
Beberapa tahun silam,
Sopir sekaligus orang kepercayaan Yashbi hingga saat ini dia bernama Anzel. Turun salju lebat di pinggir jalan terlihat seorang anak laki-laki berumur tujuh tahun tengah meringkuk kedua tangan memeluk kedua lututnya setengah badan berselimutkan benda dingin itu. Wanita cantik layaknya noni Belanda duduk di kereta kuda bersama anak laki-lakinya. Wanita cantik itu tanpa perasaan ragu membawa anak laki-laki yang berselimutkan salju yang berada di pinggir jalan. Yashbi dan Anzel yang tadinya dua anak asing menjadi sangat akrab dan akur layaknya saudara. Karakteristik yang mereka miliki saling melengkapi. Yashbi yang memiliki sifat temperamental dan Anzel pembawaannya selalu santai dan dewasa sebelum waktunya membuat dirinya menjadi satu-satunya teman bicara yang cukup baik untuk ibu Yashbi dan Yashbi sendiri.
Di kota sebelah yang masih jarang penduduk, setiap malam hari Anzel, adiknya dan juga sahabatnya kerap kali melihat bintang melalui teleskop secara bergantian. Untuk kali pertama mereka melihat bintang dengan cahaya yang sangat terang dibanding yang lainnya di sebut Alfa Canis Major. Di waktu bersamaan mereka melihat sekumpulan orang dengan pakaian sama sedang melakukan ritual. Anzel menyadari jika ada orang yang telah memperhatikan dirinya, adiknya dan temannya. Dan benar saja setelah meninggalkan tempat melihat bintang beberapa orang mengejar-ngejar mereka. Yang berhasil melarikan diri adalah Anzel seorang diri.
Beberapa hari Anzel yang masih usia di bawah umur menginjakkan kaki di kota yang asing karena baru pertama kalinya. Dengan perasaan putus asa, marah, hilang harapan bercampur aduk dalam dirinya. Hingga dipertemukan dengan ibu Yashbi dan Yashbi yang umurnya setara dengannya.
Selama hidup puluhan tahun dengan keluarga Yashbi dia, mengetahui rahasia keluarga Yashbi yang sudah menjadi bagian besar dalam hidupnya. Sangat signifikan perbedaan Yashbi dan Anzel dari sifat dan sikap. Yashbi yang terlihat dingin dan temperamen berbeda dengan Anzel yang lebih dingin dari Yashbi tapi kalem.
__ADS_1
Yashbi memiliki cinta pertama yang tidak lain adalah ibunya Morina bernama Helis Karmellita yang memiliki arti anggur surga. Karmellita memiliki paras sangat cantik tidak beda jauh dengan Morina saat ini. Karmellita tahu jelas pekerjaan Yashbi seperti apa dia pun menerimanya dengan tulus. Selain pemimpin perusahaan Yashbi juga memiliki pekerjaan pengobatan bathiniah yang tidak lain memurnikan makhluk yang berada di tubuh manusia karena perbuatan dan ulah manusia itu sendiri.
Setiap Yashbi mengobati orang secara bathiniah diwaktu bersamaan makhluk itu kerap kali mendatangi Karmellita. Namun, kasusnya berbeda dengan Ashana, Ashana mampu menghadapi makhluk itu karena masalah dalam hidupnya tidak sepelik Karmellita. Di mana saat Karmellita mengandung Morina dia harus menerima kenyataan jika Yashbi tengah berselingkuh di depan matanya sendiri. Ada seseorang yang membantu Karmellita agar mengetahui bagaimana Yashbi selama ini.
Beberapa saat Karmellita bergelut dengan hati dan pikirannya sendiri setelah mengetahui bagaimana Yashbi selama ini terhadapnya. Dengan pandangan kosong dia berada di balkon kamar ditemani Langit mendung. Ponsel miliknya mendapat notifikasi pesan masuk dan melihat Yashbi tengah merangkul mesra seorang wanita yang menurutnya lebih cantik darinya. Dengan mengumpulkan keberanian dia ingin menemui suaminya helaan nafas kasar keluar dari mulut mungilnya dan perut yang besar yang tengah mengandung anak hasil dari buah cinta dari Yashbi. Bertelanjang kaki menuju tempat suaminya sesekali menyeka sudutnya matanya. Entah berapa jumlah air mata yang dikeluarkan. Di sudut gang, dia melihat Yashbi merangkul wanita dengan pakaian minimnya dan tatapan mesra layaknya sepasang kekasih. Menikmati pemandangan suami dan wanita lain dia tidak menyadari jika ada seseorang yang mengikutinya semenjak tadi. Seseorang itu membisikkan sesuatu dan seketika jiwanya melayang entah tahu ke mana. Yashbi dan wanita itu memasuki mobil tanpa disadari Yashbi telah menabrak seorang wanita yang tengah hamil besar yang tidak lain adalah Karmellita, istrinya sendiri.
*Flashback Off*
"aku akan segera menemukannya" gumam Anzel dengan senyum simpulnya menampilkan lesung pipinya.
__ADS_1
Sesampainya di restoran ternama dia keluar dari mobil mewahnya beserta beberapa map di tangannya. Anzel memasuki restoran itu dengan langkah percaya diri.
Meski Anzel dan Yashbi sudah hidup bersama dalam waktu lama tapi Yashbi tidak tahu betul tentang Anzel.
Di lorong menuju suatu ruangan yang sudah dipesan sebelumnya Anzel, tanpa sengaja menabrak seorang laki-laki paruh baya.
"kau menabrakku. Apa karena aku sudah tidak lagi indah di penglihatanmu sehingga kau berani menabrakku?"
Sontak Anzel terkejut dengan ucapan laki-laki paruh baya itu. Dia hanya menundukkan badannya menandakan permintaan maaf. Anzel teringat seseorang setelah mendengar suara paruh baya itu.
__ADS_1
" akhirnya aku menemukannya. Jika dilihat dari penampilannya laki-laki tua itu orang kaya. Beruntung sekali" gumam Anzel yang posisi mereka sudah saling memunggungi satu sama lain.