Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 41


__ADS_3

Ashana duduk di tepi kolam renang menikmati hujan turun yang tidak terlalu lebat, mengadahkan kepala ke atas langit.


"apa aku harus kabur?" batin Ashana


"bagaimana jika dia menemukanku lagi? seperti saat itu"


"apa aku harus mencobanya sekali lagi? siapa tahu kali ini berhasil"


Yashbi keluar kamar mandi memakai pakaian yang tadi disediakan. Ponsel miliknya berdering menandakan panggilan masuk dari sopir.


"euumphh"


"tu... tuan, Morina..."


"kenapa? cepat katakan?" bentak Yashbi nada tinggi


Karena suara nada tinggi Yashbi membuat Ashana mendekatinya. Pandangan mereka saling bertemu.


Setelah mendengar penjelasan si sopir Yashbi segera mematikan sambungan ponselnya.


Darah yang disebabkan oleh luka botol pecah bercampur dengan air hujan dan kolam renang.


"kita tidak bisa menginap di sini" jelas Yashbi membuat Ashana heran dan bingung


"kenapa?"


"jangan banyak tanya. Kau hanya ikuti saja perintahku" ucap Yashbi datar


Ashana berlalu meninggalkan Yashbi begitu saja menuju kamar mandi.


"pantas saja wanitanya kabur. Sikapnya dan nada bicaranya sedingin Antartika" gerutu Ashana


Mengguyur tubuhnya dengan air yang mengalir dari shower. Terasa perih.


"aneh sekali tadi saat di bawah turun hujan luka ini sama sekali tidak terasa"


Ashana memang menyukai turun hujan. Di bawah guyuran hujan dia bisa menangis sepuasnya tanpa ada yang mengejek dan menertawakannya.


Di dalam kolam renang terlihat seperti air mendidih. Beberapa saat membentuk seseorang anak kecil laki-laki dari ujung kaki hingga kepala berwarna merah darah. Lampu seluruh kota padam seketika. Ashana yang berada dalam kamar mandi segera bergegas meraih memakai handuk kimono tidak berniat meminta tolong pada Yashbi yang saat ini berada tidak jauh darinya.


"apa yang terjadi? kenapa tempat mewah seperti ini bisa mati lampu?" gumam Ashana perlahan melangkah membuka pintu kamar mengedarkan pandangan


Yashbi menyadari keadaan yang saat ini terjadi dan mendekati anak kecil yang berada di tengah kolam renang karena masih hujan Yashbi meraih di dekat pintu dan memakai payung.

__ADS_1


"kau seorang anak kecil yang sudah mati bagaimana bisa hidup lagi dalam seperti ini?" tanya Yashbi


"wanita itu... bawakan padaku wanita itu" ucap anak kecil yang meraih mesin mainan yang bisa mengeluarkan gelembung


"apa hubunganmu dengannya? aku tidak akan membiarkanmu begitu saja bertemu dengannya"


"kenapa kau melarangnya?" tanya anak kecil dengan senyum simpul


"tentu saja aku melarangnya. Dia... dia istriku tidak akan aku biarkan makhluk sepertimu mendekatinya"


"kau tidak menyayangi bahkan mencintainya. Bagaimana bisa menjadikannya istri. Aku terbangun seperti ini setelah kematianku sebelumnya karena darah dan air mata wanita itu. Selama di dalam dunia sana aku cukup tahu tentangmu. Apa hal yang terjadi sebelumnya akan terulang lagi? jika benar kau berada di ujung tanduk kehidupan manusia dan akan mendapatkan hukuman darinya"


"Ashana aku tidak mengetahui banyak tentangnya. Sebenarnya siapa kau ini? " batin Yashbi


"darah dan air mata wanita itu bisa menembus dunia kami. Aku akan memberimu sedikit petunjuk siapa wanita itu tapi petunjuk itu akan muncul dengan sendirinya jika kau memperbaiki isi hati dan pikiranmu "


"sebaiknya kau segera bawakan wanita itu padaku. Jika tidak, akan datang seseorang yang bisa saja menghancurkan tempat ini hanya dengan menyentuh tanah ini"


Deugh


"jangan katakan jika yang kau maksud adalah Zeys?" tanya Yashbi heran dan bingung. Mengapa hanya dengan darah dan air mata Ashana bisa membuat Zeys datang ke tempat ini


Yashbi sepuluh tahun lalu melakukan beberapa ritual untuk mendatangkan Zeys. Ritual yang dilakukan setiap satu tahun sekali. Zeys adalah makhluk yang berbentuk manusia biasa tapi sangat rupawan. Yashbi mengetahui siapapun yang dapat memanggilnya dan bertemu dengan Zeys akan terkabulnya keinginannya.


Ashana keluar dari kamar mandi melihat keberadaan mereka dan menghampirinya karena penasaran anak kecil itu memegang mainan gelembung balon.


Seketika perubahan sikap anak kecil itu terlihat jelas. Dia menundukkan kepalanya.


