
Anzel didampingi macan hitam menuju tempat keberadaan Clara. Clara yang masih dalam keadaan gelisah ingatannya terus mengingat kedekatan Ashana dan Yashbi.
"sial. Kenapa tubuhku menjadi seperti ini?" ucap marah Clara memukuli dadanya berulang kali.
"kenapa mereka terus berputar-putar didalam kepalaku?" gerutu Clara seraya teriakan yang mendengarnya akan merasakan ketakutan.
Diwaktu yang bersamaan Zeys mendatangi Clara.
"Clara" ucap Zeys lirih memegang kedua pundak Clara. Clara membelalakan kedua matanya.
"k-kau" ucap Clara terbata dengan air mata yang tidak bisa dihentikan.
"tenang lah ini hanya sementara" ucap Zeys yang merasa iba dengan kondisi Clara saat ini.
"sementara? apa maksudmu?" ucap Clara yang sama sekali tidak mengerti dengan ucapan Zeys.
Anzel berjalan melangkah menghampiri mereka.
"apa tujuanmu yang sebenarnya adalah agar merubah seorang iblis menjadi manusia utuh?" ucap Anzel membuka suara tahu betul maksud Zeys dibalik semua ini.
Ya, Zeys banyak sekali alasan untuk mencapai tujuannya setelah merubah seluruh perjalanan hidup atau takdir seluruh makhluk hidup. Ingin melindungi manusia terutama perempuan dan anak-anak, ingin menghidupkan kembali Brennan Brone hanya untuk meladeninya bertarung satu sama lain dan keinginan lainnya yang terbesar adalah mengubah seorang iblis menjadi manusia yang tidak lain adalah Clara.
Anzel tersenyum tipis.
"kau sudah memenuhi semua keinginanmu, Zeys dengan melakukan banyak hal terutama makhluk hidup. Makhluk hidup di Dunia Manusia dan Sata'n World"
"kau melenyapkan seluruh penghuni Sata'n World melalui tanganku melalui kekuatanku" ucap geram Anzel terlihat jelas Anzel sangat marah terhadap Zeys begitu juga Clara yang mendengar jika penghuni Sata'n World telah lenyap.
Clara beranjak berdiri dia menatap nyalang kearah Zeys dan Anzel.
Naga Milik Anzel menghampiri dan berubah kecil lalu menempel dipunggumg Anzel (menjadi tato).
"kau menginginkan semua makhluk terdahulu menjadi milikmu agar kau bisa menggabungkan seluruh dunia dan hidup berdampingan"
"jangan bercanda. Sama itu tidak akn terjadi karena aku satu-satunya orang yang akan menghalangimu"
Zeys tertawa terbahak menatap kearah Clara dengan tatapan tidak biasanya.
__ADS_1
"Clara, apa kau tidak mengingat tentangku walau hanya sedikit saja?" ucap lirih Zeys.
"aku melakukan semua ini hanya untukmu seorang. Ya, untukmu seorang Clara" ucap kembali lirih Zeys dengan tatapan sendu.
"kenapa semua melarangku untuk memiliki dan mencintaimu, Clara" ucap frustasi Zeys berteriak.
Deugh
"k-kau jangan-jangan kau ini" ucap terbata Anzel mengingat seseorang.
Zeys memperlihatkan wujud aslinya dan membuat semua orang yang melihatnya tercengang.
"kau manusia yang memiliki spritual tinggi dibanding manusia lainnya bahkan dewa dan iblis sekalipun dan hanya kau manusia yang keluar masuk dengan mudah ke Dunia mana pun termasuk Dunia Atas. Kau manusia tanpa nama atau lebih dikenal Non Human" ucap Anzel dengan membuatkan kedua matanya sempurna.
"kau menolak menjadi pemimpin dewa selama ini dan bersembunyi tanpa siapa pun yang mengetahuinya. Memang tidak diragukan lagi dengan kekuatan yang kau miliki" ucap Anzel yang lagi dan lagi dipermainkan takdir yang dibuat ulang oleg Zeys.
"kalian lah para Dewa yang membuatku seperti ini. Kenapa kalian tidak menyadarinya hingga sekarang ini?" ucap Zeys penuh penekanan menatap Anzel dan juga Clara.
