Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Terkejut


__ADS_3

Saat mereka hendak berpamitan pulang tiba tiba...


Brugh....


Prang.....


Vas bunga yang tersenggol tangan Vebby jatuh ke lantai membuat orang orang di sekitarnya menoleh ke arahnya.


" Vebby." Teriak semua orang saat tiba tiba Vebby tidak sadarkan diri.


Hap...


Beruntung Saka dengan sigap menangkap tubuh Vebby sebelum mendarat ke lantai.


" Astaga Vebby, kamu kenapa?" Tanya Tante Cia mendekati tubuh Vebby.


" Sayang bangunlah! Kamu kenapa sayang? Jangan membuat aku khawatir seperti ini." Ucap Saka menepuk pelan pipi Vebby.


" Saka segera bawa Vebby ke rumah sakit, Mama tidak mau kalau sampai Vebby kenapa napa." Ucap Tante Cia.


" Iya Ma." Sahut Saka.


" Kamu bawa Vebby ke mobil, biar Papa yang mengemudi." Ucap Om Irvan.


Tanpa berkata lagi Saka menggendong Vebby ala bridal style menuju mobilnya.


" Ya Tuhan apa yang terjadi dengan Vebby?" Ujar Fara menatap kepergian Saka, Om Irvan dan Tante Cia.


" Tenanglah sayang! Vebby pasti baik baik saja." Sahut Juna mengelus pundak Fara.


" Semoga Mas." Sahut Fara menghela nafasnya.


" Apa Vebby tadi salah makan?" Tanya Tante Luci menatap semua orang bergantian.


" Ma... Vebby kan tidak punya alergi, jadi aku rasa ini terjadi bukan karena salah makan deh." Om Gama.


" Mungkin Vebbu kecapekan saja Kak." Ujar Om Davian.


" Mungkin." Sahut Tante Luci.


" Semoga Vebby tidak kenapa napa." Ucap Revan.


" Tante aku pamit mau menyusul mereka ke rumah sakit." Ucap Verdy.


" Baiklah hati hati ya." Sahut Tante Luci.


" Iya Tante." Sahut Verdy.


" Gue ikut." Ucap Revan.


Keduanya berjalan meninggalkan rumah Arsen.


" Mama, Aunti Vebby kenapa?" Tanya Ghea.


" Mama juga tidak tahu sayang, mungkin Aunti Vebby kecapekan makanya dia pingsan." Ujar Fara.


" Ya sudah sekarang mari kita pulang, besok pagi kita akan menjenguk Vebby ke rumah sakit karena hari ini sudah larut malam." Ucap Tante Ria.


" Iya Ma." Sahut Fara.


" Kami pulang ya Kak, besok kita bertemu di rumah sakit kalau Vebby belum pulang, kalau sudah pulang kita ketemu di rumah Saka." Ujar Tante Ria menatap Tante Luci.

__ADS_1


" Iya... Terima kasih untuk doa restu dan kehadiran kalian semua, hati hati di jalan." Sahut Tante Luci.


" Sama sama Kak." Sahut Tante Ria.


Setelah kepergian keluarga Ardiansyah, Arsen dan Reya berjalan menuju Reya.


" Kenapa kamu mengikutiku Bang?" Tanya Reya.


" Untuk memastikan jika kamu sampai kamar dengan keadaan baik baik saja, aku tidak mau kamu mengalami hal seperti Vebby tadi." Sahut Arsen.


" Semoga Vebby baik baik saja ya Bang." Ujar Reya.


" Amin, sekarang kamu istirahatlah! Besok kita juga ikut ke rumah sakit menjenguk Vebby." Ucap Arsen setelah sampai di depan kamar Reya.


" Iya Bang, aku masuk dulu." Sahut Reya masuk ke dalam kamarnya. Tidak lupa Ia juga mengunci pintunya.


Reya membaringkan tubuhnya di atas ranjang menatap langit langit kamar.


" Aku tidak pernah membayangkan jika hal ini akan terjadi kepadaku, aku di lamar oleh seorang Arsen dari keluarga terpandang dan kaya raya, dalam mimpiku saja aku tidak pernah membayangkannya, aku juga tidak menyangka akan ada hari ini menghampiriku, hari dimana aku mendapatkan cinta yang selama ini aku impikan, cinta seorang pria yang mau menerimaku apa adanya." Monolog Reya merasa bersyukur.


" Ya Tuhan aku sangat bersyukur kepadamu karena Engkau telah memberikan suatu anugerah buatku dan Arkan, semoga hubungan ini membawa kebahagiaan untuk keluarga ini, aku berjanji akan menjadi istri dan menantu yang baik di dalam rumah ini... Terima kasih Tuhan." Ucap Reya memejamkan mata.


...****************...


