
Di rooptop, terlihat hiasan outdoor yang sempurna memanjakan mata Ashana yang baru pertama kali melihatnya.
"waaaahhh indah"
"ambil makanan sepuasmu" ucap Yashbi yang menuju sisi lain meja panjang yang menyajikan makanan yang menurutnya menarik
Ashana mendekati sisi lain meja panjang sembari berpikir karena kebingungan harus memakan apa.
"ah nasi. Benar aku ingin nasi jika belum makan nasi meskipun perutku sudah terisi makanan lain tetap saja itu di namakan belum makan sama sekali" ucap Ashana
Ashana menemukan nasi goreng seafood. Dia mengambil sepiring nasi goreng itu. Tanpa sengaja Ashana menabrak wanita yang tengah bersama kedua temannya dan makanan tumpah mengenai baju mereka. Orang-orang segera menghampiri berkerumun. Ashana berkali-kali membungkukkan badannya menandakan minta maaf, berulang kali.
"maaf, sungguh aku tidak sengaja. Sekali aku minta maaf" ucap Ashana yang masih membungkukkan badannya
Namun, tatapan wanita itu terlihat bengis. Dia menarik rambut Ashana yang panjang hingga kepala Ashana mendongak meringis kesakitan.
"maaf, maaf. Memangnya bisa membersihkan noda makanan yang mengenai bajuku, hah"ucap wanita itu lantang
" a... aku tidak sengaja. Sungguh"ucap Ashana terbata
Yashbi yang posisinya cukup tidak tahu apa yang sedang terjadi dengan Ashana. Dia menikmati makanannya yang masuk ke dalam mulutnya di sebuah meja yang berada di pojokan.
Wanita itu memperhatikan penampilan Ashana dari ujung kaki hingga rambut.
"ck! kenapa wanita jelek sepertimu berada di mewah seperti ini? atau jangan-jangan kau wanita simpanan? ah... tapi jika diperhatikan kau terlihat biasa saja"ucap wanita yang masih menari rambut Ashana ke belakang hingga Ashana mendongakkan kepalanya
" aku akan menerima permintaan maafmu. Tapi dengan satu syarat. Kau harus mengganti pakaianku dengan harga yang sama" ucap wanita itu dengan senyum liciknya
Kusangking kepalanya sakit Ashana meneteskan air matanya.
Orang-orang yang memperhatikan mereka hanya mengabadikan momen itu dengan ponselnya masing-masing.
Sementara Sandi dan Deri yang masih berada di lorong karena panggilan masuk dari seseorang melalui ponsel Sandi.
"b... baik. Aku akan menurutimu. Tapi lepaskan tanganmu lebih dulu. Kepalaku terasa sangat sakit" lirih Ashana
Wanita itu melepaskan tangannya yang menarik rambut Ashana.
Kulit kepala Ashana terasa perih karena beberapa rambutnya tercabut secara paksa. Dan benar saja beberapa helai rambut Ashana ada di sela-sela jari wanita itu segera membuangnya mengibas-ngibaskan tangannya.
"menjijikan. Pasti kamu tidak pernah merawat rambutmu" ucap wanita itu terlihat jelas raut wajahnya yang merasa jijik
Ashana mengedarkan pandangan berharap Yashbi membantunya namun, kenyataannya berbanding terbalik.
"baju yang kupakai saat ini seharga sebuah motor baru. Apa kau mampu?" ucap wanita itu meledek
Deugh
__ADS_1
Ashana hanya terdiam lidahnya terasa kelu.
Seseorang yang menerobos kerumunan menghampiri mereka.
"Ashana..." panggil Sandi
Ashana menoleh ke arah suara yang memanggil namanya.
"apa yang terjadi?" tanya Sandi memperhatikan sekitar dan mengerti apa yang sedang terjadi dengan temannya itu
"apa anda ingin wanita ini untuk mengganti rugi pakaian yang kotormu karena mengenai tumpahan makanan yang tidak sengaja dengan wanita ini?" tanya Sandi pada wanita itu dengan tatapan dingin
"tentu saja, tuan. Anda tahu, pakaian yang sedang kupakai saat ini harganya setara dengan sebuah motor baru baru?" ucap wanita itu
Mendengar ucapan dari wanita itu seketika membuat tawa Sandi pecah.
"tuan, biar saya yang mengurus wanita ini" ucap Deri
Sandi hanya berdehem dan mengajak Ashana pergi dari tempat itu.
"tunggu, tunggu. Apa-apaan ini. Aku belum selesai dengan wanita mis*in itu" ucap wanita itu yang tidak terima Ashana pergi begitu saja tanpa mengganti rugi
Saat wanita itu ingin mengejar Ashana yang berjalan bersisian bersama Sandi namun di halangi Deri.
