
Seorang laki-laki paruh baya yang tidak lain adalah orang yang sama (saat Anzel bertemu di restoran mewah). Dia bernama Floir. Floir adalah saingan bisnis keluarga Dzon sedari dulu. Floir tahu seratus persen tentang keluarga Dzon dari urutan atas hingga bawah.
"kau tidak bisa mengurus satu bocah" dengus Floir kesal menatap nyalang Yashbi.
"anak itu di luar dugaanku. Kau tidak memberitahuku semuanya tentangnya. Jadi kau tidak perlu menyalahkanku. Aku sudah menurutimu untuk melenyapkan mereka" ucap Yashbi yang tidak kalah kesal pada Floir seolah-olah menyepelekannya.
Floir mengerutkan dahinya.
"bodoh tetap saja bodoh, Robin"
"dan saat ini perusahaanmu bangkrut akibat ulah bodohmu sendiri"
"ya kau benar, aku bodoh karena mempercayaimu sepenuhnya. Bukankah begitu, Floir?"
Darah terus keluar dari tubuh Robin yang ditembaki Yashbi.
"berikan aku sejumlah uang. Aku sudah memberimu sebanyak yang kau mau"
Seketika tawa Floir pecah.
Robin heran dan bingung belum bisa menebak apa yang dipikirkan Floir sekarang ini.
"jangan berharap terlalu tinggi, Robin. Aku sudah mengatakannya aku tidak bisa berjanji padamu untuk memberikannya"
Robin berusaha tenang dengan ucapan Floir.
"memang tempat ini bisa memberimu uang dengan memberi sejumlah uang yang lebih besar dari sebelumnya"
"tapi harus kau ketahui semua itu tidak mudah ketika harus mengorbankan seluruh kehidupanmu. Kau mengerti apa yang kukatakan?" ucap Floir dengan nada datar, angkuh.
Mereka menyusuri lorong yang gelap gulita. Anuya yang berada paling belakang tersenyum simpul. Diikuti suara tongkat yang menjadi tumpuan Floir untuk berjalan.
Sesampai di pintu yang berukuran besar yang terbuka secara otomatis. Mata Robin dan Anuya terbelalak. Nafas mereka menjadi tidak beraturan melihat pemandangan yang sangat mengerikan di depan matanya saat ini.
Ya, pemandangan di mana sekumpulan orang-orang dengan jumlah sangat banyak mengorbankan diri hanya untuk uang. Mereka mengorbankan diri dengan cara menyerahkan diri sendri melalui mesin pemotong dan mesin pemotong itu tepat memotong bagian perut mereka hingga tubuh itu terbagi dua seketika darah muncrat ke mana-mana dan tubuh yang sudah terbagi dua itu di lempar begitu saja ke tumpukan tubuh lainnya yang sudah terpotong.
__ADS_1
Dalam waktu tiga hari tumpukkan potongan manusia itu akan berkurang. Robin melihat pemandangan tidak dapat menahan gejolak di dalam perutnya dan memuntahkan isi perutnya.
"anda baik-baik saja, tuan?" tanya Anuya memegang pundak Robin.
Robin menatap wajah Anuya.
"apa sudah terbiasa dengan pemandangan seperti ini?" tanya Robin karena tidak melihat perubahan emosi di wajah Anuya.
Anuya hanya tersenyum tipis.
Sekumpulan orang yang tengah mengantri untuk menyerahkan kehidupannya begitu saja melihat kedatangan Floir, Anuya dan Robin mereka menundukkan kepalanya serempak dan beryel-yel.
Dalam waktu bersamaan semacam simbol terbentuk mengukukung mereka terkecuali Robin, Anuya dan Floir.
*simbol sama dengan yang ada di punggung Clara*
"apa ini?" tanya Robin bingung dan teringat saat membubuhkan simbol dipunggung Clara bentuknya sama persis. Namun, dipunggung Clara hanya samar-samar.
Robin merasa dirinya telah ada yang mengendalikannya.
"pemandangan yang indah" gumam Anuya yang masih dapat terdengar jelas oleh Robin dan Flour hanya tersenyum simpul.
"kita lihat apa yang akan terjadi. Manusia tadi yang tengah berkumpul ria harus berpulang sesuai keinginannya. Bukankah begitu, Floir?" ucap Anuya berjongkok mengusap darah yang tercecer di tanah dengan jari tangannya dan mengendusnya sembari menikmatinya.
