Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Mengungkapkan Perasaan


__ADS_3

" E... Nggak ada maksud apa apa Kak." Sahut Are cengengesan.


" Kamu ini." Ucap Erald mengacak rambut Are.


" Ya udah Kak aku masuk dulu." Ujar Are masuk ke dalam kamarnya.


Are menghampiri Alvin di ranjangnya. Sedangkan Erald kembali ke kamarnya.


" Kamu tidak pa pa Mas?" Tanya Are.


" Tidak sayang, terima kasih sudah mengkhawatirkan aku." Sahut Alvin tersenyum manis kepada Are.


" Ya sudah sekarang istirahatlah." Ujar Are.


" Temani aku di sini nanti baru aku mau istirahat." Ujar Alvin menepuk sisi ranjang di sebelahnya.


" Tidak Mas." Ucap Are.


" Kenapa?" Tanya Alvin.


" Tidak apa." Sahut Are berjalan menuju sofa.


Alvin menatap punggung Are dengan tatapan sedihnya.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Satu bulan berlalu kini Alvin sudah bisa berjalan dengan normal tanpa bantuan Are lagi. Malam ini Ia mengajak Are makan malam di restoran mewah yang sudah Ia pesan.


Setelah turun dari mobil, Alvin menggandeng tangan Are menuju kawasan vvip yang berada di atas rofftoop. Banyak pasang mata yang menatap iri ke arah keduanya. Rooftoop di sulap menjadi tempat yang sangat indah. Banyak lampu lampu hias berjajar menambah indah malam.


" Silahkan duduk sayang." Ucap Alvin setelah sampai di meja yang sudah tersaji makan malam disertai lilin lilin yang menyala serta bunga bunga mawar yang membuat tempat itu semakin indah.


" Apa ini Mas?" Tanya Are.


" Nanti akan Mas beritahu, sekarang makanlah dulu." Ujar Alvin.


" Katakan dulu apa maksud semua ini baru aku mau makan." Ucap Are.


" Baiklah sayang." Sahut Alvin.


Alvin menggenggam tangan Are sambil menatapnya.

__ADS_1


" Are sebelumnya aku ingin meminta maaf kepadamu atas perlakuanku selama ini, aku telah membuatmu banyak terluka, aku sering menyiksamu dan selalu mengabaikan dirimu, aku minta maaf Are, setelah apa yang aku lakukan padamu kamu masih saja memberikanku perhatian, cinta dan kasih sayangmu kepadaku seolah tidak terjadi apa apa... Apa kau tahu jika kesabaranmu menghadapiku selama ini membuatku terikat denganmu sayang." Ucap Alvin.


" Apa maksudmu Mas?" Tanya Are.


" Entah sejak kapan hati ini selalu menginginkanmu, namun awalnya aku selalu mengelak dari perasaan ini, aku berusaha membuat hatiku membencimu karena yang aku tahu kamu menikahiku demi keuntunganmu sendiri." Ucap Alvin.


" Lalu apa bedanya denganmu? Kau menikahiku juga karena harta kan?" Tanya Are tersenyum sinis.


" Aku akui aku salah sayang, maafkan aku... Aku selalu berusaha menolak perasaan ini tapi semakin aku mencoba semakin aku tersiksa Are, awalnya aku bingung apakah aku mencintaimu atau tidak? Namun setelah kecelakaan itu aku mulai menyadari perasaanku padamu, kedekatan dan perhatianmu selama satu bulan belakangan ini membuat rasa dalam hatiku semakin dalam sayang, aku ingin selalu bersamamu, aku ingin menghabiskan waktuku bersamamu sampai nafas ini berhenti berhembus, Are.... Aku mencintaimu.... Aku benar benar mencintaimu sayang, maukan kau menerima cintaku dan hidup bahagia bersamaku?" Tanya Alvin menatap Are.


" Maaf Mas, aku tidak bisa menerima cintamu karena aku mencintai orang lain."


Jeduarrr......


Tubuh Alvin terasa kaku bagaikan di sambar petir. Ia tidak menyangka jika cinta yang istrinya tunjukkan mampu berpaling di saat Ia menyadari perasaannya.


" Tidak Are... Jangan katakan itu! Aku tidak mau mendengar penolakan darimu sayang, aku tahu kau mencintaiku, jangan berbohong Aresha." Ucap Alvin.


" Kau benar Mas, aku memang mencintaimu tapi itu dulu.... Di awal awal pernikahan kita aku berhasil menumbuhkan rasa cinta di dalam hatiku, namun seiring berjalannya waktu dengan penyiksaan yang kau lakukan padaku membuat rasa itu hilang dengan sendirinya, rasa itu sudah lama menghilang dari dalam diriku dan tergantikan dengan cinta yang lainnya Mas, kau membuatku nyaman dengan orang lain, kau membuatku dekat dengan orang lain dan aku tidak bisa menampik rasa itu dalam hatiku, aku sudah berusaha keras selama beberapa bulan ini Mas untuk mencintaimu lagi namun aku gagal, aku menyerah dengan perasaanku Mas, hati ini tidak mau kembali kepadamu, maafkan aku." Ucap Are menarik tangannya.


