
Clara adalah wujud lain dari penguasa atau pendiri dunia Satan's atau Satan's World. Clara terbentuk dari kekuatan pendiri atau penguasa Satan's World. Salah satu sifat yang sangat jelas dia suka sekali mempermainkan hati, pikiran dan rasa manusia hingga manusia menemukan sisi gelapnya di dalam dirinya sendiri. Contohnya seperti Yashbi dan Robin mereka memiliki sisi gelap dalam dirinya yang tidak pernah bangkit selama ini namun, kemunculan Clara di dunia manusia berdampak besar dalam kehidupan manusia itu sendiri. Manusia biasa yang memiliki penyakit hati akan mempermudah Clara mempermainkannya bahkan hingga mati sekalipun.
"aku ingin sekali melenyapkan laki-laki yang berani merusak mainanku" ucap kesal Clara.
"siapa maksudmu?"
"dalam beberapa tahun ini aku masih tertidur di alas datar dan keras. Aku sangat tidak menyukainya. Seharusnya enam bulan lalu aku sudah terjaga. Namun, langit berkata lain. Ada seseorang yang mengangguku. Aku sangat membencinya ya, membencinya hingga ujung langit ini" ucap Clara berdecih kusangking kesal dan marah.
Yang Clara bicarakan adalah Zeys.
Ya, kemunculan Zeys berdampak besar untuknya yang tidak bisa terbangun dari waktu yang sudah ditetapkan.
"sebelum Parade nanti aku harus terbangun sepenuhnya" ucap Clara dengan tatapan nyalang lurus ke depan.
"katakan. Apa yang harus kulakukan? sejauh ini meskipun kita sudah mengenal puluhan tahun kuakui aku belum mengenalmu sepenuhnya. Yang aku tahu kau dan aku memiliki tujuan sama yaitu mempermainkan hati manusia"
Baru kali pertama Anuya melihat senyuman Clara dan membuatnya tersipu kembali.
"kau hanya perlu membawa mereka sebanyak mungkin. Ya, orang-orang yang memiliki benda ini (dari telapak Clara keluar setumpuk uang, emas, permata dan lainnya yang berharga menurut manusia) aku ingin menghabisi mereka" ucap Clara tersenyum simpul.
"kau tenang saja. Aku akan mengobati mulutmu yang terluka" menepuk pundak Anuya.
Deugh
"bagaimana kau bisa mengetahuinya?" ucap Anuya terheran.
"semua manusia yang memiliki tingkat kepintaran di atas rata-rata aku sangat menyukainya dan mereka akan berada dalam dekapanku" ucap Clara dengan pandangan berbeda dari sebelumnya membuat Anuya terpaku dan menelan salivanya.
"bukan hanya perihal benda yang menurut mereka berharga saja. Sebagai imbalan apa yang kau inginkan dariku, Anuya?" Clara dengan wajah datarnya membuat jantung Anuya berdesir dan berdegup kencang.
"aku.... aku ingin melihat dan berada di dekatmu setiap saat" ucap Anuya menatap teduh Clara.
Ya, Clara sepenuhnya sudah mengendalikan Anuya jauh dari sebelumnya sebenarnya. Hanya saja kali ini Anuya semakin terjatuh ke dalam dan kemungkinan besar tidak akan mungkin bisa bangkit lagi.
Clara memeluk dan mencium bibir Anuya.
"ini salah satu cara menyembuhkan mulutmu" ucap Clara dengan wajah tanpa dosanya. Padahal seorang laki-laki yang ada dihadapannya saat ini memiliki perasaan lain untuknya.
Apa Anuya akan mati di tangan Clara??? 🤔🤔🤔
Di perjalanan pulang Merisa, terlihat termenung memikirkan tempat tadi yang dia datangi bersama ayahnya dan juga Anuya.
__ADS_1
"tempat apa itu? baru kali ini mendatangi tempat seperti itu dan baru kali ini aku melihatnya. Tepatnya di kota sebelah. Bukankah kota sebelah sudah mati karena kejadian bintang jatuh tempo hari?" gumam Merisa menyetir dengan pikiran yang dipenuhi pertanyaan.
Kota sebelah tempat Yaebud tempo lalu mengalami bencana besar di mana jatuhnya bintang dan menghancurkan sebagian besar kota itu dan juga penduduknya. Penduduk lenyap hanya dalam sekejap setelah bintang itu jatuh.
"aku harus segera pulang dan bertanya pada mamah. Mungkin dia tahu sesuatu tentang tempat itu" gumam Merisa yang merasakan khawatir yang hebat ketika memikirkan ayahnya, Robin.
Drrt
Drrt
Ponsel milik Merisa berbunyi menandakan panggilan masuk dan di situ tertera nama kontak "HRD kantor".
"tunggu, aku akan segera ke kantor dan mengurus semuanya jadi kau tidak perlu khawatir akan gajimu tidak dibayar. Kami akan pastikan membayarnya sesuai perjanjian" ucap Merisa menutup sambungan secara sepihak.
Merisa tiba di kamar kedua orang tuanya mengambil sejumlah uang di brankas yang diperintahkan Robin. Dia tersadar jika Nelly tidak ada di tempat.