" wangi sekali"
Anuya beranjak dalam waktu bersamaan di permukaan tanah terlihat binatang yang berukuran sangat besar seperti membeku.
Dalam waktu bersamaan juga di setiap rumah di mana pemilik rumah itu yang tidak lain adalah orang-orang yang mengorbankan nyawa mereka untuk Yaebud telah kedatangan rezeki tidak terduga berupa Uang yang entah dari mana. Dalam waktu beberapa hari usaha yang mereka jalani maju pesat.
Di dalam kamar, Clara tengah berada di atas kasurnya dengan mata nyalangnya. Mata yang tidak pernah ia tunjukkan pada siapapun.
"aku mencintainya lebih dari apapun. Ya, aku mencintai manusia. Tidak ada yang bisa menghalangi ku. Jika ada akan aku lenyapkan tanpa harus memikirkan apapun lagi" ucap Clara dengan senyuman mengerikan.
Clara merasa tubuhnya fit dari sebelumnya.
__ADS_1
"Ashana. Ya, aku harus melenyapkannya tanpa harus meminta bantuan siapapun"
Robin, Anuya dan Floir masih berada di tempat Yaebud.
Robin sudah cukup membaik penampilan berbeda dan wajah lebih muda terlihat jelas. Anuya masih sama seperti sebelumnya dia menampilkan senyum khasnya. Dan Floir mulai angkat bicara di tengah-tengah mereka.
"hewan yang berada di bawah kita saat ini adalah harta karun yang dilindungi oleh petinggi. Namun sebagian besar petinggi sudah aku lenyapkan hanya bermodalkan (menunjuk ke arah bibirnya sendiri)" ucap Floir dengan wajah bangganya.
"aku sudah mengatakan jika menginginkan uang maka harus memancing dengan uang pula. Ucapanku tidak main-main jika menyangkut pautkan dengan Uang"
Sebagian besar petinggi atau orang-orang kaya lainnya telah Floir hasut dan berakhir menjadi Yaebud dengan mengorbankan nyawa mereka sendiri.
"tujuanku bukanlah Uang seperti yang dikatakan pak tua ini" ucap Anuya menatap Floir.
"aku hanya ingin tahu seperti apa kehidupan orang-orang kaya seperti kalian. Setelah mengetahuinya aku menjadi semakin tertarik" ucap Anuya menghidupkan sebatang rokok dan menghisapnya.
Lagi, lagi Robin melihat Anuya seperti orang lain yang baru pertama kali di kenalnya.
"dan aku ingin tahu seberapa kuat manusia itu. Laki-laki yang sedang menjadi topik hangat pembicaraan kita"
Ya, mereka membicarakan tentang keluarga Dzon atau saat ini dikenalnya dengan keluarga Yashbi.
"aku ingin sekali melihatnya jatuh miskin dan berlutut mencium kaki pak tua ini" ucap Floir.
Floir sangat membenci keluarga Dzon terutama Yashbi. Semenjak Yashbi terjun dunia bisnis keluarga Floir menjadi tersingkirkan lebih tepatnya menjadi nomor dua.
"hewan langka yang di bawah kaki kita adalah harta karun yang dilindungi negara kita saat ini. Karena memiliki nilai sangat tinggi dan bisa membeli beberapa negara hanya dengan mengeluarkannya dari tempat ini" ucap Floir dengan bangga.
Apakah benar apa yang dikatakan Floir?
Tempat Yaebud yang hanya diketahui oleh orang-orang menengah ke atas.
Konon setiap darah manusia yang tumpah dan mati di tempat Yaebud akan memberikan keberuntungan pada manusia itu sendiri. Dan semua itu terbukti benar adanya. Namun, ada rahasia lain di tempat Yaebud itu. Ya, tempat Yaebud atau pemujaan adalah tempat yang disediakan oleh petinggi dunia Satan's yang saat ini masih belum diketahui keberadaannya. Dan rumor yang beredar petinggi dunia Satan's akan terbangun jika jumlah pemuja semakin banyak melebihi kapasitas.
Atau petinggi dunia Satan's sudah berada di antara manusia lainnya?
__ADS_1
Petinggi dunia Satan's memiliki salah satu yang signifikan yaitu sangat kaya dibanding makhluk lainnya. Hingga bisa memberikan kekayaan hanya dengan satu kali kedipan terhadap manusia.