Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 65


__ADS_3

Di rumah Robin, di ruangan dekat tangga, Nelly dan Merisa masih duduk di sofa panjang. Merisa menceritakan tentang Robin dan Merisa tercengang dan sudah menduganya.


"aku ingin berkata jujur padamu, mah"ucap Merisa menelan salivanya. Dia ingin mengatakan keberadaan Robin saat ini. Namun, berulang kali memikirkannya melihat kondisi Nelly yang baru saja menimpanya.


" katakan. Kau ingin mengatakan apa. Mamah akan mendengarkanmu" ucap Nelly menatap serius Merisa.


Merisa terlihat berpikir keras.


"mobilku... ya mobilku rusak" ucap Merisa dengan kekehan kecil.


Merisa tidak mungkin memberitahukan keberadaan Robin saat ini pada Nelly.


"kenapa bisa rusak? kau mengendarai ugal-ugalan?hah" ucap Nelly memukul lengan Merisa.


"tidak, dengarkan aku dulu, mah"


Nelly menatap melotot Merisa meminta penjelasan.


"aku menabrak ya menabrak pohon. Dan syukurlah tidak terjadi hal yang tidak diinginkan" ucap Merisa berusaha santai menjelaskan kebohongannya.


Nelly menghela nafas kasar memegang dadanya. Mengira Merisa menabrak orang.


Merisa beranjak dan mewanti-wanti Nelly untuk diam saja di rumah.


"mah, mamah tunggu saja di rumah. Aku ada urusan yang harus kuselesaikan"ucap Merisa membalikkan badannya. Saat membalikkan badannya dia melihat siluet yang dikenalnya yaitu Clara.


Secara serempak mereka mengucapkan namanya dan segera menghampirinya.


Merisa yang sudah tidak sabar dengan kilat menjambak rambut panjang Clara.


"kau pergi ke mana? hah. Apa yang kau sudah lakukan terhadap mamah? dasar kurang ajar!" ucap kasar Merisa.


"oh... apa kau sudah memiliki sedikit kekuatan karena efek menjadi gila setelah beberapa kejadian sebelumnya?" ucap kembali Merisa yang sangat geram.


Clara dengan wajah polosnya.

__ADS_1


"apa yang kau katakan, kak? aku hanya pergi keluar sebentar saja. Kenapa kalian seribut ini?" ucap santai Clara. Berusaha menahan diri padahal dia sudah tidak sabar ingin segera menghabisi dua manusia di depannya saat ini juga. Tapi, dia ingin sedikit bermain dengan mereka terlebih dahulu.


" jangan pura-pura bodoh. Kau memang tidak tahu diuntung. Seharusnya kami tidak membawamu di panti jelek itu"


Clara hanya tersenyum tipis. Rambut yang dijambak Merisa tidak terasa sedikitpun.


Nelly yang merawat Clara sedari kecil mengerutkan dahinya melihat sikap Clara yang sangat tenang. Padahal saat kecil Clara akan sangat marah jika ada orang lain yang menyentuh rambutnya apalagi ini menjambaknya.


"sudahlah. Lagipula mamah sudah tidak apa-apa"


Merisa menoleh ke arah Nelly dan heran dengan sikap Nelly.


"apa?? mamah akan membiarkannya begitu saja. Setelah apa yang dia lakukan" ucap Merisa tidak terima.


"memangnya aku melakukan apa terhadap mamaku tersayang" ucap Clara membuat Nelly merinding.


"jangan asal menuduh kalau tidak memiliki bukti" ucap Clara kembali menepis tangan Merisa yang masih menjambak rambutnya.


"baiklah aku akan membuktikannya" ucap Merisa mengambil ponsel miliknya. Bermaksud membuka cctv yang terhubung ke ponselnya. Namun, di dalam cctv itu tidak ada rekaman Clara yang menganiaya Nelly.


Merisa kembali terheran-heran dan bingung.


"mamah, berbohong padaku" gumam Merisa.


Clara mengedikan bahunya dan pergi meninggalkan mereka yang sedang kalut dengan pikirannya masing-masing.


Clara tersenyum lebar.


"lumayan mengisi waktu luang"


Clara menuju ruangan rahasia milik Robin.


