Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 145


__ADS_3

Zeys dengan aura negtaif dan positif yang menyelimuti tubuhnya ditandai dengan warna sebelah biru dan sebelah lagi abu.


Zeys tersenyum smirk.


"sepertinya sekarang ini lah saatnya aku melenyapkan kalian" ucap Zeys lantang merentangkan kedua tangannya bersamaan dengan hilangnya benda disekitar. Benda terkecil hingga terbesar.


Clara, Anzel dan macan hitam tidak tinggal diam


"kita harus menyelamatkan manusia dan yang lainnya. Jika benar-benar ini terjadi sesuai keinginannya sudah dipastikan manusia tidak akan bisa hidup kembali" ucap Anzel yang sedrai tadi memperhatikan Zeys. Zeys saat ini bukanlah Zeys yang dahulu melainkan Zeys yang berubah menjelma menjadi makhluk kutukan atau disebut Fluch-Kreature.


"dia yang awalnya Non Human memenuhi semua keinginannya dengan caranya sendiri tanpa memperdulikan makhluk lainnya. Apa kalian pikir makhluk yang terlibat dengannya akan membiarkannya begitu saja?" tanya Anzel yang terus mengapung menjauh dari Zeys karena kekuatan Zeys yang tidak berwujud.


Clara dan macan hitam mengikuti pergerakan Anzel.


" a-apa maksudmu? "


" kau tahu betul apa yang kau lakukan saat berada di tempat ini, bukan? "


Clara dengan susah payah menelan salivanya.


"apa yang kau lakukan saat itu keinginanmu sepenuhnya? tentu saja bukan. Dia... dia yang ada dibalik semua yang kau lakukan dan termasuk manusia dan makhluk lainnya baik yang hidup dan yang mati. Dan diriku pun masuk ke dalam sebuah takdir, perjalanan kehidupan yang dia tentukan" ucap Anzel melirik kebelakang melihat semua benda disekitar lenyap begitu juga tanah. Seolah dunia manusia akan menghilang.


"jika kita tidak bisa menghentikannya maka yang ada di alam ini akan lenyap dalam hitungan detik"


Deugh


"termasuk Satan's World?"


"ya. Sudah jelas jika dia bertujuan mengganti semua makhluk hidup dan mati sesuai keinginannya" ucap Anzel penuh penekanan. Berpikir bagaimana menghentikan Zeys saat ini jika dibiarkan maka dirinya pun akan lenyap.


Macan hitam menghalangi Anzel dia berhenti di depan Anzel.


"ada apa?" tanya Anzel dan pandangan mereka beradu. Anzel mengerti apa yang dimaksud macan hitam itu.


"Clara saat ini bukanlah saatnya kita memandang apa dan siapa yang harus diselamatkan. Kau harus membantu-"ucap Anzel terpotong kala Clara mencelanya.

__ADS_1


Clara mengingat bagaimana dirinya dulu mengendalikan manusia dengan paksa harus menyembah dan memuja dirinya agar sepenuhnya terbangun bahkan dengan tegasnya Clara melenyapkan mereka. Separuh jiwa Clara saat ini sebagian besar seorang manusia pada umumnya.


"aku akan menyelamatkan mereka. Kau lakukan saja apa yang harus kau lakukan" ucap Clara pergi begitu saja meninggalkan Anzel dan macan hitam.


"yang kau lakukan tidak sepenuhnya salah Zeys" ucap Anzel mengikuti macan hitam. Anzel tahu jika Clara saat ini buka lagi seorang iblis melainkan seorang manusia.


Macan hitam menunjukan pada Anzel di mana kekuatan Zeys tersimpan. Mereka menuju dunia yang didirikan Zeys khusus untuk perempuan dan anak-anak.


Di tengah-tengah langit macan hitam itu berhenti begitu juga dengan Anzel. Anzel merasa bingung mengedarkan pandangan tidak ada apapun kecuali langit yang berwarna hitam dan mereka berdua.


"apa maksudmu membawaku ke tengah langit seperti ini?"


Macan hitam itu menatap Anzel. Anzel mengerti maksudnya dia harus merapalkan sebuah mantra tapi mantra itu hanya Zeys yang mengetahuinya.


Macan hitam memberikan buku gambar milik ibu Yashbi dan sekarang dipegang Ashana. Memberikannya dengan mulutnya.


" buku gambar?" ucap Anzel mengerutkan dahinya meraih buku gambar itu. Membuka satu per satu halaman. Disalah satu halaman terhenti terlihat gambar Zeys bersama bintang terdahulu, makhluk terdahulu.


