Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 99


__ADS_3

Nih, Author kasih gambaran buat karakter Yashbi dan Ashana.



Yashbi Dzon umur tiga puluh delapan tahun. Sisa umur kurang lebih sepuluh tahun lagi. Karena umurnya berkurang tergantung pasien yang dia tangani. Seperti yang terjadi oleh ibu dan ayah Ashana. Dan Yashbi sendiri pun mengetahuinya.



Ashana Lanayla umur delapan belas tahun bisa dipanggil Ashana, Lan atau Nayla. Ashana wanita satu-satunya yang tersisa dari kejadian bintang jatuh atau disebut Canis Major. Kekuatan alam semesta yang da pada bintang itu sebagian besar ada pada diri Ashana sisanya ada pada Clara.


Kenapa Canis Major menyebarkan kekuatannya itu tadi ini dinamakan hukum alam semesta atau kekuatan alam semesta. Yang hingga saat ini tidak ada yang tahu kepemilikannya.


Dari turunnya atau lahirnya kepimpinan Satan'n World bersamaan dengan itu kekuatan atau hukum alam semesta ikut serta. Dan yang menyadari hal ini adalah Zeys. Zeys yang masih merupakan keturunan keluarga Dzon. Keluarga Yashbi yang masih tersisa. Clara tidak mengetahui siapa Zeys ini. Yang dia tahu Zeys hanya seorang yang mendirikan dunianya sendiri ditempat yang bukan seharusnya. Zeys mendirikan dunia khusus wanita dan anak-anak.


💫💫💫💫💫💫


di dalam kamar yang Anzel telah bersihkan, Yashbi duduk selonjoran dikasur lipat, Sandi, Ashana, Anzel dan Jaka duduk dikarpet lantai. Mereka terlihat seperti murid yang sedang memperhatikan gurunya.


Yashbi menghela nafas kasar.


"tuan, sepertinya ini waktu yang tepat untuk jelaskan pada nona Ashana" ucap jelas Anzel.


Yashbi menatap Sandi dan Jaka secara bergantian.


"kenapa kalian masih disini?" ucap ketus Yashbi yang memang kondisinya masih lemah. Keringat terus membanjiri wajah dan tubuhnya.


Sandi berusaha kerasa menelan salivanya.


Yashbi mengingat senyuman Ashana yang sangat terlihat senang saat memakan permen rambut nenek yang berbentuk babi itu.


"ah... sudahlah. Aku tidak ingin berdebat dengan kalian. Jika ingin mendengarkan dengarkan saja. Tapi jangan mengeluarkan sepatah katapun" ucap Yashbi penuh penekanan dengan tatapan tajam.


"Ashana..." ucap Yashbi lembut sekali dari sebelum-sebelumnya.


Ashana terlihat terkejut dengan nada suara Yashbi yang terdengar lembut sekali.


"kau ingin tahu betul apa alasanku menikahimu? mungkin kau sudah mendengar dari paman dan ibumu tapi yang mereka bicarakan tidak sepenuhnya benar"


Pandangan Yashbi dan Ashana saling beradu.


"awalnya aku mencari kekasihku Clara. Selama beberapa bulan pencarian aku, Anzel dan anak buahku yang lain tidak menemukan titik terang. Dan aku berusaha lagi mencarinya lagi dengan caraku sendiri. Cara dimana hanya orang tertentu yang bisa melakukannya. Salah satunya aku sendiri "


Yashbi menatap mereka berempat yang duduk sejajar rapi.


Anzel menyodorkan baju patung yang mirip Clara yang ada dirumah Yashbi. Hanya bajunya saja.


" aku melakukan suatu ritual dengan sebuah patung dan seperangkat baju milik kekasihku. Dijam-jam tertentu juga aku merapalkan sebuah mantra. Aku melakukan hal ini saat menghilangnya pertama kali kekasihku"


" ini... baju ini yang tadinya polos dan tidak ada corak sedikit pun"


Ucapan Yashbi terhenti. Kala melihat Sandi memegang punggung tangan Ashana. Dan pandangan Sandi dan Ashana bertemu.


Ya, membuat Yashbi sangat cemburu namun dia, menahannya sebaik mungkin.


"setelah kau, Ashana..." ucap Yashbi dengan nada sedikit meninggi membuat tangan Sandi terlepas dari punggung tangan Ashana dan tatapan mereka berdua segera mengarah pada Yashbi.


Anzel dan Jaka saling bertatapan dengan sengit kalau difilm kartun mungkin ditengah tatapan mereka ada kilatan petir.

__ADS_1


"setalah kau menginjakkan kaki pertama kalinya dirumahku. Baju ini berubah menjadi seperti ini. Aku tadinya tidak memikirkan hal tersebut. Tapi pamanmu Doni menyimpulkan jika baju ini terpengaruh oleh kedatanganmu"


"dan aku menemukan titik terang dimana keberadaan kekasihku"


Deugh


Ashana seketika merasakan tubuhnya panas dingin dan terlihat tersenyum tipis.


"aku belum selesai bicara, Ashana. Kau jangan berani menyimpulkan sebelum aku" celetuk Yashbi yang mengetahui apa yang dipikirkan Ashana.


"sesuai yang aku janjikan setelah aku menemukannya kita kan bercerai dan memenuhi keinginanmu"


Ashana tidak menjawab.


Yashbi menatap Ashana dengan pandangan sendu.


Sandi menyadari hal itu. Sedikit kesal dengan apa yang dia lihat saat ini.


