Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Keluarga Bahagia


__ADS_3

" Sayang tunggu Daddy donk." Panggil Erald kepada twins.


Aarash dan Aaris saat ini sedang balapan merangkak. Erald yang menjaganya merasa kewalahan sendiri.


Umur twins tujuh bulan ya, berdasarkan pengalaman anak2 author umur segini sudah pada bisa merangkak.


" Ayo balik lagi ke sini, Daddy punya mainan yang lucu nih." Ucap Erald menunjukkan boneka kucing yang bisa berjoget.


Aarash dan Aaris merangkak menghampirinya sambil tertawa tawa.


" Duh senengnya anak Mommy, lagi mainan sama Daddy ya." Ucap Are menghampiri mereka sambil membawa nampan berisi bubur bayi untuk si kembar.


" Iya Mom." Sahut Erald mewakili kedua anaknya.


" Sini biar Mas aja." Ucap Erald mengambil alih nampannya.


Erald jongkok di depan Are sambil mengelus perut Are yang terlihat membuncit.


" Anak Daddy yang di dalam sini udah makan belum nih? Kalau belum nanti Daddy suapin setelah Daddy menyuapi abang abang kalian ya." Ujar Erald mencium perut Are.


" Iya Daddy." Sahut Are.


" Aarash, Aaris, ayo sini kita makan dulu biar kalian cepat besar." Ucap Erald.


" Mam... Mam.. Mam..." Celoteh keduanya sambil tepuk tangan.


" Pintar sekali! Daddy gantian ya menyuapinya." Ujar Erald mulai menyuapi Aarash dan Aaris dari wadah yang berbeda.


Are tersenyum menatap Erald yang sangat menyayangi anak anaknya. Itu sebabnya Aarash dan Aaris lebih menyayangi Daddy nya daripada Mommynya.


Are juga merasa bingung sendiri, pasalnya si kembar tidak akan makan banyak jika Ia yang menyuapi, tapi kembar akan menghabiskan makanannya jika Erald yang menyuapinya. Benar benar aneh pikirnya.


" Mam... Mam... Mam.. " Celoteh kembar bergantian saat Erald menyuapi salah satu dari mereka.


" Iya bentar ya, sabar sayang." Ujar Erald.


Dengan telaten Erald menyuapi mereka hingga makanannya habis.


" Dah habis... Sekarang tinggal minum susunya." Ucap Erald mengelap mulut kembar menggunakan tisu basah.


Setelah itu Erald memberikan dot susu kepada Aarash dan Aarish. Mereka langsung memasukkan dotnya ke dalam mulut.


" Sekarang gantian Mommy dan dedek bayi yang makan." Ucap Erald mengambil piring makanan untuk Are.


" A' sayang." Ucap Erald menyuapi Are.


Are menerima suapan demi suapan dari Erald sambil memantau twins.


" Kamu juga makan Mas." Ujar Are.


" Nanti aja sayang." Sahut Erald.


" Kamu membuat kami kenyang tapi kamu sendiri kelaparan Mas." Ucap Are mengambil sendok dari tangan Erald.


" A' Mas." Are menyodorkan sesendok makanan ke mulut Erald.


Erald tersenyum lalu membuka mulutnya menerima suapan Are.


Keduanya saling suap suapan membuat suasana menjadi romantis. Twins masih asyik dengan dotnya. Setelah susunya habis mereka membuang dot nya dengan kompak.


" Anak kamu Mas." Kekeh Are.

__ADS_1


" Anakmu juga sayang, tanpa kamu mereka tidak akan pernah ada." Sahut Erald.


" Iya." Ucap Are menyandarkan kepalanya di bahu Erald.


Are dan Erald melihat twins bermain dengan perasaan bahagia. Mereka membayangkan jika Are melahirkan anak kembar lagi makan rumah mereka akan semakin ramai dengan tangisan bayi. Mereka akan terlihat seperti kembar empat.


Ting tong


Suara bel berbunyi, Erald dan Are saling melempar tatapan.


" Mas buka pintu dulu." Ucap Erald beranjak.


Erald membuka pintunya...


" Pagi Bang." Sapa Vebby.


" Pagi, silahkan masuk." Sahut Erald.


Vebby menggandeng tangan Saka masuk ke dalam.


" Kamu nggak ngantor hari ini Om?" Tanya Erald.


" Enggak, Vebby minta di antar ke sini sekalian Om mau main sama twins." Sahut Saka.


" Owh." Gumam Erald.


" Halo twins nya Aunty." Ucap Vebby mendekati twins yang merangkak ke sana ke sini.