Jadi, mantra untuk bisa memasuki dunia yang didirikan Zeys adalah Zeys dan makhluk terdahulu. Anzel mengucapkan mantra itu. Dan di halaman buku gambar terlihat angka sembilan. Yang berarti Anzel harus mengucapkan mantra itu sembilan kali. Perlahan langit berubah seketika Anzel dan macan hitam berada di tempat di mana ibu Yashbi berada. Ibu Yashbi dengan kondisi di dalam es.


"apa yang sebenarnya dia lakukan?" ucap Anzel menahan amarahnya terlihat jelas diwajahnya.


Anzel dan macan hitam saling beradu pandang.


*saling beradu pandang adalah cara komunikasi mereka berdua. Antara Dewa dan Makhluk*


Jadi, Anzel harus menghancurkan es itu namun, Anzel terlihat berpikir karena jika dia menghancurkan es itu maka ibu Yashbi akan ikut hancur, lenyap.


"aku harus bertemu dengan anak itu" ucap Anzel memejamkan matanya. Anzel dan Yashbi saling terhubung karena kekuatan Anzel sebagian ada pada diri Yashbi sebelum Anzel mati.


Yashbi dan Ashana yang sedang berada di ruangan di mana Morina berada selintas dalam pikiran Yashbi terbayang tempat saat Zeys membawanya pada saat itu.


"tempat itu" gumam Yashbi yang terdengar Ashana.


"ada apa? apa kau memikirkan sesuatu?" tanya Ashana khawatir terlihat wajah Ashana begitu cemas bagaimana tidak saat ini Morina dalam kondisi hilang kendali. Sama persis seperti manusia lainnya.

__ADS_1


Morina menjadi seperti zombie. Dia menyerang siapapun dan apapun. Semua barang disekitar rusak olehnya. Ashana dan Yashbi mendapatkan luka disekitar tubuhnya.


Clara sudah melakukan tugasnya dia mengumpulkan semua manusia dan binatang lainnya di dalam sebuah tempat yang jauh dari jangkauan Zeys.


Clara mendatangi Yashbi dan Ashana.


"ini tidak akan mudah selama dia masih berada di tempat ini di dunia manusia" celetuk Clara membuat Ashana dan Yashbi serempak menoleh kearahnya.


Clara menjelaskan apa yang sedang terjadi.


Dalam bayangan Yashbi kembali muncul tempat di mana Zeys membawanya saat itu dan melihat adanya Anzel dan macan hitam.


"tempat itu kenapa terus muncul di dalam kepalaku?" gumam Yashbi yang memang tidak pokus apalagi Morina dalam kondisi seperti itu.


"aku akan membantu anakmu kembali pulih jadi lakukan saja apa yang seharusnya kau lakukan" ucap Clara dan pandangan mereka beradu.


"tenang saja aku tidak akan melukainya sedikit pun. Oh ya, kau ingin memberitahu kalian satu hal percaya atau tidak itu terserah kalian. Saat ini aku sudah berubah ya berubah menjadi manusia seutuhnya karena seseorang yang mengubah perjalanan kehidupan atau lebih dikenal dengan takdir. Pertemuan kalian sekarang ini bisa dikatakan takdir yang dibuat olehnya " ucap Clara seraya tersenyum lebar.


" jadi tunggu apalagi. Serahkan semua yang disini padaku" ucap Clara dengan percaya diri.


Clara menggelar nafas kasar karena Yashbi hanya diam saja.


"aku tidak tahu apa yang ingin kau lakukan disaat seperti ini. Tapi aku yakin kau akan berbuat sesuatu agar semuanya segera berakhir" ucap Ashana lembut membuat Yashbi menganggukkan kepalanya dan segera keluar dari rumahnya namun, langkahnya terhenti saat melihat apa yang sedang terjadi. Ya, tanah yang dipijak perlahan menghilang termasuk bangunan rumah.


Tiba-tiba dihadapan Yashbi ada macan hitam.


"kau-" ucapannya terhenti kala macan hitam itu membawa tubuh Yashbi dengan paksa dengan cara menggigit merah bajunya dan pergi menghilang.


Sementara Ashana dan Morina di bawa ke Satan's World oleh Clara. Clara merapalkan mantra tepat ditelinga Morina seketika Morina tidak sadarkan diri.


"sebaiknya kita segera pergi dari tempat ini" ucap Clara memerintah dengan wajah serius.


Rumah Yashbi berguncang hebat sebagian besar menghilang Ashana dapat melihat apa yang sebenarnya terjadi di luar sana.


"tempat ini. Dunia Manusia akan menghilang" ucap Clara melilitkan selendangnya pada tubuh Ashana dan Morina.

__ADS_1


__ADS_2