Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Seranjang


__ADS_3

Karena rumah Ashana hanya memiliki tiga kamar yang satu dipakai gudang.


"sekarang kalian sudah menjadi suami istri jadi tidurlah di kamar Ashana" ucap ibu yang menguap karena sudah menunjukan pukul 01.00


Pandangan Ashana dan Yashbi saling bertemu.


"ikuti aku" ucap Ashana yang diikuti Yahsbi


Mereka menaiki beberapa anak tangga dan masuk ke kamar Ashana yang sangat sederhana namun bersih dan nyaman. Tanpa ragu Yashbi segera merebahkan tubuhnya yang lelah di atas kasur.


"apa kita akan tidur di sini?" jawab Ashana dengan sedikit cemas


"euumphh" jawaban singkat Yashbi


Ashana bergegas segera memasuki kamar mandi untuk mencuci mukanya berusaha menenangkan diri. Yashbi hanya tersenyum licik.


"aku akan segera memamerkannya padamu. Tunggu saja. Saat waktunya tiba kau akan datang dengan sendirinya" gumam Yashbi


Ashana merasa sudah sedikit tenang membuka engsel pintu kamar mandi perlahan memunculkan kepalanya terlebih dahulu melihat ke arah Yashbi yang masih di posisi sama. Dia memberanikan diri untuk keluar dengan helaan nafas kasar. Terlihat Ashana sudah mengganti pakaiannya dengan piyama berbahan satin. Langkah kakinya perlahan mendekat ke arah Yashbi yang tidak menyadari keberadaannya.


"hei, apa kau bisa mengganti posisimu? kasurku kecil untuk tidur kita berdua jadi kau sebaiknya benarkan posisimu" ucap Ashana gelisah dengan tubuhnya yang sudah merasa lelah


Yashbi masih memejamkan matanya karena tidak bereaksi Ashana memegang lengan Yashbi. Dia berpikir tidak apa-apa karena status mereka sudah menjadi pasangan suami istri. Saat kulit mereka saling bersentuhan Ashana bengong untuk seumuran Yashbi kulitnya masih terasa kencang dan halus.


"aish apa yang kupikirkan kenapa aku menjadi berpikir yang macam-macam" gumam


Yashbi menarik tangan Ashana hingga tubuh mereka saling berpelukan.


"apa yang kau pikirkan, anak kecil?" tanya Yashbi menatap wajah Ashana yang terlihat memerah


"kau benarkan posisi tidurmu aku akan segera tidur tubuhku lelah sekali seharian ini berjalan kaki" ucap Ashana


"baiklah tapi aku ingin bertanya satu hal padamu"


"apa?katakan saja" Ashana berusaha untuk beranjak tapi tangan Yashbi memegangnya erat


"apa yang kau inginkan dari pernikahan ini?" tanya Yashbi


"kau tidak perlu menjawabnya sekarang. Pikirkan saja baik-baik. Aku sedikit merasa bersalah karena memaksa anak orang lain untuk menikahiku" Yashbi menyelipkan anak rambut di belakang telinga Ashana

__ADS_1


Yashbi segera melepaskan tangannya yang memeluk tubuh Ashana dan beranjak dari ranjang membuka beberapa kancing kemeja. Ashana merasa aneh dan heran dengan pertanyaan itu.


"apa yang aku inginkan dari pernikahan ini?batin Ashana


Ashana membenahi kasurnya layaknya untuk tidur berdua. Dia bantal bersisian dan membagi selimutnya.


"nanti saja aku pikirkan apa yang aku inginkan dari pernikahan ini" Ashana menutup matanya yang sudah terasa berat sejak tadi


Yashbi yang sedang merokok di balkon menatap kosong ke depan.


"pakaianku lengket sekali oleh keringatku sendiri. Jika begini bisa-bisa alergi kulitku kambuh"


Pandangan Yashbi melihat ke arah seseorang di dekat rumah berjalan mondar mandir. Untuk memastikan siapa orang itu Yashbi menyipitkan matanya.


"laki-laki itu"


Yashbi tersenyum licik


Langkah kaki masuk ke dalam kamar melihat Ashana tertidur pulas membuat Yashbi menatapnya cukup lama. Karena tubuhnya yang gerah dia mencari kaos yang bisa dipakai di dalam lemari.