Ya, selama ini Clara hanya pura-pura menjadi seorang anak yang patuh terhadap kedua orang tua asuhnya yaitu Robin dan Nelly. Dia hanya ingin mengetahui dan merasakan kehidupan manusia tidak lebih. Namun, waktunya sudah cukup. Dan dia berniat kembali pokus ke tujuan awal yaitu memperbanyak pemujaan atau penyembahan untuk kepentingan dirinya agar dirinya yang ada di dunia (Satan's World) sana segera terbangun. Sudah cukup lama di dunia manusia tapi belum ada tanda-tanda kebangkitan dirinya sepenuhnya. Merasa ada yang janggal dan menghalangi Clara, ingin mencari tahu siapa seseorang yang menghalangi kebangkitannya.


Pertemuan Clara dan Yashbi, Clara menjalin hubungan dengan Yashbi terbilang cukup lama yaitu dua tahun. Selama berjalannya hubungan mereka tidak pernah melakukan hal di luar batas. Ya, Clara hanya menyukai kepintaran dan kekayaan Yashbi sebatas itu saja. Berbeda dengan Yashbi yang sangat menginginkan dan memuja Clara. Apa Clara akan berubah sama halnya dengan perasaan yang dimiliki Yashbi? bisa saja dia berubah kusangking laa nya di dunia manusi?.

__ADS_1


Di dalam ruangan rahasia milik Robin, Clara merubah poto Morina dengan wajah Robin. Terlihat senyum tipis. Satu persatu membakar poto yang berwajahkan Robin.


"kau sudah cukup menyiksaku hanya dengan rencanamu yang payah itu, ayah. Aku tidak membencimu. Hanya saja aku ingin kau merasakan betapa tersiksanya aku saat harus menanggung setiap gagalnya keinginanmu. Seharusnya kau tidak perlu menyayangi dan mencintaiku. Karena itu sangat menyiksa ya, menyiksa tubuh yang kumiliki saat ini"gumam Clara yang masih membakar satu persatu poto berwajahkan Robin.


Di waktu yang sama, di Yaebud. Robin dan Anuya di ruang pemuja dan persembahan. Robin merasakan sekujur tubuhnya panas luar biasa.


Di mesin pemotong, Anuya melihat gelagat aneh Robin.


"apa yang terjadi dengannya?" ucap Anuya melangkah menghampirinya.


"wanita itu sedang melakukan apa?" batin Anuya.


"jangan-jangan..." seketika mata Anuya membulat sempurna takut hal yang tidak diinginkan terjadi.


Batu Merah yang ada di ruangan Robin bergerak cepat hingga ruangan itu bergetar seperti gempa.


"apa dia berniat menghalangiku?" ucap Clara kesal. Tahu Anuya berusaha mencegah apa yang dilakukannya saat ini.


Tentu saja Anuya mencegahnya karena jika Clara terus membuat Robin seperti itu lambat laun tubuh Robin meledak bukan hanya tubuhnya saja melainkan kota sebelah akan meledak dan hancur.


Saat ini keadaan seluruh tubuh Robin sudah gosong tapi masih keadaan normal. Ya, Clara menghentikan aksinya.


Clara tidak ingin mengambil resiko. Yang menghalanginya untuk sepenuhnya bangkit bisa saja menyerangnya saat ini tapi Clara tahu betul jika kondisinya sekarang ini memiliki level jauh berbeda dengan seseorang yang dimaksud Clara, seseorang yang menghalangi kebangkitannya.


Clara melempar poto-poto yang berwajahkan Robin ke sembarang arah dan meninggalkan ruangan itu menuju kamarnya. Sedari tadi Nelly mengintip di balik tembok.


"apa yang dia lakukan di ruangan itu?" gumam Nelly.


Di dalam kamar Clara, dengan wajah yang sangat marah,nafas terengah-engah dan keringat seukuran biji jagung berjatuhan di wajahnya.


"kenapa, kenapa? saat aku menyiksanya... aku merasakan sakit? hah"


Ya, saat tadi Clara membakar poto berwajah Robin dia sendiri pun merasakan panas yang sama dengan Robin. Ini adalah ikatan orang tua terhadap seorang anak. Ya, Robin menyayangi dan mencintai Clara meski bukan darah daging sendiri.


Tadinya, Robin mendatangi kediaman Yashbi ingin mengatakan hal tentang Clara padanya. Namun, Yashbi terlanjur marah padanya hingga terjadi sesuatu yang membuatnya mengurungkan niatnya.

__ADS_1


Clara melihat kembali Yashbi yang tengah tidur bersama Ashana di kamar hotel melalui layar tv.


"wanita ini... aku harus membereskannya. Berani sekali dia mengambil jatahku. Akan aku hancurkan mentalnya sama seperti yang lain" ucap Clara.


__ADS_2