Dari arah belakang Yashbi Ashana mengatakan"hei, apa kau pemilik mainan itu?" ucap Ashana lembut membuat Yashbi menoleh ke arahnya


Anak kecil hanya mengangguk.


" maaf, tadi aku memakainya tanpa meminta ijin dahulu darimu"


"tidak apa-apa"


Saat Ashana akan memegang kedua pundak anak kecil itu namun tidak bisa dan menyadari sesuatu.


Deugh


Ashana melihat kolam renang.


"kau akan baik-baik saja. Biar kutebak di tempatmu sekarang ini pasti banyak sekali yang menemani dan menyangimu" ucap Ashana menaruh telunjuk didagunya

__ADS_1


"tebakanku benar, kan?


Raut wajah anak kecil itu terlihat sumiringah.


" ya kau benar. Di sana banyak sekali orang jadi aku tidak merasa kesepian lagi. Kalau di tempat ini aku selalu diselimuti kesepian dan membuatku takut"


"tidak perlu khawatir. Di tempat itu juga tidak akan ada yang menyakitimu. Aku percaya itu dan kau juga harus percaya agar semuanya berjalan dengan baik"


"ya kau benar. Aku akan melakukannya. Aku ada permintaan untukmu"


"katakan. Jika bisa dan mampu akan aku kabulkan"


"cepatlah. Kalian jangan so dekat. Kuingat kan kalian hidup di dunia berbeda" celetuk Yashbi yang mulai risih menyaksikan kedekatan mereka yang baru pertama kali bertemu


"bisakah kau memelukku" lirih anak kecil itu


Ashana merentangkan kedua tangannya.


"kemarilah"


Mereka saling berpelukkan. Perlahan anak kecil itu menghilang.


.


.


.


.


.


.


Dunia yang di maksud anak kecil itu adalah dunia di mana isinya hanya wanita dan anak-anak atau di sebut Mundu Berezia atau Dunia Khusus. Seseorang yang memiliki kekuatan di luar batas manusia dan makhluk lainnya terlahir dari imajinasi seorang manusia yang memiliki energi spritual sangat tinggi dari manusia lainnya yang bernama Zeys.


Zeys hidup di dunia manusia beberapa tahun dan sangat membenci manusia karena selalu memandang rendah manusia lainnya terutama kaum perempuan dan anak-anak. Dia bertekad membangun dunianya sendiri yang dikhususkan untuk kaum wanita dan anak-anak yang di sebut Mundu Berezia. Untuk membangun Mundu Berezia dia menghabiskan sebagian besar kekuatannya.


Zeys hanya bisa terlihat oleh manusia yang dia kehendaki saja. Di keluarga Dzon yang bisa melihat Zeys hanya ibu dari Yashbi itupun hanya beberapa kali di semasa hidupnya. Ya, ibu Yashbi dapat bertemu dengan Zeys karena sang ibu memiliki kasih sayang dan cinta yang tulus di mana dia menikahi ayah Yashbi yang saat itu hanya seorang sopir taksi online sementara sang ibu seorang wanita kaya raya yang memiliki warisan yang tidak akan habis hingga tujuh turunan sekalipun.


Pertemuan sang ibu dan Zeys di mulai ketika sang ayah memiliki niat kotor ditali suci pernikahan ini yaitu hanya ingin menikmati harta dan sama sekali tidak mencintai sang ibu meskipun sudah memiliki anak yaitu Yashbi.


Setiap hari sang ibu setia menunggu suaminya pulang dalam keadaan apapun dia menjalankan tugasnya dengan sangat baik sebagai seorang istri walaupun suami hanya datang dan pulang sesuka hatinya. Ibu merasakan tekanan batin selama pernikahan itu berkali-kali dia mencoba bunuh diri menyayat setiap inci tubuhnya hingga mengeluarkan darah segar. Darah menetes ke setiap lantai dan menembus dunia Khusus atau di sebut Mundu Berezia. Darah menghujani Mundu Berezia. Zeys menuju ke arah sumber darah itu dan bertemu dengan ibu Yashbi. Mereka melakukan kesepakatan ibu Yashbi tidak akan merasakan menderita lagi jika ikut dengan Zeys menuju ke Mundu Berezia tapi jasadnya tidak akan ditemukan di dunia manusia, menghilang begitu saja bagaikan di telan bumi. Jika di dunia manusia lebih lama lagi ibu akan merasakan penderitaan lebih dari ini. Tentu saja sana ibu memilih pilihan pertama.

__ADS_1


Di Mundu Berezia, Zeys membangun dunianya yang dikhususkan untuk kaum wanita dan anak-anak. Dari tempat yang sangat tinggi bukit tertinggi di sana Zeys menyaksikan setiap kegiatan yang dilakukan kaum wanita dan anak-anak pada umumnya layaknya seperti di dunia manusia.


Yashbi mengetahui tentang adanya Zeys karena membaca buku catatan milik ibunya sesaat ibunya menghilang.


__ADS_2