
Empat bulan berlalu saat ini usia kandungan Fara memasuki sembilan bulan. Hanya tinggal menghitung hari Fara akan melahirkan. Jika menurut hasil USG Ia akan melahirkan anak laki laki.
Siang ini Fara pergi ke kantor Juna, Ia ingin mengajak Juna menemaninya ke dokter karena beberapa hari ini Ia merasakan kalau perutnya terasa kencang.
Ceklek....
Fara membuka pintu ruangan Juna dan....
" Apa yang kalian lakukan Mas?" Teriak Fara saat melihat Juna dan seorang office girl sedang dalam posisi intim.
" Sayang." Ucap Juna mendorong tubuh wanita itu hingga mendarat ke lantai.
" Awh." Pekiknya.
" Sayang jangan salah paham! Tadi Desi tersandung lalu menimpa tubuhku." Terang Juna khawatir.
" Bukannya dia temanmu dulu?" Tanya Fara menunjuk Desi.
" Iya sayang, tapi percayalah walaupun dulu kami berteman tapi sekarang kami jauh, kami tidak ada hubungan apa apa." Ucap Juna.
Juna khawatir jika Fara akan berpikiran macam macam tentangnya.
" Kamu ngapain masih di sini hah? Pergi sana!" Usir Juna kepada Desi.
" I.. Iya Mas." Sahut Desi gugup.
" Mas?" Fara mengerutkan keningnya menatap Desi dan Juna bergantian.
" Mmm maksudku Pak, maaf saya permisi." Ucap Desi keluar ruangan.
Fara menatap tajam ke arah Juna.
" Say....
" Aku tidak menyangka kamu bisa melakukan hal ini Mas." Ujar Fara memotong ucapan Juna.
" Sayang kau salah paham, aku tidak ngapa ngapain sama dia, tidak ada yang terjadi di antara kami, tadi dia membawakan kopi untukku, saat dia mau berjalan pergi tiba tiba dia tersandung lalu menubruk tubuhku, dan kami berdua jatuh ke sofa." Terang Juna.
" Pakai logika donk Mas, kalau dia tersandung harusnya dia kepentok meja bukannya menubruk kamu, ini alasan kamu yang nggak masuk akal, apa alasannya biar dekat sama kamu." Ujar Fara kesal.
" Eh bener juga katamu, seharusnya dia kepentok meja, kenapa dia malah menubruk aku?" Juna membenarkan ucapan Fara.
" Nggak usah ngeles Mas, udah ketahuan bohong masih ngeles juga." Cebik Fara.
" Aku benar..,
" Awh." Pekik Fara tiba tiba sambil memegangi perutnya.
" Sayang kamu kenapa?" Tanya Juna menyentuh pundak Fara.
" Awh Mas perutku sakit banget.. Mas sakit Mas." Ucap Fara membuat Juna kebingungan.
" Ki... Kita ke rumah sakit sayang." Ujar Juna.
__ADS_1
Juna menggendong Fara ala bridal style. Ia segera berjalan menaiki lift untuk sampai ke lantai bawah lalu menuju mobilnya.
Juna melajukan mobilnya dengan kecepatan cepat menuju rumah sakit.
" Bersabarlah sayang! Kita akan sampai sebentar lagi." Ucap Juna mengelus perut Fara dengan tangan kirinya sedang kan tangan kanannya memegang stir.
" Mas sakiiiit." Rengek Fara menggenggam kencang tangan Juna.
" Iya sayang, bersabarlah." Ujar Juna.
" Jagoannya Papa jangan nakal ya, kasihan Mama nak." Ucap Juna.
Juna menatap Fara yang saat ini sedang meringis kesakitan. Keringat mengalir deras dari dahi Fara. Juna mengusap keringat itu dengan tangannya tiba tiba..,
Brak...
Ckiittttt.....
" Astaga sial." Umpat Juna menatap ke depan.
Karena kurang fokus mobil Juna menabrak gerobak sayur yang sedang menyebrang jalan.
" Ya ampun Mas, kamu gimana sih? Perutku rasanya udah nggak karuan malah kamu menabrak gerobak orang." Gerutu Fara.
Dok... Dok... Dok...
Tukang sayur yang di tabrak Juna menggebrak kaca mobilnya.
" Aku turun dulu ya, aku akan menyelesaikan masalah ini dulu, kamu tetap di sini saja." Ujar Juna keluar dari mobilnya.
" Maaf Pak saya tidak sengaja menabrak anda dan gerobak anda, saya tidak melihat anda menyebrang tadi, anda tidak apa apa?" Tanya Juna menatap seorang pria renta yang berdiri di depannya.
