Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 69


__ADS_3

*Flashback Clara*


Di setiap dunia memiliki pemimpin atau lebih dikenal dengan Raja dan Ratu begitu juga Di Satan's World. Satan's World adalah tempatnya dunia Setan dan makhluk ghaib lainnya yang memiliki beraneka ragam wujud dari yang terbaik hingga terburuk. Kali ini pemimpin mereka adalah seorang Ratu yang masih terlelap dalam tidurnya dan akan terbangun jika kekuatannya seratus persen terpenuhi yang berasal dari pemujaan atau persembahan di dunia manusia. Ratu Satan's World bernamakan Clara Brone yang memiliki arti Kesedihan. Meski dalam keadaan tertidur setiap manusia yang memujanya atau menyembahnya akan terpenuhi segala keinginannya dengan sangat cepat berupa hal materi dan finansial. Apalagi manusia itu sendiri sampai mengorbankan nyawanya demi memenuhi keinginan yang ada dalam dirinya.


Pemimpin Satan's World akan terbangun di setiap lima belas tahun sekali di perhitungan dunia manusia. Salah satu ciri kedatangannya di dunia manusia adalah semakin banyak manusia yang hilang kendali atau di sebut gila dan hilangnya manusia dengan jumlah banyak.


Setiap manusia yang mendengar kata-kata yang keluar dari mulutnya akan langsung terhipnotis dan melakukan apa yang diinginkan Ratu Satan's World itu. Contohnya, Tuti dan Anuya. Saat ini mereka di bawah kendali Clara.


Sebelum munculnya Clara Brone lima belas tahun lalu telah munculnya pemimpin Satan's World lainnya yang bernama Brennan Brone. Brennan Brone terbentuk dari dunia manusia karena para wanita menjadikan budak kecantikkan dan saat itu para wanita kerap kali disakiti baik verbal dan non verbal.


Di dunia manusia Brennan Brone memainkan setiap wanita yang dia kehendaki dan membuangnya bahkan melenyapkannya (tanpa jejak) begitu saja ketika sudah tidak diinginkan.


Di waktu yang sama di dunia manusia akan terlahir manusia biasa (bukan pemimpin) yang memiliki kekuatan supernatural melebihi manusia lainnya. Kali ini, manusia yang terlahir adalah seorang laki-laki yang memiliki daya imajinasi dan supernatural tinggi. Dia sangat mengagungkan wanita dan anak-anak manapun tidak melihat dalam segi fisik atau apapun. Dia bernama Zeys Mengesha. Untuk menyelamatkan wanita dan anak-anak yang tertindas diperlakukan semena-mena Zeys, membuat dunianya sendiri dengan menggunakan kekuatan yang ada dalam dirinya. Dan akhirnya keinginannya untuk mendirikan dunia di mana hanya ada wanita dan anak-anak terwujud.


Brennan Brone yang melihat di dunia manusia hanya terdapat sedikit wanita membuatnya muak dan tidak ingin lagi menampakkan dirinya di depan manusia-manusia bodoh itu terlebih lagi wanita. Dan Brennan Brone lenyap begitu saja. Dan muncullah Clara Brone yang terlahir dari hasil pemujaan dan persembahan manusia. Manusia yang mendewakan "Uang". Clara memiliki kekuatan yang lebih kuat dibanding Brennan Brone karena pemuja dan penyembah tadi yang lebih banyak dari Brennan Brone.


Clara yang saat ini berada di dunia manusia hanyalah sebagian kekuatan yang baru terkumpul (bukan wujud Clara yang asli) karena dalam tertidur pun Clara sudah tidak sabar untuk bermain dengan manusia-manusia terutama manusia yang memiliki kepintaran di atas rata-rata dan memiliki uang banyak. Kekuasaan.


Dunia manusia, manusia akan memiliki pendamping semasa hidupnya pendamping yang tak kasat mata. Pendamping ini datang dari Satan's World. Jika manusia memiliki sifat lebih dominan ke sifat negatif maka pendamping ini akan muncul dengan wujud cukup mengerikan tapi jika manusia memiliki sifat lebih dominan ke sifat positif pendamping ini akan muncul dalam wujud menyerupai manusia itu sendiri. Sama halnya dengan Yashbi dan Robin. Yashbi yang tadinya memiliki sifat lebih dominan positif tapi saat ini lebih condong ke sifat negatif si pendamping ini memiliki wujud setengah menghitam. Dan Robin memang dari awal memiliki sifat ke sifat dominan negatif jadi memiliki wujud pendamping cukup mengerikan dengan memiliki tanduk di kepalanya. Pendamping ini akan hidup selama si manusia sendiri itu masih hidup dan bisa memberikan kekuatan namun ada imbalannya yaitu memberikan seluruh kehidupannya. Pendamping ini di sebut juga Yoldas.


