Takdir Cinta Kakak Ipar

Takdir Cinta Kakak Ipar
Edisi Arsen 2. Berburuk Sangka


__ADS_3

Pagi ini keluarga Arsen sedang sarapan bersama. Reya mengambilkan makanan untuk Arsen tanpa berkata apapun membuat Mama Luci mengerutkan keningnya.


" Kalian sedang ada masalah?" Tanya Mama Luci membuat Arsen dan Reya menatap ke arahnya.


" Sedikit Ma." Sahut Reya.


" Kalau ada masalah selesaikan secepatnya, jangan sampai berlarut larut! Nanti akan tambah panjang masalahnya sayang." Ujar Mama Luci.


" Iya Ma, nanti akan kami selesaikan, Reya hanya salah paham saja sama aku Ma." Sahut Arsen.


" Semoga cepat kelar masalahnya." Ucap Mama Luci tanpa mau tahu apa masalah yang saat ini sedang di alami kedua anaknya.


" Amin." Sahut Arsen.


Selesai sarapan Reya kembali ke kamarnya di ikuti Arsen dari belakang. Reya masuk ke dalam kamar menuju almarinya.


" Sayang kamu mau ngapain?" Tanya Arsen saat melihat Reya menurunkan koper dari atas almari.


" Aku mau berkemas." Ketus Reya.


" Apa maksudmu kamu mau pergi dari sini? Kamu mau meninggalkan aku?" Tanya Arsen memastikan.


" Ya karena aku tidak bisa tinggal dengan orang sepertimu." Sahut Reya dingin.


" Orang seperti apa hah?" Tanya Arsen mencekal tangan Reya.


Reya menatap Arsen begitupun sebaliknya.


" Kenapa kamu menghakimiku seperti ini tanpa memberikan aku kesempatan untuk membuktikan jika aku tidak bersalah." Tekan Arsen menarik pinggang Reya hingga membuat tubuh keduanya menempel.


" Bukti apa yang ingin kau tunjukkan kepadaku? Jelas jelas itu mobilmu dan hanya kamu yang mengemudikannya, lalu aku harus menunggu bukti apa lagi? Bukti palsu yang akan kau tunjukan kepadaku supaya aku percaya padamu begitu?" Tanya Reya menatap Arsen tanpa takut.


" Aku tidak bersalah Reya, aku tidak pernah menabrak siapa pun, mungkin kau yang salah mengenali mobilku, atau mungkin ada yang memakai mobilku tanpa sepengetahuanku." Ujar Arsen.


" Aku nggak mau mendengar alasan apapun darimu Mas, yang jelas aku lebih percaya dengan apa yang aku lihat, dan aku akan pergi dari sini bersama Arkan." Kukuh Reya membalikkan badannya. Ia mulai memasukkan bajunya ke dalam koper.


" Kau benar benar keras kepala Reya." Ucap Arsen.


" Ya kau benar, aku memang keras kepala karena aku tidak mau di bodohi oleh orang orang sepertimu, sok sokan mau bantu padahal kau melakukan itu untuk menutupi perbuatanmu, dan kau memang harus bertanggung jawab atas semua itu." Ujar Reya.


" Aku ikhlas membantumu Reya, dan aku juga tulus mencintaimu." Ucap Arsen.


" Aku jadi meragukan cintamu itu Mas, aku tidak bisa menilai ketulusan yang kau berikan padaku." Sahut Reya.


" Aku tidak akan membiarkanmu pergi meninggalkan aku begitu saja hanya masalah kecil seperti ini." Ucap Arsen.


" Masalah kecil kamu bilang Mas?" Tanya Reya kembali menatap Arsen.


" Bagaimana kamu bilang ini masalah kecil? Kau menabrak Arkan dan kau meninggalkannya di jalanan dengan luka di kepalanya, wajahnya di penuhi darah, dia sekarat Mas.. Jika saja aku terlambat membawanya ke rumah sakit, nyawa Arkan sudah melayang Mas, ini masalah besar... Aku membenci orang yang membuat adikku seperti itu dan orang itu adalah kamu." Bentak Reya.

__ADS_1


" Bukan aku orangnya Reya." Sahut Arsen.


" Terserah apa katamu, yang jelas aku akan pergi dari sini." Ujar Reya membalikkan badannya.


Saat Reya hendak menata kembali bajunya di koper tiba tiba Arsen menarik tangan Reya. Ia mendorong tubuh Reya hingga terlentang di atas ranjang.


" Mas apa yang kau lakukan?" Ucap Reya saat Arsen menindih tubuhnya.


" Kau memancing emosiku Reya, kau tidak tahu bagaimana sisi lainku kalau aku sudah marah kan, jadi jangan pernah memaksaku untuk berbuat kasar kepadamu karena aku bisa melakukan apapun kepadamu." Tekan Arsen menatap tajam ke arah Reya.


" Ma... Mas." Ucap Reya ketakutan.


Reya tidak menyangka jika Arsen akan semarah ini. Reya memejamkan matanya karena tidak berani menatap mata Arsen.


