
Clara terlihat terdiam memikirkan apa yang diucapkan Ashana. Secara kebangkitan dia saat ini adalah perbuatan Zeys.
"ah... kau dijadikan alat juga olehnya. Apa tujuannya laki-laki sialan itu sebenarnya? hah. Sepertinya kau tahu sesuatu atau kau dibangkitkan juga demi kondisi seperti ini? atau dia memberimu upah jika kau memenuhi keinginannya?"
Clara tahu jika dunianya sekarang ini adalah Dunia yang dikendalikan yang diinginkan seseorang. Jelas hebat sekali orang itu melakukan semua ini. Tapi untuk apa tujuannya?.
" Brennan Brone "ucap Ashana.
Deugh
" Brennan Brone? "ucap Clara mengerutkan dahinya.
" dia ingin mengulang pertarungan yang sebelumnya pernah terjadi diantar mereka" ucapa jelas Ashana.
Seketika tawa Clara pecah.
"dia mengatur semua ini, mengendalikan semua perjalanan kehidupan yang tidak lain adalah takdir makhluk hidup hanya untuk kembali kewaktu sebelumnya dan bertemu seseorang. Seseorang yang bahkan sudah mati lama"
Ashana yang menyerang Clara tanpa aba-aba membuat Clara seketika terpojok. Ashana memukul tepat dibagian perut Clara hingga tubuh Clara terdorong beberapa meter.
"kau harus mati" ucap Ashana dingin dengan wajah datar.
Ashana melancarkan pukulan kembali namun dengan sigap Clara menghentikannya dengan melilitkan selendangnya ketangan Ashana yang sedikit lagi mengenai wajahnya.
"jangan bertingkah sombong nona muda" ucap Clara dengan senyuman smirk.
"seharusnya kau menyadarinya jika posisi kita sama saja. Kenapa? karena kita sama-sama dibangkitkan, dihidupkan untuk memenuhi keinginan seseorang yang sangat tidak masuk akal. Hanya saja aku belum pernah merasakan mati tapi beda dengan dirimu" ucap Clara memelintirkan tangan Ashana dengan selendangnya.
"apa kau tahu gunanya selendang ini selain menahan pergerakanmu?" tanya Clara seolah menekan posisi Ashana agar tidak melawan.
"ya, selendang ini akan menyerap darah yang ada dalam tubuhmu"
Grep
Ashana memegang selendang itu tanpa terlihat rasa takut dan menarik tubuh Clara hingga beradu dengan tubuhnya. Wajah mereka saling berdekatan.
__ADS_1
"kau melupakan sesuatu nona iblis" ucap Ashana dengan mengeratkan pegangan dilengan Clara hingga Clara meringis kesakitan. Tidak bisa dipungkiri memang Ashana cukup kuat.
Tapi dengan mudah Clara terlepas dari Ashana. Dia memundurkan badannya beberapa meter bersamaan Ashana yang berada didepannya terus mengejarnya.
____________
Anuya dan Yaebud...
Anuya yang berhadapan dengan Yaebud yang terus menerus bergerak menuju rumah penduduk. Benda-benda disekitar seolah terhisap menempel di bagian tubuh Yaebud secara otomatis dan menghilang begitu saja bahkan tanah pun terhisap.
Anuya menahan bagian bawah Yaebud dengan kedua tangannya namun perbedaan ukuran dan kekuatan terlihat jelas hingga Anuya tidak bisa menahan pergerakannya walaupun hanya sebentar dan mengerahkan seluruh kekuatannya hingga urat-urat diseluruh tubuhnya menonjol.
Anuya menyadari jika dia tidak menghentikan pergerakan Yaebud Yaebud yang mengarah ke arah rumah Silfa.
Saat Anuya dan Silfa menaiki anak tangga menuju rumah sederhana Anuya menyadari jika Silfa yang telah menolongnya saat dia tenggelam waktu masih kecil. Awalnya Anuya mengira jika yang menolongnya saat itu adalah Morina. Silfa berbicara tentang tangga yang dari awal memang Anuya berniat membuatnya dan niatnya itu hanya diketahui Silfa.
Sembari menahan pergerakan Yaebud Anuya teringat janji pada Silfa yang akan menyelamatkan kedua orang tuanya. Sesaat Anuya bimbang antara menghentikan pergerakan Yaebud atau segera menyelamatkan kedua orang tua Silfa.