*Flashback Off *


🥰🥰🥰🥰🥰🥰


Kembali ke rumah Yashbi... Jam dua belas pagi.


Yashbi berada di ruang kerja bersama Anzel. Yashbi yang diliputi rasa cemburu tapi tidak menyadarinya dia, hanya bisa meluapkannya terhadap sopir sekaligus orang kepercayaannya yaitu Anzel.


Anzel hanya terdiam tertunduk tanpa berniat membalas apa yang diucapkan Yashbi padanya. Dia tahu betul harus berbuat apa jika Yashbi dalam keadaan seperti ini.


"kau semakin kubiarkan semakin menjadi, Anzel"ucap Yashbi penuh penekanan.


Jika sudah menyebutkan nama berarti Yashbi benar-benar kesal saat ini.


" akan kukatakan sekali lagi. Apa kau menyukai wanita itu? hah. Jawab!!! "bentak Yashbi yang duduk di kursi miliknya seraya melipatkan kedua tangannya di dada bidangnya.


" apa perlu melakukan hal ini agar kau membuka mulutmu dan bersuara "ucap kembali Yashbi dengan memegang alat perkakas (tang) ditangannya.


Deugh


Melihat benda itu Anzel sedikit mendongakkan kepalanya yang tadinya hanya tertunduk. Malas untuk bertatap muka dengan Yashbi.


" katakan. Akan aku dengarkan"ucap Yashbi memainkan alat perkakas itu.


Anzel menelan salivanya. Dan menjelaskan apa yang terjadi antara dirinya dan Ashana.


Mendengar hal tersebut langsung dari mulut Anzel membuat Yashbi mengerutkan dahinya.

__ADS_1


" anda bisa melihatnya di layar cctv yang sudah terhubung ke halaman belakang" imbuh Anzel.


Sebenarnya dalam hati Anzel merasa senang jika Yashbi menaruh perhatian terhadap Ashana. Ini sebagian kecil yang direncanakan Anzel untuk menarik perhatian dan perasaan Yashbi terhadap Ashana, istrinya. Mengingat kembali bagaimana pernikahan mereka. Anzel tahu betul.


"tuan...jika tuan tidak menginginkan hal sesuatu terjadi diantara kami bukankah lebih baik tuan menemani nona Ashana tidur di luar seperti sekarang ini atau tuan bisa memindahkannya ke kamar tuan sendiri"


"kenapa harus ke kamarku? dia sudah aku siapkan kamarnya sendiri. Jangan berpikir aneh-aneh, Anzel" ucap Yashbi dengan nada penekanan.


"bukan saya berpikir yang tidak-tidak. Tapi mengingat belakangan ini apa yang sudah terjadi dengan nona Ashana sebagian besar adalah akibat anda sendiri, tuan. Maaf sekali lagi saya minta maaf. Saya tidak bermaksud memihak satu sisi hanya saja saya tidak ingin anda salah jalan. Saya tidak ingin wanita di sekitar rumah ini... "ucapan Anzel terhenti kala Yashbi menyelanya.


" cukup. Jangan kau teruskan. Ucapanmu membuatku gerah, Anzel"ucap Yashbi nada kesal seraya meminum yang ada di atas meja kerjanya.


"kutekankan kau, Anzel. Sebaiknya menjauh dari wanita yang sudah bersuami"


Anzel tersenyum kilas.


"lalu, bagaimana meeting sore tadi, bagaimana hasilnya?" ucap Yashbi menatap Anzel yang mengeluarkan amplop coklat dari dalam jasnya.


Yashbi meraih amplop yang mengudara dan membuka isi amplop tersebut. Seketika rahangnya mengeras dan matanya membulat sempurna.


" apa maksudnya ini? hah. Jelaskan"ucap Yashbi menaruh kasar amplop itu di atas meja.


Yashbi membuka tiga kancing bajunya.


