Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Bernafas Lega


__ADS_3

Yashbi masih tertahan dengan senyum simpulnya.


"aku tidak bisa tinggal lebih lama lagi" Yashbi beranjak diikuti Doni


"nanti ada orang yang akan mengurus pernikahan itu kalian hanya tinggal duduk manis saja menuruti apa yang kukatakan tanpa ada bantahan" ucap Yashbi dengan membelakangi Ashana dan ibu yang masih terduduk di kursi


Doni hanya menundukan kepalanya memberi tanda pamit.


.


.


.


.


.


.


Setelah kepergian mereka, ibu bicara dengan nada tinggi tanpa henti untuk memperingati Ashana agar tidak berbuat nekad apalagi berencana menggagalkan pernikahan ini.


"kau harus segera pergi dari rumah ini, Ashana. Apa kau tahu alasanku bersikap seperti ini padamu? hah kau mana tahu kau hanya mementingkan dirimu sendiri tanpa memperdulikanku" ucap ibu dengan memegang kedua pinggangnya


"katakan saja bu kenapa kau menginginkanku keluar dari sini?" lirih Ashana


"baik akan aku katakan. Kau pasang kedua telingamu baik-baik. Aku akan menikah lagi" ucap ibu


Deug


Deug


"ya menikah aku manusia normal membutuhkan kebutuhan biologis tidak hanya uang saja"tatapan tajam ibu


" lalu apa hubungannya denganku? "tanya Ashana


" tentu saja ada hubungannya denganmu. Kau ini beneran bodoh atau pura-pura bodoh. Aku akan menikah dengan laki-laki jauh lebih muda di bandingkan denganku jadi aku tidak mau calon suamiku melirikmu dan mencampakkanku"tegas ibu


"aku melakukan ini padamu juga sebagian untuk bisa balas dendam pada bapakmu yang so suci itu. Setelah kau menikah aku tidak perlu repot lagi mencari uang untuk mengurusimu lagi karena aku bisa pokus untuk kehidupanku sendiri" ucap ibu


Mata Ashana memanas tanpa permisi butiran bening jatuh dipipinya. Dia ingin sekali menertawakan kehidupan keluarga yang harus dijalaninya. Pecahnya keluarga berawal dari perselingkuhan terang-terangan sang bapak di depan kedua mata ibu laki-laki itu menyetubuhi perempuan lain dan ibu menyaksikan hal menjijikan itu berulang kali dengan wanita berbeda. Sangat menjijikan melebihi dari kotoran dan sampah. Ashana mengerti apa yang dialami ibunya hingga dia berusaha sekolah dengan rajin dan menjaga kehormatannya namun pada akhirnya kehormatan itu harus hilang dalam hitungan detik oleh seorang laki-laki yang selama lima tahun ini dia percaya dan menumpahkan perasaan sayang.

__ADS_1


"aku tidak berniat menggagalkan pernikahan ini, bu. Jadi lakukan saja apa yang ibu inginkan untuk mencapai kebahagiaanmu meski harus mengusir secara perlahan anakmu sendiri" Ashana beranjak dari duduknya dan meninggalkan ibu sendirian


ck!


"harusnya gitu dong sebagai anak harus patuh terhadap orang tuamu sendiri apalagi seorang ibu" ucap ibu yang melangkah menuju ruangan lain


Di dalam kamar, Ashana menghapus makeup menatap cermin. Perasaan yang tidak jelas masih bersarang di dadanya. Antara benci, sayang, muak, kesal bercampur menjadi satu. Pernikahan begitu cepat tidak terpikir olehnya sekalipun apalagi mengingat hubungan yang tidak saling mengenal satu sama lain. Helaan nafas kasar keluar dari mulut kecilnya.


"mungkin yang dia katakan benar aku jalani saja apa yang sudah ada di depan mata dengan begitu aku akan merasa sedikit lega tanpa harus melakukan perlawanan semakin melawan jeratan itu semakin mengunci seluruh tubuh hingga organ dalam" batin Ashana


Drrrt


Drrrt


Notifikasi hp milik Ashana


[Sandi:sebelum aku kembali bagaimana jika bertemu besok di tempat biasa kita dulu sering menunggu si mang cincau]


[Ashana :baiklah sepertinya itu ide bagus]


Ashana melempar hp ke atas kasurnya


Jika dipikir lagi kondisi Ashana ibaratkan burung dalam sangkar yang siap untuk dikawinkan dengan burung lainnya.


