
Seiring berjalannya waktu ingatan Ashana akan dirinya sendiri perlahan kembali. Sekuat tenaga Ashana mendorong tubuh Yashbi agar menghentikan aksi ci*mannya. Yashbi tidak melawannya.
"kenapa?" tanya Yashbi memandang Ashana.
Raut wajah Ashana yang tidak bisa dijelaskan. Dia segera beranjak berdiri. Detak jantung yang tidak beraturan seperti pacuan kuda.
"Ashana... kita kan berstatus suami istri jadi sudah hal wajar..." ucap Yashbi terhenti.
"ya, kita memang berstatus suami istri. Tapi, wanita itu sudah kembali dan aku sudah membayar hutangku padamu"
Yashbi mengerutkan dahinya.
"apa kau masih tidak paham jika wanita itu bukan manusia"
"ya, aku tahu jika wanita itu bukan manusia. Dia wanita yang berasal dunia lain yang dinamakan Satan's World. Dan dia akan menghancurkan tempat ini bersama pengikutnya yang lain dengan jumlah yang sangat banyak dan dengan begitu manusia sudah tidak ada lagi tempat di tempat ini" ucap Ashana tanpa sadar.
Meskipun Yashbi bisa melihat sebelum dan sesudah apa yang terjadi melalui tatapan kedua matanya tapi dia tidak bisa melihat secara keseluruhan. Berbeda dengan Silfa.
Memang Yashbi melihat kedua mata Anuya dan Clara untuk melihat apa yang mereka alami beberapa saat lalu dan beberapa saat kemudian. Yang dia lihat hanya Clara bukan manusia melainkan iblis, manusia yang memiliki kekuasaan memuja dan menyembahnya dan Anuya (saat pertama kali masuk kedalam rumah bersama Merisa) salah satu pengikut Clara yang terbilang setia. Hanya itu saja yang dia lihat.
Tapi, ketika melihat dari cermin sihir, cermin sihir itu menjelaskan secara terperinci apa yang telah terjadi di tempat itu antara Clara, Anuya, Floir dan Zerad begitu juga Sandi.
"aku harus melindunginya apapun yang terjadi. Meski harus aku korbankan nyawaku sendiri" celetuk Yashbi.
__ADS_1
"karena dia anakku satu-satunya aku tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Kau tau Ashana... meski aku mencari wanita itu akhir-akhir ini tapi bayangan, gerak gerik bahkan wangi nafas istriku masih sering berputar didalam otakku"
Deugh
Ashana berpikir apa Yashbi mengetahui siapa sebenarnya dirinya?.
Dalam otak Ashana pun berputar kenangan bersama Yashbi dulu. Saat mereka masih belum memiliki anak. Yashbi memeprlakukannya dengan sangat baik kusangking baiknya Karmellita sang istri selalu menangis kala melihat Yashbi tertidur. Berharap keadaan seperti ini akan berlangsung selamanya. Ya, Yashbi sangat mencintai dan menyayangi Karmellita begitu juga sebaliknya.
"aku jadi tahu yang sebenarnya apa pekerjaan yang selama ini dia sembunyikan" batin Ashana dengan senyum tipisnya.
Grep
Yashbi memeluk Ashana dari belakang menyandarkan kepala dibahunya.
"aku merasakan sakit dan sesak untuk kedua kalinya oleh wanita yang berada disampingku. Pertama ibu dan istriku. Aku tidak bisa menjaga ibuku saat itu hingga dia menghilang tanpa jejak dan mengatakan apapun padaku bahkan baju terakhir yang dia pakai pun aku tidak tahu. Lalu, istriku aku menabrak istriku sendiri yang saat itu dia sedang hamil besar. Nyawanya tidak dapat ditolong namun, dia meninggalkan hasil cinta kami selama dua tahun tapi naas, saat akan mengebumikan tubuh kakunya, tubuh yang menamaniku selama dua tahun itu menghilang juga tanpa sisa" ucap lirih Yashbi meneteskan air matanya.
"yang kedua, aku terluka dengan harapanku sendiri. Aku berharap setelah aku bertemu Clara hidupku akan menjadi lebih baik dan bangkit dari keadaan sebelum dia datang tapi, dia... dia adalah... dia seorang..."
Ashana menahan air matanya agar tidak keluar.
" aku memiliki kemampuan dibanding manusia lainnya tapi kemampuanku sama sekali tidak berguna untuk diriku sendiri. Seorang wanita memperdayaku dengan mudah " ucap Yashbi menyesal, memeluk erat tubuh Ashana.
"apa mereka me maafkanku, Ash?"
__ADS_1
"maksudku ibuku dan istriku. Aku berjanji pada ibuku akan menjaga istriku sebaik mungkin disiksa umurku. Tapi... tapi apa yang aku lakukan. Aku membunuhnya dengan tanganku sendiri"
Ya, kejadian dimana Karmellita tengah hamil besar. Dia mengetahui jika Yashbi sedang menemui seorang wanita disebuah tempat. Tanpa pikir panjang Karmellita mendatangi tempat itu tanpa memakai alas kaki bertemankan langit malam tanpa bintang satupun dan bulan. Langkahnya terhenti disebuah gang yang berseberangan dengan tempat itu saat melihat Yashbi masuk kedalam mobil bersama seorang wanita dan mereka bersikap mesra layaknya sepasang kekasih.
Dari belakang Karmellita ada seseorang membisikan sesuatu dengan spontan Karmellita menghadang mobil yang baru saja dinyalakan oleh Yashbi. Awalnya Yashbi tidak melihat ada seseorang yang menghadang mobilnya namun, ketika melewatinya dia tersadar telah menabrak seseorang dengan sigap menginjak rem turun dari mobil untuk melihat siapa orang yang dia telah tabrak. Betapa terkejutnya melihat Karmellita yang terbaring diatas aspal.
Ya, seseorang yang membisikan sesuatu pada Karmellita adalah Anuya dan wanita yang bersama Yashbi adalah Clara. Mereka memperdaya Yashbi dan Karmellita dengan cara (hipnotis).
Yashbi menghirup aroma tubuh Ashana. Dia baru tersadar jika aroma tubuh Ashana sama dengan istrinya, Karmellita.
"lalu, apa yang akan kau lakukan saat ini?" celetuk Ashana.
"aku akan membereskan wanita itu. Seseorang memberitahuku jika wanita itu saat ini menargetkanku dan juga anakku, Morina"
Ashana segera membalikkan badannya ketika mendengar Morina akan menjadi target berikutnya.
"aku akan menyingkirkan wanita itu" ucap tegas Ashana dengan nafas memburu.
Ashana tidak terima jika Morina dijadikan sasaran berikutnya. Apa hubungannya? tentu saja tidak ada hubungannya. Itulah yang dipikirkan Ashana.
"pendapatku wanita itu hanya menargetkan orang-orang yang memiliki kekuasaan dan kekayaan"
"aku sudah memeriksanya penduduk yang tersisa saat hanya kalangan menengah kebawah"
__ADS_1
Lebih tepatnya Anzel yang sudah memeriksa keseluruhan penduduk yang tersisa dengan bantuan polisi setempat.