Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 133


__ADS_3

Sebelumnya, Anzel...


Anzel merupakan Dewa Bumi atau Penguasa Bumi. Anzel memiliki satu kuil di kota dimana tempat Yashbi tinggal.


Dahulu kota itu tidak semaju dan semakmur seperti saat ini. Berkat penduduk kota yang rajin mendatangi kuilnya termasuk Yashbi untuk berdoa menjadikan kota itu seperti saat ini. Tepi kuil itu menghilang karena ada pembangunan rumah mewah sehingga kuil itu dihancurkan dan patung Dewa Bumi dibuang begitu saja. Dan patung Dewa Bumi ditemukan oleh Ashana di kota sebelah dikubangan air hujan. Ashana membawanya ke rumah sederhana memberitahukan pada Anzel dan Anuya jika dia menemukan sebuah patung.


_________


Anzel memperlihatkan patung Dewa Bumi dihadapan mereka.


Mereka terlihat sangat kaget.


"kurasa sudah cukup aku memberitahumu siapa aku sebenarnya" ucap Anzel dengan nada dingin.


Naga yang berada di rumah Yashbi membuka matanya.


"lalu, apa alasanmu berada bersamaku hingga saat ini?" tanya Yashbi.


Anzel menghela nafas kasar.


"apa kau masih tidak mengerti. Rumah mewah yang kau tempati seharusnya tempat milikku. Beberapa tahun bersamamu kau sama sekali mengingatku begitu juga dengan manusia lainnya" ucap Anzel smirk.


"saat keinginan kalian terpenuhi kalian dengan mudah melupakan dan membuangku"


Anzel yang menyaksikan perbuatan manusia diatas sana membuatnya murka hingga dia turun sendiri ke dunia manusia dengan tujuan meyakinkan dirinya apa benar manusia-manusia yang tadinya memohon padanya menjadi melupakannya dan membuangnya begitu saja. Dan dia menyamar menjadi manusia dengan nama Anzel dan memilih tinggal di kota sebelah. Kota yang jauh dari kata Makmur dan Berjaya. Semua penduduknya sederhana tapi lambat laun Anzel menyadari jika mereka memiliki fisik kuat daripada manusia lainnya.


"bagaimana jika naga itu aku ambil saja" ucap Anzel smirk.


"a... apa maksudmu?"


"naga yang berada di dalam rumahmu dia milikku. Apa kau juga melupakan bagaimana bentukanku saat menjadi patung saat itu?"


Patung Dewa Bumi atau Penguasa Bumi sebuah patung yang menaiki seekor naga.


"jika aku mengambilnya secara paksa apa yang akan terjadi? kurasa tempat ini akan hancur seketika. Aku menginginkan hal itu terjadi" ucap Anzel menatap Yashbi dengan penuh kebencian.


Anzel sangat membenci Yashbi. Sepanjang bersama Yashbi dia tidak pernah melihat Yashbi mengingat dirinya. Misalkan, mencari keberadaan kuil miliknya atau sekedar memohon sebuah harapan padanya.


Yashbi memang tidak tahu jika rumah yang saat ini ditempati adalah hasil dari menghancurkan kuil itu.


Namun, Yashbi teringat pohon besar yang berada di halaman depan rumahnya sama persis dengan pohon yang ada di kuil waktu itu. Dan Yashbi sempat beberapa kali melihat Anzel berada di bawah pohon memandanginya dengan mata sendu.


"aku tidak menyadarinya" gumam Yashbi yang masih bisa didengar orang disekitarnya.


"tentu saja kau tidak menyadarinya. Kau terlalu sibuk dengan urusan duniamu" ucap sinis Anzel.


Tiba-tiba, Zeys mendatangi mereka dengan wajah dan melangkah santai.


"wah... wah sepertinya kau sudah mengungkapkan siapa dirimu sebenarnya" ledek Zeys.


"hentikan. Ini bukan urusanmu. Aku tidak ingin bicara denganmu yang selalu berada di tempat itu (Satan's World)"


"apa kau cemburu? atau mungkin, kau ingin kembali menjadi seorang dewa?" goda Zeys.


Deugh


"kau sudah memberitahu manusia-manusia ini tentang siapa dirimu. Tapi..." ucap Zeys menatap mereka silih berganti.


