Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Pertunangan Arsen


__ADS_3

Hari ini tiba dimana Arsen dan Reya resmi menjadi pasangan kekasih yang sudah bertunangan.


Baru saja keduanya berhasil menyematkan cincin di jari pasangannya. Acara pernikahan akan di laksanakan dua minggu lagi sesuai kesepakatan keluarga besar Ardiansyah. Arsen dan Reya hanya menurut saja sambil mempersiapkan diri.


" Kak Arsen selamat ya, semoga lancar sampai ke pelaminan." Ucap Revan memberikan selamat kepada kedua pasangan yang sedang berbahagia.


" Terima kasih, lo cepat nyusul ya." Sahut Arsen.


" Insyaallah Kak." Sahut Revan.


" Selamat Ar, semoga sukses sampai janur melengkung." Ucap Erald memeluk Arsen sebentar.


" Terima kasih Bang." Ucap Arsen.


" Apa Kak Are tidak ikut?" Tanya Arsen melihat ke belakang Erald.


" Tidak, kondisinya masih belum stabil jadi belum berani pergi kemana mana, maaf ya." Sahut Erald.


" Tidak apa Bang kami mengerti kok, tadi juga Om sama Aunti sudah bilang sama aku, makanya tadi mereka cepat cepat pulang setelah acara tukar cincin, tapi aku tidak tahu kalau Kak Are tidak ikut ke sini." Sahut Arsen.


" Dia menitipkan salam dan doa terbaik untuk hubungan kalian berdua." Ucap Erald.


" Sampaikan ucapan terima kasih kami kepadanya Bang." Ucap Arsen.


" Akan Abang sampaikan nanti." Sahut Erald.


" Semoga Kak Are segera membaik Bang." Ucap Arsen.


" Amin... Terima kasih doanya." Sahut Erald menepuk bahu Arsen.


Arsen beralih memberikan selamat untuk Reya.


" Selamat Reya, sebentar lagi kau akan menjadi bagian dari keluarga kami, semoga kau bahagia hidup di tengah keluarga besar kami." Ucap Erald.


" Terima kasih Bang, Bang Erald jangan khawatir karena aku merasa sangat bahagia berada di tengah tengah keluarga kalian, terima kasih sudah menerimaku dengan sepenuh hati, cinta dan kasih sayang kalian semua." Ucap Are.


" Sama sama, Abang titip adik Abang ya, buatlah dia bahagia." Ucap Erald.


" Iya Bang." Sahut Reya.


" Kalau begitu Abang pamit ya Ar, Re, Abang tidak bisa meninggalkan Kakakmu lama lama." Ucap Erald.


" Tidak makan sesuatu dulu Bang?" Tanya Arsen.


" Tidak... Kebetulan Kakakmu ingin makan sate ayam yang ada di perempatan jalan, jadi Abang harus mampir dulu ke sana, takutnya Kakakmu kelamaan menunggunya." Sahut Erald.


" Baiklah Bang hati hati." Ucap Arsen.


" Lain kali datanglah ke rumah, pasti Kakakmu akan senang menerima kedatangan kalian, lagian apa kamu tidak kangen sama twins?" Tanya Erald.


" Iya Bang besok kami akan ke sana, aku juga sudah kangen ingin melihat twins yang lucu lucu." Sahut Arsen.


" Abang pulang dulu." Ucap Erald.

__ADS_1


Setelah berpamitan kepada keluarga besar Ardiansyah, Erald segera meninggalkan rumah Arsen.


" Sepertinya Bang Erald begitu menyayangi istrinya ya Bang." Ucap Reya.


" Iya, Bang Er sangat mencintai Kak Are, dia akan melakukan apapun untuk Kak Are, aku salut pada cintanya yang begitu besar untuk Kak Are selama ini, Kak Are sangat beruntung bisa memilikinya." Sahut Arsen.


" Tapi kamu tidak perlu khawatir! Karena cintaku kepadamu sama besarnya dengan cinta Bang Erald untuk Kak Are, aku juga akan melakukan apapun untukmu sayang." Sambung Arsen menggenggam tangan Reya.


" Terima kasih Bang." Ucap Reya.


" Sama sama sayang, tapi bisakah panggilanmu untukku di ubah mulai sekarang?" Tanya Arsen menatap Reya.


" Di ubah gimana?" Reya balik bertanya.


" Panggilan Bang, di ganti menjadi Mas." Ucap Arsen.


" Itu akan terdengar sangat manis di telingaku sayang." Sambung Arsen.


" Baiklah M... Mas." Ucap Reya merasa canggung.