____________
"kau mempermainkan takdir kami. Bukan hanya kami saja tapi semua yang ada di alam ini. Dan dengan entengnya kau menjelaskan semuanya" ucap Yashbi dengan wajah tersenyum smirk menggulung lengan kemejanya melangkah mendekati Zeys.
"auranya berbeda sekali dari sebelumnya. Apa ini hasil gabungan dari manusia yang memiliki kemampuan lebih dan Dewa Bumi" batin Zeys menatap intens Yashbi yang berada dihadapannya dengan tatapan nyalang.
"jika seperti ini kejadiannya berarti sekarang ini yang lebih pantas disebut iblis adalah dirimu" ucap Yashbi bersamaan dengan akar pohon (serat) inti bumi muncul tepat dibawa Zeys dan mengikat seluruh tubuh Zeys.
Zeys tidak menyadarinya.
"apa kau marah karena istrimu tersayang aku hidupkan kembali?" ucap Zeys enteng dengan wajah yang memperlihatkan senyuman yang meledek Yashbi.
Yashbi terpancing dengan ucapan Zeys hingga dia mengerahkan ikatan akar pohon (serat) inti bumi ditubuh Zeys.
Yashbi mengambil segenggam tanah seketika tanah itu berubah menjadi garam hitam dan menaburkan ketubuh Zeys.
"kau kuat bahkan sangat kuat aku bisa merasakannya. Garam ini tidak akan berefek besar padamu. Hanya saja setidaknya dengan garam ini salah satu anggota tubuhmu akan terluka dan luka itu akan tetap ada selama kau masih hidup"
__ADS_1
Garam itu masuk, meresap kedalam tubuh Zeys perlahan.
"kalian tidak mengajakku? jahat sekali" ucap merajuk Brennan yang bersiap menyerang Zeys.
Sekumpulan ruh /jiwa wanita dari berbagai arah bahkan bawah tanah menggigit seluruh tubuh Zeys.
"sebaiknya kau menjauh anak muda. Dia akan melakukan sedikit ledakkan" ucap Brennan memperingati Yashbi yang berdiri didekat Zeys dengan tatapan yang sangat membenci Zeys.
Dwaaarrr
Benar saja Zeys melakukan ledakkan kecil tidak berapi hanya asap saja.
Zeys menepuk-nepuk lengannya.
"aku tidak ingin melawanmu. Tujuanku mengatur semua perjalanan hidupmu, takdirmu bukan untuk melawanku melainkan menghentikan makhluk yang saat ini sama bahayanya denganku" ucap Zeys menatap kearah Yashbi dengan tatapan serius.
Dengan sekejap Zeys memindahkan Yashbi ke tempat Yaebud dan Anuya.
Saat memijakkan kaki di atas permukaan tanah. Yashbi tercengang melihat makhluk yang tidak jauh dari posisinya berdiri saat ini. Dia mengedarkan pandangan dan menemukan Ashana yang tengah bertarung satu sama lain dengan Clara.
"Ash.... Karmellita" lirih Yashbi.
Yaebud bergerak maju mendekati posisi Yashbi. Sesaat pergerakan Yaebud terhenti dan Anuya yang bersusah payah sedari tadi cukup terkejut.
"apa yang terjadi? apa aku berhasil menghentikannya?" gumam Anuya melepaskan kedua tangan yang menahan Yaebud dan mengadahkan kepalanya.
"apa yang kau lihat?" tanya Yashbi membuat Anuya terperanjat.
Yaebut yang diikat akar pohon (serat) inti bumi diseluruh tubuhnya hingga penuh (full) tanpa ada celah.
"a...apa kau yang melakukan ini?" tanya Anuya yang merasa kesal. Bagaimana tidak kesal Anzel memberikan kekuatannya untuk Yashbi sedangkan selama ini yang bersama dengannya adalah Anuya.
Kenapa Anzel memberikan kekuatannya pada Yashbi bukan Anuya? karena Anuya tidak pernah memohon dan berharap pada Dewa Bumi yang tidak lain adalah Anzel. Padahal saat Ashana menemukan patung Dewa Bumi Anuya terlihat cuek saja. Dan Anuya lebih mengagumi Clara.
Kenapa tidak memberikan kekuatannya pada Ashana? Anzel tahu jika Ashana manusia yang sudah mati dan dihidupkan kembali oleh kekuatan seseorang maka tidak mungkin dia memberikannya karena akan terjadi bentrokkan hingga membuat tubuh Ashana akan hancur seketika.
__ADS_1