"tapi apa kau sudah memberitahunya juga kau turun ke dunia manusia, menyamar sebagai manusia itu sendiri dan tinggal cukup lama di dunia manusia dengan begitu gelarmu sebagai dewa sepenuhnya terhapuskan?"

__ADS_1


Deugh


"apa maksudnya ini? gelar dewa terhapuskan?" serempak tanya Yashbi, Ashana, Silfa dan Anuya.


Anzel terlihat marah karena Zeys selalu ikut campur urusannya.


"aku pasti ikut campur dengan masalah dan kondisimu saat ini. Untuk memastikan jika gelar dewa milikmu jatuh padaku" ucap Zeys yang lagi, lagi membuat yang mendengarnya sontak kaget.


"kau hanya manusia biasa yang memiliki harapan terlalu besar sehingga tidak mengingat siapa dirimu yang sebenarnya" ucap kesal Anzel menatap Zeys.


"apa kau tahu apa saja yang kulakukan selama ini? sementara dirimu sibuk mengurus keinginanmu. Keinginan agar semua manusia masih memohon dan berharap padamu"


"dunia manusia bukan lagi dunia yang bisa dikontrol dan dikendalikan dengan mudah. Seharusnya kau bisa menyadari saat anak ini (menunjuk ke arah Yashbi) memohon dan berharap padamu"


"manusia sudah jauh lebih kuat dan pintar"


*Saat ini Zeys bisa dilihat oleh semua orang. Sebelumnya Zeys hanya bisa dilihat oleh beberapa orang tertentu saja *


"aku membangun dunia dimana perempuan dan anak-anak bisa hidup dengan baik"


Mendengar hal itu Anzel mengeraskan rahangnya. Karena semenjak Zeys membangun dunia yang dikhususkan perempuan dan anak-anak di Langit Atas sana gempar. Karena dengan membangun dunia baru maka dunia lainnya seperti Satan's World, dunia manusia dan Langit Atas akan mengalami gejolak perubahan terhadap makhluk hidup terutama manusia dan hewan. Hal ini hanya diketahui oleh seorang dewa.


*Floir memiliki darah keabadian saat darahnya berhamburan seperti hujan turun dan setiap manusia yang mengenai darah itu akan bisa dikendalikan oleh Floir. Anzel yang terkena tidak menimbulkan apapun karena dia memakan kue rempah yang dibuat Ashana"


Anzel yang melepas gelar sebagai Dewa Bumi atau Penguasa Bumi hanya untuk turun ke dunia manusia hidup berbaur dengan manusia.


Anzel tersenyum smirk.


"lalu, bagaimana dengan perempuan ini?" ucap Anzel mendekati Ashana.


"sampai kapan kau akan menyembunyikannya, Zeys. Sampai saat itu tiba? kurasa tidak, karena sebentar lagi aku akan melenyapkan manusia yang ada di tempat ini"


"apa yang kau ketahui?" tanya Zeys penasaran setelah mendengar Anzel mengatakan hal tersebut.


Anzel kembali tersenyum smirk.


Anuya yang merasa gelisah dia tidak bisa kembali kewujud semula karena penyesuaian kekuatan tadi membuat sebagian jantungnya hancur. Jika dia kembali kewujud semula dia akan mati seketika.


Tiba-tiba terdengar jeritan seseorang.


Aaaaaaaaaaaa


Mereka mengarahkan pandangannya kearah suara jeritan itu.


Betapa terkejutnya terutama Yashbi dia melihat istrinya, Karmellita.


Tubuh Karmellita tidak bisa bergerak karena akar pohon (serat) inti bumi melilit diseluruh tubuhnya. Tubuh Karmellita mendekati kearah Anzel.


*Karmellita adalah Clara dia menggunakan tubuh palsu yang berwujud Karmellita *


"Karmellita..." ucap Yashbi.


Deugh


Ashana yang mendengar tubuhnya terasa kaku.


"kau terlalu lama hidup di dunia manusia jadi sebagian besar dalam dirimu sudah memiliki naluri manusia yaitu ingin menjadi lebih kuat lagi. Tebakanku sepertinya benar melihat dari reaksimu"


Anzel tersenyum smirk.

