
Di jalan raya, wujud lain dari Yashbi masih mengekori ke mana pun Ashana pergi. Ashana merasa risih dan sangat tidak nyaman tatapan orang di sekeliling mengarah padanya karena dia kerap kali bicara sendiri padahal Ashana tengah bicara dengan wujud lain dari Yashbi.
"aku benar-benar seperti orang gila bicara sendiri di tengah-tengah keramaian" gumam Ashana
Sebelumnya, saat Yashbi mengambil jaket di dalam kamar Ashana sikap yang berubah dalam hitungan detik. Yashbi yang awalnya perhatian (ikut ke dalam gudang) dalam hitungan detik raut wajah dan sikapnya berubah dingin. Ashana tidak mengetahuinya jika Morina tengah di culik.
"aish... kenapa isi otakku dipenuhi olehnya" ucap Ashana berkali-kali memukuli kepalanya sendiri
Wujud lain dari Yashbi melihat tingkah Ashana yang lucu dari belakang hanya tersenyum.
"sebaiknya aku jangan terlalu memikirkannya. Kau harus mnegingatnya Ashana pernikahan ini hanya main-main ya main-main. Jika kau beruntung dia akan merasakan perasaan yang sama jika tidak beruntung dia akan pergi setelah menemukan kekasihnya itu. Kau harus tahu diri Ashana "ucap Ashana menatap langkah kakinya sendiri
Di sebuah cafe terlihat Lani dan Doni. Lani merasakan kekesalan yang memuncak yang tadinya berniat menjebak Ashana dan Yashbi dengan memfitnahnya hasilnya gagal. Dengan mata dan telinga sendiri dia mendengar dan menyaksikan jika Yashbi akan mengadakan pesta pernikahannya satu bulan lagi.
"sampai kapan kau akan minum terus?" tanya Doni yang mengupas kacang kulit
"sampai aku puas. Diamlah saat ini aku sedang dalam mood tidak baik" ucap Lani yang setengah mabuk sambil memegang botol minum
"sudah kukatakan rencanamu tidak akan berhasil. Aku sudah memberimu rencana yang hasilnya akan membuatmu sedikitnya merasa senang karena bisa dekat dengannya tapi tidak kau gunakan"
"bukan begitu. Aku hanya tidak mengerti apa yang kau katakan"
"tidak mengerti?"
Lani menganggukkan kepalanya
"benar juga. Lani ini tidak akan mengerti apa rencanaku"batin Doni
" aku harus datang ke sebuah sungai yang berada di desa GGG setelah berendam di sana tiga hari tiga malam. Sebelum melakukan hal itu aku harus mencari sendiri tiga jenis bunga berbeda yang ada di desa itu. Tidak masuk akal. Kenapa aku harus melakukan hal itu? berendam bisa dilakukan di rumah, untuk masalah bunga bisa membelinya di florist kenapa harus repot-repot mencarinya"ucap Lani kesal
Doni tersenyum simpul dan berbisik ke telinga Lani seketika mata Lani melotot sempurna dan yakin akan melakukan apa yang dikatakan Doni.
"kenapa kau tidak mengatakan sebelumnya? aku ingin bertanya padamu"
__ADS_1
"tanyakan saja"
"kau ini seorang dukun, cenayang, paranoid atau..." ucap Lani terpotong
"berpendapat apa saja tentangku aku sama sekali tidak merasa keberatan. Karena kau sendiri bingung harus mengatakan dan menjelaskan apa tentang diriku sendiri "
"kapan aku bisa melakukannya?"
"secepatnya lebih baik, bukan?"
"ya, kau benar. Aku ingin sekali merebut apa yang seharusnya menjadi milikku. Untuk masalah kekasihnya kurasa itu bukan masalah besar karena sampai saat ini tidak ada yang mengetahui keberadaannya" ucap Lani yang merasa sangat percaya diri akan mendapatkan Yashbi si duda beranak satu
"kau benar-benar mencintainya dan obsesi padanya. Melihatmu aku sedikit merasa ngeri"
"bukankah jika seseorang sedang mencintai akan melakukan hal apapun bahkan yang melanggar hukum sekalipun"
Doni hanya tersenyum tipis. Tidak mengira jika Lani wanita cantik dan berkelas akan melakukan hal apapun untuk seorang yang dicintainya.
