Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Wellcome Babby Twins


__ADS_3

Hari hari dengan penuh kebahagiaan, tak kehamilan Are memasuki usia sembilan bulan. Tinggal menghitung hari untuk melahirkan kedua anak anaknya.


Saat ini keluarga Erald masih berkumpul di rumah utama keluarga Xander. Dua minggu yang lalu keluarga Mami Valen kehilangan Opa Alex untuk selamanya.


Mami Valen, Papi Nathan, Are, Erald, Saka dan Vebby sedang bersantai di ruang keluarga. Mami Valen terlihat begitu tegar menghadapi kepergian Opa Alex.


" Are, kamu istirahatlah saja di kamar sayang! Dari tadi kamu terus duduk seperti itu, Mami khawatir kaki kamu akan kram nanti, tidak pa pa kan kamu di kamar saja?" Tanya Mami Valen menatap Are.


" Iya Mi tidak pa pa." Sahut Are.


" Mas bantu kamu ke kamar ya." Ujar Erald membantu Are beranjak dari duduknya, tiba tiba....


" Awh." Pekik Are memegangi perutnya.


" Sayang."


" Are." Ucap Erald dan Mami Valen bersamaan.


" Kamu kenapa sayang? Apa ada yang sakit? Katakan mana yang sakit sayang biar nanti Mas obati!" Ujar Erald membantu Are duduk kembali.


" Awh... Perutku sakit sekali Mas." Rintih Are.


" Erald sepertinya Are mau melahirkan." Ucap Mami Valen.


" Ayo kita bawa ke rumah sakit sekarang Bang." Ajak Vebby.


Bukannya segera menggendong Are ataupun sekedar membantu Are, Erald justru terbengong melihat Are yang meringis kesakitan sambil memegangi perutnya.


" Abang." Teriak Vebby menepuk pundak Erald membuat Are tersadar dari lamunannya


" Eh iya." Sahut Erald.


" Buruan bawa Kak Are ke rumah sakit! Jangan bengong aja gitu! Gimana sih istrinya mau melahirkan bukannya tanggap malah diam aja." Omel Vebby merasa gemas sendiri melihat Erald yang loading lama.


" Ah iya iya maaf." Sahut Erald.


" Maaf maaf... Buruan gendong dan bawa ke mobil!" Ucap Vebby.


" Ayo sayang Mas gendong." Ujar Erald menggendong Are.


" Mi tolong telepon Mbak Siti, minta dia membawakan koper pakaian yang sudah di siapkan Are di dalam kamar ke rumah sakit." Sambung Erald.


" Baiklah Mami akan menelepon Mbak Siti, kalian duluan saja, Mami sama Papi akan segera menyusul." Sahut Mami Valen segera melakukan perintah Erald.


" Iya Mi." Sahut Erald.


Erald menggendong Are menuju mobilnya di ikuti Vebby dan Saka di belakang.


" Biar Om yang menyetir, kamu di belakang aja jagain Are." Ujar Saka.

__ADS_1


" Iya Om." Sahut Erald.


Setelah Vebby, Erald dan Are masuk mobil, Saka segera melajukan mobilnya menuju rumah sakit ibu dan anak permata bunda.


Di dalam perjalanan tidak henti hentinya Are mendesis menahan sakit yang melanda perut dan pinggangnya.


" Sayang rasanya sakit banget ya." Ujar Erald mengelus perut Are.


" Iya Mas, rasanya sakit campur panas pegal gitu." Sahut Are.


" Yang sabar ya." Ucap Erald mengelus kepala Are.


" Shh..." Desis Are.


" Kenapa? Sakit lagi ya?" Tanya Erald.


" Ya elah Bang, udah tahu sakit masih nanya muku, bukannya di elus elus tuh perut sama pinggangnya malah cuma di tanyain doank." Cerocos Vebby.


" Anak anak Daddy yang pintar, nanti kalau sudah sampai rumah sakit segera keluar ya, kasihan Mommy kalau harus menahan sakit lama lama." Ujar Erald.


" Ya mau gimana lagi Rald, memang begitu prosesnya." Sahut Saka.


" Aku nggak tega Om, lihat Are kesakitan gini." Sahut Erald.


" Besok lagi jangan di buat hamil Arenya, kasihan kan kalau dia kesakitan gitu mau ngelahirin anak anak kamu." Ujar Saka menggoda Erald sambil terus fokus mengemudi.