" Siapa laki laki itu Are? Siapa laki laki yang sudah membuatmu berpaling dariku?" Tanya Alvin ingin memastikan walaupun Alvin sudah bisa menebaknya namun Ia ingin mendengar sendiri dari bibir Are.


" Siapapun pria itu kau tidak perlu tahu Mas, cukup akhiri hubungan ini dengan baik dan kita berjalan sesuai arah tujuan kita masing masing tanpa menyakiti satu sama lain." Ujar Are.


" Dia bukan siapa siapa ku setelah kita berpisah Mas." Sahut Are.


" Heh... Aku tidak menyangka kalian ada main di belakangku." Cebik Alvin tidak terima.


" Kamu salah jika bilang seperti itu Mas.... Saat ini aku tidak ada hubungan apa apa dengan Kak Erald, aku tidak sepertimu Mas yang menjalin hubungan dengan wanita lain di saat kau masih terikat denganku, aku akan mengawali hubunganku setelah aku tidak terikat dengan siapapun." Ucap Are membuat hati Alvin mencelos.


" Dan ingatlah Mas, jangan pernah menyalahkan orang lain dalam hal ini karena kau sendirilah yang salah, kau sendiri yang menolakku Mas.... Kau membenciku, kau tidak mau aku mendampingimu, selama ini aku berusaha menjadi istri yang baik untukmu namun kamu tidak pernah menganggapku ada, aku berusaha keras untuk membuatmu melihatku dengan harapan kau bisa mencintaiku tapi aku kalah Mas, aku gagal membuatmu jatuh cinta padaku, kau yang membuat hatiku berpaling darimu, di saat aku menyerah dan ingin menjauh darimu kau justru menarikku ke arahmu, maaf Mas aku tidak bisa, jika saja kau bisa sedikit menghargai perasaanku waktu itu mungkin ini semua tidak akan terjadi Mas, tapi tidak ada gunanya menyesali semuanya, sekarang mari kita berpisah secara baik baik dan tidak menyulitkan satu sama lain." Ujar Are.


" Tidak... Aku tidak mau berpisah darimu Are, berikan aku kesempatan untuk membuatmu kembali mencintaiku, Aku mencintaimu Are... Aku sangat mencintaimu sayang." Ungkap Alvin.


" Sayang sekali ungkapan cintamu sudah terlambat dan tidak berarti apa apa bagiku Mas, aku tidak bisa menerimanya saat ini, maafkan aku." Ucap Are meninggalkan Alvin.


" Are.... Jangan tinggalkan aku Are...." Teriak Alvin.


Alvin duduk di lantaimenatap kepergian Are yang semakin jauh darinya. Ia benar benar menyesali semua perbuatannya selama ini.


" Are..... Aku mohon beri aku kesempatan, jangan tinggalkan aku sayang hiks.... Maafkan aku... Argh....." Teriak Alvin.

__ADS_1


Alvin teringat saat saat Are masih begitu memperhatikannya. Ia menerawang kepada kejadian kejadian itu yang masih terekam jelas di kepalanya.


*Mas aku sudah menyiapkan bajumu di sini, ku harap kamu suka ya


Mas tunggu sebentar! Dasimu tidak pas Mas aku harus merapikannya


Hati hati dalam bekerja Mas, jangan lupa makan biar kamu tetap sehat


Kamu sudah pulang Mas? Mau aku masakin sesuatu untukmu?


Halo Mas apa kamu sudah makan? Jangan memikirkan pekerjaan terus, kau juga harus memikirkan kesehatanmu Mas


Mas aku membawa makanan untukmu, kamu mau memakannya?


Mas air hangatnya sudah siap, kamu mandi biar aku siapkan bajunya untukmu


Mas ini kopinya, aku harap kamu suka


Mas bangun udah jam enam lhoh nanti kamu nggak keburu sarapan


Mas bisakah kau memutuskan hubunganmu dengan Rena? Aku mohon hargai perasaanku Mas, aku tidak rela suamiku bersama wanita lain


Mas kalau kamu tidak bisa mencintaiku maka ijinkan aku mencintaimu Mas*


Dan masih banyak sikap manis yang Are tunjukkan kepada Alvin namun semuanya berakhir dengan penyiksaan yang Alvin lakukan kepada Are.


" Are.... Maafkan Mas sayang... Mas sangat mencintaimu sayang, maafkan Mas yang terlambat menyadari perasaan Mas hiks... Are Mas tidak mau berpisah darimu sayang..... Ku mohon kembalilah." Isak Alvin menyesali semuanya.


Andai saja Alvin bisa menerima Are dengan hati terbuka mungkin saat ini mereka akan hidup bahagia setelah mengakui perasaan cinta masing masing. Namun nasi telah menjadi bubur, semua yang berlalu tidak bisa kembali lagi.... Untuk itu hargai setiap orang yang menyayangimu.


" Aku harus melakukan sesuatu sebelum semuanya hancur... Aku harus mencegah perpisahan ini... Ya aku harus melakukannya." Gumam Alvin.


Kira kira apa ya yang akan di lakukan Alvin?


Temukan jawabannya pada bab bab selanjutnya ya


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author semangat


Terima kasih untuk readers yang sudah memberikan suport kepada author semoga sehat selalu


Miss U All.

__ADS_1


TBC.


__ADS_2