
Seluruh tubuh Morina pun terlilit rambut makhluk itu.
Kedua mata Yashbi seketika membulat sempurna.
"Morina..."
"bebaskan aku, bebaskan aku... jika tidak aku bisa membawa anak ini dan melenyapkannya" ucap makhluk itu.
Tiba-tiba sebuah tangan memegang bagian tubuh Morina yang terlilit rambut makhluk itu. Ya, tangan itu adalah tangan Ashana.
Seketika rambut makhluk itu berubah menjadi rambut seperti biasanya dan seolah terhisap masuk kedalam tubuh Morina. Rambut yang melilit ditubuh Morina pun masuk kedalam tubuhnya begitu juga rambut yang memenuhi ruang kerja.
"ini... ini bukan salahku. Aku hanya mematuhi perintahnya karena makhluk seperti kami akan patuh begitu mendengar suaranya" ucap makhluk itu.
"jika masih menginginkan anak ini kalian harus memberikanku energi kehidupan yang cukup dengan begitu kekuatan yang mempengaruhiku dan memperdayaku akan terlepas dengan sendirinya" ucap kembali makhluk itu.
Morina tergeletak dilantai dalam kondisi tidak sadarkan diri. Yashbi bergegas menghampiri dan segera menggendong tubuh anaknya menuju sofa panjang untuk menidurkannya. Terlihat jelas wajah yang sangat khawatir, tidak memperdulikan luka yang didapat disekujur tubuhnya.
"Morina..." lirih Yashbi.
"Doni..." ucap tegas Yashbi.
Doni mengerti mengapa Yashbi memanggilnya. Dia segera mengambil garam hitam dilaci yang berada dekat dengan meja kerja.
Doni menuangkan ketelapak tangan Yashbi.
Yashbi mengatupkan kedua tangannya dengan kedua tangan Morina. Dia merapalkan mantra sembari memejamkan matanya. Seketika kedua matanya membulat sempurna.
Terlihat penolakan energi atau kekuatan lain. Ya, itu adalah berasal dari makhluk itu.
Yashbi lupa keberadaan Clara karena pengaruh Clara dalam dirinya sedikit demi sedikit memudar saat berdekatan dengan Ashana.
Kedua netra Yashbi menatap Ashana.
"makhluk ini terikat dengan kedua orang tuamu semasa mereka hidup" celetuk Yashbi membuat Doni dan Ashana kebingungan.
"a... apa maksudmu?" tanya Ashana mengerutkan kedua alisnya.
Yashbi duduk disofa panjang dengan kepala Morina berada dipangkuannya.
Yashbi menyandarkan punggungnya disofa itu dengan kepala mengadah kelangit-langit.
"begitu banyak hal yang terjadi. Hingga otakku sulit mencernanya"
Otak Yashbi sedang memutar ingatan kejadian yang sudah dilaluinya.
"Clara..." gumam Yashbi.
Doni dan Ashana saling bertatapan. Mereka tidak ingin mengungkapkan siapa Clara yang sebenarnya.
"aku merasa sejak hadirnya wanita itu hidupku selalu dihadapkan dengan pekerjaan yang tiada hentinya"
"munculnya makhluk-makhluk terdahulu, makhluk penunggu rumah. Apa ini ada kaitannya dengan hilangnya orang-orang berkuasa?"
"Ashana... mungkin tidak seharusnya aku membicarakan orang yang sudah tiada. Tapi akan tetap aku mengatakannya"
__ADS_1
Ashana menatap Yashbi dengan tatapan sendu. Yashbi menggelar nafas kasar.
"makhluk penunggu rumah orang tuamu sebenarnya makhluk yang bisa dikatakan jinak tetapi akibat ulah ayahmu dia menjadi berubah menjadi sekarang ini"
"apa kau melihat sesuatu?" tanya Ashana dengan nada berat.
"ya, makhluk itu menyukai benda yang berkilauan dan salah bagian tubuhnya sekarang ini terdapat seperangkat emas bahkan seluruh tubuh makhluk itu diselimuti emas dan logam mulia lainnya"
"itu emas yang ibumu belikan hanya dia belum memberikannya padamu" ucap jelas Doni.
"saat muda ayahmu mengetahui keberadaan makhluk itu dan menggunakan kelemahan makhluk itu untuk memikat para wanita. Setelah bertemu ibumu ayahmu berhenti dari perilaku menyimpang tersebut. Namun makhluk itu tidak menerimanya hingga dia tidak ingin kembali ketempat asalnya dan seseorang memanfaatkan kesempatan ini. Dan akhirnya makhluk itu tidak ingin pergi dari tubuh anakku"
Ashana menelan salivanya.
"aku akan mengeluarkan makhluk itu. Dia mengatakannya akan keluar jika energi kehidupannya terpenuhi" ucap Ashana ragu melihat Yashbi yang terus menatap Morina.
"bagaimana caranya? untuk satu makhluk kita membutuhkan dua ratus orang manusia" ucap lemas Yashbi.
Ashana mendekati Morina. Dia menekuk kedua lututnya menyentuh lantai. Salah satu tangan Ashana disimpan didada Morina.
"apa yang akan kau lakukan?" ucap ketus Yashbi.
