
Di tempat Lani, si pembuat patung sedang membuat patung yang sangat mirip sekali dengan Ashana yang diperuntukkan untuk Lani. Sampai saat ini telah menggunakan patung mirip Ashana sebanyak tiga puluh enam buah.
Lani menganiaya patung itu seolah-olah itu Ashana yang sebenarnya. Menyerangnya dengan membabi buta. Cipratan darah dimana-mana.
Si pembuat patung sebenarnya seorang ahli pembuat patung dengan menggunakan sihir. Dia adalah Avril yang menyamar.
Avril pindah keruangan lain dan membuka penyamarannya. Dia tersenyum simpul.
"Yashbi... sekarang aku tahu apa kelemahanmu. Wanita ya, wanita. Paling terbesar yang kau takutkan saat ini adalah kehilangan anakmu. Padahal wanita yang berada disampingmu yang akan selalu ada untukmu. Jika kau tidak menginginkannya maka aku akan..." ucap Avril melihat kearah Lani dari dalam ruangan tersebut.
" awalnya aku menyangka jika wanita ini lah yang sangat berarti untukmu. Jadi, tidak ingin lagi aku berlama-lama ditempat ini" ucap Avril menghilang begitu saja.
Avril menyimpan rasa sakit hati terhadap Yashbi karena sikap dan ucapan Yashbi yang selalu menyinggung perasaannya.
Flashback on
Avril berada ditempat Cafe yang saat ini berdiri. Dulu Cafe itu sangatlah kumuh tidak terurus, kotor sekali. Avril mencari penghasilan untuk kebutuhannya sehari-hari dengan membuka tempat ramalan atau cenayang. Orang-orang akan datang padanya untuk menanyakan hal percintaan, keluarga, karir, kesehatan dan hal dalam menemukan binatang peliharaan.
Hingga terdengar ketelinga Yashbi. Yashbi mendatangi Avril perihal menanyakan keberadaan Clara dan juga menghilangnya jasad ibunya dan istrinya. Karena Avril tidak begitu sakti atau kuat dia tidak bisa memberikan jawaban apa yang diinginkan Yashbi. Hingga membuat Yashbi kecewa yang tadinya datang penuh harapan namun tidak dengan hasilnya. Tanpa sadar Yashbi menghina dan mencemooh Avril. Melemparkan sejumlah uang kewajah Avril.
Setelah kejadian itu, Avril menaruh dendam padanya.
Padahal, Anzel datang secara pribadi untuk meminta maaf atas perintah Yashbi. Didepan mereka Avril seolah-olah memaafkan mereka tapi nyatanya hingga sekarang ini dia masih menyimpan rasa sakit hati yang berubah menjadi dendam. Bahkan dengan permintaan maaf itu Yashbi memberikan sedikit modal agar membuka usaha lain yaitu Cafe yang saat ini berdiri meskipun pelanggan tetap Cafe itu orang-orang tertentu salah satunya Yashbi sendiri dan pebisnis lainnya, Zerad dan Floir yang kerap datang. Sebelum menjadi pelanggan Cafe Zerad dan Floir adalah pelanggan Avril saat menjadi peramal. Bagi Floir dan Zerad apa yang dikatakan Avril semuanya tepat.
Flashback off
Avril kembali ke Cafe dan didalam Cafe seseorang sudah menunggunya yaitu Zerad dan Floir.
"maaf membuat kalian menunggu" ucap Avril.
"Avril kau terlihat cukup sibuk ketika memiliki tempat ini" ucap Zerad.
Avril hanya tersenyum.
"kita sudah memberimu cukup waktu. Bagaimana kau sudah menemukan cara untuk melawannya?"
Zerad dan Floir bermaksud melawan Clara. Karena mereka terobsesi dengan harta karun yang tertimbun dibangunan Yaebud.
Padahal yang tertimbun bangunan Yaebud bukanlah harta karun.
" untuk melawan wanita itu aku belum pasti menemukannya. Hanya saja aku memiliki sedikit gambaran" ucap Avril sambil menumpahkan beberapa botol minuman kedalam baskom ukuran sedang.
__ADS_1
"kalian harus membayar minuman yang sudah kugunakan ini" ucap Avril menatap kearah mereka secara bergantian.
Lalu, Avril menaburkan sesuatu kedalam minuman yang ditumpahkan kedalam baskom itu.
Terlihat air dalam baskom itu manusia-manusia yang yang bergerombol secara bersamaan namun seketika menghilang dalam sekejap mata dan terlihat satu manusia yang berdiri tegak dibelakangnya ada beberapa cahaya berbentuk pilar seperti melindunginya.
"mungkin salah satu dari kalian mengerti dengan hal ini"
Zerad dan Floir mengerutkan dahinya.
"pendapatku ini ada kaitannya dengan wanita itu" ucap Floir.
"maksudmu?"
"apa kau tidak merasa janggal wanita berwujud iblis itu menggunakan anak laki-laki yang kutangkap tempo lalu untuk memperdaya manusia yang memuja dan menyembahnya. Sehingga manusia itu mau begitu saja menyerahkan hidup mereka"
Ketiga laki-laki itu terdiam. Berpikir sejenak.