" Nggak pa pa gimana? Lihat! Gerobak dan sayuran saya berantakan kemana mana, bawa mobil yang benar donk Mas, masa nggak lihat orang segede gini menyebrang jalan." Omelnya.
" Maaf Pak saya tidak fokus menyetir karena istri saya merintih kesakitan, istri saya mau melahirkan Pak, saya akan bertanggung jawab kepada Bapak tapi saya mohon ijinkan saya membawa istri saya ke rumah sakit dulu ya Pak." Pinta Juna menatap bapak yang di tabrak tadi dan beberapa orang yang ada di sana.
" Dia bohong Pak, palingan dia juga mau kabur, lagu lama kalau kaya' gitu mah." Ujar seseorang.
" Tidak Pak, saya akan benar benar bertanggung jawab, saya akan mengganti semua kerugian yang Bapak alami, kalau tidak percaya Bapak lihat saja istri saya ada di dalam mobil." Ucap Juna.
" Mas cepetan... Perutku sudah sakit Mas." Teriak Fara.
" Bapak mendengar sendiri kan? Itu istri saya Pak." Ucap Juna menarik tangan korban ke depan pintu mobilnya.
" Mas aku nggak kuat Mas, rasanya sakit sekali." Rintih Fara.
Melihat itu bapak bapak yang di tabrak oleh Juna membiarkan Juna pergi. Juna janji akan mencari bapak tersebut setelah urusannya selesai.
Juna kembali melajukan mobilnya menuju rumah sakit yang tidak jauh dari sana. Sesampainya di depan rumah sakit,
" Ayo sayang kita turun." Ujar Juna membuka pintu mobil Fara.
Juna kembali menggendong Fara masuk ke dalam. Seorang suster membantu Juna membawa Fara ke ruang bersalin setelah Juna mengurus administrasi nya.
__ADS_1
" Bapak tunggu di luar dulu ya, nanti kalau ibunya sudah di periksa dokter saya akan memanggil Bapak kembali." Ucap suster.
" Iya Sus." Sahut Juna.
Juna duduk di kursi tunggu dengan perasaan cemas.
" Ya Tuhan selamatkan anak dan istriku." Monolog Juna.
Lima belas menit kemudian suster memanggilnya.
" Ya Sus, bagaimana istri saya?" Tanya Juna.
" Detak jantung bayi anda up normal Pak, namun sampai sekarang pembukaannya tidak bertambah, jadi dokter menyarankan untuk operasi karena kami khawatir jika bayi anda mengalami keracunan kehamilan di dalam sana, apalagi istri anda mengatakan jika air ketuban sudah bocor sejak kemarin." Terang suster tersebut.
" Lakukan yang terbaik untuk anak dan istri saya Sus, selamatkan keduanya." Ujar Juna.
" Baik Pak, sebelum itu silahkan Bapak tanda tangani surat persetujuan operasinya lebih dulu." Ucap suster menyodorkan berkas tersebut.
Tanpa pikir panjang, Juna segera menandatanganinya, Ia tidak mau Fara terlalu lama merasakan sakit.
Setelah Juna menandatangani surat persetujuan operasi, Fara segera di geledek menuju ruang operasi. Juna hanya bisa mengantarnya sampai didepan ruangan saja.
Juna mengabari keluarga Fara dan tak berapa lama mereka semua datang ke rumah sakit.
" Juna bagaimana? Apa sudah selesai operasinya?" Tanya Tante Ria, mamanya Fara.
" Belum Ma, padahal sudah satu jam yang lalu Fara di dalam sana." Sahut Juna lesu.
" Sabar ya! Memang prosesnya sedikit lama." Ucap Tante Cia.
" Semoga semuanya berjalan lancar, dan mereka berdua selamat." Ucap Mami Valen.
" Amin." Sahut semuanya.
Ceklek....
Pintu terbuka seorang suster keluar dari sana. Keluarga Fara segera menghampiri suster tersebut.
" Bagaimana keadaan istri dan anak saya Sus?" Tanya Juna.
" Operasinya berjalan lancar, tapi maaf Pak kami melakukan kesalahan, anak anda......
Kenapa hayo???
Penasaran kan??
Tekan like koment dan hadiahnya dulu donk buat author biar author semangat....
Terima kasih author ucapkan untuk readers yang setia menemani dan mensuport author selama ini semoga sehat selalu...
Oh ya author kasih bocoran ya kalau ini bab bab terakhir...
Miss U All...
__ADS_1
TBC....