" seperti yang anda baca barusan, tuan. Sebagian investor menghilang tanpa jejak. Saya sudah mengerahkan anak buah untuk mencarinya namun hingga saat ini keberadaan investor itu belum menemukan titik terang"


Yashbi melihat layar alat pintar itu dengan wajah serius dan rahang mengeras. Kepalanya terasa berat.


"sial!!" kata ini yang terlontar dari mulutnya.


Anzel mengambil kue yang berada di atas meja, kue yang di buat Ashana.


Yashbi melihat apa yang dilakukan Anzel dengan ekor matanya.


"tuan Zared naik ke tingkat tiga dari sebelumnya" ucap Anzel santai sambil mengunyah kue buatan Ashana.


"Zared? selidiki apa yang dia lakukan dua bulan sebelumnya"


"dua bulan sebelumnya? kenapa aku harus melakukannya? bukannya sudah pantas dia mendapatkannya..." ucap Anzel seketika otaknya berputar mengingat sesuatu.


Yashbi menimpuk Anzel dengan pena dan mengenai mulutnya.


"lakukan saja apa yang kuperintahkan. Kenapa semenjak dekat dengan wanita kau banyak sekali bicara?" geram Yashbi.


Anzel mengeluarkan ponsel miliknya dan memperlihatkan beberapa investor yang bekerja sama dengan Zared.


"sebagian besar investor yang bekerja sama dengan Zared pun menghilang. Kau memberikan laporannya padaku seminggu yang lalu"

__ADS_1


Yashbi merasa janggal. Apa semua ini ada kaitannya dengan hilangnya Clara?


"kapan hilangnya wanita itu?" celetuk Yashbi hingga membuat Anzel tersedak.


Uhuk


Uhuk


"si... siapa maksud anda, tuan?" tanya serius Anzel.


"memangnya siapa yang selama kalian cari selain wanita itu, hah"


"maksud anda Clara. Ma....maksud saya nona Clara"


Anzel mendapat tatapan tajam dari Yashbi.


"tepat dua bulan lalu. Tanggal dua maret pukul dua puluh tiga lebih dua puluh tiga menit"


"investor yang hilang tanpa jejak rata-rata dari mereka adalah laki-laki. Apa mungkin Clara adalah..." gumam Anzel.


Yashbi melemparkan amplop coklat ke arah Anzel dan membuyarkan lamunan Anzel.


Anzel hanya tersenyum malu sambil menggaruk kepala belakang yang sebenarnya tidak gatal.


" cari informasi ke kantor polisi. Kali ini kita harus bekerja sama dengan mereka"


"tapi tuan... bukankah tuan selama ini tidak ingin berurusan dengan pihak berwajib"


"ya kau benar. Tapi kali ini kasusnya berbeda. Hampir separuh investor kita menghilang jika seperti ini terus akan dipastikan perusahaan keluargaku akan jatuh ke dasar tanpa sisa. Kau bayangkan dalam dua bulan empat puluh investor menghilang dan tidak tahu keberadaannya"


"sebaiknya kita bekerja dengan orang-orang yang sudah kita percayai, tuan. Lagipula kita belum mengerahkan semua yang kita punya" ucap Anzel tersenyum agar Yashbi tidak memarahinya selalu.


"lakukan saja apa yang menurutmu baik. Tapi kali ini kita tidak memiliki waktu banyak. Ingat itu"


Anzel hanya mengangguk.


🐣🐣🐣🐣🐣🐣


Di halaman belakang,


Yashbi membawa selimut dan diikuti Anzel yang membawa tikar, makanan dan minuman buatan Ashana. Mereka menghampiri Ashana yang tertidur lelap di langit malam dan udara dingin.


"kenapa harus tidur di luar seperti ini? apa rumah milikku kurang besar?" ucap Yashbi dengan helaan nafas kasar.


Yashbi duduk di tikar masih memegang selimutnya di sampingnya minuman dan makanan yang dibuatkan Ashana.


"Anzel, mulai sekarang kau perhatikan tanaman rempah-rempah. Sepertinya akan ada seseorang yang akan selalu membuatkan kita menu dengan bahan-bahan rempah-rempah. Aku menyukainya" ucap Yashbi tersenyum.

__ADS_1


Menanggapi apa yang dikatakan tuannya Yashbi, Anzel hanya tersenyum kembali.


__ADS_2