
Sandi pernah menemukan makhluk dengan berbeda bentuk di rumah yang ditempatinya saat ini bersama kedua orang tuanya.
Awalnya makhluk itu hanya terhitung dua kali menampakkan dirinya dihadapan Sandi saat Sandi berumur delapan tahun dan berumur lima belas tahun. Tapi, saat kedua orang tuanya ikut tinggal bersama makhluk itu kerap kali menampakkan dirinya. Saat tidak diduga-duga.
Kenapa saat makhluk penunggu rumah Ashana tidak bisa terlihat oleh Sandi itu karena makhluk tersebut tidak memperlihatkan dirinya pada Sandi ataupun Jaka.
Anzel memang dapat melihat makhluk-makhluk itu sejak masih kecil bahkan tahu makhluk penunggu setiap rumah.
Doni pasti bisa melihatnya karena dia sama halnya dengan Yashbi. Sesekali suka mengobati pasien yang bukan sakit karena medis walaupun pasien tidak sebanyak Yashbi. Doni mengobatinya hanya orang yang dia kenal saja. Dan kemampuan Doni dibawah Yashbi.
Ashana bisa melihat makhluk-makhluk itu semenjak terikat tali pernikahan dengan Yashbi.
Yashbi berusaha keluar dari kungkungan makhluk itu namun, makhluk itu seolah mengahalanginya dengan cara memanjangkan rambutnya yang keras seperti baja.
Yashbi menghindari setiap rambut makhluk itu yang mengikuti setiap gerakkannya jika terkena rambut itu Yashbi tidak akan bisa lepas karena rambut si makhluk seperti memiliki perekat. Terlihat reruntuhan bangunan rumah menempel dan seketika menghilang diseluruh rambut makhluk itu.
Makhluk itupun memasang penghalang. Menargetkan Yashbi.
Yashbi berlari lincah kesana kemari. Beberapa anggota tubuh terkena goresan. Pipi, lengan, bahu dan dahi.
"kau tunggu disini, Ash" ucap Doni segera menghampiri Yashbi namun tidak bisa mendekati, memasuki kawasan Yashbi karena penghalang yang dibuat makhluk itu.
Tanpa Doni sadari Ashana mengekorinya dari belakang.
Doni memegang penghalang itu tapi tidak berefek apapun. Tiba-tiba Ashana bisa masuk dengan mudahnya.
Membuat Doni tercengang.
"Ashana..."
Mata Doni tertuju kesatu tempat dimana ada seperangkat emas disalah satu anggota tubuh makhluk itu yaitu dibelakang kepalanya tertutup rambut.
Doni teringat sebelumnya, jika ibu Ashana pernah membeli seperangkat emas untuk diberikan pada Ashana. Semenjak pernikahan Ashana dan Yashbi ibu berada dirumah miliknya seorang diri dia, merasa hampa tidak ada tanda-tanda kehidupan. Mulailah timbul rasa bersalah terhadap Ashana karena menikahkan paksa dengan Yashbi.
Anzel melihat Ashana masuk kedalam mendekati Yashbi. Dia segera berlari ke arah Ashana tapi tidak bisa memasukinya.
__ADS_1
Anzel dan Doni saling bertatap. Heran kenapa Ashana bisa memasukinya sedang mereka tidak bisa?.
Ashana bisa masuk kedalam penghalang itu karena ada ikatan terjalin bersama Yashbi yaitu tali pernikahan. Sebuah tali yang mulai saling bertautan. Awalnya yang hanya memanfaatkan keadaan Ashana untuk menemukan Clara tapi saat melihat dan menyaksikan sikap Ashana yang menurut dan manut membuat hati dan pikiran Yashbi mulai terbuka menerima Ashana. Dan sedikit melupakan Clara.
Mata si makhluk bergerak melihat kearah Ashana.
"a... Ashana" ucap terbata dan sangat pelan.
"pe... per... pergi" nada sangat pelan.
Tiba-tiba rambut si makhluk itu akan menyambar tubuh Ashana dan tubuh Ashana terpental karena tidak sempat menghindar.
Sandi, Anzel, Doni dan Jaka serempak berteriak menyebut nama Ashana.
Sandi mendekati penghalang memukulnya berkali-kali berusaha untuk masuk menolong Ashana.
"sial, sial!!!" teriak Sandi menatap tajam Jaka.
Jaka mengetahui apa maksud tatapan tuan mudanya itu.
"ma... maaf aku mengganggu"
Anzel dan Doni menoleh bersamaan.
"beritahu kami bagaimana cara memasukinya?" ucap Jaka dengan wajah penuh harap.
"apa kalian tidak lihat sedari kami pun tidak tahu cara memasukinya. Jika bisa kami tidak akan ada disini sekarang" jawab ketus Anzel.
Ashana berusaha terbangun sambil terbatuk.
Serangan kearah Yashbi tiba-tiba terhenti. Yashbi penasaran kenapa tiba-tiba saja terhenti dan ternyata ada Ashana yang tidak jauh keberadaannya darinya.
"dia..."
"makhluk ini hanya bisa diselesaikan oleh Ashana" ucap Doni.
__ADS_1
"apa maksudmu?" tanya Anzel.
"coba kau perhatikan emas yang ada dibelakang kepala makhluk itu. Aku sangat ingat sekali jika emas itu sudah disiapkan kakak iparku yang tidak lain ibu angkat Ashana. Beberapa hari sebelum meninggal"
Doni tidak melihat langsung saat kakak ipar atau ibu angka diobati oleh Yashbi karena dia tidak tega melihatnya. Mengingatkan meninggalnya kakak semata wayangnya. Doni hanya diam dihalaman belakang dan akhirnya Ashana menemukannya.
Rambut makhluk itu akan kembali menghempaskan tubuh Ashana namun dari arah lain Yashbi mengambil ancang-ancang untuk menembak dengan tembakan lebih besar lagi dari sebelumnya.
"bagus Ashana. Adanya kamu cukup membantuku" gumam Yashbi yang segera melepaskan tembakan tenaga dalamnya.
Dwarrr
Tembakan Yashbi kusangking besar menimbulkan getaran dan merusak parah rambut makhluk itu.
Ashana menatap kearah Yashbi dan segera beranjak meski jalan tertatih karena tubuhnya terasa sakit.
Yashbi mengisyaratkan untuk berhenti dan Ashana pun menghentikan langkahnya.
Sedari tadi Yashbi mengumpulkan tenaganya untuk melakukan beberapa tembakkan.
Dwarr
Yashbi menembak kembali kali ini mengenai belakang kepala (agak pinggir) dan merusak sebagian kecil. Ternyata belakang kepalanya cukup keras.
Energi makhluk itu cukup besar dibanding makhluk yang ada dirumah yang Ashana tempati. Hingga memancing Clara keluar.
Clara sedari tadi tidak jauh dari mereka begitu juga laki-laki yang sudah datang cukup lama sebelum Clara.
"apa yang akan lakukan?" ucap Clara dengan senyum licik.
"pantas saja aku merasa lapar sekali ternyata ada sesuatu yang menarik"
Sesuatu yang menarik menurut Clara adalah makhluk itu. Tubuh atau wadah Clara yang sudah lemah membutuhkan energi dari makhluk.
"aku harus mendapatkannya jika tidak aku akan memilih pilihan terakhir. Hah... padahal aku ingin memakai benda itu saat tubuhku bangkit sepenuhnya"
__ADS_1