
Esok harinya...
Cuaca yang cerah, langit biru, awan putih dan kicauan burung yang merdu. Yashbi yang telah diobati lukanya dan masih memakai pakaian yang sama seperti kemarin malam dia terbaring di ranjang membuka matanya mengedarkan pandangan kepala yang masih terasa sakit akibat minuman sialan itu. Dia mengerutkan dahi bangun dari tempat tidur merasa heran karena tidak melihat Ashana.
"ke mana anak kecil itu?"
"ishh... kepalaku terasa berat sekali" ucap Yashbi memegang kepalanya
Dia masuk ke dalam kamar mandi melihat dirinya di cermin luka yang didapat semalam sudah diobati membuat tersenyum tipis diwajahnya.
"lumayan juga kau cukup pandai merawatku, anak kecil"
Selesai ritual mandi Yashbi masih belum melihat adanya Ashana. Dia segera bergegas memakai pakaian kerjanya dan menuju dapur berharap Ashana berada di sana. Dan benar saja Ashana sedang menikmati sarapan seorang diri sambil melihat acara yusub.
Yashbi berdehem namun Ashana masih tetap pokus dengan kegiatannya.
"apa kau membuat sarapan untukku?" tanya Yahsbi yang duduk di samping Ashana
Seketika Ashana terperanjat.
"kau pokus dengan makanan dan ponselmu sehingga tidak sadar aku memperhatikanmu" ucap Yashbi sedikit kesal teringat kejadian malam tadi saat Ashana dan Indra
"apa anda perlu sesuatu? jika iya akan aku siapkan" tanya Ashana dingin
"kau makan cukup banyak. Ada apa denganmu?" tanya Yashbi yang heran karena memang porsi makan kali ini Ashana cukup banyak
Yashbi akan meletakan punggung tangan di dahi Ashana namun siapa sangka Ashana segera menepisnya.
"aku baik-baik saja. Apa anda menginginkan sesuatu?" tanya sekali lagi Ashana
Yashbi heran dengan sikap Ashana yang sdikit berbeda dari biasanya. Dan lebuh herannya lagi dia memanggil dengan sebutan "anda"
"panggil saja aku, kamu, kau jangan bahasa formal kurang enak didengar ditelingaku" ucap Yashbi kesal
Tangan Yahsbi yang memegangi pipi wajah yang lebam.
"ish... masih terasa sakit ternyata. Pukulan mereka kuat juga" rengek Yashbi ingin melihat reaksi Ashana
__ADS_1
Namun, diluar dugaan Ashana yang masih pokus makan dan ponselnya mengabaikan Yashbi. Dan memancing emosi Yahsbi dia, mengambil ponsel itu.
"ada apa dengan anda? kembalikan ponselku" ucap Ashana
"jika ada seseorang yang bicara padamu alangkah baiknya dengar dan perhatikan mereka. Itu salah satu bentuk sikap sopan santun yang terbentuk dalam diri" ucap Yashbi menatap kesal Ashana
"aku mendengarkan apa yang anda katakan meskipun sibuk dengan ponsel itu"
"karena tidak terlalu penting jadi aku tidak ingin berkomentar apapun"
Yashbi mengepalkan tangannya. Berpikir Ashana berubah drastis saat pertemuannya malam itu dengan Indra.
"apa laki-laki cilik itu mmeghasutmu untuk bersikap kurang ajar terhadap suami sendiri?" ucap Yashbi yang semakin kesal
Ashana beranjak dari kursi dan menuju westafel. Mencuci piring bekas dirinya.
"dia tidak mengatakan apapun jadi anda jangan berpikiran buruk tentangnya. Sebaiknya anda segera pergi bekerja. Dan ini..." ucap Ashana menghampiri Yahsbi yang masih terduduk di kursinya menyerahkan langsung ke tangan Yashbi uang sisa belanja kemarin
"ini sisa uang kemarin yang anda berikan padaku. Aku tidak perlu uang itu karena aku sudah menstok makanan dan perlengkapan lainnya"
Ashana membalikan badannya dan melangkahkan kaki saat beberapa langkah dia terhenti sejenak.
Yashbi dengan wajah memerah menahan malu. Dia tahu apa yang diucapkan Ashana dikalimat terakhir. Pantas saja kulit tubuhnya merasa kesat dan kering.
