Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 31


__ADS_3

"katakan siapa kau ini sebenarnya?" tanya Ashana yang melerai pelukan Yashbi. Akui saat Yashbi memeluknya perasaan Ashana menjadi hangat dan tenang. Wangi tubuh Yashbi yang bercampur keringat baru kali ini Ashana merasakannya sedekat ini


"ok aku akan mengatakannya tentang siapa diriku. Minumlah dulu" ucap Yashbi


Sedangkan Yashbi setiap dekat dengan Ashana bukan perasaan suka ataupun cinta. Dia hanya teringat akan anaknya, Morina.


Yashbi mengetahui jika Ashana sedang mengalami syok di mana kejadian belakangan ini di kehidupannya. Terlebih dapat melihat makhluk setelah menikah dengannya padahal mantan istrinya dahulu belum pernah melihat dan merasakan apapun ketika selama dia mengobati pasiennya. Tapi kali ini Ashana berbeda. Ya, karena Ashana memiliki perasaan tulus terhadap Yashbi (ingin menjadi layaknya seorang istri dalam pernikahan ini) sedangkan Yashbi memiliki alasan lain. Perasaan kedua manusia yang berbeda ini akan membawa sesuatu yang tidak terduga.


"apa kau pernah mendengar tentang anak suci?" tanya Yashbi


Ashana hanya terdiam memperhatikan.


"ya, itu adalah aku sendiri"


"anak suci? itu hanya ada di buku dongeng. Ya, buku dongeng" ucap Ashana yang sedang mengingat sesuatu


"anak yang berumur empat tahun setiap harinya selalu melalui mimpi buruk. Mimpi di mana dipertemukan dengan makhluk lainnya dan anehnya mereka dapat saling bicara dan memahami. Setelah apa yang mereka bicarakan sudah cukup tubuh anak kecil itu akan dimakan oleh segumpalan asap yang awalnya kecil seukuran ujung kuku kemudian menjadi semakin membesar dan memakan tubuh anak kecil itu. Setiap hari aku harus menjalani terapi karena orang tua takut akan keadaan mentalku. Singkat cerita, teman kedua orang tuaku sakit dan kami berniat menengoknya. Saat itu yang kulihat ada seekor makhluk berupa macan ya, dua macan hitam yang mengapit tubuh teman kedua orang tuaku. Macam hitam itu memberiku petunjuk untuk bisa mengobatinya"ucap Yashbi


"umurmu saat itu empat tahun, apa kau tidak merasa takut?" tanya Ashana


"awalnya aku takut dan tidak menggerakkan tubuhku saat pertama kali melihat mereka tapi setelah lebih tahu lagi mereka sama halnya dengan kita" ucap Yashbi yang menahan kantuk. Mengambil sekaleng kopi hitam di dalam lemari es yang berada di mobilnya


"macan hitam itu memberikan petunjuk untuk menggali tanah sedalam dua meter dengan tanganku sendiri tanpa menggunakan alat bantuan. Hanya tangan kosong"ucao Yashbi tegas


Ashana memperhatikan Yashbi. Pokus. Membuat Yashbi salah tingkah.


" tentu aku melakukannya. Lalu macan hitam itu sesuai janjinya dia menghilang sebelum menghilang dia memberikan sebuah toples untukku"ucap Yashbi yang menghindari tatapan Ashana


" toples? untuk apa? bukankah aneh seekor macam hitam memberikan sebuah toples untuk anak berumur empat tahun?" tanya Ashana dengan heran dan bingung

__ADS_1


"toples itu akan terisi sesuatu entah oleh apa. Dan akan terlihat jika sudah terisi penuh"


"sepertinya belum terisi penuh jadi karena aku belum dapat melihat apapun" ucap Yashbi memperlihatkan toples dengan tutup berbentuk macan hitam


Seketika mata Ashana melotot sempurna. Dapat melihat sesuatu di dalam toples itu.


"saat sudah terisi penuh toples ini akan terbuka sendiri dan memperlihatkan bentuknya. Untuk orang yang kucintai"


Deugh


Deugh


"itulah yang dikatakan macan hitam" ucap Yashbi


"dan pekerjaanku selain mengurus sebuah perusahan. Aku harus mengobati orang-orang sakit yang tidak bisa disembuhkan oleh medis"


"berarti kau sudah mengobati banyak orang dari umur empat tahun?" tanya Ashana serius


Deugh


Deugh


"kau mencintai Lani?" tanya Ashana yang sebenarnya tidak ingin menanyakan hal tersebut


"ya"


Deugh


Deugh

__ADS_1


"ketika kami masih kecil aku mencintainya dan berjanji saat dewasa nanti menikahinya"


Deugh


Deugh


"oh begitu" ucap Ashana yang tidak ingin mengatakan atau bertanya apapun lagi


"manusia adalah makhluk yang tidak akan pernah bisa lepas dari perubahan. Begitu juga yang aku alami. Perasaanku berubah terhadapnya dan bertemu dengannya. Wanira itu yang sudah merubah semuanya begitu juga perasaanku"


"wanita yang kau cari hingga terjadinya pernikahan ini. Berharap wanita itu muncul dari persembunyian setelah mendengar pernikahan ini. Lalu kau kembali padanya dan dengan mudah mengatakan" pernikahan ini hanya sementara atau main-main jadi jangan mengharapkan apa yang seharusnya tidak diharapkan". Kalimat ini yang akan kau katakan padaku, bukan? "tanya Ashana dengan senyum getir menandakan sakit hati


Deugh


Deugh


Tangan Ashana bersiap untuk membuka pintu mobil.


" kau tidak akan mengerti, Ashana. Karena kau tidak berada dalam posisiku"ucap Yashbi yang memijit diantara kedua alisnya


Kraaakkk


Pintu mobil terbuka. Ashana tanpa memperdulikan rasa sakit dia berlari sekuat tenaga. Dalam pikirannya dia harus berlari sejauh mungkin karena dirinya tidak ingin terjebak dalam pernikahan sialan ini.


"Ashanaaaaa!!!" teriak Yashbi


Sementara sopir saat menyadari Ashana keluar dari mobil segera mengejar.


"kejar dia!"

__ADS_1


Ya, memang alasan Yashbi menikah dengan Ashana adalah untuk menemukan Clara. Tapi dia juga tidak ingin ada kematian (perjanjian saat mengobati ayah Ashana). Perjanjian di mana sang penyembuh harus menikahi keturunan dari pasiennya jika tidak dilakukan sang penyembuh atau salah satu keluarga pasien akan meninggal. Ini dinamakan pertukaran atau ruil.


__ADS_2