" Hai Aunty." Sahut Are.


" Gimana kabarnya Kak?" Tanya Vebby cipika cipiki dengan Are.


" Aku juga baik Kak." Sahut Vebby.


Mereka melanjutkan mengobrol membicarakan hal hal seputar kehamilan dan bagaimana mengurus babby yang benar.


Sedangkan twins ada bersama Erald dan Saka.


" Perkembangan babby twins cepat ya Kak, baru tujuh bulan udah bisa merangkak." Ujar Vebby menatap twins yang sibuk merangkak ke sana kemari.


" Alhamdulillah Veb, semoga besok anak anak kita juga seperti itu ya." Ucap Are.


" Iya Kak." Sahut Vebby.


" Besok jadwal pemeriksaan kandungan ku Kak, kalau jadwal Kakak kapan?" Tanya Vebby.


" Aku sudah kemarin, bb Kakak bertambah dua kilo." Sahut Are.


" Wah perkembangan yang bagus donk Kak, selama ini kan Kakak tidak bisa makan apa apa, tapi sekali bisa makan langsung membuat bb naik." Cerocos Vebby.


" Iya, itu karena Mas Erald memberi makan Kakak dengan baik." Sahut Are.


" Eh kalau kakak lihat lihat, perutmu lebih besar dari punyaku? Apa kemungkinan kamu hamil kembar ya By?" Tebak Are mengusap perut Vebby.


" Masa' sih Kak? Tapi benar juga ya Kak, perutku memang terlihat lebih besar dari wanita hamil pada umumnya, makanku juga sangat banyak jika di bandingkan dengan ibu hamil lainnya." Sahut Vebby.


" Selamat pokoknya kalau benar kamu hamil kembar, yang penting kamu dan babby sehat terus." Ucap Are.


" Terima kasih Kak." Sahut Vebby.


__ADS_1


Aarash dan Aaris ya.... pengin nggak nih?


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Di kamar Arsen sedang memeluk Reya dan tidak mau melepaskannya sama sekali padahal sudah jam tujuh pagi.


" Mas lepaskan aku! Kamu membuatku malu karena turun kesiangan Mas." Keluh Reya.


" Mama sama Papa pasti paham sayang dengan situasi kita, apalagi jika Mama melihat kiss mark di lehermu pasti Mama akan memintamu untuk tetap di kamar seharian bersamaku." Ujar Arsen mengendus ceruk leher Reya.


" Apa?" Pekik Reya membalikkan badannya menatap Arsen.


" Jangan berteriak sayang, nanti Mama berpikir kamu di apa apain sama aku." Ujar Arsen kembali memeluk Reya.


" Lepas Mas! Aku ingin melihat sebanyak apa bekas gigitanmu itu." Ujar Reya.


" Kamu nggak perlu melihatnya! Nanti kamu nggak mau aku sentuh lagi." Sahut Arsen.


" Memangnya kamu nggak bosan apa? Kamu sudah menyentuh ku berkali kali." Ucap Reya mengerucutkan bibirnya.


" Kamu candu bagiku sayang." Ujar Arsen.


" Mesum banget jadi orang, mentang mentang pria matang jadi gitu deh." Cebik Reya.


" Tapi kamu suka kan?" Goda Arsen menaik turunkan alisnya.


" Udah ah lepas aku mau mandi." Ucap Reya.


" Kita mandi bareng." Ujar Arsen.


" Nggak mau, yang ada nanti kamu membuat tulangku tulangku remuk semua." Sahut Reya.


" Enggak deh, ayo kita mandi." Ujar Arsen.


Arsen mengangkat Reya lalubawanya ke kamar mandi.


" Mas." Pekik Reya mengalungkan tangannya ke leher Reya.


Arsen menurunkan Reya ke bath up kamar mandi.


" Aku mandi di sini, kamu di bawah shower aja Mas." Ujar Reya.


" Nggak adil sayang." Ucap Arsen membuka bajunya.


" Yang adil kita mandi bareng di sini." Sambung Arsen masuk ke dalam bath up.


" Mas." Rengek Reya saat tangan Arsen mulai nakal.


Arsen yang awalnya bilang hanya mandi, akhirnya melanggar ucapannya sendiri. Ia mulai mengendalikan Reya di atas ranjangnya dengan penuh kelembutan.


Keduanya menikmati sensasi bulan madu hari ini. Dimana mereka menghabiskan waktu hanya di dalam kamar saja.


Satu bab lagi tamat ya.... Gimana menurut kalian?


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya donk buat author...


Terima kasih untuk readers yang selalu mendukung author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC....

__ADS_1


__ADS_2