Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Ungkapan Cinta


__ADS_3

" Baiklah terserah lo saja, tapi by the way lo masih cinta kan sama Kak Erald?" Tanya Naya.


" Gue....." Ucap Are menggantung ucapannya.


" Nggak perlu di jawab, gue tahu pasti jawabannya kok." Ucap Naya.


Taksi mulai berjalan menuju hotel tempat Are menginap. Sedangkan di dalam restoran Erald sedang duduk berdua dengan Leo.


" Selidiki tentang status Are." Titah Erald.


" Memangnya kenapa? Lo naksir sama dia?" Tanya Leo mengerutkan keningnya.


" Dia wanita yang gue ceritain sama lo." sahut Erald.


" Apa? Dia adik ipar lo yang lo cintai? Dan jauh jauh lo menghindarinya sekarang justru lo yang membuatnya mendekat ke arah lo lewat kerja sama ini, wah kalau jodoh emang nggak kemana." Ucap Leo terkejut.


" Mantan adik ipar." Sahut Erald.


" Ah iya itu maksud gue." Ujar Leo.


" Udah buruan selidiki dia, apakah dia udah nikah lagi atau belum." Ujar Erald.


" Lhah kan tadi lo dengar sendiri kalau dia bilang dia udah nikah, tadi yang telepon mungkin anak tirinya." Ucap Leo.


" Entah mengapa gue merasa kalau dia bohongin kita, gue yakin dia belum menikah makanya gue menyuruh lo untuk menyelidikinya." Ujar Erald.


" Baiklah akan gue lakukan sesuai perintah lo." Sahut Leo.


" Ya udah gue pulang dulu, kabari gue kalau lo udah dapat kabar." Ucap Erald.


" Ok." Sahut Leo.


Erald pergi meninggalkan Leo. Ia masuk ke dalam mobilnya lalu Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.


Setelah tiga puluh menit, Erald sampai ke rumahnya. Ia masuk ke dalam menuju kamarnya untuk membersihkan diri. Setelah selesai, Erald mengambil ponselnya.


" Aku harus bertanya pada Mami soal Are, selama ini aku tidak pernah menanyakan tentang pernikahan Alvin kepada Mami." Monolog Erald.


Erald menekan icon telepon pada kontak Mami. Telepon tersambung tinggal menunggu Mami Valen mengangkatnya.


" Halo sayang, ada apa malam malam begini telepon Mami?" Tanya Mami Valen setelah mengangkat panggilannya.


" Halo Mi, gimana kabar Mami?" Tanya Erald.


" Alhamdulillah sehat sayang." Sahut Mami Valen.


" Syukurlah Mi, kalau Papi gimana?" Tanya Erald.


" Papi juga sehat Bang, jangan khawatir kami semua baik baik saja." Sahut Mami Valen.


" Bagaimana dengan pernikahan Alvin dan Are Mi? Apa pernikahan mereka juga baik baik saja?" Tanya Erald ingin tahu apakah Mami Valen mau menjawabnya atau tidak.


" Kenapa kamu menanyakan hal itu Bang?" Tanya Mami Valen.


" Hanya memastikan saja Mi, selama ini kan aku nggak pernah menanyakan hal itu pada Mami." Ujar Erald.


" Katakan langsung ke tujuanmu Bang! Jangan mencoba bermain teka teki." Ucap Mami Valen.

__ADS_1


" Mami tahu aja apa yang aku pikirkan." Ucap Erald.


" Aku bertemu Are Mi." Sambung Erald.


" Bertemu Are, dimana?" Tanya Mami Valen.


" Mami tidak perlu pura pura tidak tahu, aku yakin Mami tahu semuanya." Sahut Erald.


" Ternyata kepintaranmu menuruni Mami tidak seperti Alvin yang bodoh itu." Ucap Mami Valen.


" Jangan bilang begitu Mi, Al adikku lhoh." Ujar Erald.


" Iya iya Mami tahu, asal kamu tahu aja Bang kalau adik tersayangmu itu terpuruk selama satu tahun ini karena kehilangan Are." Ucap Mami Valen.


" Jadi benar mereka sudah berpisah?" Tanya Erald memastikan.


" Iya sayang." Sahut Mami Valen.


" Kenapa Mami tidak mengatakannya kepadaku? Apa aku tidak boleh tahu tentang keadaan Al Mi?" Tanya Erald.


" Bukan begitu sayang, Mami tidak mau kamu kepikiran tentang hal ini, Mami juga mau memberikan kesempatan Alvin untuk mengejar Are, Mami juga mau Alvin belajar menyelesaikan masalahnya sendiri, dia harus bertanggung jawab atas apa yang dia lakukan, namun sayang dia gagal Bang, Alvin gagal mempertahankan rumah tangganya dan membujuk Are untuk hidup bersamanya lagi." Ucap Mami Valen.


" Kasihan sekali Alvin." Ucap Erald.


" Awal awal berpisah dari Are, Al begitu terpuruk Bang, dia sering sakit sakitan dan keluar masuk rumah sakit, dan Are tidak pernah mau menjenguknya, tapi kamu tenang saja karena sekarang Al sudah bisa menata hidupnya kembali." Ucap Mami Valen.


" Apa kau tahu Bang? Bahkan sampai sekarang Al tidak tahu Are tinggal dimana." Sambung Mami Valen sedih.


" Lhah padahal kan rumah Are lumayan dekat Mi dari rumah kita, apa Are pindah dari sana?" Tanya Erald.


