Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Fara Terpesona


__ADS_3

Fara menatap pria yang saat ini berdiri di depan mereka. Pria tampan berhidung mancung, kulit putih bersih, dan jangan lupakan senyuman yang menghias di bibirnya.


" Are dimana Ghea?" Tanya Juna menatap Are sedangkan Fara masih melongo menatap Juna.


" Tuh lagi main sama Mas Er." Sahut Are menunjuk ke arah Erald dan Ghea.


" Oh." Gumam Juna.


" Oh ya Far, tadi kamu ngomong apa?" Tanya Are menatap Fara yang masih terkesima dengan Juna.


Are menatap ke arah Juna lalu mengembangkan senyumnya.


" Jangan tersenyum seperti itu ke arahku Re, itu akan membuatku semakin tersiksa." Ujar Juna dalam hatinya.


" Fara." Panggil Are menyenggol lengan Fara membuat Fara tersadar dari lamunannya.


" Ah iya Kak." Sahut Fara menoleh ke arah Are.


" Kamu ngapain melamun gitu?" Tanya Are.


" Tidak Kak aku hanya berpikir mau makan apa malam nanti." Kilah Fara.


" Kamu tidak pandai berdusta Fara, Oh ya Kak kenalkan ini Fara adiknya Mas Erald." Ucap Are.


" Hai kenalkan aku Juna, sahabatnya Are." Ucap Juna mengulurkan tangannya.


" Aku Fara, adiknya Bang Erald." Sahut Fara membalas uluran tangan Fara.


" Kamu Faradela kan? Big bos di kantor DA Group?" Tanya Juna memastikan.


" Kamu mengenalku?" Tanya Fara menunjuk dirinya.


" Aku bekerja di kantormu." Sahut Juna.


" Oh ya? Di bagian apa?" Tanya Fara antusias.


" Bagian divisi keuangan." Sahut Juna.


" oh pantas saja aku nggak pernah melihatmu." Ujar Fara.


" Wah sepertinya kalian cocok lhoh, seperti ada camistry gitu." Ujar Are.


" Apasih kamu Re, dia bos di kantorku bekerja." Sahut Juna.


" Ya nggak pa pa donk sekarang jadi bos besok jadi istri." Sahut Are membuat Fara tersipu.


" Ada ada aja kamu Re, ya nggak mungkin lah aku sama Fara, aku masih setia sama mendiang istriku." Kilah Juna.


" Apa? Mendiang istri? Jadi kamu...." Ucap Fara menggantung.


" Iya aku duda beranak satu." Sahut Juna.


" Ah maaf bukan itu maksudku." Ucap Fara.


" Tidak pa pa, aku Papanya Ghea." Ujar Juna.


" Oh maaf aku tidak tahu." Sahut Fara.


" Ternyata hatiku di getarkan oleh seorang duda beranak satu." Batin Fara.


" Tidak masalah." Sahut Juna.

__ADS_1


" Aku ke sana dulu ya, kalian berdua ngobrol aja dulu." Ujar Are beranjak menghampiri Erald dan Ghea.


Kini tinggallah Fara dan Juna yang duduk bersebelahan. Keduanya nampak sedikit canggung setelah kepergian Are.


" Ghea anak yang cantik." Ucap Fara menatap Ghea dari kejauhan.


" Ya seperti ibunya." Sahut Juna.


" Astaga nih orang nggak peka amat, pakai nyebut istrinya segala lagi." Gerutu Fara dalam hatinya.


" Hmm mungkin saja, karena aku tidak mengenal ibunya." Sahut Fara memainkan ponselnya.


Juna mengerutkan keningnya. Ia merasa jika Fara tidak senang jika Ia menyebut istrinya, namun Ia segera menepis pemikirannya yang menurutnya kurang rasional.


Untuk beberapa saat hanya ada keheningan yang menemani mereka.


" Emmm Fara." Panggil Juna.


" iya." Sahut Fara menatap Juna.


" Apakah kau adi kandung Tuan Erald? Sepertinya kau tidak mirip dengannya." Ujar Juna membuka pembicaraan.


" Aku adik sepupu, kau sendiri pasti tahu jika aku anak pertama." Sahut Fara kembali memainkan ponselnya.


" Oh gitu ya." Ujar Juna.


" Nih orang kaku amat sih, apa dia tidak pernah dekat sama perempuan kali ya? Tapi tadi sama Are dia kelihatan respeck banget, atau mungkin karena Are sahabatnya kali ya." Ujar Fara dalam hatinya.


" Papa." Panggil Ghea berlari menghampiri Juna.


" Hai sayang, gimana? Apa udah capek mainnya?" Tanya Juna memangku Ghea.