Zeys yang memiliki kekuatan spritual dan imajinasi sangat tinggi dibanding manusia bahkan dewa dan iblis sekali pun kerap hidupnya tidak tenang karena selalu diusik dan didatangi dewa-dewa lain yang memohon padanya untuk bersedia menjadi pemimpin Dewa, pemimpin Dunia Atas. Zeys selalu menolaknya baik halus atau kasar. Karena setiap mendalami ilmu spritual dan imajinasinya dia selalu dipertemukan dengan seorang wanita cantik yang bukan dari kalangan manusia dan Dewa melainkan iblis. Sekali dua kali kejadian dia tidak mempercayai adanya wanita itu tapi saat membangun mendirikan dunia khusus perempuan dan anak-anak tanpa sengaja bertemu Clara yang masih dalam keadaan terbaring belum bangkit. Wajah Clara sama persis dengan wanita yang sering dia temui di alam spritualnya.
Dengan spritualnya yang sangat tinggi Zeys dapat mengetahui apa yang harus dia lakukan mencapai keinginannya.
Clara terlihat gelisah keringat bercucuran. Perlahan kulit wajahnya keriput layaknya seorang nenek.
"apa ini? apa yang terjadi?" ucap Zeys kaget.
Kekuatan bintang Canis Major keluar dengan sendirinya dari tubuh Clara diwaktu yang bersamaan kekuatan bintang itu pun keluar dari tubuh dari tubuh Ashana. Ashana yang bersama Yashbi di tengah perjalanan menuju rumah Yashbi berhenti sesaat.
"kau melupakan sesuatu. Kau memang benar jika semua keinginanmu telah terwujud. Tetapi, dengan caramu seperti ini memaksakan semua kehendak tidak akan berakhir baik. Aku tahu kau kuat bahkan lebih kuat dari makhluk yang da di dunia ini tapi kekuatanmu tidak akan berguna jika kau menggunakannya hanya untuk dirimu sendiri "ucap Anzel panjang lebar memperingati Zeys untuk merenungi apa yang sudah dia lakukan.
Zeys mendengar ucapan Anzel hanya tertawa terbahak bahkan terdengar mengerikan. Dengan sendirinya kekuatan Canis Major menghampiri Zeys dan terkumpul semua.
" aku tidak ingin mendengar ucapan omong kosong darimu. Dari seorang Dewa yang baru hidup kembali beberapa menit lalu" ucap Zeys meledek.
Anzel menghela nafas kasar.
__ADS_1
Zeys memasukkan kekuatan Canis Major itu kedalaman tubuhnya sendiri.
"aku sudah memperingatkanmu. Ada kekuatan yang bisa saja melenyapkanmu hanya dalam hitungan per sekian detik"
"apa peringatan darimu berguna untukku? tentu saja tidak. Dari semenjak kalian memaksaku untuk menyandang gelar itu dari saat itu juga aku sudah membenci kalian. Kau katakan jika aku memaksakan kehendakku sendiri lalu apa bedanya dengan kalian? kalian menginginkanku hanya karena aku kuat daripada kalian. Tapi, jika aku tidak sekuat itu apa kalian akan datang padaku memohon seperti saat itu? " ucap Zeys kesal yang sedari dulu dia pendam rasa marahnya untuk Dunia Atas khususnya para Dewa yang saat itu mendatanginya secara berkala memohon untuk menjadi pemimpin Dewa.
" untung saja aku bisa menahan diri jika tidak aku bisa melenyapkan kalian semua tapi aku tidak melakukannya. Karena apa?"
"karena aku tidak menginginkan kekuatan ini bersemayam dalam tubuhku"
"tapi beri aku waktu untuk hidup beberapa saat bersamanya" ucap lirih Zeys menatap Clara sendu.
Dengan kekuatan yang dimiliki Zeys Zeys sama sekali tidak merasa hidupnya bahagia dia selalu saja ingin mendapatkan lebih dan lebih lagi.
______________
Ashana dan Yashbi berada di rumah Yashbi tepatnya di depan pintu ruangan kamar Morina.
Yashbi mendobrak pintu itu karena memang susah dibuka.
Braaak
Dalam satu kali tendangan pintu terbuka.
Kedua bola mata mereka melotot sempurna melihat keadaan Morina.
Apa yang terjadi terhadap Morina?.
Halo readers yang terhormat dan baik hati
Mohon maaf alurnya dipercepat. Sekali lagi mohon maaf 🙏🙏🥺
Karena di platform ini untuk genre Fantasi supernatural magic kurang peminatnya.
Tapi othor tidak berpikir begitu mungkin karena karya othor sendiri yang kurang baik dan bagus.
Untuk selanjutnya mungkin othor bakal buat cerita tentang Ceo atau rumah tangga. Ditunggu aja yah. 😉🙏🥺
__ADS_1