Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 143


__ADS_3

Halo Readers yang terhormat, terkasih dan tersayang. Untuk penulisan actionnya othor membuatnya ga terlalu terperinci.


Maafkan, maafkan yang sebesar-besarnya πŸ™πŸ™πŸ™πŸ₯ΊπŸ₯ΊπŸ₯Ί


____________


Zeys yang masih bertarung bersama Brennan. Meski Brennan beberapa kali terpojok tapi, Zeys tidak membunuhnya saat itu juga karena masih ingin menikmati pertarungan.


"kau bersenang-senang dengan perempuan di luar sana. Mulai saat ini bersenang-senang lah denganku" ucap Zeys layaknya terobsesi dengan Brennan.


"sialan!!!" teriak Brennan yang melancarkan serangan dengan serangan cepat dari sebelumnya tapi Zeys masih bisa mengimbanginya.


___________


Clara memegang dua buah pedang mengubahnya menjadi dua buah belati. Dia yang sedari tadi berdiri dibelakang Yashbi dan Ashana.


Clara melemparkan belati itu kearah tubuh mereka tepat dipunggung.


"seharusnya sedari tadi aku melakukan hal seperti ini" ucap Clara merasa puas tapi dia juga merasa sakit saat melihat darah keluar dari punggung Yashbi. Nafasnya terasa sesak bahkan kedua matanya mengeluarkan air mata. Padahal Clara tidak mungkin mengeluarkan air mata hanya untuk seorang manusia mengingat siapa dia sebenarnya.


Ya, sebagian kekuatan Clara yang hidup di dunia manusia sebelumnya berakibat fatal pada dirinya. Bisa dikatakan sebagian besar dalam diri Clara saat ini memiliki perasaan layaknya seorang manusia pada umumnya.


Belati yang menancap dipunggung Yashbi dan Ashana terlepas begitu saja dan luka mereka pulih total dalam sekejap.


Yashbi yang sangat khawatir dia segera memeluk Ashana erat.


Clara yang menyaksikan itu hanya mampu terdiam memundurkan langkahnya beberapa langkah dengan mata terus menerus mengeluarkan air mata.


"perasaan apa ini? apa ini... aku tidak mengerti. Aku tidak mau memiliki perasaan menjijikan ini. Pergi dari tubuhku. Cepat pergi dari tubuhku. Enyah lah" batin Clara yang bicara dengan dirinya sendiri. Memberontak, menolak apa yang saat ini dia rasakan. Perasaan itu adalah perasaan cinta, cemburu dan takut kehilangan seseorang. Ini yang dinamakan "Karma dan Hukum Alam."


Saat awal turunnya ke dunia manusia Clara mengendalikan semua perasaan manusia yang ditemuinya atau lebih dikenal Hipnotis termasuk Yashbi. Dia hanya ingin tahu apa yang dilakukan Yashbi yang merupakan manusia muda yang memiliki banyak uang nomor satu di kota itu. Berbeda dengan Clara Yashbi jatuh sejatuhnya pada Clara tapi sejak munculnya Ashana semua berubah total. Perasaan cinta tidak murni Yashbi terhadap Clara terkikis perlahan bahkan Yashbi tidak mengingat jika perasaan itu pernah ada. Yang selalu ingat dalam hidupnya hanyalah istrinya yaitu Karmellita.


Yashbi yang dalam kendali Clara menabrak Karmellita yang sedang hamil besar. Saat mengendarai Yashbi tidak melihat apapun padahal didepannya terlihat jelas Karmellita melintas. Karmellita yang dilarikan ke rumah sakit pun Yashbi tidak tahu. Yang dia tahu Karmellita meninggal setelah melahirkan Morina.


*nanti akan diperlihatkan kenangan pahit Yashbi yang menabrak Karmellita. Saat itu apa yang akan dilakukan Yashbi?*


Clara menghilang menuju tempat di mana hanya dia seorang. Clara memegangi dadanya, memukuli kepalanya bahkan menangis meraung.

__ADS_1


"ada apa denganku? kenapa aku seperti ini? aku tidak menginginkannya. Perasaan ini menjijikan sekali" ucap Clara meurutuki dirinya sendiri. Umpatan demi Umpatan keluar dari mulutnya.


Yaebud perlahan bergerak. Akar pohon (serat) inti bumi ditubuhnya terbuka dari tubuhnya.


Naga menghampiri Yashbi. Memberikan isyarat agar Yashbi merapalkan mantra yang ada dilidah naga itu seketika naga itu berubah semakin besar dan besar hingga menutupi langit.


Akar pohon (serat) inti bumi membelah Yaebud menjadi bagian kecil-kecil dan mendekati naga itu. Seperti awal Yaebud akan menghisap benda apa saja yang ada disekitarnya. Bagian kecil dari Yaebud seolah hingga diseluruh tubuh naga. Dengan sekejap naga itu melenyapkannya. Diwaktu bersamaan penghuni Satan's World turun ke dunia manusia.


