
" Kami masih kecil bagaimana kami bisa menikah Pak" Ujar Airin.
" Masih kecil kok udah bisa berbuat mesim." Ucap pak Ali.
" Pokonya kalian harus menikah atau kalau tidak kalian saya keluarkan dari sekolah ini." Ucap pak Ali.
" Tidak.... tidak Pak, saya tidak mau keluar dari sekolah ini tapi saya juga tidak mau menikah dengannya, saya tidak mengenalnya pak, kami baru bertemu tadi pagi, pak saya tarik keterangan saya tadi." Ucap Airin menggerakkan kedua tangannya.
" Tidak bisa." Sahut Pak Ali.
" Dengarkan baik baik Pak, kali ini saya akan mengatakan yang sebenarnya." Ucap Airin.
Pak Ali menatap Airin dengan tatapan menyelidik.
" Kami tidak melakukan apapun Pak, saya tadi berbohong sama bapak, saya memberikan keterangan palsu pada bapak, maafkan saya pak." Sambung Airin.
" Apa maksudmu Airin?" Tanya Pak Ali.
" Arkan tidak melakukan apapun Pak, tadi dia tidak sengaja menubruk saya lalu kami jatuh dan tak lama bapak datang memergoki kami." Sahut Airin.
" Lalu kenapa kau memberikan keterangan palsu kepada saya? Kamu mau bermain main dengan saya? Atau kamu mau menjebak Arkan supaya dia menjadi pacarmu? " Tanya Pak Ali geram.
" Enggak pak, bukan itu maksud saya." Sahut Airin.
" Maaf Pak, sebenarnya saya cuma mau memberi pelajaran sama Arkan saja karena dia telah membuat badanku sakit semua." Ucap Airin menunjuk Arkan.
Arkan tersenyum manis ke arah Airin.
" Memangnya enak berbohong dengan kepala sekolah, berbicaralah sebanyak mungkin untuk menyakinkan pak Ali, karena sekarang aku tidak akan mengatakan apapun." Batin Arkan.
" Tolong tarik keputusan bapak untuk menikahkan kami, kami masih mau sekolah pak, masa depan kami masih panjang, ya pak ya" Ucap Airin memelas.
" Baiklah saya tidak akan menyuruh kalian menikah, tapi kamu harus di hukum Airin." Ujar Pak Ali.
" Saya?" Tanya Airin menunjuk dirinya sendiri.
" Iya, siapa lagi? Dan hanya kamu yang di hukum karena memang kamu yang bersalah di sini, kamu tinggal pilih mau di hukum, di nikahkan atau di keluarkan dari sekolah ini." Ucap pak Ali.
" Baiklah pak, aku pilih di hukum saja." Sahut Airin pasrah.
" Mulai sekarang kamu menggantikan pak Budi membersihkan sekolah ini selama satu minggu." Ucap pak Ali.
" Apa?" Pekik Airin.
" Maksud Bapak, saya harus menyapu seluruh sekolahan ini begitu?" Tanya Airin memastikan.
" Bukan hanya itu saja, kamu juga harus membersihkan toilet siswa dan guru." Sahut pak Ali.
" Ta...
" Berani protes bapak keluarkan kamu dari sekolah ini sekarang juga." Sahut pak Ali memotong ucapan Airin.
" Ah tidak pak, saya terima hukuman dari bapak." Sahut Airin.
" Kalau begitu lakukan sekarang." Ucap pak Ali.
" Saya akan membantunya Pak, ini juga kesalahan saya bukan hanya kesalahan Airin saja, kalau tadi saya tidak menabrak Airin, Airin pasti tidak akan berbohong sama bapak." Ujar Arkan.
__ADS_1
" Kamu lihat! Ini nih cowok idaman, udah ganteng, cerdas, baik hati lagi." Ucap pak Ali menunjuk Arkan.
" Pria seperti ini kok di fitnah secara keji." Ucap pak Ali.
Airin memutar bola matanya malas.
" Kalau begitu tunggu apa lagi? Cepat kau bersihkan sekolah ini sampai bersih kinclong, dan ingat jangan sampai ada satu sampah sekalipun yang terlihat." Ujar pak Ali.
" Hmm." Gumam Airin keluar ruangan di ikuti Arkan.
" Aku minta maaf ya, karena aku kamu jadi kena hukuman." Ucap Arkan.
" Hmm.. Aku juga salah kok, makasih ya udah mau bantuin aku dan maaf aku sudah berbuat jahat sama kamu." Ucap Airin.