"urusan nona dengan saya. Berapa nominal yang anda inginkan" ucap Deri mengeluarkan benda pipih dari saku jasnya
Wanita itu menyebutkan nominal yang diinginkan. Benar wanita itu ternyata matrealitistis, sangat menyukai uang.
Tanpa basa basi Deri mentransfer uang tersebut ke rekening wanita itu dengan cara menempelkan ponsel mereka.
Wanita itu melihat layar ponselnya dan matanya berbinar kusangking senang. Tidak berlangsung lama, petugas keamanan hotel menyeret wanita itu untuk keluar.
Ashana mengedarkan pandangan mencari keberadaan Yashbi dan pandangannya menemukannya. Dia berada di meja pojok dengan dua orang wanita dengan penampilan elegan dan sangat cantik. Sandi pun menyadarinya.
"ayo, kita hampiri suamimu" ajak Sandi
"tidak perlu. Kita duduk saja di sini" ucap Ashana yang segera mendudukkan bokongnya di sebuah meja yang tidak jauh dari keberadaan Yashbi
Sandi dan Deri hanya menurut saja. Sandi memperhatikan wajah Ashana dengan seksama tanpa diketahui sang pemilik.
"apa hubunganmu dengan suamimu baik-baik saja?" tanya Sandi memberanikan diri
"entahlah, San. Pernikahanku sangat mendadak dan bukan keinginanku. Tapi, aku juga tidak ingin menjadi seorang anak yang egois dan istri tidak patuh"
"apa kekasih suamimu dahulu belum ditemukan?" tanya Sandi yang tanpa memikirkan perasaan Ashana
Sebenarnya Sandi bertanya bukan tanpa alasan dia, hanya ingin memastikan dengan informasi yang di dapat dari orang kepercayaannya.
__ADS_1
"apa kau tahu alasannya kenapa dia menikahiku?" tanya balik Ashana. Pandangan mereka saling bertemu
"akan aku jawab jujur. Sebenarnya aku tahu alasan suamimu menikahimu. Ya, karena ingin mengetahui kekasihnya yang sedang bersembunyi dengan cara menikahimu. Itu yang dia harapkan. Tapi hasilnya hingga saat ini kekasihnya itu belum menunjukkan batang hidungnya. Benar, begitu? "
" ya, kau benar"
Sandi menatap Deri mengisyaratkan untuk mengambil makanan untuk mereka. Deri pun mengetahui makanan apa yang di maksud.
"apa kau akan menghabiskan masa mudamu menikah dengan laki-laki yang hanya mengharapkan wanita lain?" tanya Sandi serius
Deugh
"jangan menghasut wanita yang sudah bersuami, tuan Sandi" ucap Yashbi yang mendatangi meja mereka
Keduanya menatap kedatangan Yashbi.
"ada apa dengan kalian? sedang melakukan pendekatan terang-terangan di depanku?" ucap Yashbi menatap tajam ke arah Ashana
"apa yang kau katakan? jangan asal bicara" ucap Ashana ketus
Sandi tersenyum simpul memperhatikan pasangan suami istri yang saat ini berada di hadapannya.
"kau belum menjawab pertanyaanku, Ashana"
"kau tidak perlu menjawab pertanyaan tidak penting yang keluar dari mulutnya"
"heh, kenapa? apa kau takut dengan jawabannya nanti? bukankah kau memanfaatkannya saja hanya untuk menemukan kekasihmu itu. Jangan katakan kau mulai menaruh perasaan padanya" ucap Sandi membuat Yashbi terpojok
Deri berjalan menghampiri mereka dengan napan berisikan dua piring nasi goreng seafood jus jeruk dengan sedikit gula dan americano dingin.
"ini tuan makanannya" ucap Deri menaruh makanan dan minuman itu layaknya pelayan
"tuan, maaf sebelumnya"
"ada apa?"
"hanya mengingatkan. Barusan saya mendapat kabar untuk meeting diundur menjadi pukul sepuluh" ucap Deri yang berdiri di samping Sandi
Sandi hanya menagguk pelan. Pandangannya teralihkan melihat Ashana makan dengan lahap.
"apa kau belum makan? bukannya tadi aku menyuruhmu untuk mengambil makanan yang kau inginkan" ucap Yashbi heran
Ashana terhenti pipi yang terisi penuh dengan nasi goreng yang belum turun ke tenggorokannya.
"eng... itu... aku"
"seorang suami tidak mengetahui apa yang sedang terjadi terhadap istrinya. Menarik" ucap Sandi meledek
__ADS_1
"aku tidak bicara denganmu. Sebaiknya kau pergi jangan menganggu kami" ucap Yashbi ketus, dingin dan wajah datar