Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 26


__ADS_3

Di sekolah...


Jam belajar telah usai, murid-murid berhamburan keluar dari ruang kelas. Teman sekelas bersama Ashana terdengar bisik-bisik dan terdengar langsung oleh Ashana sendiri.


"dia berani masuk sekolah setelah menikah. Nyalinya boleh juga"


"tentu saja. Dia kan simpanan om-om kaya"


"dari murid biasa menjadi wanita berduit pasti besar kepala kusangking besarnya bando kepala ga kan muat dikepalanya"


Serempak tertawa.


Ashana berusaha pokus menulis dan mempelajari materi yang sebelumnya tertinggal.


"lebih baik sih om-om kaya daripada kere setidaknya hidup terjamin"


"om-om itu pasti kaya deh, bagaimana tidak kita satu kelas diberi uang jajan olehnya. Terbayang kan, betapa kayanya laki-laki yang menikahi teman sekelas kita?"


Mereka kembali tertawa serempak.


Ashana pikirannya langsung tertuju pada Yashbi sambil mengeratkan pegangan pena.


" jadi dia... "batin Ashana kesal dan marah wajah merah padam


Teman sekelas sudah pulang terkecuali Ashana yang masih betah di kelas mencatat dan mempelajari pelajaran yang tertinggal.


Diwaktu yang sama, Yashbi yang tengah mengobrol dengan Doni di ruangan tv. Ditemani dua cangkir kopi hitam yang dibuat Doni.


"bagaimana dengan keponakanku? dia anak baik jadi tidak mungkin berbuat macam-macam" ucap Doni yang memainkan remote tv


"euumphh" ucap singkat Yashbi


"kenapa dengan jawabanmu? hei, kau bisa melepaskan perjanjian itu lagipula kakakku sudah tidak ada lagi di dunia ini jadi tidak mungkin terjadi kutukan itu" ucap Doni serius


Doni mengetahui jika temannya ini hanya menjadikan keponakannya sebagai umpan.


"tidak bisa. Kutukan itu akan tetap berjalan sampai batas waktu yang sudah ditentukan yaitu enam bulan. Bagaimanapun aku harus secepat mungkin menemukannya" ucap Yashbi cemas


"kau tidak menyentuhnya, kan?" tanya Doni sambil menyeruput kopi dalam cangkir


"tidak. Aku tidak berselera dengan anak kecil" ucap Yashbi ketus


Doni menyemburkan kopi di dalam mulutnya ke arah Yashbi.


"sialan! apa yang kau lakukan?" ucap Yashbi marah

__ADS_1


"m... maaf aku tidak sengaja. Jawabanmu bagaimana kau tidak tergoda dengannya. Aku tahu jika keponakanku itu banyak yang menyukainya" ucap Doni bangga


"dia bukan seleraku, Don. Aku tidak menyukai anak kecil"ucap Yashbi


" sebenarnya aku sebagai pamannya tidak menyetujui pernikahan ini. Hanya karena untuk menyembuhkan seseorang kehidupan orang lain jadi jaminan dan belum tentu bahagia. Dan juga pasangan yang menikahinya memiliki alasan lain selain mengobati sebagaimana pekerjaannya"ucap Doni kecewa


"kau jangan membuat keadaan ribet. Aku tidak akan menyentuhnya selama enam bulan" ucap Yashbi meyakinkan temannya itu


"jika enam bulan berlalu dan kau masih belum menemukannya. Apa yang akan kau lakukan selanjutnya?" tanya Doni


"aku akan melepaskannya sesuai rencana awal"jawab Yashbi


" bagaimana jika dia mencintaimu? apa yang akan kau lakukan, Yash? "tanya kembali Doni


" tetap saja aku akan melepaskannya. Sudah kukatakan kau jangan memperkeruh suasana"ucap Yashbi kesal dengan pertanyaan-pertanyaan temannya ini


"sudah kuduga gadis kecil itu yang akan terluka dan tersakiti harusnya aku mencegahmu, Yash" ucap Doni kesal mengepalkan tangannya ingin sekali meninjau wajah temannya ini


"saat kau menemukan wanita itu kau akan kembali dengannya dan hidup bahagia. Jika wanita itu tidak kembali kau akan melepas gadis kecil itu. Hah... jangan bercanda!!!" ucap Doni nada tinggi


Yashbi seketika kaget baru kali ini Doni bicara dengan nada tinggi dihadapannya.