" Udah Pa, Papa Erald mengajak kita buat makan siang." Sahut Ghea.


" Di restoran sini aja." Sahut Erald.


" Tapi...


" Tidak pa pa, jangan sungkan Kak." Sahut Are memotong ucapan Juna.


" Tapi Re, aku dan Ghea sudah terlalu banyak merepotkanmu selama ini, setiap kita jalan pasti kamu yang mengeluarkan uang, aku kan nggak enak Re, apalagi sekarang kamu sudah menikah." Ujar Juna.


" Tidak apa Kak, Ghea juga putriku kan? Jadi apapun akan aku berikan demi kebahagiaan putriku." Sahut Are.


" Terima kasih Re, tidak ada orang lain yang sebaik dirimu." Ucap Juna.


" Kamu hanya belum mendapatkannya Kak, suatu saat nanti kau akan bertemu dengan orang itu." Ujar Are.


" Semoga saja Re." Sahut Juna.


" Kau sudah bertemu dengannya Juna, tapi kamu tidak menyadarinya, bahkan kau tidak menoleh aku yang sudah di depan mata." Ucap Fara dalam hatinya.


" Oh ya siapa Aunti ini Pa?" Tanya Ghea menatap Fara.


" Ini Aunti Fara, adiknya Papa Er sekaligus bos di tempat Papa bekerja." Sahut Juna.


" Hai Aunti kenalkan aku Ghea." Ucap Ghea.


" Halo sayang, kenalkan Aunti Fara." Sahut Fara.


" Nama yang cantik secantik orangnya." Ucap Ghea.

__ADS_1


" Terima kasih sayang." Ucap Fara menoel pipi Ghea.


"Anaknya saja pintar memuji, bapaknya boro boro." Omel Fara dalam hati.


" Sekarang ayo kita ke resto di depan sana." Ajak Erald.


" Ok Pa." Sahut Ghea.


Ghea menggandeng tangan Erald dan Are sedangkan Juna dan Fara mengikutinya dari belakang.


" Berapa usiamu?" Tanya Juna dan Fara bersamaan.


" Ah kamu duluan." Ujar Juna.


" Aku tiga puluh tahun." Sahut Fara.


" Kalau kamu?" Tanya Fara menatap Juna.


" Aku tiga puluh dua tahun." Sahut Juna.


" Beda dua tahun berarti ya." Ujar Fara.


" Iya... Berarti kamu sama Are lebih tua kamu ya." Ujar Juna.


" Iya lah... Are baru dua puluh tiga tahun, aku sudah kepala tiga." Sahut Fara.


" Suamimu kerja dimana?" Tanya Juna membuat Fara tertawa.


" Kenapa kamu tertawa?" Tanya Juna menatap Fara.


" Emangnya kamu nggak pernah denger rumor di kantor soal aku?" Tanya Fara.


" Tidak, aku hanya fokus bekerja untuk masa depan putriku." Sahut Juna.


" Pantas saja kamu tidak tahu, aku belum menikah." Ucap Fara.


" Masa' sih? Wanita pintar, bermartabat dan cantik sepertimu belum menikah." Ujar Juna.


" Belum nemu yang sreg di hati aja, kalau udah ketemu pasti langsung aku ajak nikah." Sahut Fara.


" Semoga secepatnya kamu bisa menemukan seseorang yang bisa membuat hati kamu nyaman." Ucap Juna.


" Aku sudah menemukan orang itu, yaitu kamu Juna." Batin Fara.


" Yah semoga saja aku segera mendapatkannya, aku juga udah capek memimpin perusahaan milik Papa, aku ingin istirahat di rumah menjadi ibu rumah tangga yang mengurus anak dan suami saja." Ujar Fara.


" Kau pasti akan mendapatkannya." Sahut Juna.


" Aku akan mendekatimu pelan pelan, dan aku pasti akan mendapatkanmu Juna." Ucap Fara dalam hatinya.


Mereka memasuki restoran cepat saji yang menyajikan berbagai makanan. Mereka memesan makanan berdasarkan selera masing masing.


Fara menatap Juna tanpa berkedip membuat Are tersenyum melihatnya. Are menyimpulkan jika Fara tertarik kepada Juna karena selama ini Fara selalu cuek kepada pria.


" Aku akan membantu kalian untuk bersatu Fara." Batin Are.


Cocok nggak nih Juna sama Fara?


Jangan lupa like koment vote dan komentar di setiap babnya ya...


Terima kasih untuk readers yang setia memberikan suport kepada author, semoga sehat selalu....

__ADS_1


Miss U All...


TBC....


__ADS_2