Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 139


__ADS_3

Sedari dari awal kedatangan Clara terus menatap intens Ashana dari ujung kaki hingga kepala. Ashana tidak terlalu memperdulikannya yang dia khawatirkan saat ini hanyalah Yashbi.


"pemimpin terdahulu melakukan pertarungan disetiap pertemuan mereka atau yang disebut Parade" ucap Clara yang terlihat berpikir.


"lalu, apa kau takut menghadapi kami?" tanya Zeys yang terdengar meledek ditelinga Clara.


"takut. Kenapa aku harus takut. Terutama untukmu" ucap kesal Clara. Bagaimana tidak kesal Clara tahu jika Zeys kerap kali mendatanginya dan membelai wajahnya saat dirinya belum bangkit.


"aku tidak takut sama sekali terhadap pemimpin yang memiliki otak me*um sepertimu" ucap Clara kembali menatap tajam Zeys.


"kau jangan berpikir yang tidak-tidak aku hanya memegang pipi, pundak, betis dan juga..." ucap Zeys terhenti kala Clara memukulnya hingga terpental cukup jauh. Tubuh Zeys terjatuh kepermukaan tanah.


Bruuuk


"hentikan ucapanmu, bod*h" ucap Clara yang sangat marah karena sebelum bangkit tubuh aslinya dipegang oleh seorang laki-laki yang dianggap mes*m.


Ashana dana Yashbi hanya memperhatikan interaksi mereka dengan wajah heran.


"aku tidak yakin jika wanita itu seorang iblis dan laki-laki itu seorang pemimpin yang mampu mendirikan dunianya sendiri. Apa kau berpendapat sama denganku?" tanya Yashbi menoleh kearah Ashana dan Ashana tersenyum hangat menikmati perdebatan mereka.


Sesaat Yashbi terbayang wajah istrinya, Karmellita.


" Karmellita " ucap Yashbi yang tanpa disadari Ashana menjawabnya.


" iya" jawabnya dengan suara lembut.


Ashana terlihat cemas dan panik setelah sadar apa yang dia lakukan.

__ADS_1


Yashbi berdiri dihadapannya dengan raut wajah yang sulit diartikan. Ashana merasa tatapan Yashbi mengintimidasinya.


"apa kau sebe..." ucap Yashbi terhenti Zeys mengeluarkan suara sambil berjalan kearah mereka.


"jangan bertanya padanya"


Yashbi menoleh dengan wajah yang tidak bersahabat. Sangat kesal dengan Zeys karena merasa menyembunyikan banyak sesuatu darinya.


"apalagi yang kau swmbunyikan dariku? hah" ucap Yashbi kesal dengan nada tinggi hingga suasana mencekam. Pandangan tajam wajah merah padam.


Zeys dan Clara merasakan tekanan luar biasa.


"kekuatan apa ini? apa memang sebenarnya dia memiliki kekuatan sebesar ini? tapi untuk manusia itu tidak mungkin terjadi" ucap Clara yang tidak berani membalas tatapan Yashbi yang mengarah padanya.


"sial. Jika dia memakai kekuatan itu dalam keadaan seperti ini bisa gawat. Yang ada kita harus bertarung mengalahkannya belum lagi makhluk itu akan segera terbangun" gumam Zeys mendekati Yashbi yang sedang tidak bisa menahan lagi emosinya yang akan meledak.


Ashana terlihat takut tapi lebih mengkhawatirkan keadaan Yashbi yang emosinya sedang naik. Memang selama hidup bersama Yashbi dia belum pernah melihatny marah. Tapi yang dia tahu Yashbi akan marah besar jika seseorang membohonginya.


Ashana susah payah menelan salivanya.


"Ashana yang saat ada dihadapanmu. Ashana yang kau nikahi dulu sebagai syarat untuk kelangsungan kesembuhan ayah angkatnya, yang kau nikahi agar kau bisa menemukan seseorang dia adalah Karmellita, istrimu"


Deugh


Bagai tertimpa sebuah gunung Yashbi langsung merasakan tubuhnya seperti tidak bertulang. Perasaan Yashbi saat ini campur aduk marah, kesal, sedih, bahagia namun perasaan terbesar yang dia rasakan adalah kecewa. Dia merasa jika hanya dirinyalah yang tidak mengetahuinya. Padahal kenyataannya tidak seperti itu.


Zeys menjelaskan kenapa Ashana tidak memberitahu ya secara langsung.

__ADS_1


Deugh


Yashbi menoleh kearah Ashana dengan tatapan sendu tapi tiba-tiba berubah seketika menjadi tatapan sangat tajam mata menyala.


Tekanan kekuatan itu terasa semakin kuat.


"menjauhlah" teriak Zeys.


Yashbi berubah menjadi lebih kuat bahkan penampilannya sekalipun. Ini pengaruh kekuatan yang diberikan Anzel padanya.


Tanpa diduga bangunan Yaebud berubah setelah Anuya berhasil mengambil benda dari dalam tanah itu dan diberikan pada Avril. Avril terlihat senyum bahagia. Bodohnya mereka tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.


Bangunan Yaebud berubah menjadi bangunan yang asli.


Clara merasakan sesuatu yang buruk akan terjadi.


"ada seseorang yang mengambil benda itu" ucap Clara cemas.


Jika seseorang berhasil mengambil benda dari dalam tanah itu maka seseorang itu yang akan menjadi pengendali Yaebud..


Clara segera menuju Yaebud dengan cara menghilang seketika. Persekian detik berada ditempat Anuya dan Avril.


"apa yang kalian lakukan?" suara Clara terdengar keras hingga menggelegar.


"manusia biasa seperti kalian tidak akan bisa mengendalikannya. Sebaiknya lepaskan benda itu" ucap tegas Clara.


Benda yang berhasil diambil Anuya adalah benda dengan bentuk sabit.

__ADS_1


Diwaktu yang sama naga yang berada dirumah Yashbi mendatangi Yashbi.


Bangunan rumah milik Yashbi sedikit demi sedikit roboh dan Morina masih tertidur didalam ruangan yang berada di kamarnya.


__ADS_2