"kau jangan macam-macam, Don" ucap Yashbi dengan tatapan tajam lurus ke depan


"aku tidak akan macam-macam jika kau mengatakan sejujurnya padaku apa yang akan kau lakukan dengan anak itu" Doni memberanikan diri untuk mengungkapkan apa yang sudah tertahan ditenggorokkannya


"aku akan memegang kata-katamu. Kau ingat wanita yang bernama Ayumi?" ucap Yashbi


"euumphh"


"dari tahun 2008 kami sudah menjalani hubungan hingga beberapa bulan dia pergi meninggalkanmu tanpa kabar" ucap Yashbi


"dia pergi meninggalkanku karena masalah sepele yang kita hadapi. Aku kira kami sama-sama dewasa ternyata tidak. Hah bagaimana tidak dia pergi begitu saja saat aku melakukan kesalahan kecil" lirih Yashbi dengan mata berkaca-kaca memainkan gelas ditangannya yang berisikan kopi hitam


Doni mengetahui jika sahabatnya ini menaruh harapan begitu tinggi terhadap wanita yang bernama Ayumi tapi dia tidak ingin Ashana menjadi korban di dalam hubungan mereka antara Yashbi dan Ayumi yang tidak sehat.


"aku tahu jika anak kecil itu menyimpan rahasia besar dia menutup serapat-rapatnya" Yashbi menyeruput kopi hitam dalam gelasnya


"rahasia? apa maksudmu?" Doni menatap heran

__ADS_1


"ini akan menjadi lebih mudah untuk pernikahan dan perjalanan setelah menikah" ucap Yashbi


"aku tahu kau menginginkan seorang anak mengingat anakku sekarang ini sudah tumbuh dewasa. Tapi tidak cukup baik kau menikah dengan gadis kecil hanya untuk melahirkan seorang anak untukmu" ucap Doni


Yashbi menginginkan seorang anak tentunya anak laki-laki karena pikirnya anak laki-laki lebih mudah untuk di atur dan di arahkan. Mengingat anak perempuannya yang sudah tumbuh dewasa memiliki perangai kurang baik dalam segi pakaian dan gaya hidup bebas.


"apa anakmu tahu kau akan menikah lagi?" tanya Doni


"ya dia tidak memberikan respon apapun. Biarkan saja lagipula aku sudah memenuhi kebutuhannya drai a-z" jawab Yashbi


"kau seharusnya memberikan hak asuh pada ibunya saja lagipula kita laki-laki tidak mungkin bisa mendidik sekalipun anak sendiri" ucap Doni


"kenapa kau jadi banyak bicara, Doni. Tidak seperti biasanya" ucap Yashbi


Doni mengetahui anak perempuan tunggal Yashbi yang memiliki kepribadian kurang menyenangkan.


Yashbi mengeluarkan poto Ashana dari dalam dompetnya.


"aku akan merapalkannya, Doni diwaktu yang sudah ditentukan dengan begitu ini akan terasa lebih mudah" ucap Yashbi sambil memegang poto Ashana


Dari arah belakang mereka terlihat seorang laki-laki bertubuh tinggi yaitu Indra, Indra yang menatap poto Ashana yang berada ditangan Yashb cukup merasa terkejut.


"siapa laki-laki ini?" batin Indra


Indra tahu betul jika Ashana tidak mungkin memberikan poto miliknya kesembarang orang dan Ashana pun sangat tidak menyukai dipoto.


"sepertinya kau laki-laki yang sudah lima tahun berpacaran dengannya" ucap Yashbi sembari membalikan badannya ke arah Indra


Deug


Deug


"kau mengetahuinya? sepertinya dia menceritakan semua tentang hubungan kami" ucap Indra dneagn tangan memegang segelas minuman


"ya begitulah. Aku juga tahu apa yang sudah kalian lakukan kemarin tepatnya di rumahmu di kamar milikmu" senyum simpul tergambar di wajah Yashbi


"mengerikan sekali anak jaman sekarang ini" Yashbi memasukan poto itu ke dalam sakunya


"tapi tidak perlu khawatir aku akan segera menikah dengannya" ucap Yashbi memegang satu pundak Indra


Indra hanya terdiam mematung masih tidak percaya dengan apa yang diucapkan Yashbi.

__ADS_1


"dengan melakukan hal kemarin dia sudah mencampakanmu. Tenanglah aku akan membalaskannya untukmu jadi kau tidak perlu mearas sedih ataupun kecewa" bisik Yashbi yang kemudian meninggalkan Indra begitu saja


__ADS_2