" Tidak masalah, tapi lain kali jangan di ulangi lagi! Belum tentu korbannya mudah memaafkan seperti aku." Ujar Arkan.
" Iya deh sorry... Kalau begitu mari kita berteman." Ucap Airin mengulurkan tangannya.
" Teman." Sahut Arkan membalas uluran tangan Airin.
" Kita mau membersihkan mana dulu nih?" Tanya Arkan.
Airin sedikit berpikir.
" Gimana kalau kita bersihin gedung olahraga dulu?" Ujar Airin.
" Boleh, ayo kita ambil peralatannya." Ajak Arkan.
Airin merasa senang bisa memiliki teman seperti Arkan. Selama ini dia tidak memiliki teman karena baginya teman hanya akan membuatnya susah.
Mereka mendekati Airin jika ada maunya saja, tidak ada teman yang benar benar tulus kepadanya. Itu sebabnya dia memilih menyendiri.
" Ar." Panggil Airin.
" Apa Ai?" Tanya Arkan menghampiri Airin.
" Ini mengepel nya biar cepet gimana caranya? Kalau begini mau sampai malam juga nggak bakalan kelar." Ucap Airin.
" Kita mengepel nya sambil lari aja, seperti orang bermain sky." Sahut Arkan konyol.
" Ok kita coba." Sahut Airin.
Airin menyodokkan alat pel sambil berlari ke sana kemari.
" Ar ayo!" Teriak Airin.
Arkan berlari menyusulnya, setelah sampai di depan Airin tiba tiba...
" Awas Ai." Teriak Arkan.
Brugh.....
Lagi lagi tubuh Arkan jatuh menimpa Airin. Keduanya saling tatap membuat jantung keduanya berdegup kencang.
Deg.... Deg...
" Ya Tuhan.... Kenapa jantungku berdetak cepat sekali? Kalau di lihat dari dekat Arkan tambah ganteng, A..... Airin sepertinya kau jatuh hati sama Arkan." Teriak Airin di dalam hati.
__ADS_1
" Airin kau membuat jantungku berdegup kencang, wajahmu membuatku tenang dan bibirmu... bibirmu membuatku ingin mengecupnya..." Ujar Arkan dalam hatinya.
" Ehm ehm."
Suara deheman menyadarkan mereka. Arkan segera berdiri lalu membantu Airin.
" Saya menyuruh kalian buat bersih bersih bukan malah pacaran, kenapa suka sekali berbuat mesum di tempat umum hah?" Ujar pak Ali.
" Pak kami...
" Kenapa? Mau alasan kalau Arkan menabrak kamu lagi? Lalu kalian berdua terjatuh karena kehilangan keseimbangan?" Tebak pak Ali membuat keduanya bungkam.
" Lagu lama itu mah, saya kasih kesempatan satu kali lagi, kalau kalian berdua ketahuan seperti ini lagi maka saya akan benar benar menikahkan kalian berdua." Ucap Pak Ali.
" Ja...
" Titik." Lagi lagi pak Ali motong ucapan keduanya lalu meninggalkan mereka.
" Lagi lagi kita ketangkap basah." Ujar Airin menghela nafasnya pelan.
Airin dan Arkan saling menatap lalu...
" Ha ha ha." Keduanya tertawa bersama.
" Konyol." Ucap Airin terkekeh.
" Ya udah buruan lanjutkan, entar ke buru pulang lagi." Ucap Arkan.
" Berarti selama tujuh hari ke depan kita nggak mengikuti pelajaran gitu?" Tanya Airin.
" Bisa jadi, kita minta tugas aja sama teman teman, jadi kita tidak ketinggalan pelajaran." Ujar Arkan.
" Kamu sih pintar bisa mengerti tanpa di jelaskan, lha aku." Ucap Airin menunjuk dirinya.
" Di jelasin aja aku nggak paham, apalagi cuma melihat catatan doank." Keluh Airin.
" Nanti aku ajari." Ucap Arkan.
" Beneran ya." Sahut Airin.
" Iya tenang aja, aku akan mengajarimu sampai bisa, terutama matematika." Sahut Arkan.
" A... Terima kasih." Ucap Airin.
" Sama sama, ayo semangat." Ucap Arkan.
" Siap." Sahut Airin.
Keduanya melanjutkan kegiatan mereka membersihkan gedung olahraga sampai bersih. Hari ini merupakan hari yang tidak akan pernah Airin lupakan.
Tbc...
Jangan lupa like koment vote dan hadiahnya donk buat author...
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Miss U All...
__ADS_1
Bhonchap nya jangan banyak banyak ya....