"ke mana mamah? aku tidak melihatnya? apa dia pergi? ah... sudahlah mungkin mamah bersama temannya" Merisa melangkah menuju keluar kamar namun, langkahnya terhenti ketika mendengar suara rintihan.
Deugh
Merisa menuju suara rintihan itu dan menemukan Nelly dalam kondisi mengenaskan. Tangan dan kaki yang terikat kuat, leher pun terikat namun tidak terlalu kencang hingga bisa bernafas hingga saat ini. Keringat sebiji jagung memenuhi wajahnya. Merisa sangat panik dan berusaha membuka seluruh tali yang mengikat Nelly.
"jangan banyak bicara. Cepat lepaskan. Mamah sudah tidak bisa bernafas" ucap Nelly terbata-bata.
Pandangan Nelly ke arah tas hitam yang di bawa Merisa.
"minumlah" ucap Merisa menyodorkan segelas air minum.
"siapa yang melakukan ini? apa mamah mengenali wajahnya? aku akan mengurus dan melaporkannya" dengus kesal Merisa.
"Cla...Clara" lirih Nelly memegang gelas.
Deugh
"Clara!" sontak membuat Merisa kaget.
"mana mungkin, mah? dia kan...(mengisyaratkan gila)" ucap Merisa masih tidak percaya dengan apa yang terjadi pada Nelly akibat ulah Clara, adiknya.
"mamah merasa ada yang aneh dengannya"
"aneh? maksudnya?"
__ADS_1
"dia terlihat lebih segar dan cantik sangat cantik. Mamah sampai-sampai dibuat bengong melihat dia saat masuk kamar mamah. Dan kau tahu, mamah mengikat diri mamah sendiri tidak sepenuhnya dilakukan olehnya melainkan oleh mamah sendiri. Apa yang dia katakan dengan spontan mamah lakukan "ucap Nelly dengan tubuh gemetar mengingat kejadian dirinya bersama Clara beberapa jam lalu.
Merisa mengerutkan dahinya mencerna ucapan Nelly.
" apa ini ada hubungannya dengan kejadian tempo dulu? "
" ya, saat bintang jatuh. Mamah ingat? kita sedang memohon suatu permintaan saat bintang jatuh itu hal biasa. Tapi dalam waktu bersamaan ada kejadian aneh yang terjadi di kota sebelah"
Merisa mengambil surat kabar yang dia simpan puluhan tahun lalu.
"bagaimana bisa kau masih menyimpan barang yang sudah ketinggalan jaman seperti ini?" ucap Nelly yang keheranan.
"kenapa mamah melupakan kebiasaaku? hal seperti ini sudah menjadi kebiasaanku" ucap kesal Merisa.
Ya, Merisa memiliki kebiasaan menyimpan barang atau sesuatu hal yang membuatnya penasaran.
Di dalam surat kabar itu tertera tanggal beserta jam tentang bintang jatuh yang menghancurkan kota sebelah beserta menghilang seluruh penduduknya. Lima hari kemudian, surat kabar memuat kabar tentang munculnya keanehan bintang sangat terang di namakan Canis Major dan munculnya hewan di bawah tanah yang tidak bisa digali meski sudah menggunakan alat berat dan alat lainnya oleh orang-orang yang memiliki kekuasaan. Naas, orang-orang yang terlibat dalam penggalian mati mengenaskan dengan tubuh yang terbagi menjadi dua bagian tepat potongan dibagian perutnya. Tidak hanya itu, keluarga yang terlibat dalam beberapa hari meningkat pesat dalam segi keuangan.
Saat itu juga, keluarga Robin mengadopsi Clara dari sebuah panti setelah satu hari Clara tinggal bersamanya, surat kabar memuat kabar jika panti tersebut hancur tidak meninggalkan apapun selain reruntuhan bangunan.
"apa ini ada sangkut pautnya? aku hanya berpikir bisa saja Clara dan munculnya bintang ini ada sangkut pautnya. Dan bangunan itu..." gumam Merisa.
"mah, mamah ingat kan? setelah satu hari kejadian bintang jatuh ini kita mengadopsi Clara di panti itu"
Nelly menjelajah setiap ingatan dalam otaknya.
"mamah tidak ingin berpikir yang berat-berat. Mamah sudah tua"
"mamah akan memberi pelajaran untuk adikmu itu" geram Nelly tidak memperdulikan Merisa yang sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.
"apa aku harus mendatangi dia" gumam Merisa.
Nelly beranjak melangkahkan kakinya menuju kamar Clara. Berniat memberikan pelajaran untuknya namun.... Apa yang mereka temukan?
Mereka tidak menemukan keberadaan Clara di sudut manapun.
Merisa meyakini jika Clara bukan manusia.
Ya, sebelum di kurung dan dilarang bertemu Yashbi. Clara bersikap aneh. Dia terlihat senang dan tertawa renyah di hadapan Robin, Nelly dan Merisa. Tidak raut wajah ketakutan sedikitpun. Justru, Clara memberikan cara-cara agar mencelakai seseorang tanpa menyentuhnya.
Merisa mengingat hal itu dan yakin sekali jika Clara bukan manusia biasa.
__ADS_1