" Itu jauh lebih baik." Ujar Arsen.


" Ayo kita bergabung dengan mereka." Ajak Arsen menggandeng tangan Reya.


" Tapi Mas aku malu." Ucap Reya.


" Kenapa harus malu? Mereka menerimamu dengan sepenuh hati Reya, jadi jangan berpikiran macam macam." Ujar Arsen tahu kemana arah pembicaraan Reya.


" Baiklah." Sahut Reya.


" Kak Reya kalau boleh aku tahu, Kakak asalnya darimana?" Tanya Vebby menatap Reya.


" Orang tuaku asli dari Jawa Tengah, tapi mereka menetap di sini saat aku masih kecil, dan kebetulan keluarga di Jawa juga sudah tidak ada jadi aku juga menetap di sini dan tidak pernah pulang ke sana." Sahut Reya.


" Owh... Kirain asli sini Kak." Ujar Vebby.


" Bukan." Sahut Reya.


" Kalau Vebby darimana?" Tanya Saka menggoda istrinya.


" Kalau aku dari hatinya Bang Saka." Sahut Vebby nyeleneh membuat semua orang tertawa.


" Sekarang tinggal Revan sama Verdy yang belum menemukan jodohnya, kira kira kapan kalian akan melamar seseorang Van? Ver?" Tanya Tante Luci menatap Verdy dan Revan bergantian.


" Kalau aku nunggu Verdy dulu Tan." Sahut Revan.


" Kalau lo nunggu gue, yang ada lo nggak bakal nikah nikah Van." Ujar Verdy.


" Memangnya kenapa? Apa kamu ho...


" Enak aja! Gue normal ya." Cebik Verdy memotong ucapan Revan.


" Owh... Gue kira lo up normal." Canda Revan.

__ADS_1


" Sialan lo." Umpat Verdy.


" Makanya buruan Ver cari pasangan, kan nggak mungkin kalau aku mendahului kamu, itu tidak etis namanya." Ucap Revan.


" Ya nggak pa pa kalau kamu mau, aku belum minat dengan hal hal yang berbau percintaan apalagi pernikahan." Ujar Verdy.


" Nggak mau ah, harus kamu dulu baru aku, apalagi usia kamu sudah hampir expired Ver, udah buruan nikah sebelum karatan dan nggak bisa di pakai lagi." Sahut Revan.


" Rese' lo mah jadi orang, gue jodohin sama Iin baru tahu rasa lo." Ancam Verdy.


" Ih sorry ya, mending gue jadi jomblo seumur hidup daripada menikah sama Iin, udah gendhut, item pakai kaca mata tebal lagi, enggak banget Ver." Ucap Revan bergidik ngeri.


" Siapa Iin?" Tanya Tante Cia.


" Iin itu office girl di kantor sebelah Ma, dia kurang beruntung karena punya badan yang jauh dari kata ideal, itu sebabnya Revan tidak suka, coba kalau cantik seperti Kinara, pasti sudah Revan sikat sejak lama." Sahut Verdy.


" Kalau itu bisa mah, harus Ver.. Siapa yang tidak mau sama cewek cantik, body semok dan aduhai." Sahut Revan.


" Iin juga semok tahu." Ujar Verdy.


" Itu mah semoknya over dosis Ver." Debat Revan.


" Sudah sudah jangan bertengkar lagi, kalian harus akur sesama keluarga, jangan berniat menyudutkan satu sama lain dalam hal apapun, apa kalian mengerti?" Tanya Om Davian.


" Mengerti Om, maafkan kami." Sahut Verdy.


" Mengerti Pa, maaf." Sahut Revan.


" Mama berharap semoga Revan dan Verdy segera menemukan pasangan jodohnya, supaya keluarga kita semakin ramai nantinya." Ucap Tante Ria.


" Amin." Sahut semuanya serempak.


" Dan semoga apa yang telah di impikan oleh kalian semua akan menjadi kenyataan." Ucap Tante Cia.


" Amin." Sahut mereka serempak.


Mereka melanjutkan mengobrol sampai menjelang larut malam.


Saat mereka hendak berpamitan pulang tiba tiba...


Brugh....


Nah loh apaan tuh ya bunyi??


Penasaran kan????


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya biar author semangat nulisnya...


Udah triple up lhoh.... Kalau boleh beri author mawar atau kursi pijat supaya pinggang author lurus kembali...


Terima kasih untuk readers yang telah mensuport author semoga sehat selalu....


Miss U All....

__ADS_1


TBC....


__ADS_2