"singkat cerita aku tidak menemukannya. Ya, baju ini memberiku petunjuk jika wanita itu berada disuatu tempat yang kuketahui tapi dia tidak ada disana. Akhirnya, aku..." ucap Yashbi terjeda.


Ashana memberanikan mendekat kearah Yashbi.


"kau akan menemukannya. Aku yakin itu. Kau juga harus yakin. Aku bisa meyakininya kenapa kau tidak bisa?"


"kau begitu mencintainya, bukan?"


Yashbi hanya tertunduk.


"maaf, bukan aku tidak menuruti apa yang kau katakan" ucap Ashana yang segera memundurkan tubuhnya untuk kembali keposisi semula tapi tangan Yashbi memegang lengan Ashana.


"kau disini saja" ucap singkat Yashbi.


Terasa pegangan tangan Yashbi sedikit gemetar.


"aku dengannya berencana untuk menikah"


Sandi mengepalkan tangannya mendengar ucapan Yashbi dari awal hingga saat ini. Karena Yashbi tidak berperasaan menceritakan tentang dirinya dan juga kekasihnya itu. Itu pendapat Sandi.


Ashana hanya mengusap punggung tangan Yashbi yang memegang lengannya sambil tersenyum.


"lanjutkan saja. Aku mendengarkanmu" ucap Ashana lembut. Padahal dirinya menahan rasa sakit hati. Ternyata menikah dengan jalan perjodohan atau dijodohkan itu hanya akan ada salah satu pihak yang diuntungkan.


"aku tidak hilang akal. Aku mencari cara lain untuk menemukannya. Aku mengobati ayahmu yang saat itu dimana kondisinya sangat mendesak. Jika aku tidak segera melakukannya ayahmu tidak mungkin sampai didunia berikutnya. Jika itu sampai terjadi ayahmu akan sangat menderita "


" jadi aku melakukan pengobatan dengan cara ruil atau pertukaran "


Yashbi menelan salivanya dengan berusaha keras. Dan memegang lengan Ashana erat.


" dimana aku menukarkan energi kehidupanku dengan energi kehidupanmu. Karena saat itu aku berpikir kau adalah anak kandung mereka. Cara ini pasti berhasil "


" sialan! "gumam Sandi menatap Yashbi tajam.


Yashbi menyadarinya namun dia, tidak terlalu memperdulikannya.


" tadinya kau hanya memiliki sisa hidup dua puluh bulan lagi, Ashana "ucap Yashbi berat.


" karena aku bukan anak kandung mereka jadi sekarang... "ucap Ashana yang tidak mampu melanjutkan kalimatnya.

__ADS_1


Yashbi hanya tertunduk.


" tidak apa-apa itu semua sudah tanggung jawabku. Karena ini semua pekerjaanku yang harus aku selesaikan sendiri "


" lalu, untuk menikahimu aku memang sangat benar hanya untuk memancingnya keluar dari persembunyiannya"


Tiga laki-laki yang mendengar penjelasan Yashbi hanya menggelengkan kepala mereka. Yashbi terlihat bodih dimata mereka.


"untuk pengobatan ibu apa yang kau lakukan?" tanya Ashana yang menyadari jika satu pekerjaan Yashbi ini memiliki tanggung jawab sangat besar dibandingkan ceo diluaran sana.


"itu...aku..."


"katakan saja. Aku tidak akan marah terhadap orang yang sudah mau mengerjakan pekerjaannya hingga selesai walau itu berat"


"aku melakukan hal sama seperti yang dilakukan pada ayahmu"


Deugh


"ayah dan ibumu memiliki keinginan yang tidak bisa aku abaikan begitu saja"


"ayahmu ingin sekali memperbaiki hidupnya. Dia berkata terus terang pada pamanmu, Doni. Dengan mengatakan jika tanah milik pamanmu sudah habis dijual dan hasil penjualannya dia gunakan untuk keperluannya sendiri"


Ya, makannya dari itu Yashbi memberikan kesempatan hidup untuk ayah Ashana selama tiga bulan.


"bukan itu saja. Ayahmu ingin melihat dan bersamamu lebih lama lagi, Ashana"


Deugh


Padahal saat itu, Ashana sibuk sekolah dan tinggal diperkotaan. Untuk menemui ayah dan ibu Ashana melakukannya saat hari libur.


Ashana menitikkan air matanya.


"untuk ibumu untuk terakhir kalinya dia ingin bicara denganmu layaknya ibu dan anak. Aku tahu hubungan kalian kurang baik sejauh ini"


Sandi memberikan sapu tangan pada Ashana. Tapi ditepis oleh Yashbi.


Yashbi menyeka air mata Ashana.


"mereka sudah bahagia dan tenang didunia sana. Jika melihatmu menangis merekapun ikut menangis"


"aku pastikan melakukan hal terbaik dalam pekerjaanku"


"jika kau menukar energi kehidupanmu apa yang terjadi denganmu? berkurangnya umurmu? atau..."


Yashbi menaruh telunjuk dibibir Ashana.


"ssssttt...."


"sudah kubilang itu pekerjaanku. Aku tidak ingin orang lain terlibat dan memikirkannya"


Ashana tersenyum kecut.


"siapa maksudmu yang kau sebut orang lain?"


"Ashana... aku tidak ingin kau terlibat dengan pekerjaanku karena aku tidak ingin kau terluka"


"saat berdua nanti ingin ada hal yang ingin aku bicarakan. Hanya kita berdua"

__ADS_1


Ucapan Yashbi membuat Ashana tersipu. Ashana merasa Yashbi benar-benar berubah.


__ADS_2