
Malam ini adalah malam pertunangan kedua pewaris dari keluarga Ardiansyah, siapa agi kalau bukan Vebby dan Fara. Rumah Papi Nathan di sulap menjadi tempat yang indah dan mewah untuk acara pertunangan mereka berdua.
Are sedang bersiap di dalam kamarnya bersama Erald. Saat ini Are sedang duduk di depan meja rias untuk merias wajahnya.
" Yank nggak usah pakai make up kamu udah cantik kok." Ucap Erald duduk di tepi ranjang.
" Kenapa emangnya Mas?" Tanya Are melirik Erald dari pantulan cermin.
" Nanti banyak yang melirik kamu Sayang." Sahut Erald.
" Ya ampun Mas.... Aku ini udah tua, perut aku buncit gini mana ada yang mau melirik Mas." Kekeh Are.
" Kamu tahu nggak sih Yank, justru karena saat ini kamu masih hamil kamu kelihatan lebih ***** Yank." Sahut Erald.
" Apa iya Mas?" Tanya Are menoleh ke arah Erald.
" Iya sayang, Mas aja penginnya meluk kamu terus di atas ranjang." Sahut Erald mengerlingkan sebelah matanya.
" Apa sih kamu Mas." Ucap Are.
" Udah lama Mas berpuasa lhoh Yank, kalau sekarang pasti udah kuat kan kandungannya? Dan dedeknya udah bisa di jenguk, mereka juga kangen Yank sama Mas." Ucap Erald.
Are menatap Erald dengan perasaan bersalahnya. Ya sejak mengetahui jika Are hamil, sampai sekarang Erald belum menyentuhnya. Erald takut akan mengganggu calon bayinya di dalam sana. Erald berniat untuk bersabar sampai usia kandungan Are lebih besar, supaya Ia bisa nyaman menyentuhnya.
" Baiklah nanti akan aku biarkan Mas menjenguk mereka." Ucap Are.
" Terima kasih sayang." Ucap Erald dengan mata berbinar.
Setelah selesai bersiap, Erald menggandeng tangan Are menuju kamar Juna.
Tok tok tok
Are mengetuk pintu, tak lama Juna membukakan pintunya dari dalam.
Ceklek...
" Eh Are, silahkan masuk." Ucap Juna.
Are dan Erald masuk ke dalam.
" Mama." Ucap Ghea turun dari ranjang menghampiri Are.
" Iya sayang." Sahut Are.
" Mama apa kabar dedek bayinya?" Tanya Ghea memeluk perut Are.
" Dedek bayinya baik baik saja sayang, kalau kamu sendiri gimana?" Are balik bertanya.
" Aku juga baik Ma, apalagi hari ini Ghea merasa sangat bahagia karena Papa dan Aunti Fara mau bertunangan." Ujar Ghea.
" Kalau begitu selamat ya sayang, sebentar lagi Ghea akan menjadi putri dari Mama Fara." Ujar Are.
" Iya Ma, terima kasih." Sahut Ghea.
" Ma." Panggil Ghea menatap Are.
" Iya sayang." Sahut Are menangkup wajah Ghea.
__ADS_1
" Ghea masih boleh kan menganggap Mama sebagai Mama Ghea, Ghea masih boleh kan memanggil Mama dengan sebutan Mama juga." Ucap Ghea membuat Are dan Erald tersenyum.
" Tentu donk sayang, kenapa tidak?" Sahut Are.
" Terima kasih ya Ma, Pa." Ucap Ghea menatap Are dan Erald bergantian.
" Sama sama sayang." Sahut Are dan Erald bersamaan.
" Sudah siap kan Kak?" Tanya Are menatap Juna yang sudah rapi.
" I... Iya." Sahut Juna gugup.
" Jangan gugup gitu donk, relax aja." Ujar Are.
" Iya." Sahut Juna.
" Ya sudah ayo kita ke depan, acaranya akan segera di mulai." Ajak Erald.
" Baiklah, ayo sayang." Ucap Are menggandeng tangan Ghea.
" Iya Ma." Sahut Ghea.
Are dan Ghea berjalan di depan sedangkan Juna dan Erald berjalan di belakangnya. Mereka berempat menuju ruang keluarga yang di gunakan sebagai tempat acara.
" Juna silahkan duduk di samping Fara." Ucap Tante Ria.
" Terima kasih Tante." Sahut Juna.
Juna menghampiri Fara yang sedang duduk di kursinya, Ia duduk di kursi samping Fara.
" Kau terlihat sangat cantik." Ucap Juna menatap Fara yang saat ini memakai gaun berwarna hitam dan riasan wajah yang natural membuatnya terlihat sangat cantik.
" Sama sama sayang." Sahut Juna membuat Fara tersipu malu karena panggilan sayang yang Juna ucapkan.
Setelah kedua pasangan duduk di kursi yang sudah di siapkan, acarapun di mulai dengan sambutan dan ucapan terima kasih atas kehadiran para tamu undangan yang telah berkenan hadir memberikan doa restu dan menjadi saksi kebahagiaan kedua pasangan.
Opa Farhan menjadi pemimpin acara pertunangan pasangan Vebby dan Saka serta Juna dan Fara. Setelah acara sambutan selesai, tibalah acara tukar cincin untuk keduanya.
" Silahkan Juna dan Saka untuk memasangkan cincin di jari pasangan masing masing." Ucap Opa Farhan.