"aku akan menggantinya. Aku hanya meminjamnya"


"bagaimana dia membersihkan tubuhnya hanya dengan peralatan seperti ini?" ucap Yashbi yang terpaksa melanjutkan mandinya dengan perlengkapan seadanya


Selesai dengan ritual mandinya Yashbi mihat layar hpnya yang dari tadi menyala. Dia bergegas keluar rumah dengan langkah terburu-buru.


Drrttt


Drrttt


Dering ponsel miliknya


" baiklah aku akan segera ke sana tunggu saja aku sedang di jalan"suara panik Yashbi


Yashbi diberi kunci cadangan oleh ibu Ashana. Saat tubuhnya keluar dari rumah dengan buru-buru dia masih melihat laki-laki tadi masih mondar mandir di depan rumah siapa lagi kalau bukan Indra. Mata mereka saling bertemu.


"ada apa kau di sini? aku perhatikan dari tadi kau seperti maling mondar mandir tidak jelas di depan rumah orang lain" ucap Yashbi dingin


"aku ingin bertemu dengannya" ucap Indra berani

__ADS_1


"hah, apa kau tidak dengar kami sudah menikah. Dan kau ingin menemui wanita yang telah bersuami di pagi buta. Hah" ucap Yashbi dengan melangkah mendekati Indra


"aku yakin pak tua jika pernikahan kalian ini hanya di atas kertas. Ashana tidak mungkin mau menikahimu asal kau tahu tipenya bukan sepertimu" ucap Indra


"jadi kau merasa kau adalah tipe idealnya" ucap Yashbi


Bug


Yashbi mendaratkan pukulan ke wajah Indra yang belum siap menerima pukulan itu.


"aku sudah tahu kalian sudah melakukan hubungan layaknya sepasang suami istri. Jadi jangan membicarakan soal tipe ideal di hadapanku. Apalagi mengingat wanita itu sudah menjadi barang bekas. Kau tahu harga barang bekas sangatlah murah" ucap Yashbi menyingkirkan kaki Indra dengan kakinya


"minggir kau menghalangiku"


Setelah memukul Yashbi pergi begitu saja meninggalkan Indra sementara Indra memegangi pipinya yang terasa sangat sakit gila saja pukulannya kuat sekali seperti terkena sepuluh kali pukulan sekaligus. Dengan ucapan Yahsbi barusan Indra semakin yakin jika pernikahan Ashana ada sesuatu yang tidak beres. Indra tersadar jika Yashbi memakai baju miliknya.


Di suatu tempat dengan minim cahaya ada seorang laki-laki yang terbaring lemah dengan porsi makan luar biasa banyak dari arah pintu Yahsbi mendatanginya. Ya, dia memberikan pengobatan khusus menurutnya laki-laki itu ketempelan makhluk halus berupa ular yang melingkar di tubuhnya.


*pengobatan khusus yang dilakukan merapalkan mantra dan memberi sebotol air putih*


Ada sebab dan akibat jika Yashbi melakukan pengobatan tersebut di mana makhluk halus yang menempel itu akan menampakkan diri terhadap salah satu keluarganya dan orang terdekatnya.


Di dalam kamar, Ashana yang masih tertidur pulas tubuhnya terasa berat seperti ada benda besar melingkar.


"euumphh, euumphh"


Saat membuka mata tapi tidak bisa.


"tubuhku kenapa?"


"ada yang melilit ditubuhku"


Sekali lagi Ashana berusaha membuka mata sontak matanya melotot melihat ular besar melilit tubuhnya. Dan kepala ular dengan kepala dirinya saling berhadapan sangat dekat.


"ulaaaaaaaaaarrrrrr"teriak Ashana


Namun suaranya tidak akan mungkin bisa di dengar orang lain.


Dengan nafas terengah-engah Yashbi membuka pintu kamar melihat Ashana pandangan kosong dan melotot. Dia segera melangkah mendekatinya dan merapalkan mantra. Terlihat Ashana sangat lelah keringat bercucuran beranjak dari ranjang tidak menyadari keberadaan Yahsbi tubuh mereka saling beradu dan terjatuh bersama ke atas ranjang. Mata mereka saling bertemu tiba-tiba mata Ashana mengeluarkan air mata kusangking ketakutan.

__ADS_1


__ADS_2