Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 137


__ADS_3

Zeys menunjukkan jika Karmellita bukanlah Karmellita yang asli. Seketika tubuh Karmellita menjadi abu.


Deugh


"i.....ini"


"aku yang membuat tubuh perempuan itu untuk mengelabui Clara. Clara Brone atau lebih tepatnya pemimpin Satan's Parade. Dunia dimana yang dihuni oleh makhluk-makhluk yang memiliki wujud dan kekuatan yang berbeda. Dunia itu, dunia yang kumiliki dan dunia manusia saling terhubung. Terutama dunia Satan's World dan dunia manusia "


" Satan's World dan duniaku akan melakukan Parade. Parade adalah dimana tiga pemimpin dunia bertemu. Dalam arti bertemu disini kami akan melakukan pertempuran satu sama lain" ucap jelas Zeys dengan senyum smirk.


"kau merencanakan semua ini seorang diri. Kau memang hebat jika dibandingkan manusia lainnya" ucap Anzel melemah.


Zeys kembali tersenyum smirk.


"kau manusia satu-satunya yang bisa memasuki dunia Atas dengan mudah"


"itu yang dinamakan keberuntungan. Tidak semua manusia memilikinya. Maka dari itu aku melakukan semua hal yang kuinginkan. Termasuk menentukan perjalanan hidup seseorang yang kuhidupkan kembali" ucap Zeys menatap kearah Ashana.


"apa kau akan pergi sekarang?" tanya Zeys pada Anzel.


"ya..."


"katakan padanya sebelum kau benar-benar pergi aku tidak ingin terlibat terlalu jauh dengan urusanmu. Kau semakin keenakan padahal aku yang mengatur semuanya"


"ya meskipun kita saling menguntungkan. Kau berhasil memberinya pelajaran dan aku... aku bisa melakukan apapun yang kuinginkan di dunia manusia ini"


Anzel tersenyum tipis.


"setelah kau menghilang entah siapa yang akan menggantikanmu di atas sana. Aku harap dia sepertimu"


Anzel perlahan menghilang.


"Yashbi...tuan..."


"a.. apa yang terjadi?" ucap Yashbi mendekati Anzel.


"waktuku sudah habis. Umurku hanya sebentar di dunia manusia ini. Dan aku cukup senang karena mati disaat seperti ini. Hah"


"aku memang sudah menjadi manusia seutuhnya"


"jika alam mempertemukan kembali kita mungkin perjalanan. kehidupan kita akan berbeda" ucap Anzel menghilang tidak menyisakan apapun.

__ADS_1


Yashbi terdiam mencerna semua awal kejadian hingga saat ini.


______________


"setelah mendengar ucapanmu aku semakin yakin jika kau bukanlah manusia biasa yang hanya memiliki kekuatan dan keberuntungan. Membuat duniamu sendiri dan membangkitkan orang mati dengan mudah" ucap Yashbi penasaran.


"dan satu hal lagi kau pasti bukanlah salah satu dari keluarga kami. Jadi, katakan siapa kau sebenarnya?"


"tidak mungkin jika kau hanya seseorang kebetulan yang mendirikan duniamu sendiri. Yang aku tahu manusia yang bisa melakukan itu hanya manusia tertentu bahkan bisa dikatakan tidak ada "


Deugh


Zeys tertawa terbahak.


"ah... aku tahu ini pasti akan terjadi" gumam Zeys.


"jika semua yang ada dalam pikiranmu itu benar. Apa yang akan kau lakukan ?" tanya Zeys.


__________


Tiba-tiba...


Permukaan tanah berguncang hebat tumbuh - tumbuhan mati seketika.


"apa yang terjadi?"


Ashana yang tadinya tatapan sayu dan sendu kini berubah tajam.


"Ashana sepertinya ini tugas yang aku berikan padamu"


Dihadapan mereka muncul seseorang dengan wujud aslinya yaitu Clara Brone.



"kenapa kau datang secepat ini?" tanya Zeys.


Clara tidak menjawab dia hanya menatap Yashbi dan mendekatinya.


"kau tidak mengenaliku? kau sudah lupa denganku?" ucap Clara yang jelas Yashbi mengenali suara itu.


Clara mengusapa pipi Yashbi lembut tapi Yashbi menepisnya.

__ADS_1


"jangan menyentuhku"


"Clara... apa ini wujud aslimu?" ucap Yashbi yang merasa kesal karena seolah-olah kehidupannya sedang dipermainkan seseorang.


Anzel yang ternyata merupakan seorang Dewa Bumi, Zeys yang bisa membangun dunianya sendiri dan menghidupkan orang mati lalu Clara yang ternyata seorang pemimpin dunia Satan's World.


Yashbi tertawa terbahak.


"selama ini aku mencintaimu" ucap Yashbi dengan senyum simpul.


"mencintai wanita yang bukan manusia melainkan seorang iblis" ucap Yashbi dengan tatapan penuh kecewa.


"biar kuperjelas. Setiap pemimpin Satan's World terlahir itu sesuai bagaimana manusia hidup di dunianya" ucap Zeys.


"aku terlahir dan menjadi pemimpin dunia itu karena semua manusia itu sendiri" ucap jelas Clara yang tidak menyukai saat Yashbi menyebut dirinya iblis. Padahal memang jelas jika dia adalah seorang iblis.


"manusia yang mengagungkan sebuah benda yang disebut uang"


"jika bisa memilih aku tidak ingin dilahirkan di dunia itu tapi di dunia dimana manusia berada"


Clara menatap kearah Ashana.


"maksud kedatanganku kesini untuk melakukan Parade"


"apa bisa dimulai, Zeys?aku sudah tidak sabar ingin menghukum mereka dengan caraku sendiri "


"lakukan saja. Lagipula ketiga pemimpin dunia itu kebetulan sekali sudah berkumpul"


"apa maksudmu?"


"siapa? pemimpin dunia manusia atau pemimpin Dunia atas?apa kau tidak melihat mereka semua ada didepan matamu, Clara"


"untuk pemimpin dunia manusia mereka inilah yang menjadi pemimpin tempat ini (Ashana dan Yashbi) . Lalu, untuk Dunia Atas anggap saja aku pemimpin dunia itu"


Deugh


Mereka sontak kaget dengan apa yang dibicarakan Zeys. Terutama Yashbi dan Ashana.


"kau tenang saja. Kau memiliki sebagian kekuatan milik Anzel yang tidak lain adalah Dewa Bumi" setengah berbisik ditelinga Yashbi.


Ya, Anzel yang memang merupakan Dewa Bumi awalnya turun ke dunia manusia ingin menghukum manusia karena sudah tidak lagi memohon dan berharap padanya. Namun, setelah cukup lama hidup di dunia manusia dia mengerti perubahan manusia itu sendiri dari detik kedetik, menit kemenit, jam kejam dan hari kehari. Melihat semua itu membuat Anzel mengurungkan niatnya karena bukan tugas dirinya untuk melakukan hal tersebut. Sebagai gantinya karena sudah mencampuri kehidupan manusia Anzel merasa bersalah dia pun memberikan sebagian kekuatannya pada Yashbi saat akan pergi menghilang tadi tanpa Yashbi ketahui.

__ADS_1


"apa kau begitu senang menyembunyikan identitasmu?" tanya Clara.


__ADS_2