Juna mengambil cincin pada kotak lalu memasangkannya di jari Fara, begitupun dengan Saka yang memasangkan cincin di jari Vebby. Suara tepuk tangan mengiringi kebahagiaan mereka berempat.
Beginilah kira kira cincin mereka berempat
" Sekarang giliran Vebby dan Fara yang menyematkan cincin di jari pasangan masing masing." Ucap Opa Farhan.
Vebby dan Fara menyematkan cincin di jari pasangan masing masing. Suara tepuk tangan kembali memeriahkan acara mereka.
" Terima kasih sayang sudah menerimaku sebagai calon suamimu, aku berjanji akan selalu membuatmu bahagia hidup bersamaku." Ucap Saka memeluk Vebby.
" Terima kasih kembali Om karena telah sabar menantiku selama ini, terima kasih karena kau selalu sabar menghadapi sikap dan sifatku yang selalu menyakitimu selama ini, aku berjanji akan selalu hidup bahagia bersamamu apapun yang akan terjadi kepada kita kedepannya." Ujar Vebby.
Juna dan Fara juga melakukan hal yang sama.
" Fara... Aku tidak bisa menjanjikan kebahagiaan karena keterbatasanku, aku bukan pria yang bisa memanjakanmu dengan materi tapi aku berjanji kepadamu, aku akan memanjakanmu dengan kasih sayangku, aku akan membahagiakanmu dengan cinta yang aku miliki untukmu, aku akan membuatmu merasa menjadi wanita yang paling bahagia dengan segenap jiwa dan ragaku, aku akan selalu ada untukmu." Ucap Juna menangkup wajah Fara dengan kedua tangannya.
__ADS_1
" Aku tidak mengukur kebahagiaan dengan materi Mas, cukup limpahi aku dengan cinta dan kasih sayangmu, dengan itu aku akan merasa menjadi wanita yang paling bahagia karena bisa memilikimu, aku juga tidak bisa berjanji untuk menjadi ibu dan istri yang baik untuk kalian berdua, tapi aku berjanji kalau aku akan menjadi wanita terbaik dalam hidup kalian berdua." Ucap Fara menatap Juna.
" Terima kasih sayang." Ucap Juna memeluk Fara.
" Selamat untuk kedua pasangan Fara dan Vebby yang baru saja bertunangan dengan Saka dan Juna, semoga kelak kalian akan menjadi pasangan yang berbahagia selamanya." Ucap Opa Farhan.
" Terima kasih Opa." Ucap Vebby dan Fara bersamaan.
Opa Farhan membalas dengan senyuman. Setelah acara tukar cincin para tamu undangan menikmati hidangan yang sudah tersaji. Keluarga Ardiansyah berkumpul pada meja yang sama.
" Bagaimana persiapan pernikahan Fara dan Vebby Ria, Cia?" Tanya Oma Nesha.
" Kalau acara pernikahan Vebby masih tujuh puluh persen Mi karena kan msih satu minggu lagi." Sahut Tante Cia.
" Kalau Fara sudah hampir sembilan puluh sembilan persen Mi." Ucap Tante Ria.
" Secepat itu dalam sehari?" Tanya Oma Nesha.
" Iya Mi, aku menyewa jasa WO profesional yang cara kerjanya cepat, jadi aku bisa bernafas lega untuk dua hari ke depan." Sahut Tante Ria.
" Syukurlah, jadi tidak akan ada kendala sampai hari pernikahan mereka nanti, semoga keduanya selalu di limpahkan kebahagiaan." Ucap Oma Nesha.
" Amin." Sahut mereka semua.
" Are udah besar ya kehamilannya." Ujar Oma Nesha menatap perut Are yang sudah terlihat membuncit.
" Iya Oma." Sahut Are.
" Oma berdoa semoga kalian bertiga baik baik saja, seperti dulu waktu Oma hamil Tante Ria dan Cia." Ucap Oma Nesha.
" Amin." Sahut Are dan Erald bersamaan.
" Mami tidak menyangka kau akan menjadi Opa Bang." Ucap Oma Nesha menatap Papi Nathan.
" Iya Mi, nggak terasa kalau aku udah tua banget." Sahut Papi Nathan.
" Iya lah... Orang aku aja udah tua Mas." Sahut Mami Valen.
" Siapa bilang? Kamu selalu terlihat muda di mata Mas sayang, sama seperti waktu kita bertemu dulu." Ujar Papi Nathan.
" Apa sih kamu Mas, ngegombal mulu nggak ingat umur." Cebik Mami Valen.
" Lhoh bener lhoh Yank." Ujar Papi Nathan.
Semua orang menatap bahagia ke arah keduanya. Keluarga Ardiansyah selalu menjunjung tinggi kebersamaan dan keharmonisan dari dulu. Mereka tidak pernah terlibat cekcok satu sama lain karena mereka berprinsip keluarga adalah segalanya.
" Hanya kamu Al yang mempunyai sifat tamak kepada abangmu sendiri, Mami berdoa semoga kau tenang di alam sana dan di ampuni segala dosa dosamu sayang." Ujar Mami Valen dalam hati sambil mengusap air matanya.
Jangan lupa like koment dan hadiahnya ya...
Enakan bahagia gini apa mau ada konflik nih?
Tulis di kolom komentar ya....
Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...
Mohon doa dan dukungannya untuk novel author yang satu ini ya... Semoga sukses seperti novel sebelumnya...
__ADS_1
Miss U All.....
TBC.....