Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Siasat dan Lamunan


__ADS_3

" Lalu apa yang akan kau lakukan? Kau akan mengorbankan istri dan kebahagiaanmu demi Kakek yang hanya memberikan penderitaan untukmu dan Mamamu itu?" Tanya Mami Valen mewakili pertanyaan Vebby.


" Aku....." Saka menjeda ucapannya sambil menatap Vebby.


" Aku apa By? Pikirkan matang matang keputusanmu, jangan sampai kau menyesalinya By, dan aku akan menghargai apapun keputusanmu." Ujar Vebby.


" Kecuali kau meninggalkan aku, aku akan membuat perhitungan denganmu." Lanjut Vebby dalam hati.


" Aku tidak tahu, walaupun aku tidak membebaskan Kakekku, tapi Tuan Erlangga mengancam akan berbuat buruk kepada aku dan Vebby, dia akan berusaha memisahkan kami bagaimanapun caranya sampai aku mau menjadi penerusnya, karena dia sudah membuktikan jika aku memang anak kandungnya yang akan meneruskan semua usahanya termasuk usaha dalam dunia gelap itu." Ujar Saka.


" Bagaimana menurut pendapat Kakak dan Papa? Apakah aku harus membebaskan Kakek Broto dan meninggalkan kehidupanku yang sekarang? Atau aku harus mempertahankan keluarga kita ini? Saat ini aku benar benar tidak bisa berpikir jernih, aku bingung harus berbuat apa, bagaimanapun Kakek Broto itu keluargaku terlepas apapun yang dia lakukan kepada aku, aku benar benar dilema dalam hal ini Kak, bagaimana menurutmu Kak? Aku tidak akan mengambil keputusan sendiri untuk masalah ini." Sambung Saka menatap Mami Valen dan Opa Alex.


" Kalau Papa menurut saja apa yang akan Kakakmu putuskan, karena Papa yakin kalau keputusan Kakakmu adalah keputusan yang tepat." Sahut Opa Alex.


" Gimana Kak?" Tanya Saka menatap Mami Valen.


" Kalau menurut Kakak kamu tidak perlu membebaskan Kakekmu." Sahut Mami Valen.


" Kenapa Kak? Lalu bagaimana jika Tuan Erlangga membuktikan ancamannya yang akan menghancurkan keluarga kita?" Tanya Saka.


" Kau tidak perlu takut Saka, ada Kakak di sini, Tuan Erlangga tidak sekuat itu untuk memisahkan keluarga kita ataupun memisahkan kau dari istrimu, Kakak dan Om Irvan akan menyelesaikan masalah ini sampai Tuan Erlangga mengakui kekalahannya dan tidak bisa mengusik keluarga kita lagi." Sahut Mami Valen.


" Lalu bagaimana dengan ancamannya Aunti? Aku takut karena kami dalam ancaman saat ini." Ujar Vebby.


" Bukankah Kakak sudah bilang jangan takut? Keselamatanmu dalam pengawasan orang orang Kakak, kau fokus saja pada hubungan baru kalian dan segera hadirkan penerus keluarga Alexander selanjutnya." Sahut Mami Valen.


" Baiklah Aunti kami percayakan diri kami kepadamu." Sahut Vebby.


" Irvan kau pastikan keselamatan keluarga kita, jangan sampai kecolongan sedikit pun." Titah Mami Valen.


" Beri tahu aku pertama tama apa yang harus aku lakukan?" Tanya Om Irvan.


" Pertama kau harus mengumpulkan bukti bukti bisnis gelap yang di jalankan oleh Tuan Erlangga, kita akan mengguncangnya dengan bukti bukti itu, black wolf kelompok yang tidak begitu besar dan kuat, orang orang kita masih bisa menghandlenya, tapi kau harus berhati hati dalam meretas data data mereka, jangan sampai ketahuan jika kita bertindak untuk melawannya." Ujar Mami Valen.


" Baik Len, aku akan melakukan sesuai perintahmu." Sahut Om Irvan.


" Terima kasih, yang terpenting sekarang kita semua harus hati hati dalam bertindak, kalian juga Erald dan Are, semua anggota keluarga kita bisa menjadi sasarannya, dia tidak tahu dengan siapa dia bermain main saat ini." Ucap Mami Valen tersenyum smirk.


" Baik Mi." Sahut Erald dan Are bersamaan.


Saka menggenggam tangan Vebby, sedangkan Vebby menatapnya.

__ADS_1


" Maafkan aku sayang, gara gara aku kamu jadi ikut terseret dalam masalahku." Ucap Saka.


" Kamu dan aku sudah menikah itu berarti menjadi kita, maka apapun masalah yang kau hadapi otomatis menjadi masalah kita, kita akan menghadapinya sama sama By, tetaplah semangat dan semoga kita semua baik baik saja." Sahut Vebby.


" Terima kasih sayang." Sahut Saka mencium punggung tangan Vebby.


" Sama sama By." Sahut Vebby.