Zeys melihat hal itu tersenyum puas.


"ini lah saatnya"


"aku harus melenyapkan naga itu terlebih dulu"


"tapi sebelum itu aku harus mengurusmu lebih dulu"


Zeys dan Brennan masih bertarung satu sama lain. Zeys merasa sudah cukup puas dia melenyapkan Brennan. Ya, lebih tepatnya Zeys memasuki tubuh Brennan tanpa sang pemilik mengetahuinya dan menghancurkan seluruh organ intinya.


Zeys tersenyum puas. Dia segera menuju keberadaan naga itu. Naga milik Dewa Bumi.


Penghuni Satan's World yang mendaratkan kakinya di atas permukaan tanah seketika dilenyapkan oleh akar pohon (serat) inti bumi milik Dewa Bumi. Zeys yang menyaksikan itu tercengang.


"dia... apa dia masih hidup? tidak... tidak mungkin" ucap Zeys mengenyahkan pikiran jika Dewa Bumi masih hidup.


"jika dia masih hidup tidak mungkin Brennan bisa hidup kembali. Semuanya sudah kuatur sedemikian rupa agar keinginanku tercapai" gumam Zeys yang dilanda gelisah kala memikirkan segala kemungkinan terjadi.


Penghuni Satan's World lenyap satu demi satu bahkan dalam jumlah banyak sekaligus dan lenyap secara keseluruhan oleh akar pohon (serat) inti bumi.


Naga itu berubah menjadi seseorang. Seseorang dengan penampilan yang seharusnya yaitu seorang Dewa Bumi atau lebih dikenal dengan Anzel.


Deugh


"kau.... kau... bagaimana bisa?" ucap Zeys dengan rasa tidak percaya apa yang dia lihat sekarang ini.


Anzel tersenyum tipis menghampiri Zeys.


"apa kau lupa siapa aku? aku bukan manusia yang bisa mati dengan mudah. Hanya dalam hitungan tertentu aku bisa lahir kembali jika alam semesta menghendakinya"

__ADS_1


"kau jangan terlihat bodoh seperti ini. Membuatku ingin tertawa. Kau tidak lupa bukan adanya seorang Dewa karena harapan dan permohonan meski harapan dan permohonan itu dilakukan hanya satu manusia saja"


Ya, Ashana yang melihat langsung lenyapnya Anzel saat itu dia tidak berhenti memohon dan berharap jika Anzel hidup kembali dalam keadaan lebih baik dari sebelumnya.


"sudah lah Zeys. Kau kembali lah ke tempatmu yang seharusnya" ucap Anzel agar Zeys segera menghentikan tingkah gilanya yang ingin mengganti seluruh manusia dan penghuni Satan's World sesuai keinginannya.


"tidak. Aku tidak menginginkan hal itu. Aku harus melakukan apa yang belum tuntas" ucap Zeys menatap Anzel dengan tatapan nyalang.


"aku tahu kau menjadi seperti ini karena tidak ada salah satu dari kami yang meladenimu hingga kau turun ke dunia manusia mencari seseorang yang menentangmu dan akhirnya kau menemukannya yaitu Brennan"


"untuk perempuan dan anak-anak kau sudah memberikan mereka tempat yang seharusnya jadi kau tidak perlu khawatir jika dunia manusia akan hancur akibat manusia itu sendiri. Mereka akan menemukan jalannya. Kau sendiri yang mengataknnya manusia itu jauh lebih canggih dan pintar"


Zeys tertawa terbahak seperti orang gila.


"terlahir kembali membuat dirimu pandai sekali berbicara"


Di kota terjadi keributan di mana manusia tiba-tiba hilang kendali.


Anzel mengetahui apa yang sedang terjadi.


"apa ini juga termasuk tujuanmu? merubah perjalanan hidup manusia yang seharusnya baik-baik saja menjadikan harus saling membunuh" ucap geram Anzel beranjak meninggalkan Zeys menuju kota.


"ya, kau benar. Aku tidak mungkin tega menghabisi manusia dengan tanganku sendiri jadi mau tidak mau aku menjadikan mereka seperti saat ini. Saling membunuh satu sama lain"


Turunnya penghuni Satan's World membuat manusia terpengaruh hingga bertingkah seperti makhluk lain.


Macan hitam datang menghampiri Zeys.


"kau setuju dengan apa yang kulakukan, bukan?"


Macan hitam itu pergi begitu saja menuju tempat Anzel.


"apa maksudmu?" tanya Anzel heran dengan apa yang dikatakan macan hitam itu.


Macan hitam yang cukup lama mengikuti Zeys. Dia tahu maksud sebenarnya Zeys dibalik semua ini. Yaitu agar wanita yang dicintainya hidup damai di dunia manusia. Jadi dia ingin mematikan seluruh manusia lalu menghidupkannya kembali.


Siapa wanita yang dicintai Zeys?.

__ADS_1


__ADS_2