Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Nasehat Mama Luci


__ADS_3

Arsen duduk di kursi kebesarannya sambil menatap stopmap yang baru saja di berikan oleh Revan. Ia membuka stopmap itu lalu membaca lembar yang ada satu persatu.


" Reya Pradipta, putri dari Arya Pradipta yang meninggal karena kecelakaan mobil sepuluh tahun lalu." Gumam Arsen membaca biodata Reya.


" Ya... Sejak saat itu dia menjadi orang tua untuk adiknya yang saat ini berusia lima belas tahun." Sahut Revan.


" Berapa usianya?" Tanya Arsen.


" Lima belas tahun." Sahut Revan.


" Bukan adiknya, tapi Reya." Ujar Arsen.


" Oh Reya, kamu nggak menyebutkan nama Reya tadi Kak." Sahut Revan.


" Berapa usia Reya?" Tanya Arsen menghembuskan nafas kasar.


" Dua puluh tahun." Sahut Revan.


" Masih kecil sekali, pantas saja tidak punya kesopanan." Gerutu Arsen.


" Walaupun masih kecil tapi terlihat dewasa dan begitu cantik Kak." Ujar Revan.


" Kau menyukainya?" Tanya Arsen menatap Revan.


" Tidak." Sahut Revan.


" Tawarkan bantuan kepadanya dengan satu syarat." Ucap Arsen.


" Syarat?" Tanya Revan mengerutkan keningnya.


" Syarat apa yang akan kau ajukan kepadanya Kak?" Sambung Revan.


" Pernikahan."


" Apa?" Pekik Revan beranjak dari sofa.


Jawaban Arsen membuat Revan terkejut. Revan berjalan mendekati Arsen di kursinya.


" Per.... Pernikahan? Pernikahan siapa yang kamu maksudkan Kak?" Tanya Revan memastikan.


" Pernikahanku dengannya." Sahut Arsen.


" Apa aku tidak salah dengar Kak? Kau akan menikahi Reya? Bukankah selama ini Tante Luci menyuruhmu untuk menikah tapi kamu selalu menolaknya Kak? Lalu kenapa sekarang tiba tiba kamu ingin menikahi Reya?" Tanya Revan dengan rasa penasaran yang tinggi.


" Aku juga tidak tahu, entah kenapa aku merasa ingin membantu dan melindungi gadis itu, tapi kau jangan berpikiran macam macam, anggap saja aku sedang ingin merasakan bagaimana rasanya hidup berumah tangga, kalau aku tidak suka ya tinggal pisah saja, gampang kan." Ujar Arsen.


" Tidak semudah itu Kak... Pernikahan itu bukan permainan, pernikahan itu ikatan suci yang terjalin antara kau, Reya dan Tuhan Kak, Kau harus benar benar menjaganya, melindunginya dan mencintainya dengan sepenuh hati Kak, kalau cuma untuk coba coba mendingan nggak usah! Lagian Reya belum tentu membutuhkan bantuanmu Kak." Sahut Revan.

__ADS_1


" Iya... Revan benar kalau Reya belum tentu membutuhkan bantuanku, siapa tahu dia sudah mendapatkan bantuan dadi orang lain? Lalu kenapa aku sangat ingin membantunya? Dan.... Apa tadi? Pernikahan? Kenapa aku harus menawarkan pernikahan kepadanya? Aku yakin dia tidak akan menolaknya, apalagi saat ini dia sangat membutuhkan uang kan... Dia pasti seperti wanita lainnya yang akan melakukan berbagai cara untuk mendapatkan uang secara instan... Gadis kecil kau akan menjadi mainan yang mengasyikkan untukku." Gumam Arsen dalam hati sambil tersenyum sendiri.


" Kak kamu kenapa? Kamu kesambet?" Tanya Revan mengguncang pelan pundak Arsen.


" Eh...." Gugup Arsen.


" Kenapa kamu bengong begitu? Kamu pasti lagi memikirkan Reya ya? Tante Luci harus tahu nih kalau Kak Ar sudah menemukan tambatan hatinya dan akan segera menikah, itu pun kalau Reya tidak menolaknya." Ucap Revan.


" Siapa yang akan menikah? Arsen?" Tanya Tante Luci yang tiba tiba sudah berdiri di depan pintu.


" Mama."


" Tante." Ucap Arsen dan Revan secara bersamaan.


Arsen dan Revan menyalami Tante Luci dengan takzim.


" Kalian belum menjawab pertanyaan Mama, siapa yang akan menikah? Kamu atau Revan?" Tanya Tante Luci menatap Arsen.


" Kak Arsen, Tante." Sahut Revan membuat Tante Luci melongo membuka sedikit mulutnya dan membulatkan matanya.


" Arsen benarkah itu Nak? Siapa gadis yang akan kau nikahi? Panggil dia sekarang! Mama ingin bertemu dengannya." Ucap Tante Luci.


