Sungguh Mencintainya

Sungguh Mencintainya
Chapter 113


__ADS_3

Ashana tidak memperdulikan peringatan Doni. Dia merapalkan mantra yang sudah dibisikkan Doni beberapa menit lalu.


Doni mengetahui jika Ashana bukan anak perempuan pada umumnya. Mengingat kejadian dulu saat Doni mengobati pasien yang terlihat jelas dikungkung oleh seekor makhluk, makhluk itu seketika menghilang saat mengetahui keberadaan Ashana. Pandangan makhluk itu dan Ashana sempat beradu.


Dan juga kejadian barusan seekor makhluk berbentuk ular yang paruh terhadap seorang manusia. Yaitu Ashana.


Doni semakin yakin jika Ashana bukan anak perempuan pada umumnya.


Ashana merapalkan mantra yang tadi dibisikkan Doni. Pergerakan Robin terhenti yang sedari tadi kesakitan dengan darah mengalir disekujur tubuhnya.


Ashana menatap tajam Clara. Seperti bukan Ashana yang dikenal.


"kau sebagian dari diriku. Jadi sebaiknya kau segera hentikan perbuatanmu ini. Jika tidak kau sendiri akan mengetahuinya apa yang akan terjadi padamu sendiri" ucap Ashana dengan nada suara yang tegas dan yang mendengarnya akan merinding sekujur tubuhnya.


Mereka yang mendengar ucapan Ashana merasa aneh dan heran. Begitu juga Clara.


"aku sama sekali tidak takut denganmu, manusia bodoh. Kau hanya anak yang baru terlahir jadi jangan so mengguruiku. Seharusnya kau tahu siapa kau sebenarnya" ucap ketus Clara yang berusaha tenang. Sebenarnya Clara saat mendengar ucapan Ashana barusan merasa jika Ashana akan mengambil hal besar dalam dirinya.


Ashana smirk.


"baiklah jika kau tidak ingin mendengarkanku" ucap kembali Ashana berjalan mendekati Clara.

__ADS_1


"paman, jangan diam saja disaat seperti ini"


Doni dan Anzel segera menggontong Robin.


"laki-laki itu tidak akan hidup lama lagi. Aku tahu jika orang disekitarku telah sedikit bermain denganku. Dalam waktu enam jam laki-laki yang berusaha kalian tolong akan berubah menjadi suatu benda yang tidak berguna. Kuberitahu satu hal, mungkin kalian tidak terdengar asing dengan kata "pertukaran atau Ruil"


"lihatlah. Setelah enam jam apa yang akan terjadi dengan tubuh renta dan bau tanah yang kalian pegang saat ini"


.


.


.


Ashana hanya terdiam dan tersenyum lebar.


Tubuh Ashana terlempar sana sini sehingga membuat Clara kesal karena Ashana masih mampu berdiri tegak.


"lanjutkan. Apa hanya ini yang kau bisa lakukan... Clara Brone"


Clara tercengang saat Clara menyebut nama aslinya.

__ADS_1


"Clara Brone menjadi Clara Ayumi" ucap Ashana dengan berusaha berdiri.


Terlihat beberapa bagian tembok roboh karena terkena hempasan tubuh Ashana. Tapi, Ashana terlihat baik-baik saja.


Membuat Clara kesal.


Clara merapalkan kembali mantra.


"Ashanaaaaa" teriak Doni melompat kearah Ashana dan memeluknya dan benar saja makhluk berbentuk ular bernama Zig datang dari atas akan menindih tubuh Ashana.


Clara dengan mudahnya memanggil Zig yang sedang ditengah pertarungan bersama Zag.


Zig berdesis kencang hingga membuat tekanan angin kencang. Langit menjadi gelap disertai angin kencang menerbangkan benda-benda yang ada diluar seperti pohon-pohon, pagar gerbang yang tinggi, terbangnya pengawal Yashbi yang sedang berjaga dan juga Ashana, Doni dan Clara.


Dengan sigap Clara mengapung diudara.


"dasar makhluk sialan. Seharusnya saat itu juga kau sudah melenyapkanmu" ucap kesal Clara.


Clara merapalkan mantra seketika membakar Zig. Api besar berwarna merah membakar seluruh tubuh Zig.


Di dalam api, Zag menemui Zig untuk membantunya keluar dari api itu.

__ADS_1


"kalian tidak akan bisa melarikan diri karena api itu tidak akan bisa padam kecuali atas perintahku" ucap Clara dengan senyuman liciknya.


__ADS_2