Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 124


__ADS_3

Anuya dan Silfa menuju rumah sederhana Anuya tapi dua orang laki-laki sedang menunggunya.


"kemana dia pergi?


" dia tidak akan mungkin jauh dengan kondisi fisik menyedihkan seperti itu "


" ya, kita tahu kekuatan wanita itu seperti apa "


Baik Floir ataupun Zerad mereka sudah melihat kekuatan Clara seperti apa. Clara yang mampu melenyapkan sekumpulan manusia dalam hitungan detik tapi dia hanya bisa menggunakannya sesekali. Mengingat Clara hanya memiliki sebagian kekuatan asli miliknya.


" kita sebagai manusia biasa tidak mungkin melawannya"


"kita tidak akan melawannya. Apa kau tahu rahasia yang anak laki-laki itu miliki?"


"maksudmu bocah ingusan yang bernama Anuya itu?"


"ya, cukup lama aku menyelidiki anak itu. Saat bintang Canis Major turun tepat dikota sebelah aku mengira jika anak itu hilang dan mati. Tapi dia datang sendiri padaku"


Floir yang sudah cukup lama hidup dibanding manusia lainnnya. Satu waktu dia berkunjung ke kota sebelah dan bertemu Anuya. Anuya yang saat itu melihat kehebatan dari seorang Floir, Floir yang menghidupkan kembali seekor anjing yang terlindas sebuah kendaraan membuat Anuya ingin menjadikan Floir sebagai gurunya.


Tanpa sepengetahuan Anzel dan Ashana, Anuya sering mendatangi Yaebud untuk bertemu Floir dan Floir saat itu mengajarkan suatu sihir terlarang padanya dan Anuya berhasil menguasainya. Sebelum Anuya dijadikan murid Floir lebih dulu bertemu Doni namun, Doni tidak bisa menguasai sihir tersebut dan karena tidak memiliki potensi Floir meninggalkannya tanpa jejak.

__ADS_1


Doni sepanjang waktu menghafalkan mantra yang masih belum bisa dikuasainya. Mantra yang dapat menumbangkan lawan. Lawan yang memiliki energi sihir apapun. Dan tempo lalu Doni memberikannya pada Ashana saat menghadapi Clara yang menyiksa Robin secara brutal. Ashana hanya dalam satu kali percobaan dia berhasil menaklukkan mantra itu.


Mantra yang cukup panjang sepadan dengan yang dihasilkan. Energi sihir besar dan tanpa batas yang disebut Piiranguteta.


"berarti kau sudah membuang muridmu yang tidak berguna itu?"


"tentu saja. Aku tidak ingin buang waktu lagi"


Floir karena sudah cukup lama hidup di dunia ini. Menjadikan dia mengetahui lebih banyak tentang dunia manusia saat ini. Karena memang Floir terlahir pintar sangat pintar dibanding manusia lainnya.


Bahkan, ilmu sihir yang dia miliki lebih besar dibanding Yashbi. Hanya saja Floir enggan menggunakannya untuk membantu dan menolong manusia lainnya. Yang ada dalam otaknya hanyalah suatu benda yang dielu-elukan manusia jaman manusia sekarang ini yang disebut uang. Dia pun rela melenyapkan seluruh keluarganya untuk melakukan persembahan dan oemujaan dan menghasilkan sejumlah uang untuk dia nikmati.


"tidak, aku akan menggunakannya terlebih dulu untuk melawannya"


Apa yang akan terjadi terhadap Anuya?


.


.


.

__ADS_1


Yashbi menatap Ashana lekat. Ashana beranjak dari sofa tapi lengannya dipegang oleh Yashbi.


"apa kau memerlukan sesuatu? akan aku ambilkan" tanya Ashana lembut menoleh kearah Yashbi.


"a... aku sudah tahu siapa sebenarnya dia dan kali ini aku yakin jika dia..." ucap Yashbi dengan tangan yang memegang lengan Ashana terasa gemetar.


Yashbi melihat napan yang berada diatas meja terlihat beberapa makanan. Makanan yang sama persis yang pernah dibuat Karmellita untuk Yashbi pada saat itu.


" ini... makanan ini... "


"aku membuatnya untuk Morina karena dia meminta untuk dibuatkan makanan. Tubuhnya merasa lemas jadi... "


Yashbi menatap Anzel dan Anzel paham maksud dadi tatapan tuannya.


Anzel keluar ruangan mengantarkan makanan itu ke kamar Morina.


Beberapa detik kepergian Anzel, Yashbi segera menc*um bibir Ashana dengan lembut.


Saat ini otak dan hati Yashbi sedang kacau balau. Terungkap kebenaran seorang Clara dan hilangnya, lenyapnya sebagian penduduk kota dan hanya menyisakan setengah penduduk. Dengan kondisi saat ini Yashbi berpikir jika suatu waktu Morina akan hilang dihadapannya karena situasi yang sedang dihadapi.


Apa yang akan Yashbi rencanakan?.

__ADS_1


__ADS_2