" Diam di sini! Aku akan membawakan bukti kebenaran itu padamu, aku akan membuktikan jika aku tidak bersalah Reya Arsenio." Ucap Arsen.


" Kalau sampai kau pergi tanpa sepengetahuanku, kau akan melihat siapa aku yang sebenarnya, bukan hanya kau yang akan menanggung akibatnya, tapi adikmu juga." Sambung Arsen.


" Apa kau mengerti?" Tanya Arsen dingin.


Reya hanya menganggukkan kepalanya saja tanpa berani mengeluarkan sepatah kata pun.


" Tatap aku jika aku sedang berbicara Reya." Ucap Arsen


Reya membuka matanya perlahan. Ia menatap wajah Arsen yang nampak merah. Mungkin karena saking emosinya.


" Aku tidak menyangka jika kamu semengerikan itu saat kamu sedang marah Mas.. Hah... Aku jadi takut untuk berbuat sesuatu, Ya Tuhan apa yang harus aku lakukan? Benarkah jika bukan Mas Arsen pelakunya? Tolong berikan petunjukmu ya Tuhan." Monolog Reya.


Tok tok


Pintu di ketuk dari luar.


" Siapa?" Teriak Reya.


" Ini aku Kak, Arkan." Sahut Arkam dari luar.


" Masuk Dek." Ucap Reya.


Ceklek...


Arkan membuka pintunya lalu masuk ke dalam menghampiri Kakaknya.


" Kakak ada masalah apa dengan Bang Arsen?" Tanya Arkan.


" Ini masalah besar Dek." Sahut Reya.


" Masalah apa Kak? Cerita padaku siapa tahu aku bisa membantumu." Ucap Arkan.


" Ini semua tentang pelaku yang menabrak kamu Kan." Sahut Reya.

__ADS_1


" Pelaku yang menabrak aku? Apa Kakak sudah menemukan pelakunya? Siapa dia Kak?" Tanya Arkan menatap Reya.


" Itulah yang Kakak bingungkan Dek, mobil yang menabrak kamu adalah mobil Mas Arsen." Ucap Reya.


" Mobil Bang Arsen? Itu berarti pelakunya orang yang dekat dengan Bang Arsen Kak." Sahut Arkan.


" Apa maksudmu orang yang dekat Dek? Itu mobil kesayangan Mas Arsen dan hanya Mas Arsen yang mengemudikannya, itu berarti yang menabrak kamu itu Mas Arsen, Kakak tidak tahu harus berbuat apa saat ini, Kakak benar benar bingung." Ujar Reya.


" Bukan Bang Arsen pelakunya Kak." Sahut Arkan.


" Apa maksudmu bukan Mas Arsen?" Tanya Reya mengerutkan keningnya.


" Orang yang menabrakku waktu itu seorang perempuan Kak." Sahut Arkan.


" Perempuan?" Reya menatap Arkan.


" Iya Kak, dia perempuan cantik sepertinya usianya sama denganku, aku sempat melihatnya sebelum mobil itu menabrak tubuhku." Terang Arkan.


" Siapa perempuan itu? Mas Arsen tidak punya adik kan? Kalau saudara saudara Mas Arsen kamu sudah pernah bertemu dengan mereka semua." Ucap Reya.


" Iya Kak, tapi bukan mereka." Sahut Arkan.


" Apa kamu melihatnya saat di pernikahan Kakak?" Reya kembali bertanya.


" Tidak Kak." Sahut Arkan.


" Apa mungkin dia kekasih Mas Arsen? Tapi dimana dia sekarang? Dan kenapa Mas Arsen malah menikahiku?" Ujar Reya sedikit berpikir.


" Atau jangan jangan Mas Arsen menikahiku dan membantu biaya pengobatanmu karena ingin menyelamatkan kekasihnya? Dia tidak mau kekasihnya masuk penjara karena telah melakukan tabrak lari kepadamu Dek." Ujar Reya menduga duga.


" Tapi rasanya tidak mungkin deh Kak, karena yang aku lihat Bang Arsen sangat menyayangimu Kak." Ujar Arkan.


" Itu bisa saja sandiwara Arkan... Apapun akan kita lakukan untuk orang yang kita cintai cintai kan?" Ujar Reya.


" Coba kamu pikir deh! Mas Arsen tiba tiba datang menawarkan pertemanan kepada Kakak, lalu dia membantu pengobatanmu dan setelah itu dia menikahi Kakak, bisa jadi setelah Kakak melupakan semua ini dia akan menceraikan Kakak lalu menikahi kekasihnya, Arkan." Sambung Reya.


" Apakah mungkin Bang Arsen bisa melakukan hal itu?" Tanya Arkan.


Mungkin nggak nih???


Coba tebak apakah dugaan Reya benar atau salah?


Tetap like koment vote dan hadiahnya ya supaya author semangat menulisnya.


Terima kasih untuk readers yang selalu mensuport author semoga sehat selalu...


Miss U All...


TBC.....

__ADS_1


__ADS_2