"aku pernah mengatakannya jika akan membantu menemukan kekasihmu, Clara tapi Clara datang dengan sendirinya padamu. Jadi aku masih memiliki hutang padamu. Jadi diamlah sebentar. Beri aku ruang dan waktu"
"ini akan memakan waktu lumayan lama"
Terlihat cahaya kuning dimulai ujung rambut Morina.
Satu jam berlalu...
Tiga jam berlalu...
Cahaya kuning itu sudah sampai lutut Morina. Beberapa saat kemudian cahaya kuning itu menyelimuti tubuh Morina.
Suhu ruangan terasa panas, sangat panas.
Ashana bercucuran keringat membasahi bajunya.
Akhirnya, makhluk itu keluar dari tubuh Morina dengan sendirinya dan wujud lain yaitu makhluk dengan wujud wanita. Yashbi tercengang melihat wujud makhluk itu.
Ya, makhluk wanita itu yang pernah Yashbi tolong.
Tanpa mengetuk pintu Anzel masuk kedalam ruangan kerja Yashbi.
Yashbi yang melihat jika Anzel tidak bersikap seperti biasanya merasa heran.
" ada apa? "
" tuan, sebaiknya kita membicarakan apa yang telah terjadi dengan tuan Robin" ucap Anzel dengan nafas tersenggal-senggal.
"ini menyangkut nona Clara"
Deugh
Makhluk wanita itu dengan gambaran rambut panjang hingga lantai memakai gaun hijau menutupi seluruh tubuhnya.
__ADS_1
"aku akan ikut dengan kalian" ucap makhluk wanita.
Ashana beranjak berdiri karena untuk mengeluarkan makhluk itu membutuhkan energi sangat banyak seketika tubuh Ashana oleng namun, Anzel dan juga Yashbi dengan sigap menangkap tubuh Ashana.
Makhluk wanita itu cengengesan menyaksikan mereka. Mendekati Ashana.
"apa kau yang bernama Ashana?"
Ashana mengangguk kecil.
Makhluk wanita itu menyerahkan seperangkat emas.
"ini... aku sangat menyukai benda yang bersinar dan berkilauan. Aku sungguh tidak sengaja mengambilnya. Saat itu........"
Sebelumnya, ibu Ashana yang diliputi rasa penyesalan perilakunya terhadap Ashana. Dia membeli seperangkat emas dengan sisa uangnya sebelum beberapa hari kematiannya dan diketahui oleh Doni. Perasaannya tercurah pada emas tersebut dan membuat makhluk wanita itu tertarik untuk mengambil emas itu. Dan akhirnya berada ditangannya hingga saat ini.
Ibu Ashana berharap Ashana memaafkan sikapnya terutama menikah diam-diam dengan Yashbi.
"terima kasih" ucap Ashana dengan senyum lebar.
Makhluk wanita itu spontan memeluk Ashana.
Dan makhluk wanita itu tercengang. Karena baru kali ini ada manusia yang bisa bersentuhan langsung dengannya.
"sebagian besar dalam tubuhmu memilikinya. Ya... memilikinya" ucap makhluk wanita itu seraya mengeluarkan sebuah buku.
"jadi ini sudah waktunya"
Mereka terlihat bingung.
Makhluk wanita itu membuka halaman demi halaman buku tersebut. Terlihat gambaran seorang wanita dengan kehidupan sederhana yang diawasi oleh alam semesta. Ya, seorang wanita hidup dipedesaan yang luas dengan hamparan langit yang indah dan makhluk lainnya yang hidup bersamaan.
"takdirmu sudah tertulis dibuku ini. Buku yang tidak bisa dilenyapkan dengan usaha apapun. Karena buku ini membuat sejarah kehidupan manusia, dan dua dunia sana terulang kembali"
Maksudnya dua dunia adalah dunia yang didirikan Zeys dan dunia Satan's World milik Clara.
"hanya dalam hitungan detik manusia akan lenyap dan salah satu dunia yang disebut Satan's World akan turun dan menguasai dunia manusia"
"tapi aku sudah memperhatikan dari jauh hari jika sejarah itu untuk kali ini tidak akan terulang kembali karena..." ucap makhluk wanita menatap kearah Yashbi.
"laki-laki yang berdiri disampingmu yang akan berperan besar dan juga termasuk dirimu Ashana"
"saat ini dalam tubuhmu memiliki sebagian kekuatan alam semesta yang disebut Canis Major. Tapi, sayang sekali sebagian lagi ada diwanita iblis itu yang bernama Clara"
Deugh
Yashbi menatap nyalang makhluk wanita itu.
"ini kenyataannya anak muda. Aku tahu kau mencintainya tapi apa perasaan itu akan bertahan lama? aku penasaran ingin melihatnya. Bagaimana perasaanmu pada wanita itu jika wanita itu benar-benar meninggalkanmu"
Yashbi mengapalkan tangannya. Terlihat urat-urat tangannya menonjol.
Yashbi menatap bergantian Ashana, Doni dan Anzel.
"jangan semarah itu. Kau harus ingat. Ribuan manusia saat ini kehidupannya bergantung denganmu karena kau yang tersisa dari keturunan Dzon. Mengingat laki-laki yang bernama Robin itu sudah tidak ada harapan lagi" ucap makhluk wanita itu seketika menghilang.
__ADS_1