Yashbi berusaha meraih lengan Ashana yang melangkah menjauh dan akhirnya mendapatkannya.
"ada apa denganmu? apa semalam kau menikmati waktu berdua dengan mantan pacarmu?" tanya Yashbi
Yashbi memang agak kesal melihat pemandangan semalam di mana Indra mengusap pipi Ashana yang basah karena air mata.
"apa kalian masih saling mencintai sehingga tidak bisa melepas satu sama lain?hah" tanya kembali Yahsbi yang tanpa sadar mencengkeram erat lengan Ashana
"ada apa dengan anda? bukankah pernikahan ini hanya alasan anda agar bisa menarik kekasih anda keluar dari persembunyiannya. Sekarang kenapa seolah yang terlibat ke dalam urusan hubungan kalian? tanya Ashana yang tidak mau kalah debat dengan Yashbi
Deugh
"jadi kau mengetahuinya?" ucap Yashbi yang tidak percaya akan diketahui Ashana secepat ini alasan menikahinya
__ADS_1
"lakukan saja apa yang anda sukai begitu pula aku jadi meski kita menikah itu hanya status ya, status"tegas Ashana dengan air mata yang tidak dapat dibendung lagi dia segera menepis kasar tangan Yashbi yang memegang erat lengannya dan segera bergegas pergi agar tangisannya tidak terlihat
Yashbi tidak habis pikir jika Ashana bisa bersikap dewasa lebih dari sebelumnya padahal kemarin. Teringat Yashbi sudah dua malam tidak merapalkan mantra untuk poto Ashana pantas saja sikapnya berubah menjadi dingin dan acuh. Ya, karena sibuk bekerja dan urusan lainnya. Mantra yang digunakan Yahsbi adalah untuk memikat hati, rasa dan pikiran seorang wanita dengan cara merapalkan mantra sembari melihat pokus sebuah poto wanita yang diinginkan.
Ashana yang menutup pintu kamar dengan kasar lalu membantingkan tubuhnya ke kasur sialnya wangi tubuh Yashbi tercium terutama di bantal yang digunakannya. Ashana mengendus dan meresapi wangi tubuh laki-laki itu.
"baru saja aku berpikir untuk melakukan kewajiban layaknya seorang istri tapi setelah mengetahui alasan dia menikahiku karena wanita lain tidak bisa dibohongi aku merasa seperti wanita yang tidak mendapatkan balasan cinta" gumam Ashana
"cinta?hah... bagaimana bisa aku mencintainya secepat ini hanya karena dia sedikit bersikap manis padaku" ucap Ashana kesal
Pandangannya melihat sisa coklat yang diberikan Yashbi waktu itu tanpa berpikir lagi Ashana segera melemparnya ke dalam tempat sampah yang berada di kamarnya.
"jangan berharap pada laki-laki yang sudah memiliki kekasih. Ya, kau benar Ashana semua laki-laki itu sama saja" ucap Ashana yang membaringkan tubuhnya di atas kasur
Ashana mengingat apa yang diucapkan Yashbi malam tadi saat tertidur dan masih sedikit dalam pengaruh alkohol. Berulang kali Yashbi mengucapkan nama Clara.
"Clara" ucap Ashana yang kemudian memejamkan mata karena semalam kurang tidur menjaga Yashbi yang tidak tidur nyenyak, mengigau.
Yashbi memasuki kamar dan mendapati Ashana tertidur. Sesaat memandanginya.
"lumayan imut" ucap Yashbi yang mengganti pakaiannya dengan pakaian sehari-hari
Yashbi tidak berniat pergi kerja karena sedang tidak dalam mood baik jadi dia memutuskan untuk bekerja di rumah saja (work from home).
Yashbi menghubungi seseorang untuk menggantikan pekerjaan yang tidak bisa dilakukan dengan online.
Drrrt
Drrrt
Ponsel Yashbi mendapatkan notifikasi pesan dari Doni.
Doni : jam 18.00 jalan Mekar Sari blok Z. Pasien laki-laki yang tidak dapat buang air selama empat bulan
Doni : (melampirkan sebuah poto laki-laki itu)
Yashbi mengerutkan dahinya.
__ADS_1
"laki-laki ini kalau tidak salah mengenali Clara? ya, laki-laki ini beberapa kali terlihat bicara dengannya" batin Yashbi