" Ashana tidak memiliki pilihan apapun. Sedangkan kau bermain sesuka hatimu tanpa memakai otak dan hati "ucap Doni marah


" kenapa kau berkata jika ini adalah akhir dari hidupnya? aku akan melepasnya agar dia melanjutkan kehidupannya yang sempat tertunda "ucap Yashbi datar


" aku akan menemukan cara agar tidak sampai enam bulan dengan begitu dia akan lepas darimu lebih awal"ucap Doni dengan nafas terengah-engah dan meninggalkan Yashbi seorang diri


Saat keluar dari halaman depan rumah Ashana, Doni melihat Lani mondar mandir di teras rumahnya dan dia menghampirinya.


Drrttt


Drrrt


Alarm dari ponsel menandakan jadwal pengobatan pasien yang tertunda kemarin.


"aku harus segera pergi. Mungkin laki-laki ini mengetahui sesuatu tentang Clara" ucap Yashbi


Dia berlari ke kamar melihat kondisi kamar kosong sejenak langkahnya terhenti.


"Ashana..maafkanku" ucap Yashbi


Yashbi mengambil mantel dari dalam lemari dan memakainya. Segera pergi menuju tempat pasien itu. Agar lebih cepat Yashbi menghubungi sopirnya. Beberapa saat kemudian...


Yashbi sampai di depan rumah yang terbilang mewah dia melangkah masuk ke halaman dan menuju pintu masuk.

__ADS_1


"hawanya berbeda sekali dengan rumah lainnya" batin Yashbi


Saat akan menekan tombol bel saat itu juga seorang wanita muda datang menyambut dan mempersilahkan masuk.


Yashbi merasakan hawa di dalam rumah juga sangat berbeda dibandingkan yang di luar. Lebih berat. Sampai di depan pintu kamar wanita muda itu membukakan pintu dan mempersilahkan Yashbi masuk.


"papa ada di dalam. Sudah menunggu anda" ucap wanita muda itu dengan senyum lebar di wajahnya yang menambah kecantikannya


Yashbi saat masuk ke dalam kamar langkahnya terhenti sontak kaget dan mata melotot sempurna bagaimana tidak ada seekor makhluk menempel di tubuh pasien itu makhluk berbentuk semut besar menindih tubuhnya tanpa celah.


"saya anak dari laki-laki yang terbaring di sana" ucap wanita muda itu


"nama saya Salfa" ucap kembali wanita itu


Yashbi teringat jika wanita dan laki-laki tersebut adalah teman Clara yang tempo dulu sempat dikenakan padanya.


"aku tahu kau bisa mengobati penyakit semacam ini" ucap Salfa duduk di kursi yang berada di kamar ayahnya


"kau berarti sejenis kami"


"ya kau benar. Hanya saja aku tidak bisa mengobati sepertimu. Ilmu yang kumiliki hanya sebatas berinteraksi dengan makhluk indah itu. Ya, mereka adalah makhluk indah" ucap Salfa


"kau mengaguminya" tanya Yashbi datar


"ya bisa dikatakan seperti itu. Mereka bisa hidup kekal tidak seperti kita ini. Dan manusia terbilang makhluk membosankan" ucap Salfa


"kembali ketujuan kau datang ke rumahku. Sembuhkan lah ayahku sebagai upah aku akan memberitahumu tentang Clara. Kau merindukannya, kan?" ucap Salfa dengan satu tangan menopang sebelah wajahnya


Deug


Yashbi sungguh terkejut akan mendapat informasi tentang Clara dari seseorang yang tidak diduganya.


" upah? aku bukan buruh atau karyawanmu"ucap Yashbi datar


"lakukan saja. Kau pasti akan tertarik" ucap Salfa


"kita lihat saja informasi apa yang akan kau berikan padaku" ucap Yashbi sambil merapalkan mantra memegang telapak tangan ayah Salfa, duduk ditepi ranjang dan memejamkan matanya


Makhluk yang berwujud semut itu perlahan menghilang seperti warna hitam menuju warna abu-abu lalu transparan tapi kembali lagi ke warna abu-abu.


Yashbi dengan nafas terengah-engah membuka matanya.


"berikan aku daun sirih hitam sebanyak tujuh lembar" ucap Yashbi


Salfa hanya duduk santai memandang ke arah Yashbi dengan perasaan kagum. Aura Yashbi memang di luar batas saat sedang mengobati pasiennya.

__ADS_1


"cepat!!!" ucap Yashbi, nada tinggi


__ADS_2