
Clara yang berada di dunia milik Zeys.
Flashback on
Zeys yang memiliki kekuatan spiritual yang sangat tinggi dibanding manusia lainnya. Dia tidak menyukai kehidupan selama ini dimana perempuan dan anak-anak diremehkan bahkan dijadikan alat Pelampiasan terutama untuk orang-orang yang memiliki kekuasaan.
Zeys mengorbankan sebagian besar hidup dan kekuatan spiritual yang dia miliki untuk membangun dunia yang akan hanya dihuni oleh perempuan dan anak-anak saja. Tidak hanya kekuatan spiritual yang dibutuhkan untuk membangun dunia yang diinginkannya. Dia harus memiliki daya imajinasi dan khayalan tinggi pula.
Untuk melakukannya dia pergi ke tempat yang sangat jauh, jauh dari jangkauan manusia dan makhluk hidup lainnya termasuk tumbuhan. Tempat yang disebut Terra Morta. Terra Morta hamparan yang luas ditengah langit dan tempat manusia.
Zeys bertapa ditengah-tengah Terra Morta. Tidak jarang dihiasi meteor jatuh, bintang jatuh dan planet lain mengitarinya. Zeys dengan konsentrasi penuh dan memusatkan energinya terhadap satu titik. Jarak seratus sembilan puluh delapan hari dunia yang diinginkannya terbentuk. Tapi, bukannya menjadi lemah melainkan Zeys semakin dan semakin kuat dari sebelumnya dan penampilan nya sedikit berubah dan lebih muda dari sebelumnya . Untuk memasuki dunianya hanya Zeys sendiri yang mengijinkannya jika bukan Zeys maka siapapun tidak dapat memasukinya.
Baru saja dunia yang diinginkannya terbentuk seseorang memasukinya tanpa harus ijin darinya. Zeys tercengang. Dia menghampiri wanita yang pertama kali memasuki dunianya yang baru didirikannya itu.
Aura kegelapan menyelimuti seluruh tubuh wanita itu bahkan tercium bau busuk yang tidak pernah ada didunia ini.
Zeys berjalan mendekatinya menahan nafas sungguh ingin muntah mencium bau busuk itu menusuk indra penciumannya.
"s... siapa?" tanya Zeys.
Wanita itu menoleh yang sedari membelakanginya.
"apa aku sudah terbangun sepenuhnya? lalu, tempat ini di mana?" tanya wanita itu.
Zeys tidak menyadari jika dunia yang bangun sejajar dengan dunia yang disebut Satan's World.
"dia ini makhluk dari Satan's World rupanya" batin Zeys.
Teringat sesuatu saat mencium bau busuk itu Zeys pernah mengalahkan makhluk berwujud manusia juga yang mengacaukan dunia manusia terutama bagi kaum perempuan makhluk itu bernama Brennan Brone.
Brennan Brone yang sangat tertarik dengan kaum perempuan. Dan bangkitnya Brennan Brone karena kaum perempuan yang memiliki sifat tamak dan serakah. Maka dari itu Brennan Brone memperdaya seluruh kaum perempuan dengan mengubah dirinya menjadi setampan mungkin dan ini dilakukan dengan berbeda wujud kesetiap perempuan yang dia temui. Setelah puas bermain dengan mereka Brennan Brone akan melenyapkannya bahkan menyiksanya terlebih dahulu.
Kembali kepertemuan Clara dan Zeys.
"ah... aku harus bertemu dua kali dengan makhluk yang merepotkan nan bau seperti ini " batin Zeys.
"ya, kau sudah sepenuhnya terbangun. Apa kau sangat menginginkan terbangun dengan begitu cepat?"
"tentu saja. Ada yang harus aku lakukan didunia sana. Didunia tempatnya manusia" ucap Clara dengan senyum tipis.
"apa yang akan kau lakukan terhadap manusia-manusia itu? "
"hanya bermain. Ya, bermain tentunya. Kau bisa melihatnya mereka begitu memuja suatu benda sehingga rela kehilangan akal dan pikiran mereka. Sungguh menarik"
"adanya aku sekarang ini karena sifat manusia itu sendiri. Apa mengerti maksudku? ah... sepertinya kau tidak paham sama sekali"
"baik akan aku jelaskan. Manusia-manusia itu rela membuang segalanya yang sudah menjadi miliknya kecuali, uang. Mereka rela melakukan apapun untuk mendapatkannya. Maka dari itu ini menjadi lebih mudah dan sangat menarik untuk bermain dengan mereka"
__ADS_1
Zeys paham dengan ucapan Clara. Secara tidak langsung Clara ingin menghukum manusia yang hanya mementingkan mendapatkan sesuatu dengan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan suatu benda yang disebut uang.
"lakukan apa yang kau inginkan. Tapi..."
Clara menatap intens Zeys.
"kau harus betjanji kembali ketempat ini. Jika tidak kau tidak jisa keluar dari sini"
Clara mengedarkan pandangan. Dia baru tersadar jika dirinya terbangun, sepenuhnya bangkit bukan ditempatnya, Satan's World.
Mengakui jika dia merasa ada perasaan lain selintas dalam benaknya.
Zeys mengikat tali perjanjian. Tali perjanjian yang melingkar Dibagian tengah dada Clara.
"setelah itu apa yang akan kau lakukan?"
"maksudmu?"
Seketika tempat itu berubah menjadi sesuai dengan apa yang Clara inginkan. Tempat dengan lahan luas hamparan berwarna merah dan para pengikut yang berasal dari Satan's World berada disana. Mereka seolah hidup seperti manusia.