"bisa saja nanti giliran kita yang diperdaya oleh anak laki-laki itu yang bernama Anuya"
"jika memang begitu sebaiknya kita menghabiskannya lebih dulu"
Zerad dan Floir menatap kearah Avril yang sedari tadi hanya memperhatikan mereka bicara.
Avril cukup dekat dengan Anuya.
"bukan hanya laki-laki itu tapi dengan anak dari si Yashbi itu" ucap Floir penuh penekanan.
Floir dan Zerad teramat sangat tidak menyukai Yashbi hanya karena dari dulu keluarga selalu menjadi nomor satu perihal kekayaan dan kekuasaan. Padahal diluar itu selain Yashbi masih ada salah satunya.
Avril menyerahkan barang berharga milik Morina. Anuya mendapatkannya saat pertama kali masuk kedalam mansion Yashbi ketika bersama Merisa.
Barang berharga milik Morina adalah poto ibunya yang menggendong dirinya saat masih bayi.
"dengan begini kita akan mudah melakukannya"
"bisa saja dengan poto ini kita memanggil jiwa yang sudah lama mati" ucap Floir dengan senyum simpul.
"apa kau berencana untuk menjadikan umpan?" tanya Zerad yang mengerti kemana arah pembicaraan Floir.
"kita bisa melenyapkan mereka sekaligus hanya dalam satu kali bekerja"
__ADS_1
Zerad dan Floir jika dengan lenyapnya keturunan keluarga Igor dan Dzon akan membuka pintu menuju harta karun itu. Padahal ini hanyalah siasat Clara. Ya, Clara memperdaya Zerad dan Floir lebih tepatnya Clara hanya ingin melihat sebarapa rapuhnya manusia saat mendapatkan dan kehilangan benda berharga yang disebut uang.
Zerad dan Floir adalah manusia yang tidak memiliki perasaan dan hati nurani. Mereka mengorbankan seluruh keluarganya (melakukan penyembahan dan pemujaan) dan menyaksikan langsung hilangnya nyawa mereka. Tentu saja Anuya ikut andil dengan memperdaya mereka (hipnotis).
"sudah hampir seluruh orang yang berkuasa (kaya) menghilang bak ditelan bumi. Ya... ada beberapa keluarga yang ditinggalkan tapi itu sama sekali tidak berpengaruh. Yang terpenting adalah dalam keluarga itu yang berperan besar dan penting dalam memiliki benda yang kita sebut uang" ucap Zerad mengangkat sloki dan meminumnya.
"kau memberi kami minuman yang berbeda lagi?" tanya Zerad menatap intens Avril.
"ya anda benar. Aku ingin anda yang pertama kali mencobanya" ucap Avril dengan tersenyum.
"aku akan memberi petunjuk untuk melenyapkannya. Tapi, ada satu hal yang harus kalian berikan padaku"
"sebut saja nominal yang kau inginkan?" tanya Floir mengetuk tongkatnya kepermukaan lantai.
"tidak. Bukan uang yang menjadi persyaratan kali ini" ucap Avril menghentikan aktivitasnya.
"salah satu dari kalian harus memberikan barang yang paling berharga dalam hidup kalian selama ini kecuali uang"
Zerad sudah menduganya hal ini akan terjadi. Dia berniat membohongi Avril.
"oh ya. Aku ingin mengatakan sedari dulu. Aku akan mengetahui orang yang membohongiku" ucap Avril menatap Zerad. Dan tatapan mereka beradu.
"datanglah kerumahku" ucap Zerad.
"tentu saja" ucap Avril dengan tersenyum.
Penyembah dan pemuja lain telah lenyap akibat kerja sama Floir dan Zerad. Floir yang memiliki rapalan mantra sama dengan Clara. Entah dari mana dia memilikinya. Rapalan mantra yang dapat memperdaya (menghipnotis) manusia dalam jumlah banyak sekaligus.
*yang memiliki rapalan mantra itu hanya Clara dan Floir*
"saat ini kondisi laki-laki itu sedang dalam kondisi cukup buruk karena telah mengkhianati wanita yang sedang peran besar dalam hal ini. Jadi, tanpa sepengetahuan wanita itu sedikit demi sedikit mengambil energi kehidupannya, sisa umurnya"
"ini kesempatan. Anda hanya perlu mengucapkan rapalan mantra yang sudah menjadi andalan sedari dulu, tuan Floir"
"hitungan detik laki-laki itu, Anuya akan menyerah dan mati dengan sendirinya tanpa perlu berada di Yaebud"
Avril tahu jika Floir sudah hidup lebih lama daripada manusia lainnya. Yakni dua ratus lima puluh lima tahun.
Avril dapat mengetahuinya saat pertama kali Floir dan Zerad mendatanginya. Mereka meminta meramalkan tentang kondisi keuangan dan karir.
Percaya ga sih tentang "ramalan"?
__ADS_1
Kalau minceu sedikit mempercayainya karena setiap baca zodiak sebagian besar terjadi dalam hidup minceu.
Maaf sungguh maaf yang sebesar-besarnya pengemasan ceritanya masih amuradul dan ruwet. Tapi semoga readers tersayang dan terhormat masih bisa memahaminya walaupun syuuuuuuliiittt 🙏🙏🙏