" Sialan lo." Umpat Saka.


" Aku jadi takut hamil By, kelihatannya rasanya sangat sakit sampai Kak Are mengeluarkan keringat dingin gitu, aku nggak bisa membayangkan betapa sakitnya wanita mau melahirkan." Ujar Vebby ngeri. Ia menoleh ke belakang menatap Are yang saat ini sedang asyik dengan dunianya sendiri.


" Ya jangan gitu donk sayang, selama ini aku sudah menantinya masa' penantianku harus sisa sia, aku akan selalu menemanimu dan aku akan mengambil rasa sakitmu saat kamu mau melahirkan nanti, jadi kamu nggak perlu merasa takut begitu, aku berharap kita akan segera mendapatkannya." Sahut Saka.


" Ya semoga saja kita akan segera mendapatkannya By." Sahut Vebby.


" Shhh Mas sakit banget... Rasanya semakin sakit dan kencang." Rintih Are.


" Sabar ya sayang, sebentar lagi kita sampai di rumah sakit." Ujar Erald.


" Kak Are tarik nafas pelan pelan, lalu buang lewat mulut biar relax." Ujar Vebby.


Are melakukan apa yang di katakan Vebby. Padahal Ia sering mengikuti kelas bumil tapi karena rasa sakit Ia melupakan apa yang di ajarkan gurunya.


Lima belas menit Saka sampai di rumah sakit tersebut. Erald kembali menggendong Are berjalan menuju ruang ugd.


" Mohon tunggu di luar dulu Tuan, biar Nona di periksa oleh Dokter dulu, nanti kalau sudah mau ke ruang bersalin saya akan memanggil anda untuk menemani istri anda." Ucap suster.


" Baik Sus." Sahut Erald.


Erald duduk di kursi tunggu di ikuti Saka dan Vebby.

__ADS_1


" Gimana? Apa kata suster tadi?" Tanya Saka.


" Aku di suruh menunggu dulu di sini, nanti kalau Are sudah di pindahkan ke ruang bersalin, suster akan memanggilku untuk menemaninya." Sahut Erald.


" Ya Tuhan semoga proses persalinan Kak Are mudah dan lancar... Amin." Ucap Vebby memanjatkan doa.


" Amin." Sahut Erald dan Saka bersamaan.


Tak lama setelah itu suster memanggil Erald untuk menemani Are di ruang bersalin. Erald terus menggenggam tangan Are seolah menyalurkan kekuatan untuk istri tercintanya.


Di dalam ruang bersalin Are sedang berjuang melahirkan kedua buah hatinya. Erald tiada henti hentinya memberikan semangat kepada Are.


" Dorong lagi ya Bu." Ucap Dokter yang membantu persalinan Are.


Are mengeluarkan semua tenaga untuk mendorong bayi yang akan segera lahir ke dunia ini.


Oek.... Oek....


Bayi pertama Are sudah lahir dengan selamat.


" Selamat Bu, babby pertama laki laki, dia tampan dan sempurna." Ucap Dokter segera memberikan bayi laki laki pertama Are kepada suster untuk mendapatkan perawatan.


" Alhamdulillah." Ucap Are dan Erald bersamaan.


Perut Are kembali merasakan mulas dan ingin mengejan lagi pertanda anak kedua Are hendak lahir.


Dokter memberikan instruksi kepada Are untuk kembali mengeluarkan tenaganya membantu bayi kedua keluar dari jalannya.


Oek.. Oek...


Bayi mungil kedua lahir dengan selamat juga. Are dan Erald bisa bernafas dengan lega.


" Babby kedua juga laki laki Bu dan terlahir sempurna, keduanya sama sama tampan dan terlihat mirip sekali, selamat sekali lagi Bu." Ucap Dokter.


" Alhamdulillah, terima kasih Dok." Ucap Erald.


Erald menciumi kening Are dengan perasaan bahagia yang membuncah dari dalam dirinya.


" Terima kasih sayang telah menyempurnakan hidup Mas, Mas sangat bahagia dengan kehadiran dua jagoan kita, semoga mereka membawa kebahagiaan dan keberkahan untuk keluarga kecil kita, dan keduanya menjadi anak soleh yang selalu taat pada agama." Ucap Erald.


" Amin, semoga Tuhan mengabulkan doa kita Mas." Sahut Are.


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya nih buat babby twins...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu....


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2