" Are benar benar menghindar dari Alvin Bang, sampai setahun ini saja Are tidak mau menemui Alvin lagi padahal Alvin sering ke kantor Are dan ingin bertemu dengannya namun Are selalu berhasil menghindarinya, sekarang Al sudah benar benar ikhlas melepas Are sepenuhnya." Ujar Mami Valen.


" Are tidak mau lagi berhubungan dengan Alvin karena Ia tidak mau Alvin menaruh harapan kepadanya." Sahut Mami Valen.


" Mi tadi ada anak kecil yang telepon Are terus anak itu memanggil Are Mama, apa Are sudah menikah lagi?" Tanya Erald.


" Mami tidak tahu Bang, Are meminta Mami untuk tidak mencari tahu tentang kehidupannya setelah berpisah dengan Alvin, jadi Mami tidak pernah berhubungan lagi dengannya." Ucap Mami Valen.


" Baiklah Mi kalau Mami tidak tahu, bolehkah aku meminta ijin kepada Mami untuk satu hal?" Tanya Erald.


" Apa itu sayang? Mami akan mengijinkannya jika itu demi kebaikan." Sahut Mami Valen.


" Bolehkah aku mengejar Are untuk menjadi pendamping hidupku Mi?" Tanya Erald pelan, Ia takut membuat Maminya murka.


" Apa sampai saat ini kamu masih mencintainya Bang?" Tanya Mami Valen.


" Iya Mi, aku tidak bisa melupakan Are selama ini, hati dan cintaku masih ada untuknya." Ucap Erald jujur.


" Baiklah Mami mengijinkanmu, karena pengorbananmu berakhir sia sia maka sekarang saatnya kau memperjuangkan cintamu." Ujar Mami Valen.


" Terima kasih Mi, aku akan memperjuangkan cintaku tapi bagaimana dengan Alvin Mi?" Tanya Erald lagi.


" Soal Alvin serahkan pada Mami, lagian Are hanya mencintaimu bukan Alvin, semoga kau belum terlambat seperti Alvin terlambat mempertahankannya." Ujar Mami Valen.


" Semoga Mi, kalau begitu aku tutup teleponnya Mi, aku mau mengejar cintaku." Ucap Erald.


" Good luck." Ucap Mami Valen.

__ADS_1


" Thank you Mi." Sahut Erald menutup teleponnya.


" Restu dari Mami sudah aku dapatkan, sekarang gantian aku yang akan berjuang mendapatkan cinta Are." Monolog Erald.


" Semangat Erald, semangat." Ucap Erald menyemangati dirinya sendiri.


Erald segera menelepon Leo untuk menanyakan jadwal keberangkatan Are.


" Halo." Ucap Leo.


" Kapan Are berangkat ke tanah air?" Tanya Erald.


" Saat ini Are sedang berada di bandara Bro, pesawatnya lepas landas satu jam lagi." Sahut Leo.


" Apa? Kenapa lo nggak bilang sama gue?" Tanya Erald.


" Tadi Are sendiri bilang sama lo kalau mau langsung pulang kan." Ujar Leo.


" Gue nggak fokus jadi gue nggak denger dia bilang gitu, gue akan mengejarnya ke bandara." Ucap Erald.


" Oh iya, Are belum menikah lagi Bro, statusnya masih janda dan anak itu anak dari temannya yang menganggap Are seperti ibunya." Ucap Leo setelah mendapatkan informasi.


" OK terima kasih Bro." Ucap Erald mematikan sambungan teleponnya.


Erald segera mengambil kunci mobilnya lalu berlari masuk ke dalam mobil. Ia melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi menuju bandara setempat.


Sesampainya di sana Erald segera berlari masuk ke dalam untuk mencari Are yang Ia yakini masih berada di sini. Erald terus mencari hingga netranya menangkap sosok wanita yang sedang berjalan ke arahnya sambil menyeret koper di tangannya.


" Are." Panggil Erald.


" Tuan Erald, ngapain anda di sini?" Tanya Are yang berdiri di depan Erald.


Grep...


Deg....


Tiba tiba Erald memeluk tubuh Are membuat jantung keduanya berdetak sangat kencang. Tubuh Are merasa kaku tak mampu menolak pelukan Erald. Jujur Ia juga merindukan Erald.


" Are maafkan aku, maafkan aku yang tidak menghargai perasaanmu waktu itu, maafkan aku yang sudah menolakmu, maafkan aku yang tidak bisa mengungkapkan perasaanku padamu selama ini, aku menyembunyikan semuanya karena aku memikirkan kebahagiaan Alvin, aku rela mengalah dan meninggalkanmu demi alvin Re, aku tidak mungkin membuat adikku menderita karena kehilangan kamu Are." Ucap Erald.


" Lepas Kak." Ucap Are.


Erald melepaskan pelukannya, Ia menggenggam tangan Are sambil menatap wajah Are yang saat ini sedang menatapnya.


" Are.... Hari ini aku memberanikan diri untuk jujur kepadamu." Ucap Erald.


" Aku mencintaimu Are, Aku mencintai dan menyayangimu sebagai wanita bukan sebagai adik perempuanku, aku telah mencoba melupakan perasaan ini namun aku gagal Are, aku tidak bisa menghapus namamu dalam hati maupun hidupku, aku mencintaimu Are, maukah kau memaafkanku dan menerimaku sebagai teman hidupmu?" Tanya Erald menatap Are.


Mau jawab apa nih si Are?


Penasaran kan? Tunggu di bab selanjutnya ya...


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author makin semangat nulisnya


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu


Miss U All....

__ADS_1


TBC....


__ADS_2