" Tidak Ma, Mama salah paham." Sahut Arsen.


" Salah paham gimana sayang?" Tanya Tante Luci.


Tante Luci menatap ke arah Revan seolah meminta penjelasan dari Revan.


" Bohong Tan, Kak Arsen sedang menyukai seorang gadis saat ini, tapi sayang gadis itu sedang mengalami nasib yang malang." Sahut Revan.


" Revannnnn." Tekan Arsen geram.


" Katakan apa maksudmu gadis yang malang Revan! Ceritakan pada Tante! Jangan takut dengan Kakakmu." Ucap Tante Luci.


" Begini Tante." Ucap Revan menarik tangan Tante Luci.


Keduanya duduk di sofa yang ada di ruangan itu lalu Revan menceritakan apa yang menjadi kemauan Arsen.


" Sialan lo Van." Umpat Arsen melempar Revan menggunakan pensil.


" Owh.... Jadi rencananya Arsen mau mengikat paksa gadis itu." Ujar Tante Luci.


" Enggak gitu Ma." Sahut Arsen duduk di depan Tante Luci.


" Arsen.... Jika kamu mau membantu Reya, maka bantulah dengan ikhlas boy... Jangan pakai syarat segala, apalagi kalau syaratnya memberatkan Reya, hubungan yang di paksakan itu tidak akan berakhir dengan baik, jika kamu memang menyukai Reya maka dekatilah Reya dengan cara yang baik." Nasehat Tante Luci.


" Misalnya Tan?" Tanya Revan.

__ADS_1


" Misalnya mencoba menjadi temannya, setelah menjadi temannya kamu bisa memberikan dia bantuan biaya operasi untuk adiknya, dengan begitu kalian akan sering berinteraksi dan seiring berjalannya waktu pasti rasa itu akan timbul di hati Reya jika memang Reya memiliki perasaan untukmu, dan jika sudah ada tanda tanda Reya memiliki perasaan yang sama untukmu, maka saat itu juga ungkapkan semua perasaanmu padanya." Terang Tante Luci.


" Tapi satu hal yang harus kamu tahu, jika dia tidak menerimamu maka jangan paksa dia, tetaplah menjadi teman yang baik untuknya, karena apa? Karena cinta tidak harus memiliki, dan yakinlah jika Tuhan sudah menyiapkan jodoh yang lebih baik untukmu." Sambung Tante Luci.


" Tuh dengerin Kak." Ujar Revan.


" Iya Ma, aku akan melakukan apa yang Mama ucapkan setelah aku memastikan perasaanku padanya dulu, terima kasih sudah menunjukkan jalan yang benar kepadaku." Ucap Arsen.


" Sama sama sayang." Sahut Tante Luci.


" Oh ya apa tujuan Mama kemari?" Tanya Arsen menatap Mamanya.


" Tidak ada, Mama hanya mampir saja ke sini mau melihat kinerja anak Mama tapi malah mendengar berita yang mengejutkan." Sahut Tante Luci.


" He he maaf ya Ma, Mama jadi mendengar hal yang tidak pantas dari Arsen." Ucap Arsen.


" Kamu tidak salah Ar, Mama malah senang kalau Mama bisa ikut andil dalam setiap langkah dan keputusanmu." Sahut Tante Luci.


" Aku kagum dengan para wanita di keluarga kita Tan." Ucap Revan.


" Kagum kenapa?" Tanya Tante Luci menatap Revan.


" Mereka sama sama memiliki sikap penyayang, rasa peduli yang tinggi, selalu bersikap bijak dalam segala hal dan saling mendukung satu sama lain, aku jadi semakin menyesal karena pernah menyakiti Kakak perempuanku dan kalian semua." Ucap Revan sendu.


" Itulah yang di tanamkan Oma Nesha dan Opa Farhan kepada kami semua, tanpa mereka kami bukan apa apa Van." Ucap Tante Luci.


" Kamu memang harus menyesali perbuatan burukmu tapi kamu juga harus merubah sikap dan perilakumu, tanamkan sikap saling menyayangi maka kamu akan merasa beruntung menjadi bagian dari keluarga kami." Ucap Tante Luci.


" Baik Tan, terima kasih." Sahut Revan.


" Sayangnya saat ini Mami Nesha dan Papi Farhan sudah tiada." Gumam Tante Luci sedih.


Ya hampir enam bulan yang lalu Oma Nesha dan Opa Farhan telah meninggalkan mereka semua. Keduanya terserang virus mematikan yang sedang merajalela di bumi ini.


Kebaikan dan didikan keduanya selalu anak anak mereka terapkan dalam kehidupan sehari hari.


" Jangan bersedih Ma, Oma sama Opa sudah berada di tempat yang indah di sisi Tuhan." Ucap Arsen.


" Amin." Sahut Tante Luci dan Revan bersamaan.


TBC.....


Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya ya biar Arsen semangat mendekati Reya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All....

__ADS_1


__ADS_2