Zeys seketika membulatkan kedua matanya.
"kenapa aku bisa berada ditempat ini?"
"karena dasar dalam dirimu mencari sesuatu yang sangat kuat yang akhirnya membuatmu berada ditempat ini"
"setelah aku bermain dan menghukum mereka. Pasti aku akan kembali tapi sepertinya ini tidak akan mudah"
"arti menghukum untukmu jauh berbeda dengan hukuman lainnya. Kuberitahu kau satu hal. Manusia yang hidup dijaman sekarang ini berbeda sekali dengan manusia sebelumnya. Kau akan tahu sendiri seperti apa mereka setelah berada disana"
"aku akan mengambil semua benda itu dari mereka" ucap Clara menatap lurus kedepan dan seketika menghilang dari hadapan Zeys.
Clara mengetahui jika Canis Major akan terjatuh di tempat manusia maka dari itu dia segera menuju keberadaannya.
Ya, Clara akan mengetahui keberadaan benda terkuat.
Turunnya Clara ketempat keberadaan para manusia (Yaebud) bersamaan dengan jatuhnya Canis Major membuat sebagian manusia lenyap (kota sebelah) begitu saja yang hanya menyisakan tiga orang manusia yaitu Anzel, Ashana dan Anuya. Ini disebut kehendak alam semesta.
Flashback Off
Clara dan Zeys berada di Satan's World.
Clara yang menyaksikan dirinya sendiri terbaring yang hanya membuka matanya.
"ini ketiga kalinya kita bertemu. Apa yang kamu rasakan? " ucap Zeys duduk disamping Clara yang terbaring.
"aku sudah tidak lagi menghalangi jalannya penyembah dan pemujamu"
__ADS_1
Zeys beberapa terakhir ini sudah tidak menghalangi jalannya penyembah dan pemuja kemana seharusnya mereka berada.
Darah manusia penyembah dan pemuja akan masuk kearah benda yang berada didalam tanah Yaebud bersama mayat istri pertama Yashbi, ibu Morina.
Sementara ruh/jiwa manusia penyembah dan pemuja akan masuk kearah Clara yang masih terbaring.
"untuk mempersingkat waktu. Akan aku berikan ruh/jiwa manusia yang sengaja aku ambil pada saat itu" ucap Zeys memperlihatkan ruh-ruh.
"sudah aku duga ternyata kau dibalik semua ini" ucap geram Clara.
Pantas saja kebangkitan Clara terbilang lambat ternyata Zeys yang berusaha menghalanginya selama ini. Termasuk kekuatan Canis Major. Clara hanya mendapatkan sebagian kecil saja karena Zeys menghalangi masuknya kekuatan Canis Major.
Zeys tersenyum tipis.
"Parade itu akan segera tiba. Aku sungguh menantikannya"
"terdahuluku kalah telak karena dia tidak memiliki ruh atau jiwa manusia yang cukup. Karena dia tidak melakukan penyembahan dan pemuja. Tergiur dengan ketamakan dan keserakahan manusia. Ya, manusia yang bernama perempuan " ucap Clara datar.
Lagi lagi Zeys tersenyum tipis.
" kau salah. Aku melenyapkannya sebelum dia berbuat lebih jauh lagi. Aku tidak ingin perempuan itu menderita lebih banyak lagi"
"kau sangat mengagungkan manusia yang bernama perempuan itu hingga mendirikan dunia dikhususkan untuk mereka. Menji*ikan"
"padahal saat ini mereka sama saja menggilai benda itu"
"ya kau benar. Tapi dijaman dulu mereka tidak seperti itu. Maka dari itu, saat ini aku lebih memilah siapa perempuan yang akan aku jadikan penghuni duniaku"
"aku melihatmu menemui dan membantunya perempuan itu. Apa dia termasuk pilihanmu?"
"ya. Setelah aku membereskanmu aku akan membawanya keduniaku. Kau tahu kenapa? karena kekuatan yang sama-sama kalian miliki. Kekuatan yang berasal dari Canis Major. Kekuatan yang berasal dari alam semesta"
"kau mungkin menyerap kekuatan Canis Major lebih banyak darinya tapi tidak apa yang akan dihasilkan dari kekuatan itu saat diakhir nanti"
"lalu, jangan kau katakan kau juga menghalangi kekuatan Canis Major yang tadinya akan memasuki ragaku tapi karena kau.... kekuatan itu... " ucap Clara terhenti kala melihat Zeys hanya tersenyum kearahnya.
"sialan..."
Zeys menjentikkan jarinya.
"apa kau merasakan sesuatu pada tubuhmu? tanya Zeys seraya memandangi Clara yang terbaring.
Clara merasa sesak didada seolah akan mati pada saat itu juga. Tanda yang diberi Zeys ditengah dadanya tempo lalu seolah menjadi benda terbesar menghimpit dadanya membuat sulitnya bernafas.
"waktumu sudah berakhir, Clara. Kau sudah aku peringatkan saat itu waktumu hanya sebentar bermain ditempat manusia-manusia itu" ucap Zeys mendekatkan wajahnya.
Zeys sedari tadi dengan kekuatannya menahan beberapa saat agar rasa sesak pada Clara tidak timbul.
__ADS_1
*ada dua Clara, satu Clara yang terbaring belum sepenuhnya bangkit tetbangun dan satu lagi Clara yang telah tinggal cukup lama ditempat manusia. Keduanya sama saja hanya Clara yang tinggal dibumi merupakan sebagian kekuatan dari Clara yang terbaring yang sepenuhnya belum bangkit terbangun*