"bagaimana jika kau tidak mendapatkannya?"
Seorang pelayan membawakan dua botol minuman ke arah Lani dan membuat Doni tercengang.
"kau... kau memesan lagi?"
"ya, sebenarnya ada rahasia tentang diriku saat perasaan dan pikiranku kacau aku bisa minum hingga lima botol" ucap Lani yang merasa bangga
Doni menggelengkan kepalanya.
Kembali ke tempat Ashana, dia sedang berada di tempat toko serba ada untuk mencari alat menggambar. Singkat cerita dia sudah mendapatkan apa yang diinginkan dan kembali ke rumah.
Seperti biasa menuju kamarnya yang menurutnya tempat paling aman dan nyaman. Dia menyiapkan alat menggambar dan membuka buku yang sewaktu kecil sering dia baca. Ya, buku yang hanya terdapat satu gambar. Di mana wujud lain dari Yashbi ada dalam buku itu tengah bersama beberapa binatang peliharaannya. Ada beberapa yang sudah menampakkan diri di depan Ashana seperti ular, semut dan gumpalan asap hitam.
Ashana mencoba menggambar kembali makhluk yang pernah bertemu dengannya dan juga menggambar wujud lain dari Yashbi. Selintas otak jahilnya bekerja. Dia mengambil sebuah majalah dan mengisyaratkan wujud lain dari Yashbi untuk berpose seperti dalam majalah tersebut.
__ADS_1
"kau bisa melakukannya. Pasti" ucap Ashana tersenyum licik
Wujud lain dari Yashbi terlihat sedikit tidak nyaman namun dia tetap melakukannya. Di tengah-tengah menggambar Ashana merasa aneh dan heran dengan dirinya sendiri bagaimana tidak dia tidak cukup pintar menggambar tapi kali berbeda tangannya bergerak sangat lihat dan menggambar tanpa harus menggunakan penghapus. Terlihat senyuman Ashana yang membuat wujud lain dari Yashbi tersipu. Dan persaan itu tembus pada Yashbi yang tengah duduk di ruang kerja yang berada dalam rumahnya menatap poto mesra Clara bersama dirinya.
"aku tidak bisa menemukan keberadaannya meski aku sudah melakukan ritual yang di mana seharusnya aku bisa dengan mudah menemukannya" gumam Yashbi memegang erat poto dengan tangan gemetar
"apa telah terjadi sesuatu padamu, Clara?"
Yashbi melakukan ritual untuk menemukan keberadaan seseorang dengan seperangkat baju yang dikelilingi rapalan mantra.
Yashbi beranjak dari duduknya selintas teringat wajah Ashana saat menatap poto Clara.
"kenapa aku ingat lagi gadis kecil itu. Apa yang dia sedang dia lakukan?" ucap Yashbi memegang sebelah pinggangnya.
Ashana terlihat sangat menikmati goresan pensil yang membentuk wujud lain dari Yashbi ditatapnya hangat hasil gambar itu.
Drrttt
Drrttt
Ponsel milik Yashbi menandakan tanda panggillan masuk.
" bagaimana keadaanmu? aku sudah menyuruh salah satu dokter untuk menanganimu"
"asetku tidak dalam kondisi baik. Sial. Kenapa mereka melibatkanku?" ucap Avril kesal
"sebagai permintaan maaf aku akan membeli bangunan cafe dan mengatasnamakan dengan namamu. Jadi serahkan data pribadimu padaku dengan begitu aku bisa memprosesnya secepat mungkin"
"dasar laki-laki old money apapun bisa kau lakukan hanya dengan satu kali helaan nafas yang keluar dari hidung dan mulutmu" ucap Avril yang merasakan sakit diseluruh tubuhnya akibat dipukul para preman
"kau harus mengakui jika diriku memang laki-laki hebat"
"hebat katamu? bagaimana bisa dikatakan hebat saat istrimu meninggal saja kau berniat menggali kuburannya kembali"
__ADS_1
"aku membatalkan niatku" ucap Yashbi kesal karena Avril berani mengejeknya
Yashbi memutuskan panggilan sepihak dan membuat Avril merasa kesal juga. Bukan hanya itu saja, keadaan cafe yang berantakan membuatnya lesu dan badannya mendadak tidak memiliki tulang.