__ADS_1


"aku sudah melepas kehidupanku yang menyedihkan sebelumnya jadi sekarang ini aku hanya ingin menikmatinya. Melepas statusku diwaktu yang sama kekuatanku pun perlahan melemah bahkan hilang"


Zeys menghela nafas kasar.


"apa yang akan kau lakukan pada perempuan yang ada dihadapanmu?"


"kau selalu penasaran apa yang sedang kulakukan. Selama ini kau mengawasiku harusnya kau sudah tahu betul apa yang akan aku lakukan"


Deugh


Meski saat ini kekuatan Anzel sudah bukan dewa lagi dan melemah tapi Zeys tidak bisa melawannya karena Zeys masih menghormati Anzel sebagaimana Dewa Bumi yang semestinya.


Zeys mengetahui Anzel seorang Dewa karena selama ini tanpa sepengetahuan Yashbi dia selalu mengikutinya. Dan Zeys beberapa kali melihat Anzel menaklukkan makhluk dengan wujud binatang terdahulu hanya dengan manatapnya. Makhluk itu seketika menciut dan menunduk hormat pada Anzel. Salah satunya Naga yang berada di rumah Yashbi.


Lalu, siapakah Zeys ini? apa dia benar-benar seseorang yang berasal dari keluarga Dzon?.


Jika memang berasal dari keluarga Dzon kenapa dia sangat kuat dibandingkan Yashbi?.


Anzel menyerap seluruh kekuatan Clara. Anzel yang sudah lama hidup di dunia manusia sebagian besar dalam dirinya sudah berubah layaknya manusia pada umumnya. Yang haus kekuatan dan kekuasaan. Dan terdorong dari akar pohon (serat) inti bumi yang selama ini menyerap kekuatan atau sihir hitam.


Apa Anzel akan berubah menjadi iblis setelah menyerap seluruh kekuatan Clara yang berada ditubuh palsu Karmellita?.


Anzel dan Ashana saling beradu pandang.


"aku sangat berterima kasih padamu, Ashana"


Anzel teringat saat Ashana menemukan patung Dewa Bumi dan memperlihatkannya pada Anzel dan Anuya.


"di tempat ini aku dilupakan dan dibuang begitu saja. Lalu, di tempat itu kau selalu memohon dan berharap padaku. Ya, meski hanya kau saja yang melakukannya" ucap lirih Anzel.


Anzel memperlihatkan patung yang berwujud dirinya (saat ditemukan Ashana).


"aku akan menghancurkannya Dewa Bumi ini sudah lenyap"


Ashana menggeleng lemah.


"tidak. Kau masih tetap Dewa Bumi. Hancurkannya patung itu. Dengan tidak adanya patung itu aku akan memohon dan berharap padamu Dewa Bumi"


Anzel tersenyum.


"Anuya sebagian dalam dirimu sudah mati saat kau merapalkan mantra itu. Apa yang akan lakukan selanjutnya?"


"apa ini alasan terbesarmu tidak menegurku meski bertemu kesekian kalinya?"


Ya, Anzel dan Anuya beberapa kali bertemu.


"tidak. Aku hanya pokus pada keinginanku mencari tahu manusia yang masih memohon dan berharap padaku. Ternyata benar apa yang dia (Zeys) katakan dunia manusia sudah berubah menjadi lebih kuat dan pintar sehingga sudah membutuhkanku"


"apa ini salah satu sifat bodoh seorang dewa?" celetuk Anuya.


"meski tidak ada manusia yang memohon dan berharap padamu kau tetaplah seorang Dewa Bumi. Aku tahu setiap permohonan dan harapan manusia sangat berarti untukmu. Tapi setidaknya hingga saat ini masih ada satu manusia yang memohon dan berharap padamu"


Anzel tersenyum tipis.


"setelah memutuskan turun dan menetap di dunia manusia aku sudah melepas gelar dan sbegaian besar kekuatanku menghilang. Jadi tidak mungkin lagi aku memenuhi permohonan dan harapan manusia"


"aku ingin mengatakan sesuatu padamu" ucap Anzel menatap Yashbi yang memangku tubuh Karmellita. Dipangkuannya terduduk diatas permukaan tanah. Tangan gemetar hebat.


Yashbi membalas dengan tatapan nyalang.

__ADS_1


__ADS_2