Di rumah sakit, saat Saka sedang duduk di kursi tunggu di depan ruang ugd di temani oleh Papa dan Mamanya Vebby. Tak ketinggalan juga Verdy dan Revan di sana.


Di dalam ruangan dokter sedang memeriksa kondisi Vebby.


Ceklek...


Pintu terbuka, seorang dokter pria keluar dari ruang ugd, Saka segera menghampirinya.


" Saat ini istri anda sudah siuman Pak, dugaan sementara saya kalau lambung istri anda bermasalah, tapi untuk memastikan hasil akuratnya saya akan melakukan usg kepada istri anda." Ujar dokter.


" Lakukan yang terbaik untuk istri saya Dok." Ucap Saka.


" Kami akan berusaha semaximal mungkin Pak, mari ikut saya ke ruangan obgyn." Ucap dokter.


" Baik Dok." Sahut Saka.


" Pa, Ma kalian tunggu di sini saja ya." Ujar Saka menatap Tante Cia dan Om Irvan.


" Iya, kabari kami kalau Vebby kenapa napa." Sahut Tante Cia.


" Iya Ma." Sahut Saka.


Saka mengikuti dokter menuju ruangan obgyn dari belakang. Ternyata Vebby lebih dulu sampai di sana.


" Sayang." Ucap Saka mendekati Vebby yang sedang berbaring di ranjang.


" By." Ucap Vebby.


Saka menggenggam tangan Vebby lalu menciumnya.


" Tenanglah! Ada aku di sini." Ucap Saka menenangkan.


" Baiklah saya mulai ya Pak Bu." Ucap dokter.


" Silahkan Dok." Sahut Saka.


Seorang suster mengangkat baju Vebby ke atas sedangkan bagian bawahnya tertutup oleh selimut.

__ADS_1


Dokter mengoleskan gel pada perut Vebby lalu mulai menggerakkan transduser ke kanan dan ke kiri untuk melihat hasilnya.


" Lihatlah ke monitor Pak, Bu!" Ucap dokter.


Saka dan Vebby menatap monitor yang ada di bagian depan atas.


" Ternyata bukan hanya lambung Nona Vebby yang luka, tapi....


" Apa ada penyakit lainnya Dok? Apa Vebby terserang penyakit berbahaya?" Tanya Saka memotong ucapan dokter.


" By... Sabarlah! Jangan memotong ucapan Dokter! Dengarkan dulu penjelasannya!" Ujar Vebby membuat dokter tersenyum.


" Bagaimana aku bisa tenang sayang? Kalau kamu terserang penyakit berbahaya gimana? Aku kan hanya siaga saja karena aku tidak mau kehilangan kamu." Sahut Saka.


" Iya aku tahu By, tapi setidaknya biarkan pak Dokter menjelaskannya terlebih dahulu." Ujar Vebby.


" Iya maaf." Sahut Saka.


Saka menatap dokter yang sedari tadi hana menjadi pendengar setia perdebatan keduanya.


" Maafkan saya Dok, silahkan lanjutkan." Ucap Saka.


" Ba...


" Tapi istri saya tidak kenapa napa kan Dok? Dia sehat kan? Tidak ada penyakit yang serius kan Dok?" Tanya Saka kembali memotong ucapan Dokter.


Vebby menepuk jidatnya sendiri sambil menahan malu.


" Tenang dulu Pak, tidak perlu panik berlebihan seperti itu! Biarkan saya menjelaskannya sampai selesai." Ujar dokter.


" Baik Dok, maafkan saya." Sahut Saka.


" Jadi seperti ini Pak, Bu." Ucap dokter.


" Yang menyebabkan Nona Vebby pingsan itu karena asam lambung yang naik ke atas sehingga membuat nafas Nona Vebby terasa sesak, dan yang membuat perut Nona Vebby merasa perih, itu karena ternyata lambung Nona Vebby sedikit terluka, pasti Nona Vebby suka makan pedas." Tebak dokter.


" Iya Dok." Sahut Vebby.


" Mulai sekarang makan pedas sama asamnya harus di hindari karena ada yang harus Nona Vebby jaga kehadirannya." Ucap dokter.


Saka dan Vebby saling melempar pandangan sambil mengerutkan keningnya.


" Apa maksud anda Dok?" Tanya Saka.


" Ya Nona Vebby sedang mengandung saat ini."


" Apa?" Pekik Saka dan Vebby bersamaan.


Ada yang bereaksi sama dengan Saka dan Vebby saat pertama tahu hamil nggak nih?


Hari ini satu bab dulu ya karena author lagi nggak enak badan...


Tapi jangan lupa buat like koment vote hadiahnya biar author semangat ngetiknya...


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author...


Semoga sehat selalu...


Miss U All....


Tbc....

__ADS_1


__ADS_2