membelakangi Farran dan Yamuna.
Tidak ingin berlama-lama di dalam Restoran bersama dengan Cadman. Farran langsung menggenggam pergelangan tangan Yamuna.
“ Yamuna, mari kita pulang! ” ajak Farran.
Karena tidak ingin terjadi masalah besar dan malu di lihat orang banyak. Yamuna hanya bisa menurut.
“ Aku duluan ya, ” ucap Yamuna berpamitan dengan Cadman.
Yamuna dan Farran pergi meninggalkan restauran dan juga Cadman.
Cadman tidak menahan atau membalas ucapan Yamuna. Cadman hanya diam dengan lirikan tersembunyi menatap kepergian Yamuna.
.
.
Di sisi lain
Mobil milik Yamuna dan Farran sudah bergerak meninggalkan parkiran Restauran.
Sejenak di dalam mobil terasa hening saat Yamuna berusaha untuk tenang dan tidak marah. Sedangkan Farran hanya bisa diam sambil memikirkan gimana cara membujuk Yamuna supaya mempercayai jika dirinya mencintai Yamuna. Dan mau memberikan uang sebanyak 500 juta untuk membayar tagihannya kepada pihak distributor.
Drrttt!!
Benda pipih milik Yamuna berdering.
Yamuna segera mengangkat panggilan telpon dari Ben, tanpa meminta izin kepada Farran.
__ADS_1
📞[ “Hallo Ben. Ada apa?” ]
📞[ “Nona muda sudah sampai di mana. Di sini ada klien besar ingin bertemu dengan nona muda. Katanya ia mau menanyakan tentang kontrak kerja sama dengan perusahaan kita.” ]
📞[ “Ini aku lagi jalan ke sana. Kamu tolong kamu layani dulu dengan baik sampai aku nyampe.” ]
📞[ “Baik nona muda. Kalau gitu aku tutup panggilan telponnya.” ]
📞[ “Iya.” ]
Tuutt!!!
Yamuna kembali memasukkan benda pipih miliknya.
“ Aku akan antar kamu, ” ucap Farran tanpa di minta.
“ Terimakasih, ” sahut Yamuna.
Farran langsung memutar arah mobilnya menuju Perusahaan milik Yamuna.
“ Yamuna, ” panggil Farran.
“ Iya, ” sahut Yamuna.
“ Aku boleh tidak…”
“ Tentu saja boleh. Berapa katakan saja! ”
“ Emang kamu tahu apa yang aku inginkan?! ”
“Sudah tahu. Kamu menginginkan uang ‘kan?” tanya Yamuna langsung ke intinya.
“ Iya, aku terlilit hutang sama pihak distributor sebanyak 500 juta rupiah. Tapi aku janji akan memulangkan uang tersebut secepatnya kepada kamu. Apa kamu mau meminjamkan uang tersebut kepadaku? ” tanya Farran.
“ Iya, sebelum mobil ini sampai di Perusahaan. Maka kirimkan nomor Rekening kamu kepadaku, dan jangan lupa tanda tangan di bawah ujung kertas putih ini, ” ucap Yamuna.
Serasa angin segar datang menghampirinya. Farran langsung mengambil ponsel miliknya, dan mengirimkan nomor rekening ke nomor Wa Yamuna.
Tidak ingin menunda lama-lama, Yamuna langsung mentransfer uang ke nomor rekening Farran.
“ Coba lihat. Uangnya pasti sudah masuk, ” ucap Yamuna.
Farran segera mengecek M-banking nya. Bibir langsung tersenyum mereka di raut wajahnya.
‘Yes, ternyata begitu sangat mudah mendapatkan uang tanpa melakukan apa pun. Hanya perlu bertaubat sebentar, kemudian uang langsung cair. Dasar wanita bodoh. Tapi terimakasih sudah mengirimkan uang tersebut kepadaku. Aku jadi terbebas dari segala hutang, dan….aku akan kembali bermain dengan wanita-wanitaku,’ batin Farran.
“ Kamu kenapa senyum-senyum sendiri. Apa kamu ingin kembali bertemu dengan selingkuhan kamu? ” tanya Yamuna langsung ke intinya.
__ADS_1
Citt!!!
Farran tersentak. Ia langsung menghentikan mobilnya di depan Perusahaan milik Yamuna.
Yamuna langsung membuka seatbelt, “ Kamu tidak perlu menjawab pertanyaan ku. Kamu hati-hati di jalan, ” ucap Yamuna.
“ Yamuna, aku tidak akan melakukan hal itu kembali, ” sahut Farran.
“ Buktikan jika kamu ingin berubah,” ucap Yamuna.
Yamuna segera turun dari mobil. Kedua kakinya juga segera melangkah memasuki Perusahaan dengan cepat.
Sedangkan Farran menatap kepergian Yamuna dari dalam mobil. Sudut bibirnya terus tersenyum penuh makna. Farran langsung mengambil benda pipih miliknya, dan menekan nomor tidak terdaftar.
📞[ “Halo sayang. Aku otw nih!” ]
Farran langsung mematikan panggilan telponnya, dan melajukan mobilnya menuju tempat tersebut.
.
.
💫Di sisi lain💫
Tok! Tok
Yamuna mendorong handle pintu, lalu berjalan masuk ke dalam ruang rapatnya.
“ Maaf sudah menunggu lama,” ucap Yamuna sopan.
Ben segera berdiri di samping Yamuna, Ben juga berbisik di daun telinga Yamuna. Namun bisikan itu membuat Yamuna terus membulatkan kedua bola matanya, dan sesekali ia melirik ke pria berwajah karisma dengan kumis tebal.
Bisikan halus Ben adalah ‘Nona muda, dia ini adalah Kepala keluarga Ren. Bisa di bilang dia adalah orang tua dari tuan Cadman Ren. Dia kesini karena dia tertarik saat melihat iklan pembuatan milik tuan Cadman Ren. Dan dia ingin melakukan kerja sama atas prodak baru miliknya. Yaitu krem perawatan wajah. Tapi mereka ingin menjadi modelnya yaitu tunangan tuan Cadman Red sendiri yang baru pulang dari Luar Negeri.’
Kepala keluarga Ren mengulurkan tangan, “Perkenalkan nama saya adalah Yoan Ren. Kamu pasti tahu siapa saya. Saya adalah Kepala keluarga Ren. Dan Cadman Ren termasuk anak tunggal saya, sekaligus penerus keluarga Ren,” sapa salam Yoan.
Yamuna menerima uluran tangan Yoan, “Yamuna, pemilik Perusahaan ini,” sahut Yamuna memperkenalkan dirinya.
“ Langsung saja ke intinya. Saya ingin membuat kontrak kerjasama dengan Anda. Saya ingin membuat Iklan di sini, dengan prodak perawatan kecantikan dari perusahan kami, dan saya juga ingin menjadikan model prodak saya adalah tunangan Cadman. Apa kamu setuju?” tanya Yoan.
“ Maaf, bukannya aku tidak setuju dengan penawaran tuan. Tapi perusahan kami belum pernah melakukan kontrak kerja sama dengan model luar Negeri,” tolak Yamuna sopan.
“Kamu tenang saja. Soal biaya atau yang lainnya sudah aku sediakan, kamu cuman menjalankan promosi saja. apa kamu setuju?”
Yamuna melirik ke Ben. Melihat Ben mengangguk seperti setuju. Yamuna kembali menatap Yoan.
" Baiklah, kami setuju! "
__ADS_1
...Bersambung...