" Aku ucapkan terima kasih kepada kalian semua, karena kalian selalu mendukungku dalam keadaan apapun yang sedang aku hadapi." Ucap Saka.


" Sama sama Sak." Sahut Om Irvan tersenyum kepada Saka.


Saka merasa lega memiliki keluarga yang saling membantu dan mendukung satu sama lain. Ia merasa sangat beruntung di pertemukan dengan Mami Valen dan Opa Alex yang begitu menyayanginya sejak Ia kecil.


Mereka melanjutkan mengobrol membahas masalah keluarga dan melupakan masalah yang di sebabkan oleh ayah kandung Saka.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Fara sedang menyisir rambutnya di depan cermin. Ia tersenyum melihat wajahnya pada pantulan cermin di depannya. Ia membayangkan tentang apa yang terjadi dengannya dan Juna tadi malam. Fara sudah menjadi milik Juna sepenuhnya.


Malam sebelum tidur, Juna memeluk Fara dari belakang sambil menyusupkan wajahnya pada tengkuk Fara.


" Mas geli." Lirih Fara.


" A... Aku..." Ucap Fara sedikit gugup.


" Kenapa? Kau takut atau kau merasa menyesal telah menikah dengan duda sepertiku?" Tanya Juna membuat Fara sedikit tersinggung.


Fara membalikkan tubuhnya menatap wajah Juna.


" Apa maksud ucapanmu Mas?" Tanya Fara.


" Apa kau menyesal telah menikah denganku? Aku ini kan bekas wanita lain? Aku tidak bisa menjadikanmu wanita pertama dalam hidupku." Ujar Juna.


Fara menyentuh pipi Juna, keduanya saling tatap untuk beberapa saat.


" Aku tidak pernah menyesal bisa menikah denganmu Mas, aku hanya sedikit gugup dan ada rasa ragu dalam diriku." Ucap Fara.


" Ragu?" Tanya Juna yang di balas anggukan kepala oleh Fara.


" Apa yang kau ragukan sayang?" Tanya Juna.

__ADS_1


" Aku meragukan diriku sendiri, apakah aku bisa membuatmu beruntung atau tidak." Ujar Fara ragu untuk mengatakan yang sebenarnya.


" Sebenarnya apa yang ingin kamu katakan sayang? Aku tidak bisa menebaknya." Ujar Juna.


" Aku takut tidak bisa memuaskanmu, secara kan kamu sudah pernah melakukannya." Ucap Fara menyembunyikan wajahnya pada dada bidang Juna.


Juna mengelus kepala Fara sambil tersenyum mendengar ucapan Fara.


" Kamu ini pikirannya ada ada aja, aku udah lama banget tidak pernah melakukannya sayang, udah enam tahun lebih dan jujur aku sudah lupa bagaimana rasa dan caranya untuk melakukannya, jadi jangan meragukan dirimu sendiri saat ini anggap saja kita sama sama belum berpengalaman, kita ikuti naluri saja." Ujar Juna.


" Baiklah Mas." Sahut Fara.


" Kau mau memberikan hak itu kepadaku?" Tanya Juna.


" Lakukanlah Mas, semua yang ada pada diriku adalah milikmu." Sahut Fara.


" Terima kasih sayang." Sahut Juna.


Malam itu menjadi saksi penyatuan cinta mereka berdua. Malam yang dingin tidak menyurutkan keringat deras yang mengalir di tubuh mereka. Juna memperlakukan Fara dengan sangat lembut hingga membuat Fara begitu menikmati permainan Juna.


Keduanya bersama mencapai puncak nirwana menikmati indahnya surga dunia.


Fara nampak terus tersenyum membayangkannya hingga tidak menyadari kehadiran Juna yang saat ini berdiri di belakangnya.


" Sayang." Ucap Juna menyenggol pundak Fara hingga membuat Fara tersadar dalam lamunannya.


" Kamu ngelamunin apa? Kok senyum senyum sendiri begitu?" Tanya Juna memeluk leher Fara.


" Tidak Mas, aku hanya...


" Kamu hanya membayangkan soal apa yang terjadi kepada kita tadi malam kan? Kamu masih terbayang bayang dengan segala perlakuanku kepadamu?" Tanya Juna.


Fara menatap tajam ke arah Juna membuat Juna merutuki kebodohannya.


" Ya Tuhan kenapa aku ngomong seperti itu? Ah aku benar benar malu kepada Fara karena ucapanku." Batin Juna.


" Sayang ada yang aku lupakan, aku kelur dulu." Tanpa menunggu jawaban Fara, Juna keluar kamarnya sambil menggaruk kepala belakangnya yang tidak gatal. Fara terkekeh melihatnya.


" Aku tidak menyangka pria pemalu sepertimu bisa mengucapkan kata sevulgar itu." Gumam Fara dalam hatinya.


TBC....

__ADS_1


*Jangan lupa tekan like dan koment...


Miss U All*...


__ADS_2